My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 48. Mertua part 2



"Hey son!" sapa daddy George saat melihat Brian masuk ke ruang tunggu. Ay sejak melihat El, gadis itu langsung bersembunyi di belakang El, karena takut akan bertemu mertuanya.


"Hey dad" Brian langsung memeluk pria tua itu dengan hangat. Begitu juga dengan daddy George, pria tua itu memeluk Brian sambil menepuk-nepuk punggung anak satu-satunya itu.


"Bagaimana kabarmu dad?" tanya Brian.


Daddy George tertawa pelan, "baik son, mana dia menantu cantik ku" kekeh daddy George.


Brian melepaskan pelukannya dari daddy George, dia melirik ke belakang nya, "Sayang kemari lah" penggil Brian pada Ay yang tampak bersembunyi di belakang punggung EL.


Perlahan Ay keluar dari persembunyian nya dan mendekat ke arah Brian sambil terus menunduk.


"Tidak usah takut sayang, daddy ku tidak akan marah padamu" bisik Brian begitu gadis kecilnya sudah berada di samping dirinya.


"hal-hallo daddy" sapa Ay.


"Hey sweety kau tampak sangat menggemaskan, sekarang aku tau kenapa kau bisa mendapatkan hati putraku, hahaha" ujar daddy George.


"Dad, jangan mencoba menggoda kekasihku" ancam Brian dengan senyum jenakanya.


"Hahahaha liatlah Brian begitu takut aku menggoda mu" suara tawa daddy George membuat Ay sedikit tenang.


"Daddy umur berapa?" tanya Ay penasaran.


"aku? bagaimana jika kau menebak nya" kekeh daddy George.


"46? daddy deon berumur 46 tahun" ucap Ay.


Daddy George semakin tertawa keras, "Tidak sweety aku tidak semuda itu, umurku sudah 60 tahunan, apakah aku terlihat semuda itu" ujar George.


"ya daddy masih terlihat sangat gagah" balas Ay.


"Sayang jangan memuji daddy, nanti dia besar kepala" kekeh Brian.


"Hahaha cemburu mu keterlaluan son! alex lihatlah putraku ini dia terlalu protektif pada kekasihnya" ujar daddy George pada asisten nya itu.


"Maaf tuan besar, Brian sangat mirip dengan anda dalam melindungi istri anda dulu" jawab Alex asisten daddy George.


"Hahahaha kau benar lex" Mata daddy George langsung berubah sendu ketika mengingat mendiang istrinya.


"Daddy, Ay lapar, bisakah kita makan lebih dulu" sela Ay cepat, untuk membuat daddy George melupakan apa yang baru saja membuat dirinya sedih.


"oh ya ampun aku sampai lupa mengajak kalian makan, ayo kita pergi makan dulu" ajak daddy George, "hey boy! kalian ingin naik mobil sendiri atau di supiri?" tanya daddy George pada Al dan el.


"Aku ingin menyetir sendiri dad" jawab al.


"Aku juga, dan bisakah aku berkeliling sebentar? tidak ikut kalian?" tanya el.


Daddy George mengangguk, "Alex serahkan kunci mobil pada keduanya, gunakanlah sesuka hati kalian, tapi ingat hati-hati jangan sampai terjadi masalah" peringat daddy George.


"Oke" sahut Al cepat sedangkan El hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya sebagai ucapan Terima kasih.


...🐼🐼🐼🐼🐼...


Deon semakin heran ketika melihat Ara meletakkan banyak meja di taman samping rumahnya, bahkan seluruh teman ara dan temannya diundang oleh ara.


'Puk' angga menepuk pundak deon yang sedang melamun melihat ara yang sibuk menyiapkan acara makan malam di taman samping rumahnya.


Deon menggeleng pelan, "bagaimana cara istriku mengundang kalian untuk kesini?" tanya Deon pada angga.


"dia bilang akan mengadakan pesta besar, tapi dia tidak mau mengatakan pesta apa itu pada ku dan istriku" ucap Angga.


"ahhh" Deon menghela nafas panjang.


"Kenapa kau terlihat cemas begitu, santai saja! memang apa yang kau takutkan" ujar angga.


"ada satu hal yang aku takutkan" ucap Deon tidak bersemangat.


"Apa itu?" sela andri.


"Pernikahan putri ku dengan si mafia sialan itu" ucap Deon.


"memangnya kenapa man, dia sudah 18 tahun lebih tua setahun dari istrimu saat menikah dulu" kali ini axel yang menyela.


"Benar sekali, seperti kata pepatah, orang tua adalah cerminan dari anaknya, seperti apa kita dulu, akan terjadi pada putra dan putri kita" Andri ikut menambahkan.


"Bukan itu masalahnya, yang aku takutkan adalah Brian seorang mafia, aku takut Ay akan dalam bahaya" ucap Deon.


'puk' Axel tertawa sambil menepuk pundak Deon, "kau memikirkan masalah yang tidak perlu bro! pertanyaan ku hanya satu, apakah jika bukan dengan mafia itu Ay akan aman? sejak kecil dia selalu diajari bela diri agar bisa membela dirinya jika diculik karena menjadi anak dari keluarga allinsky saja dia sudah dikejar-kejar oleh penculik, jadi bahaya seperti apa lagi yang kau takutkan, bilang saja kau masih belum bisa berpisah dari putri kecilmu, masih ingin menguncinya dalam perlindungan mu, belum siap menyerah kannya pada orang lain" ungkap Axel.


Deon terdiam, begitu besar cinta nya pada ay hingga membuat dia takut Ay direbut darinya, memang benar yang di katakan axel, bahwa Deon bukan mempermasalahkan Brian yang seorang mafia, tapi pria itu masih belum siap untuk memberikan anaknya pada siapapun.


Padahal dia sendiri yang membuat Brian kembali lebih cepat, tapi dia masih belum mau menerima kenyataan bahwa putri kecil nya sekarang sudah dewasa.


Deon menghela nafas panjangpanjang, dia tidak mengatakan apapun lagi pria itu lebih memilih diam.


...🐺🐺🐺🐺🐺...


"Jadi kamu ingin pernikahan yang seperti apa ay?" tanya daddy George pada ay.


Ay menatap daddy George lalu menatap Brian, "terserah, yang penting semua orang-orang yang ay sayangi ada di sekitar ay".


" tidak ingin seperti pernikahan seorang putri raja atau pernikahan di pantai atau kapal pesiar gitu?" ucap daddy George, pria itu siap mengabulkan permintaan dari menantu cantiknya itu.


Ay menggeleng pelan, "mommy ara sudah mempersiapkan pesta pernikahannya dad, jadi ay tidak ingin menghancurkan pesta yang sudah disiapkan mommy" jawab ay.


Brian langsung menolehkan kepalanya pada Ay, pria itu terlihat bingung bercampur rasa penasaran.


"apa yang barusan kamu katakan sayang?" tanya Brian untuk memastikan kan.


Ay yang tidak sadar telah membocorkan pesta kejutan mommy ara langsung menepuk mulutnya sendiri, "hehehe emang tadi ay bilang apa?" tanya ay balik dengan berpura-pura tidak mengatakan sesuatu yang besar.


"mommy kamu sudah mempersiapkan pesta, apa itu pesta pernikahan untuk kita?" ulang Brian, dia menatap daddy nya untuk memastikan bahwa dia tidak salah dengar.


"Daddy juga mendengar hal yang sama, jadi apakah itu pesta pernikahan kalian" ucap daddy George.


Ay tertunduk lesu, "maafkan ay mommy" lirih ay pelan, lalu mata gadis itu menatap Brian, "iya, mommy sudah mempersiapkan pesta untuk pernikahan kita, semua persiapan sudah selesai hanya baju untuk pengantinnya yang belum siap" jawab ay pelan.


Brian tersenyum senang sambil mengelus puncak kepala ay, "aku akan berpura-pura tidak dengar, bukankah ini kejutan dari mertua ku" ucap Brian.


Ay mengangguk cepat, "makasih kak" seru ay dengan bersemangat.


...πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ...