
Sebuah brankar pasien berjalan dengan cepat menuju ruang operasi.
Seorang wanita tampak meringis kesakitan memegangi perut nya yang besar, usia kehamilan wanita itu masih 7 tapi harus di larikan ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan, saat hendak menjemput putra-putranya dari sekolah.
Dua orang pria berwajah sama berada disisi kiri wanita itu, dan satu lagi berwajah sama berada disisi kanan bersama saudara tertuanya.
sementara daddy mereka berada di tengah-tengah dan di depan wanita itu ada dokter pria yang juga berwajah cemas dengan ke lima pria yang menjaga setiap sisi wanita itu.
"Ay! bertahan sayang! bertahanlah untuk aku" lirih Brian berkali-kali selama dalam perjalanan menuju rumah sakit hingga saat ay di pindahkan ke atas brankar pasien.
Ya, wanita yang dibawa itu adalah Danaya, istri dari Brian Marcello dan 4 pria yang berada disisi kanan dan kiri ay, adalah keempat putra kesayangannya, yang sudah berumur 16 tahun dan 12 tahun.
Brian sama sekali tidak menghiraukan darah yang terus mengucur pada wajahnya hingga mengenai baju nya yang dia khawatirkan adalah istri tercinta yang saat ini sedang merasa kesakitan.
"Jo! selamatkan Ay, aku mohon jo!" lirih Brian, bajunya sudah merah penuh dengan darah, karena sejak tadi Brian belum melakukan pengobatan
Johan menggenggam tangannya, "lo harus percaya sama gue, akan gue selamatkan keduanya, heii jagoan-jagoan uncle tolong kalian bantu obati daddy kalian, aku akan kena marah mommy ay jika daddy kalian mati kehabisan darah" setelah berkata begitu Johan masuk ke ruang operasi, sebenarnya brian ingin ikut tapi karena keadaanya saat ini makanya brian tidak di bolehkan, orang akan fokus melihat darah yang mengucur pada dirinya.
"Dad, ayo kita obati luka daddy" ucap Ray agar brian mau diobati.
"Iya dad ayo kita obati luka daddy" bujuk Deva si putra pertama dari 3 anak kembar itu.
Brian menggeleng, dia masih menatap lirih pada pintu ruangan operasi yang tertutup.
Ray yang tidak suka melihat darah daddy nya terus keluar, akhirnya berniat untuk mencari dokter biar daddy nya di obati disitu.
"Abang mau kemana?" tanya Davi si putra kembar kedua.
"Mencari dokter, biar daddy di obati di sini" ucap Ray, dia langsung pergi mencari dokter pilihannya.
Davi langsung berlari dan mengikuti Ray, "bang Davi ikut" ucap Davi pada abangnya itu.
.
Tidak sampai 5 menit Ray berhasil membawa dokter dan suster untuk mengobati daddy nya.
Brian sendiri hanya diam mendapatkan pengobatan mata pria itu terlihat kosong menatap kearah pintu ruangan operasi yang tertutup.
Ray berbalik kembali tapi sebelum itu dia mendekati Deva anak tertua setelah dirinya.
Deva menatap Ray, "abang mau kemana?" tanya pria itu.
"Memberi pelajaran bagi orang yang sudah membuat bidadari abang seperti itu" ucap ray dingin. dia berniat menuju markas mafia milik Brian dan mengamuk dengan orang-orang yang membuat keluarganya seperti itu.
"Dev ikut!" pinta Deva.
Ray menggeleng, "tolong bantu abang menjaga daddy, mommy, dan adik kita yang akan lahir, abang yang akan mengurus semuanya" walau masih 16 tahun tapi Ray cukup mengerikan dia mampu mengalahkan 100 orang dewasa yang badannya lebih besar dari dirinya, Ray bersumpah akan melindungi bidadari nya tapi ternyata dia masih belum mampu untuk melindungi mommy nya.
"Baiklah, hukum berat mereka bang" ucap Deva pasrah.
"Pastinya" Ray langsung berlalu pergi si calon ketua mafia itu akan mengamuk hebat atas apa yang terjadi pada mommy nya.
...🥰🥰🥰🥰🥰...
ini hanya cuplikan ya dari 'Bodyguard Mafia' yang akan rilis setelah season abang Al dan El tamat. nantikan ya 😄😄
kenalin dulu Abang Ray calon ketua mafia kita
ini si kembar 3 ya
Deva
Davi
Dava
dan anak bungsu kita yang paling manis dan imut