
Malam itu semua mimpi Violet hancur, saat melihat Deon tampak biasa saja mendengar pengumuman yang diberikan oleh orang tuanya, bahkan Deon tampak cuek dan bercanda bersama kedua orang sahabatnya dan juga istri rahasianya.
Violet memandang wajahnya di depan cermin, dia cantik, tapi dia harus mendapatkan Dicky karena dia terlalu egois dan berambisi untuk mendapatkan Deon. Semua kebohongan nya terbongkar oleh orang tuanya, Violet tidak dapat lagi mengambil kepercayaan kedua orang tuanya.
'Tok tok tok' Kris membuka pintu kamar kakaknya walaupun belum mendapatkan persetujuan dari Violet.
"Kak, jangan melamun terus, aku akan membalaskan dendam kakak pada pria itu! jadi kakak jangan sedih lagi" ucap kris sambil duduk didekat ranjang dan menatap kakaknya yang seperti orang ingin menangis.
"Sudahlah kris, ini juga salah kakak" lirih Violet.
"Bukan kakak yang salah, pria itu yang tidak mau menunggu kakak, jadi dia mencari orang lain pria tidak berpendirian seperti itu kenapa kakak masih suka!" gerutu Kris.
Violet tertunduk sedih, adiknya masih percaya dengan cerita karangan yang dia buat.
"Sebenarnya kakak yang seenaknya memutuskan bahwa dia akan menunggu kakak" Violet mulai menceritakan semua rahasianya dan kebohongannya selama ini.
"Sejak kelas 1 SMA kakak menyukainya, tapi dia pria yang sulit digapai, tidak ada satupun wanita di dekatnya, kakak semakin tertarik padanya, lalu lama kelamaan kakak akrab dengan sahabat-sahabat sky, dia juga mulai mau menjawab pertanyaan kakak, tapi masih bersikap waspada, sampai suatu hari kakak tidak sengaja menyentuh dia dan mengetahui rahasianya, dia memiliki alergi pada wanita lebih tepatnya phobia".
"Phobia?" beo Kris.
"Iya, kakak tidak tau apa penyebab phobia itu, tapi yang kakak tau dia mengalami Phobia itu sejak umur 15 tahun, dan sejak itu dia tidak bisa bersentuhan dengan wanita, setelah lulus sekolah Sky masih tidak bisa menyentuh wanita, kakak yakin tidak akan ada wanita di sekitarnya dengan Phobia yang dia derita, selama sekolah kakak berusaha mendekati sky tapi dia tidak pernah menerima perasaan kakak".
"Apa kakak berbohong tentang berpacaran dengan kak sky?"
Violet mengangguk pelan, "Kakak pikir dengan menyembuhkan penyakit nya Deon akan berhutang budi pada kakak, jadi dia akan menerima perasaan kakak, tapi kakak tidak menyangka gadis itu hadir dalam hidup Deon, gadis kecil yang sangat cantik, mustahil Deon tidak menyukai gadis seperti itu" Violet sedikit terisak diakhir ceritanya.
"Wanita itu berhasil menyembuhkan kak Deon sebelum kak Deon disembuhkan kakak?" selidik Kris.
Violet menggeleng pelan, "Sky belum sembuh, hanya wanita itu yang bisa dia sentuh, tapi Sky tetap tidak bisa menyentuh wanita lain selain wanita itu dan ibunya".
Kris terdiam mendengarkan penjelasan Violet, dia kasihan pada kakaknya, tapi dia juga tidak bisa menyalahkan kakaknya atau pun Deon, pria itu tidak meminta violet untuk menyembuhkan nya, violet berusaha sendiri tanpa kepastian, menunggu harapan yang tidak pasti.
Tidak tau mau berkata apa, Kris segera keluar dari kamar violet membiarkan wanita itu menangis sendiri karena itu adalah keputusan dia sendiri, kris tidak dapat membantu apapun. dan tidak bisa menyalahkan siapapun.
...π£π£π£π£π£...
Shasa mendesah keras di akhir percintaan nya dengan Dicky, pria itu sudah tak berdaya disamping tubuh polos shasa.
Shasa segera masuk dalam pelukkan Dicky, "aku pikir kakak akan bersama tunangan kakak dan meninggalkan ku".
Dicky tertawa pelan, " itu tidak mungkin, aku tidak bisa hanya dengan satu wanita, apa lagi wanita seperti mu, sangat menggairahkan".
Shasa mengelus pelan dada polos Dicky, "Apa uang kakak tidak habis banyak wanita disekitar kakak?"
Dicky tertawa pelan, "tidak akan, tenang saja kau tetap yang utama untukku".
" karena permainan mu sangat liar dan luar biasa " batin Dicky.
"Makasih kak, shasa sayang kakak" Shasa kembali mencium bibir Dicky.
...π₯π₯π₯π₯π₯...
Berbeda dengan shasa yang sedang melayani Dicky, ara sedang berdebat dengan suaminya ditempat tidur mengenai hukuman yang akan dia terima.
"Yang salah itu mata mereka kak! kenapa kakak harus menghukum ara karena mata mereka yang terus memperhatikan ara?" gerutu ara, suaminya sejak tadi mencari alasan agar bisa menghabisi ara di tempat tidur.
"kamu tetap salah karena terlalu cantik sayang" balas Deon, sebenarnya dia hanya mencari-cari alasan.
"Terus ara yang salah? kakak harusnya salahkan papi dan mami yang cetak ara jadi secantik ini"
"Itu mau nya kakak, kakak kalau mulai bisa sampai pagi gak berhenti"
"Tenang sayang kamu hanya diam saja, besok juga hari minggu, jadi gak perlu bangun pagi" kekeh Deon.
"Gimana mau bangun pagi, selesainya aja pagi, ara sampai gak bisa tidur".
Akhirnya ara pasrah, dia membiarkan suaminya mulai beraksi, dan terjadilah pertempuran yang Deon inginkan, memang benar ternyata sebutan ara Deon sangat mesum sejak dia mendapat haknya.
...π€π€π€π€π€...
Pagi-pagi sekali Kris sengaja mendatangi apartemen milik Dicky, Dia berniat ingin memohon pada Dicky untuk melepaskan kakaknya.
'ceklek' langkah kaki Kris berhenti saat melihat Shasa keluar dari apartemen milik Dicky, kris segera bersembunyi untuk melihat apa yang akan dua orang itu lakukan.
"aku pulang dulu ya kak, jangan merindukan ku" ucap shasa sambil memeluk Dicky.
"jika merindukan aku akan menelepon mu dan kau harus datang sayang" Dicky mendekatkan bibirnya dengan bibir shasa kedua orang itu berciuman panas didepan pintu apartemen milik Dicky.
"Cepat kembali padaku" ucap Dicky diakhir ciuman mereka.
.
Kris mengepalkan tangannya dengan kuat, dia marah, ternyata shasa adalah wanitanya Dicky, Shasa sama sekali tidak mengatakan apapun padanya, jika shasa mengatakan padanya, mungkin kris akan memaafkan shasa tapi saat ini kris sangat emosi pada shasa.
Kris tidak jadi mendatangi apartemen Dicky, langkahnya berubah menjadi mengejar shasa. Dia ingin penjelasan pada wanita itu dan membuat shasa mengakui hubungannya di depan kedua orang tuanya, agar kakaknya bisa lepas dari jerat Dicky.
"Shasa!" teriak Kris dengan keras, langkahnya dengan cepat mencapai shasa.
"Kris?! apa yang kau lakukan disini?!" pekik shasa tidak percaya.
"kapan dia ada disini, apa dia melihat apa yang kulakukan tadi?" batin shasa ketakutan.
"Itu tidak penting, sekarang kau ikut dengan ku!" Kris mencengkram tangan shasa dan meremasnya.
"Sakit, kris, apa yang kau lakukan! lepaskan!" Shasa berusaha menepis tangan kris namun tidak bisa karena cengkraman kris sangat kuat.
"Ikut denganku!" bentak Kris dengan marah.
"Kemana!" balas shasa juga dengan bentakan.
"Kehadapan kedua orang tuaku!"
"Tidak! aku tidak mau, lepaskan aku kris! sebelum aku berteriak dan orang-orang akan menghajar mu!" Shasa terus berusaha melepaskan tangan kris yang menggenggam tangannya.
"Tiidak ada orang disini! cepat ikut atau aku pakai cara kekerasan!" maki kris, dia sudah emosi dengan penolakan Shasa.
"Aku tetap tidak mau ikut denganmu!" Shasa menendang tulang kering Kris, sehingga genggaman tangan Kris terlepas. Shasa bali menatap Kris dengan dingin.
"Aku tidak akan mau bertemu dengan kedua orang tua mu! aku tidak salah apapun!" ucap shasa dengan percaya diri.
...π£π£π£π£π£...
πΊπΊπΊπΊπΊ
Terima kasih atas dukungan nya, jangan lupa vote dan like nya ya π Terima kasih semuanya β€β€β€