My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 9. Mommy Sang Penguasa



Pagi itu AL, EL dan Ay turun bersama-sama menuju dapur, mereka bertiga tidur di kamar Ay karena Ay merengek untuk ditemani tidur dengan kedua abangnya.


“Daddy kenapa?” Tanya AL bingung saat melihat daddy nya itu duduk dimeja makan dengan mata panda.


“gara-gara kalian bertiga mommy kalian jadi marah sama Daddy, daddy di usir dari kamar!” gerutu Deon.


“hahahaha kan salah daddy gak mau turuti permintaan dedek” sindir AL.


Ara datang kehadapan kereka semua dengan membawa nasi goreng buatannya. “Makan dulu setelah itu mommy ingin bicara penting dengan kalian bertiga” ucap sinis Ara.


Ketiga anaknya langsung menurut, mengikuti perintah Ara tanpa mengucapkan kata-kata apapun.


.


AL, EL, dan Ay tampak cemas melihat wajah serius mommy ara, mommy yang biasanya tidak pernah marah kali ini sedang menampilkan wajah mengerikan.


“Jadi abang serius ingin mandiri?” tanya Ara.


“Se-serius mom” jawab AL dan EL serentak.


Ara menghela nafas Panjang, dia tau hal ini cepat atau lambat akan terjadi, “Abang Al dan EL bisa janji sama mommy, sebelum kalian lulus, kalian tidak boleh keluar-keluar dulu, kalian harus sering-sering nemani mommy di rumah sebelum kalian pergi keluar dari rumah ini”.


AL dan EL tersenyum, keduanya lalu duduk disamping kiri dan kanan Ara memeluk mommy mereka dengan sayang.


“Abang Janji mommy cantik” ucap abang AL sambil mengecup pipi ara.


“Abang janji mom” ucap EL yang juga ikutan mengecup pipi Ara.


“woiii kalian berdua itu punya daddy, gak boleh cium-cium” protes Deon.


Ara menatap sinis suaminya, “Mommy masih marah sama daddy” ucap Ara sinis. AL semakin mengeratkan pelukannya pada Ara dan menjulurkan lidahnya pada Deon.


“Mom kalau dedek?” Tanya Ay.


“Emang dedek mau apa?”


“Dedek boleh punya apartemen sendiri?” tanya Ay dengan mata berbinar.


Ara tersenyum lembut pada putri bungsunya itu.


“Dedek cewek, jadi dedek di rumah aja ya, temani mommy, masak mommy di tinggal sama semua anak mommy” ara berpura-pura terisak, dia tau ay tidak akan luluh jika dia tidak beracting didepan Ay.


Deon tersenyum senang Karena Ara menyetujui keputusannya.


“I-iya deh, tapi boleh gak penjagaan dedek dikurangi? Dedek kan ingin lepas juga dari penjagaan mom”


“Tidak boleh” Jawab deon cepat.


“Boleh sayang” Jawab Ara.


“Sayang tapi itu ber__” Deon tidak dapat melanjutkan ucapannya lagi, Ara sudah menatapnya dengan mata yang melotot. Dalam hati dia akan tetap melakukan penjagaan pada putrinya secara diam-diam.


“Kalau tentang nikah mom?” Tanya Ay lagi, karena mommy nya sudah mulai melunak.


“Tidak boleh” Tolak Deon.


“Boleh sayang tapi harus dikenalkan dengan mommy dulu, kalau mommy setuju baru boleh” Jawab Ara dengan lembut.


“Asik” seru Ay dengan girang. Al dan El tersenyum melihat tampang deon yang lesu karena tidak bisa membantah ucapan Ara, di rumah memang yang berkuasa adalah Ara, Deon yang penguasa asia tidak pernah bisa berkutik jika istrinya itu sudah memutuskan sesuatu.


“Sayang, dedek masih 18 tahun” lirih deon pelan.


“Siapa yang menghamili anak orang disaat umurnya masih 18 tahun?” tanya Ara.


“Aku” jawab Deon pelan.


“Kak, apa papi pernah melarang kakak untuk menikahi ku?” tanya ara pada suaminya itu.


“Ara tau kakak sangat mencintai putri kesayangan kakak ini, tapi umurnya sudah 18 tahun, biarkan putri kakak mengetahui dunia luar, dia sudah bukan anak kecil lagi kak” nasehat ara.


Deon masih diam tidak berkata apapun.


“jadi siapa calon menantu mommy?” tanya ara pada putri bungsunya itu.


Ay tersenyum malu-malu, “Abang Brian” jawab Ay dengan tersipu.


“GAK BOLEH!” tolak deon dengan lantang.


Ara menatap deon lalu menoleh menatap Ay, “Siapa dia sayang?”


Ay melirik daddynya yang sudah bertampang mengerikan dia tidak berani mengucapkan kata-kata.


“Bilang aja dek, mommy ada disini” ujar AL penuh kemenangan. Jika mommy sudah bertindak maka daddy Deon tidak dapat berkutik.


“Itu mom, orang yang pernah dedek selamatkan dari penculikan waktu dedek masih kecil” ungkap Ay.


“Ohh itu, boleh tapi dia harus muncul di depan mommy” jawab mommy Ara.


“Gak boleh sayang, dia seorang mafia, daddy tidak akan setuju” protes daddy Deon.


Ara menatap sinis Deon. “kenapa memangnya kalau mafia?”


“Sayang mafia itu mengerikan, itu akan membahayakan dedek!” protes deon.


“Mengerikan? Bahaya? Dari mana daddy tau? Mommy hidup dengan daddy serasa hidup dengan mafia, kemana-mana harus mendapat penjagaan tanpa penjagaan mommy akan berada dalam bahaya, kemana-mana harus bawa gps, karena takut jika diculik, jadi seberapa bahaya mafia yang daddy katakan?” tanya Ara pada suaminya itu.


“sayang mafia itu tidak baik, mereka membunuh orang” keras Deon.


“Apa bedanya dengan kakak?” sindir Ara. “jangan kira ara tidak tau kakak juga membunuh orang, jadi apa bedanya kakak dan mafia?” lanjut Ara.


“kakak ti__” Deon tidak dapat melanjutkan ucapannya karena Ara Kembali memotong ucapan deon.


“gangster di jepang siapa yang melenyapkan mereka? Ara tau kakak melenyapkan mereka setelah Three dan lahir”.


AL, EL dan Ay hanya diam mendengar perdebatan kedua orang tuanya. Mereka memang tau kisah cinta mommy nya tapi tidak pernah tau tentang seberapa mengerikan daddy nya di dunia luar.


“Kak, liat pria itu baik-baik, apakah dia benar-benar jahat seperti yang kakak katakan? Atau hanya kakak yang mengambil keputusan jahat karena dia mafia? Seperti papi yang tidak pernah memandang kakak berasal dari mana, mafia atau bukan, papi cuma bertanya apa kakak akan selalu melindungi ara, jadi jangan mematahkan harapan dedek, dengan cepat kak” ucap ara lembut.


Ara mengkode Ay untuk memeluk daddy nya itu. Seolah tau Ay mendekati daddy kesayangannya itu dan memeluknya.


“dad, daddy tetap nomor satu di hati Ay, daddy jangan sedih ya, kana bang brian belum melamar ay, jadi daddy tenang aja, kalau abang brian melamar ay akan minta dukungan dari mommy” kekeh Ay.


Mommy ara, AL dan EL tertawa melihat keisengan Ay.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


“Berani kamu keluar dari sini, Wanita itu yang akan daddy lenyapkan dari dunia ini” bentak George pada putra satu-satunya Brian.


“Dad, aku akan membalaskan dendam daddy! Aku janji tapi setelah itu biarkan aku lepas dari dunia mafia?” balas brian.


“Kamu pikir daddy akan melepaskan mu setelah dendam Daddy terbalaskan?” maki George. “Dulu daddy sepertimu yang menganggap mafia itu adalah penjahat, tapi tidak semua mafia itu penjahat, karena dulu pemikiran daddy seperti kamu, daddy harus kehilangan mommy kamu, kamu pikir akan jika kamu melenyapkan mafia yang telah membunuh mommy mu, semua akan selesai begitu saja? Tidak Brian, selamanya kehidupanmu akan terus dibayangi dengan bahaya, mau kamu mafia atau bukan” maki George.


Brian menunduk kecewa, dia awalnya ingin membuat perundingan dengan daddy nya berpikir daddy nya akan setuju begitu saja, tapi dia justru sebaliknya, Brian mendapatkan penolakan dari George.


“Tapi daddy Ay tidak menyukai profesi ku, jika aku ingin mendapatkannya aku harus keluar dari sini dad”


“Maka tinggalkan gadis kecilmu itu!” seru George. “gadis itu tidak akan pernah bisa mendapatkan restu dari daddy, jika dia tidak menerima profesimu” ancam George.


“Dad, aku sangat mencintainya” lirih Brian.


“Jika kau mencintainya, kau harus bisa membuat lingkungan yang aman untuk gadismu, sangat berbahaya melepaskan posisimu sekarang, kau tidak memiliki sesuatu yang kuat yang bisa menjaga keluargamu dimasa depan” nasehat Daddy George.


...🐯🐯🐯🐯🐯...