
Brian menepuk jidatnya begitu melihat ay keluar dengan menggunakan baju pilihannya, tetapi gadis itu telah merombak baju yang dipilih oleh Brian.
"Sayang itu benar baju yang aku pilihkan?" tanya Brian dengan lembut. Pasalnya baju kaos yang Brian pilihkan berubah jadi baju crop top dan ay memperlihatkan pusarnya, celana jins panjang yang biasa saja berubah menjadi bolong-bolong.
Ay mengangguk sambil tersenyum lebar, "keren kan?" seru Ay.
"Masuk lagi ke dalam dan ganti bajunya sayang, atau aku unboxing langsung ini" ancam Brian akhirnya.
bukannya takut ay semakin menantang, "mau dong di unboxing biar cepat-cepat nikah kita" kekeh ay.
Brian menghela nafas panjang, "baiklah sayang aku menyerah, bulan depan kita ketemu orang tua kamu, jadi sekarang masuk kedalam ganti baju yang lebih tertutup" pasrah Brian akhirnya.
"benaran? janji?" sahut ay dengan alis yang di naik turun.
"Janji sayangku, jadi ganti baju yang lebih layak ya? kita unboxing bulan depan ya" pasrah Brian.
Ay langsung berlonjak senang, gadis itu bernyanyi riang sambil memasuki kamar Brian lagi.
Brian yang sudah terlanjur berbicara hanya bisa terduduk lemas di lantai dapur. Dia geleng-geleng kepala sambil memukul-mukul kepalanya, "ternyata syarat Al benar-benar sangat sulit" lirih pria itu.
.
Ay terus bersenandung riang di dalam kamarnya, sambil mencari kembali kemeja biasa dan celana jins yang normal.
"hehehe berhasil!" sorak gadis itu dengan suara tertahan, dia takut Brian mendengar sorakannya.
Ay mengambil ponselnya dan segera menelpon mommy tersayangnya.
π² "halo sayang, apa kabar?" sapa mommy ara dari dalam ponsel.
π² "baik mom, mommy gimana kabarnya? ay punya kabar gembira mom" seru ay dengan suara terdengar bahagia.
π² "baik sayangku, kabar apa itu?" tanya mommy ara.
π² "bulan depan ay akan ke Turky!" seru ay, dia lupa untuk mengontrol suaranya agar tidak tinggi.
π² "bulan depan? kok bisa? mau apa sayang? kamu mau kuliah disini?" tanya mommy ara beruntun.
π² "mau nikah dan bulan madu, biar cepat-cepat bikin dedek bayi" ucap ay dengan lantang.
π² "ya ampun ay, kamu yakin sayang?" ujar mommy ara, dia tau impian gadis kecilnya itu adalah menikah muda dan ingin cepat-cepat punya anak, tapi ara taunya itu hanya impian anak kecil yang suatu saat bisa berubah saat dia beranjak dewasa, ternyata itu bukan hanya impian biasa, ay benar-benar melakukan apa yang dia inginkan.
π² "iya mom, ay yakin 1000 persen yakin" ucap ay dengan kepastian tingkat dewa.
π² "baiklah mommy tunggu ya, kalau masalah daddy biar itu urusan mommy, kamu tenang aja" jawab mommy ara, wanita paruh baya itu tidak pernah menolak permintaan putrinya kecuali permintaan yang berbahaya baru dia tolak.
π² "makasih mommy sayang, love you full" pekik ay girang lalu mematikan sambungan teleponnya.
"yess! izin mommy di dapatkan, daddy ganteng i'm coming" ay bergumam sendiri.
...π¦π¦π¦π¦π¦...
"Ingat jangan liat-liat cowok lain belajar aja yang serius, nanti aku jemput jangan pulang dengan sembarangan orang, kecuali dengan Al" nasehat Brian pada Ay sebelum gadis itu keluar dari dalam mobilnya.
"iya om" ay melirik Brian dengan cemberut, "itu aja nih? gak ada apa gitu?" seru gadis itu sedikit kesal.
"apa sayang aku kan sudah nyerah kita bulan depan nikahnya" ucap Brian.
"iya bulan depan tapi boleh dong cium-cium sebelum nikah" sindir ay dengan bibir manyun.
"baiklah ay berangkat, om jangan lirik-lirik cewek lain ya, awas mata ay ini bisa tau jika om lirik-lirik cewek lain" ancam ay sebelum keluar dari dalam mobil Brian.
Brian mengangguk, "iya sayangku, belajar yang giat, hati-hati juga dengan pria asing yang mendekat" peringat Brian.
"oke, love you om ganteng" seru ay sebelum benar-benar menutup pintu.
Brian sempat terdiam beberapa saat melihat ay yang berlari kecil menjauhi mobil nya sesekali gadis itu tersenyum kearah mobilnya yang masih tidak bergerak sedikitpun. Senyum Brian merekah saat melihat ay melambai pada mobilnya sambil memberikan kiss bye.
Brian mengacak rambutnya seperti orang yang sedang kasmaran, pria itu terus tersenyum senang, dia mengacak rambutnya untuk membuat dia kembali sadar dengan kenyataan.
"ay! kamu menjungkirbalikkan hatiku!" pekik brian di dalam mobilnya dengan perasaan berbunga-bunga seperti baru saja memenangkan lotre.
Ay memang sering menggoda nya, tapi dia sangat jarang untuk mengatakan 'love you' pada brian, dan mungkin ini pertama kalinya pria itu mendengar ucapan cinta ay.
Setelah ay benar-benar tidak muncul lagi, brian baru benar-benar pergi untuk menuju ke kantor nya.
senyum di bibir pria itu masih belum bisa hilang, dia seperti orang gila karena tersenyum dan tertawa sendiri di dalam mobil.
...π°π°π°π°π°...
Sampai di kantor brian masih tersenyum senang, pria itu bahkan tersenyum pada semua karyawan kantornya dan menyapa balik setiap karyawan yang menyapanya.
"Tuan apakah bendera putih telah berkibar?" tanya bobby sambil mengulum senyumnya.
"hah?! apa bob? kamu bilang apa tadi?" tanya balik brian, pria itu masih belum fokus dengan apa yang dia lakukan.
"saya tanya apakah bendera putih telah berkibar tuan?" kekeh bobby.
"bendera putih? aku sedang tidak berduka bob" balas brian.
"tuan berkibar nya bendera putih itu bukan berarti duka juga, bisa saja tandanya tuan sudah menyerah pada gadis kecil tuan" ledek bobby.
brian tertawa pelan, "kau benar bob, aku sudah menyerah, godaan yang di berikan ay benar-benar tidak bisa aku lawan, dia terlalu licik dan menggemaskan, aku tidak sanggup untuk menahan godaan yang dia berikan" kekeh brian.
"jadi kapan acara pernikahannya tuan?" tanya bobby.
"oh untung kau bertanya, kosongkan jadwalku bulan depan, karena aku akan mengunjungi mertuaku bulan depan bersama ay" jawab brian.
"baik tuan, saya akan mengosongkan semua jadwal tuan bulan depan, apa berangkat menggunakan jet pribadi? pesawat pribadi? atau kapal pesiar tuan?" tanya bobby lengkap.
"jet saja bob dan jemput abang ipar ku di jogja, dia juga harus ikut, kami akan langsung melaksanakan pernikahan di sana, dan satu lagi kabari daddy aku akan menikah bulan depan" ucap brian.
"Baik tuan akan saya laksanakan semuanya, sesuai perintah" angguk bobby, asistennya itu memang selalu bisa diandalkan. "tuan, saya ingin memberitahu kan, beberapa saat yang lalu ada penyerangan kepada tuan muda EL, tapi semua sudah diatasi oleh para anak buah kita" jelas bobby lagi.
"pastikan el baik-baik saja, jangan sampai dia terluka, aku tidak mau melihat ay sedih karena saudara kembarnya terluka" ujar brian.
"baik tuan" jawab bobby, dia menunduk di hadapan brian, lalu berlalu pergi.
...πΊπΊπΊπΊπΊ...
nyerah juga ternyata singa buas milik ay, gimana tantangan selanjutnya ya, tetap nantikan chapter selanjutnya ya, Terima kasih
visual brian dalam versi Korea apakah setuju??