
“Dari mana kamu bisa dapat informasi itu!” bentak daddy George.
“daddy kan Melani udah bilang dari anak buah daddy yang berjaga di depan mansion itu” kesal Melani, dengan wajah cemberutnya.
“Jika memang benar itu gadis itu, ini masih delapan bulan belum waktunya bayi itu untuk lahir!” bentak daddy George lagi.
“Dad! Bisa cessar! Tanya dokter jonny bayi umur 8 bulan itu sudah bisa dilahirkan!” Melani tidak mau kalah dengan daddy George, gadis itu balas membantak daddy George juga.
“Jadi kau menyuruhku untuk menculik istri brian dan mengeluarkan paksa bayi itu dari perut ibunya?!” tebak daddy George.
“Benar! Kita ambil paksa dad! Aku udah gak sabar untuk memeluk anakku! Aku akan berjanji akan giat berlatih jalan jika ada anakku disisiku dad” pekik Melani dengan wajah Bahagia.
Jonny yang berada disisi mereka semakin mengepalkan tangannya geram dengan rencana melani, dia ingin segera pergi dari sana dan mengabarkan pada Brian, tapi belum bisa karena jika dia pergi sekarang dia akan ketahuan sebagai mata-mata brian.
“Kau gila! Ibunya bisa mati jika kau mengambil paksa anaknya!” bentak daddy George.
“Justru itu malah bagus! Kenapa daddy malah mengasihaninya? Daddy tidak menyayangiku lagi? Bukankah daddy janji akan mengabulkan permintaanku” lirih Melani.
“mereka saja memaafkanmu dan membiarkanmu hidup, apa kau tidak kasihan pada Gadis itu?” tanya daddy George tidak percaya.
“Daddy, aku tidak menyuruhnya mati, aku hanya meminta anak brian padaku, kalau dia mati itu berarti bonus untukku” ucap Melani dengan santainya. “jadi kapan daddy bergerak, nanti semakin sulit kita menculiknya!” pekik Melani dengan kesal.
“kau tidak takut brian akan membunuhmu?” decak Daddy George dengan wajah yang sudah merah menahan emosi.
Melani tersenyum dan menggelengkan kepalanya, “tidak, kan ada daddy, selama ada daddy di sisi ku brian tidak akan berani membunuhku, jadi cepat dad! Aku tidak sabar bertemu dengan anakku” rengek melani dia masih dalam posisi duduk nya sambil merengek pada ketua mafia itu.
Dengan pede nya Melani yakin Brian tidak akanmembunuhnya.
“hahhaha” tawa daddy George membuat kedua orang tua melani serta melani sedikit bingung.
“kenapa daddy tertawa, daddy jugatidak sabar bertemu dengan cucu daddy kan?” ucap melani.
“Bukan! Tapi aku tertawa pada apa yang telah aku pilih, ternyata aku telah salah, kau tau kenapa kau masih hidup? Bukan karena aku tapi karena Danaya, berkat danaya kau masih hidup, tapi jika danaya mati bukan hanya kau yang mati tapi semua orang yang ada disini juga ikut mati termasuk diriku, brian itu monster yang aku ciptakan tanpa belas kasih, hanya saja bersama danaya dia mampu menahan dirinya untuk tidak membunuhmu atau membunuhku, aku tidak mampu mengendalikannya lagi, telah lama kontrol atas dirinya telah lepas, dan saat terjadi sesuatu pada danaya saat itu juga kita mati” ujar Daddy George dengan sungguh-sungguh.
Melani menggelengkan kepalanya tidak percaya, “Tidak, itu tidak mungkin, Daddy bohong! Brian pasti bisa memaafkanku karena daddy ada di sisiku” elak melani tidak mau percaya denga napa yang diucapkan daddy George, “dad cepat culik danaya!” pekik Melani lagi.
“Tidak ! aku masih mau hidup” ucap daddy George, “dan kau pikir orang-orangku bisa mengalahkan orang-orang brian ditambah dengan mertuanya?! Aku bergabung dengan beberapa mafia juga tidak akan mempu menembus ketatnya penjagaan gadis itu, aku tidak bisa dan kau juga tidak akan mungkin bisa!” ucap daddy George.
Jonny sedikit mengernyitkan keningnya mendengar ucapan daddy George, dia pikir pria tua itu akan melakukan permintaan melani, tapi “apa benar memang itu alasannya?” batin Jonny.
“Daddy jahat! Daddy sudah janji padaku! Kenapa daddy menginkarinya! Karena danaya aku tidak bisa bersama brian, karena danaya aku tidak bisa hamil! Daddy jahat! Melani mau mati saja! Melani gak mau hidup lagi! Daddy jahat!” pekik Melani histeris.
“Sayang jangan, masih ada daddy dan mommy yang sayang denganmu” daddy melani langsung memeluk putrinya agar putrinya tenang, “George, kenapa mengingkari ucapanmu sendiri, bukannya kamu menginginkan penerus juga? Melani bersedia menjaga penerusmu hingga besar kenapa kamu tidak melakukan permintaan melani?” tanya daddy melani.
“lakukan sendiri jika kalian bisa! Aku tidak akan melakukan hal yang tidak mungkin bisa aku lakukan, dan jangan pernah memakai anak buahku untuk melakukan hal yang putrimu inginkan! Silahkan mati, aku sudah tidak bisa bersama dengan gadis itu” daddy George segera berbalik badan hendak pergi meninggalkan melani. “jonny! Apa yang kau lakukan di sana! Mereka tidak membutuhkan bantuanmu lagi, anak itu mau mati, biarkan saja dia mati” ujar daddy George ketus.
.
“tuan besar benar-benar takut untuk menculik?” selidik Jonny.
“tidak, aku tidak takut, aku tidak mau cucu dan menantuku mati, itu saja” jawab daddy George dengan tenang.
“kenapa tidak minta maaf saja pada menantu dan anak, tuan besar? Aku yakin mereka akan mau memaafkan” usul Jonny.
Daddy George menggelengkan kepala, “biarlah aku seperti ini, aku akan menanggung semua ucapan dan perbuatan yang telah aku lakukan pada menantuku dan putraku, ini adalah kesalahanku” ucap daddy George terdengar sedih.
.
Sementara itu di tempat melani gadis itu menangis histeris ditinggalkan oleh daddy George, “Mom! Aku mau bayi itu! aku mau !” teriak Melani histeris.
“Tenang kita akan mencoba menculiknya” ucap mommy melani.
“bagaimana?! Kita tidak punya klan mafia yang akan membantu kita, dan kita tidak punya uang yang banyak untuk menyewa orang untuk melakukan itu” tanya daddy melani.
Melani semakin histeris berteriak dan meraung kesal mendengar ucapan daddy nya itu. “Aku akan bunuh diri! Jika kalian tidak mau melakukan itu, suruh saja suami ku untuk melakukannya! Leonardo pasti bisa untuk menculiknya! Bilang kita akan melaporkan dia ke penjara jika Leonardo tidak mau melakukan itu!” pekik Melani kesal.
“benar dad! Gunakan Leonardo! Dia pasti bisa, dia jugaseorang ketua mafia! Coba telepon dia dad” tambah mommy melani.
Daddy melani langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Leonardo.
“Ada apa?!” terdengar suara dingin Leonardo dari dalam ponsel.
“Aku ingin kau membantu kami_” ucapan daddy melani terpotong karena melani langsung menarik ponsel itu.
“Aku punya perempuan yang sangat cocok dengan kriteria mu, culik dia dan berikan anaknya padaku! Kau bisa melakukan apapun pada tubuh wanita itu” ucap melani.
“Siapa?” tanya Leonardo dingin.
“Istri Brian” jawab melani dengan senyum sinisnya.
Terdengar suara tawa Leonardo yang mengerikan.
“Aku tidak mau mati! Cari orang lain, aku tidak mau mati ditangan monster itu!” tolak Leonardo.
Bahkan seorang ketua mafia tau kekejaman Brian, dan takut pada brian, itu semakin membuat kedua orang tua melani merinding membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Brian pada mereka jika rencana melani berjalan.
...🦁🦁🦁🦁🦁...