
“makan Cabe Grandpa!” usul Al, dia tau deon sangat membenci makanan yang pedas, jadi itu adalah hukuman terberat buat daddy deon.
“Daddy diam di tembok dan kita lempar pakai balon Grandpa” usul Joshua putra dari Axel.
“Manjat pohon mangga opa” itu usulan ay, gadis itu bersuara sambil sesuguk kan, entah kenapa ay sangat suka melihat orang memanjat.
Johan dan Lars tersenyum mendengar ide yang keluar dari bibir ay. Biasanya mereka berdua yang azab menjadi topeng monyet nya ay, sekarang daddy nya yang harus azab.
“hahahha setuju! Dulu gue yang azab saat ara hamil bahkan saat istri gue hamil, tapi sekarang harus bapaknya sendiri yang azab!” Axel berteriak kegirangan mendengar suara Ay yang mengusulkan naik pohon.
“masih kurang kalau hanya naik pohon” ucap ayah Deon.
“Makan pisang di atas pohon dan bersuara monyet opa” ucap ay lagi dengan suara pelan.
“AY! Daddy gak bisa manjat sayang” protes Deon tidak terima.
“Bagus, semua hukuman yang barusan disebutkan akan dilakukan oleh Deon!” ucap papi Ara.
Deon langsung membelalakkan mata bukan hanya satu tapi semuanya yang barusan disebutkan.
“haiisss, kenapa tadi aku gak bilang harus pakai kostum kera ya” kesal Axel, sepertinya uncle Ay itu mempunyai dendam dengan deon.
“papi! Jangan dong, ini aja jeweran Deon belum selesai, tapi masih harus terima hukuman lagi” tolak Deon.
Papi ara menggeleng, “salah kamu! Harusnya marah itu jangan langsung menggunakan tangan, untung Brian bisa tahan gimana kalau dia tidak bisa tahan, ay harus kehilangan suaminya karena kamu” ucap papi ara.
“Huaaaa” ay semakin menangis keras mendengar ucapan papi ara. “ay gak mau Grandpa” isak gadis itu.
“Gak sayang kakak gak bakal tinggalin kamu” brian berusaha menenangkan Ay yang menangis di pelukannya.
“Itu aku pukul nya gak keras__ AWW sakit sayang ! bunda!” Pekik deon, yang telinganya masih dijewer.
“Gak sakit, tapi liat muka ganteng menantu mommy jadi bonyok dan berdarah gitu” kesal Ara. “gimana kalau wajah tampannya hilang!” tambah ara lagi.
“Yang kok belain menantu, sebagai istri kamu harus belain suami kamu, kamu harusnya marah karena Brian ay hampir keguguran, karena dia__aawww sayang sakit” Deon tidak dapat melanjutkan ucapannya lagi, karena Ara semakin menguatkan jeweran nya pada telinga deon.
“Bela?! Aku juga marah tapia pa bedanya sama kamu? Kamu juga pernah hampir buat aku keguguran, jadi jangan nyalah kan menantu aku, dia sudah tau salah dan mengakui kesalahannya, dia juga sudah menjaga ay hingga ay masih bersama cucu kita sampai sekarang, jadi jangan salahkan menantu pertama di keluarga ini” omel Ara.
“benar! Ara benar sekali, ayah juga marah, tapi bukan dengan cara memukul deon, jadi kamu harus terima semua hukuman yang disebutkan tadi” ayah Deon menyambung ucapan Ara, diikuti dengan semua yang ada, tidak ada yang mau menyalahkan brian lagi.
Brian semakin menahan senyumannya, dia berwajah datar agar tidak ketahuan telah merencanakan semua itu.
“ayo ay makan yuk, sambil nonton daddy deon manjat pohon” ucap Brian.
Ay mengangkat wajahnya melihat wajah brian, “Ay mau nonton daddy sambil disuapi mommy boleh?” lirih gadis itu.
“tentu saja sayang mommy akan suap kan, sana cepat manjat pohon!” usir mommy ara pada suami kesayangannya itu.
Dengan pasrah brian berjalan mengikuti bobby menuju belakang rumah brian yang ada pohon mangga besar di bawah pohon itu sudah ada beberapa kursi dan meja bersih yang bisa digunakan keluarga ay untuk ikutan menonton daddy Deon mendapatkan hukuman.
“ini benaran daddy manjat? Nanti daddy jatuh gimana?” tanya deon.
“Om ada tutorial cara memanjat om, kami aja belajar dari sana” lars berteriak menyampaikan usulnya.
“Patah tulang? Dokter? Gila semua sudah siap, apa kamu yang ngerencana kan itu Brian?”tuduh Deon pada menantunya itu.
Brian menggeleng sambil menggidikkan bahu tidak tahu, “Daddy yang tiba-tiba memukulku, aku tidak membalas” jawab brian dengan wajah datar.
“Huh! Awas kamu, liat aja daddy bakal buat__” ucapan Daddy deon terhenti saat Ay dan istrinya ara sudah datang dan duduk di kursi paling depan dengan makanan ditangan Ara.
“Buat apa? Kenapa gak naik-naik juga?” sindir Ara pada Deon.
“sabar sayang, daddy gak tau cara naik pohon ini lagi liat tutorial” ucap Deon cepat sambil mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi youtube.
Al dan El duduk di kursi sebelah Ay sambil menyilang kan kakinya. Melihat itu deon makin emosi, dia menatap kedua putra kembarnya itu dengan mata menyalang marah.
“Apa liat-liat putra mommy! Cepat sana manjat” perintah Ara, “ini putrimu gak mau makan kalau gak liat daddy nya manjat” tambah Ara yang hendak menyuapkan Ay.
“udah sana dad, nanti bisa juga, paling jatuh kebawah jangan takut dad, udah banyak persiapan disini” ledek Al.
“iya dad, cepat selesaikan kasian ay gak mau makan” abang El yang biasanya diam ikutan meledek daddy nya itu.
“Huh! Baiklah” deon mulai memanjat satu persatu dahan mulai dia naiki, dan sampailah dia di atas, dan begitu dia duduk disalah satu dahan yang menurutnya kokoh, dari arah bawah, lars menyodorkan tongkat yang ada pisangnya pada Deon.
“ini daddy harus makan ay?” teriak Deon.
“Iya makan aja!” pekik Ara sambil mengulum senyum.
Deon pasrah menjadi bahan tontonan satu keluarga, harusnya dia Bahagia membuat brian dimarahi satu keluarga tapi kini acara baby shower telah berubah menjadi pertunjukkan topeng monyet oleh daddy Deon. Bukan hanya itu, deon juga harus makan makanan pedas serta rela di lempar oleh keluarganya dengan bom air.
...🐺🐺🐺🐺🐺...
Setelah selesai dari hukuman, akhirnya acara utama itu dimulai, ay dan yang lain juga sudah makan saat daddy deon manjat pohon tadi, jadi acara semua langsung di mulai ke acara paling utama, bukan hiburan lagi. Bobby, johan dan Siren datang membawa balon besar yang berisi balon-balon kecil yang akan diterbangkan dan bubuk bewarna yang akan keluar saat balon besar dipecahkan.
“Y akita langsung saja ke acara utama kita, disini akan ada balon yang akan dipecahkan, sekarang yang menebak dedek bayi ini perempuan sebelah kiri dan yang menebak dedek bayi ini cowok silahkan ke kanan” al yang menjadi MC yang di minta oleh ay. “aku pribadi akan memilih cewek” sambung Al yang memang sedang memakai pakaian berwarna pink.
Sedangkan saudara kembarnya memakai pakaian berwarna biru yang menandakan pilihannya adalah cowok.
Para keluarga sibuk berjalan dan berada di kubu al dan ada juga yang berada di kubu El.
“Wahhh nampaknya condong ke cowok ya” ucap al dengan tawa jenakanya. “kalau daddy sama mommy nya ni, pilih yang mana?” Al berjalan mendekati ay dan brian.
“Ay pengennya cowok, kalau kakak pengen cewek” jawab ay.
“waahh sepertinya ada miss com disini ya, baiklah biar gak penasaran segera saja kita pecahkan balon itu” ucap Al.
Tanpa menunggu hitungan ay langsung meletuskan balon yang ada didepannya. Dan keluarlah bubuk berwarna biru bertebaran dan balon balon kecil berterbangan.
Semuanya tertawa melihat tingkah ay, mau marah tidak bisa yang sudah tidak sabaran adalah ibu hamilnya sendiri, mereka hanya bisa tertawa dan mengucapkan selamat pada penerus pertama dari Brian.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
Terima kasih sudah baca, ada yg punya ide namanya?? bantu beri nama ya
jangan lupa like, vote dan hadiah nya.