
Leo dan Robi sejak tadi berganti ganti dari posisi satu dan dua, diantara mereka tidak ada yang mau mengalah, hingga pada lap ke 16 pertandingan itu dimenangkan oleh Leo, Leo bersorak bahagia dan meloncat loncat senang.
Robi terlihat sedih tapi dia tidak marah dirinya dikalahkan oleh Leo, dia berpikir mungkin lain kali dia yang bisa mengalahkan Leo karena tadi selisihnya sangat tipis.
Deon bertepuk tangan mengucapkan selamat sambil berjalan mendekati keempat remaja itu.
"Bagaimana rasanya?" tanya Deon pada keempatnya.
"Luar biasa kak, tidak bisa diungkapkan dengan kata kata, ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah bisa Robi lupakan".
" Benar kak, sejak tadi Juan berkeringat dingin, rasanya sangat berbeda dengan balapan liar yang kami ikuti, ini pengalaman luar biasa tidak ternilai harganya"
"Iya kak, makasih udah ajak kita kesini" Leo berucap dengan wajah yang sangat senang.
Ara juga tersenyum senang mendapatkan pengalaman yang luar biasa seperti saat itu.
"Kak ini motor benaran untuk Leo" tanya Leo untuk memastikan bahwa ucapan Deon itu bukan hanya candaan.
"Iya selamat ya, kakak harap kamu bisa mengikuti balapan yang lainnya tapi yang legal bukan balap liar, motor itu boleh kamu ambil tapi tidak boleh digunakan untuk balapan liar".
Leo mengangguk cepat, " Baik kak, lagian setelah balapan hari ini Leo bersumpah pada diri Leo untuk tidak balapan liar lagi, hanya mengikuti balapan legal seperti hari ini".
"Bagus, balap liar itu tidak baik, tidak menjamin keselamatan diri kita, kalau mati ya mati saja nama nya tidak dikenang dan membuat semua orang sedih, jika balapan liar memang berbahaya tapi lebih aman dibanding balap liar" jelas Deon untuk memberikan arahan pada para remaja itu.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Sampai ditempat makan keempat remaja itu masih saja terus mengobrol tentang balapan yang mereka lakukan. cerita seru mereka tidak berhenti dan mereka terus sahut menyahut menceritakan balapan yang pernah mereka lakukan. Deon hanya menjadi pendengar setia mereka.
Salah satu alasan Axel meminta Deon untuk menjaga Ara adalah sifat Deon, Deon dapat merubah kawan kawan sekitarnya yang nakal menjadi baik, contohnya angga dan Andri, dulu mereka murid terbandel disekolah, tapi Deon mampu merubah dua murid bandel itu, walau masih tetap saja playboy mereka tidak hilang, tapi setidaknya mereka tau batasan. Mereka berprinsip hanya akan menodai wanita yang datang padanya tapi tidak akan melakukan hal kejam pada wanita yang baik.
Keduanya juga tidak pernah mengkonsumsi barang terlarang, hanya mabuk mabukan dan bersenang-senang dengan wanita bayaran, selebihnya mereka baik.
Melihat perubahan dua sahabatnya yang gila itulah Axel memutuskan untuk menitipkan adiknya pada Deon, berharap Deon akan merubah adiknya menjadi yang lebih baik, setidaknya tidak membuat masalah lagi.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
"Kak makasih ya" Ara menolehkan wajahnya menatap Deon yang sedang menyetir mobil.
"Makasih buat apa?" tanya Deon tidak mengerti.
"Buat semua yang kakak lakukan hari ini juga untuk membuat sahabat-sahabat Ara memiliki cita cita dan mimpi yang ingin mereka gapai".
Tadi saat makan ketiga teman Ara banyak bertanya pada Deon tentang beberapa hal yang selama ini mereka tertarik tapi tidak dapat mereka gapai, Dan Deon selalu bisa memberikan arahan yang baik untuk ketiganya, seperti Leo dan Robi yang ingin lebih tau tentang dunia balap motor GP, serta Juan yang sedikit melenceng ingin menjadi penyanyi dan model iklan.
"Kakak cuma memberikan arahan, tidak lebih, itu samua kemauan mereka".
"Iya Ara tau, tapi Ara dulu merasa bersalah dengan mereka kak, karena mereka mengikuti Ara yang ingin mendekati Dimas" suara Ara terdengar pelan diakhir.
Deon meraih tangan Ara dengan sebelah tangan nya yang bebas, "Apa sampai sekarang dia masih ada dihatimu?"
Ara diam sebentar lalu menatap jalanan yang dilewati, "entahlah kak, Ara tidak tau, perasaan Ara selama 5 tahun tidak mungkin bisa hilang begitu saja, tapi kemarahan Ara padanya sekarang lebih besar dari perasaan itu".
Deon dan Ara sama sama diam, Deon diam memikirkan ucapan Ara dan Ara diam memikirkan perasaan nya pada Dimas.
🎼 bunyi ponsel Deon membuyarkan keheningan mereka.
"Nomor siapa ini kak?" tanya Ara melihat hanya nomor yang tertera tidak ada namanya.
"Wanita pengganggu terus saja mengejar ngejar kakak, bisa tolong angkatkan ra?" ujar Deon sambil menyembunyikan senyumannya.
📲 "Halo! siapa ya ini" tanya Ara pelan.
📲 "Ini siapa? kenapa ponsel Deon ada pada kamu?" suara perempuan terdengar dari arah telepon, Ara sedikit mengernyitkan dahi nya, dia merasa seperti pernah mendengar suara itu. Tapi karena Deon bilang dia wanita pengganggu nya Ara tidak dapat berpikir jernih lagi, dia akan memarahi wanita itu agar berhenti mendekati Deon.
"Loudspeaker ra biar kakak juga dengar" gumam Deon pelan. Ara mengerti segera dia mengubah mode menjadi loudspeaker.
📲 "anda yang siapa? kenapa terus saja mengikuti Kak Deon! jelas jelas Kak Deon tidak suka diikuti" bentak Ara.
📲 "Emang kenapa? kamu siapa sih sampai ngurus-ngurus deon?"
📲 "Aku siapa? aku calon istri kak Deon, tentu saja aku marah kak Deon diikuti terus" Ara akhirnya memilih jawaban yang sama ketika Deon ditanya guru-gurunya.
"Hahahaha" Deon tertawa keras, dia sudah tidak dapat menahan tawanya lagi, bagaimana dia tidak tertawa, Ara baru saja memarahi ibunya sendiri dan mengatakan dia adalah calon istrinya.
"Kakak kok ketawa?" tanya Ara heran.
tidak lama terdengar juga suara tawa dari telepon yang Ara pegang.
📲 "hahahha, ya ampun ternyata ini calon mantu bunda, maaf ya sayang, bunda gak bakal ngejar-ngejar Deon lagi, sekarangkan dia udah punya calon istri, jadi kamu tenang aja, bunda gak akan jodoh jodohin Kak Deon lagi deh, hahahaha".
Ara segera mengubah mode loudspeaker ponsel Deon dan menyerahkan ponsel itu pada deon yang masih tertawa.
📲 "Kenapa lagi bun? masih tidak percaya sama Deon?" Deon berbicara sambil melirik Ara yang sudah menutup mukanya dengan tangan. Seperti nya gadis itu sangat malu saat ini.
📲 "Kamu ini ya bisa bisa nya ngerjain menantu bunda, bunda telepon cuma mau tanya keadaan kalian berdua, kamu dimana sayang? ini sudah hampir tengah malam".
📲 "Habis menghibur menantu bunda, tadi dia lagi sedih, ini Deon mau jalan pulang".
📲 " Owalah, ya udah hati hati dijalan, ini sudah mau tengah malam, jaga menantu bunda baik-baik" Bunda Deon masih tidak tau jika ara sudah tinggal bersama Deon, dia hanya tau Deon dan ara memiliki hubungan setelah beberapa hari yang lalu menghubungi Deon.
📲 "Siap bunda!" Deon segera mematikan ponselnya sambil melirik Ara yang masih berpura pura sibuk dengan ponsel ditangan.
"Malu ya?" ledek Deon.
Ara melirik kesal pada Deon, "Kakak sih ngerjain Ara, ara pikir emang iya pengganggu yang sering ngikutin kakak".
" Emang benar kok, bunda itu selalu ngikuti kakak untuk menyodorkan anak teman-temannya pada kakak, jadi siapa yang ngerjain?" Deon masih belum bisa menghentikan tawanya.
"Ihhh udah ah, ara gak mau bahas itu lagi" dengus Ara.
"Jadi calon istri kakak marah nih?"
"Kakak apaan sih! jangan ejek ejek ara!" Ara memalingkan wajahnya menatap jalanan, saat ini mukanya sangat merah karena merasa malu, dia tidak ingin Deon semakin menggodanya.
"Iya deh, calon istriku".
" Kakak!"
...🐤🐤🐤🐤🐤...
🌺 cuap cuap author 🌺
Yei~yei calon sudah mengakui calon istri, gimana next gak?
makasih ya buat dukungannya, dan doakan semoga author cepat di kontrak jadi bisa up lebih banyak.
tetap dukung terus ya biar author tetap semangat ngetik novelnya.