
Hari H pun tiba, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu ay dan Brian, mereka berdua sudah selesai mengenakan setelan kemeja dan dress masing-masing di kediaman mereka.
Brian sudah siap dengan stelan tuxedo nya, dia menatap pantulan dirinya di cermin, "aku berharap ay akan semakin jatuh cinta padaku saat melihat aku yang seperti ini" gumam brian dengan pelan, matanya lalu melirik bobby yang masih menunduk di belakangnya, brian saat ini hanya berdua bersama asistennya di kamar.
"Dimana wanita sialan itu!" berbeda dengan suara yang awalnya lembut, sekarang nada suara pria itu terdengar sangat mengerikan dan berbeda 180 derajat dari yang awal tadi.
"I-itu tuan, Melani sedang di kurung di mansion rumahnya sebentar lagi dia juga akan menikah dengan pria pilihan orang tuanya" jawab bobby, dia masih tidak berani menggerakkan tubuhnya, bobby tau suasana hati brian akan memburuk setiap membicarakan Melani, dia tidak mau peluru brian akan bersarang di tubuhnya, kemarin iya dia bisa selamat tapi tidak tau hari ini, bobby sangat mrnyesali ide yang dia berikan pada daddy George, ide itu muncul begitu saja karena dia kasihan dengan daddy George.
“siapa pilihannya?” tanya brian dengan sangat mengerikan.
“Leonardo tuan muda” jawab bobby.
“Leonardo?” beo Brian, “siapa dia?” tambah brian lagi, nada suara pria itu masih terlihat mengerikan.
“Dia adalah bos mafia dari Spanyol tuan, kebetulan keluarga mereka juga dekat, jadi keluarga melani menjodohkan mereka berdua tuan” Jawab Bobby.
“Leonardo pria hyper **** itu?? Mafia sadistis itu? Hahahhaha pilihan yang tepat, kirim pesan ke Sebastian untuk menyiksa Wanita itu dengan sangat sadis jika dia ingin tetap melakukan transaksi dengan kita” ucap Brian, ya sebagai ketua mafia nomor satu, brian tau semua mafia yang ada di dunia ini, dia bisa melihat seberapa hebat orang itu hanya dengan sekali lihat, jangan tanyakan bagaimana kehidupan brian, pria itu sudah berulang kali hampir meregang nyawa jika ada perkelahian antar geng. Tapi sekarang dia tidak perlu mengikuti perkelahian itu lagi, karena pria itu sudah menempati posisi puncak, hanya dengan mendengar namanya semua klan mafia yang ada akan takut padanya.
“Baik tuan akan segera saya laksanakan” ucap bobby masih tidak berani menatap brian.
“Kita biarkan gadis itu hidup untuk beberapa hari, setelah itu suruh Leonardo untuk membunuhnya” ucap brian.
“Ta-tapi tuan bukannya sudah berjanji tidak akan membunuh Wanita itu” ucap bobby sedikit ketakutan.
“Kan bukan aku yang membunuh, buat saja pembunuhan itu seolah-olah kecelakaan, dan sesuatu yang tidak disengaja, jika kau memberi tahu pada daddy dan yang lainnya maka kau yang akan mati di tanganku bobby” peringat Brian sambil menatap sinis bobby.
“Ta-tapi tuan, tuan besar bisa tau jika ini adalah pembunuhan” ucap bobby.
“Leonardo itu sadistis! Aku yakin tidak ada yang tau tentang hal itu, kecuali aku! Dan orang terpercaya nya, melani bisa mati tidak bernafas jika sedang melakukan hubungan badan dengan pria itu! Suruh saja dia melampiaskan kesenangannya pada melani, lagi pula melani itu seorang yang masokis, bukankah mereka cocok” Brian mulai tertawa mengerikan.
Ya, melani bukanlah gadis yang suci, brian tau pergaulan bebas yang di jalani gadis itu, walaupun dia menyukai brian tetap saja dia masih mendapatkan pergaulan bebas dari teman-temannya, gadis itu sangat suka di siksa saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya, bahkan teman brian bilang gadis itu pernah minta di cekik lehernya sampai hampir mati, kedua orang tua melani tidak tau tentang kelainan **** yang dimiliki oleh putri mereka.
Hidup didalam lingkungan mafia membuat melani suka melakukan keduanya, dia terpengaruh untuk melakukan hubungan yang bersifat seperti itu, sakit jiwa memang, tapi itulah sisi kelam kehidupan dalam dunia mafia, tidak dapat di sangkal orang yang memiliki kelainan jiwa seperti itu sangat banyak berasal dari dunia mafia, itulah salah satu alasan deon tidak ingin putrinya terlibat dengan dunia mafia, dia takut anaknya akan memiliki kelainan jiwa.
Bobby menunduk hormat, “baik tuan muda” jawab bobby.
Sebenarnya suatu ke istimewaan bagi melani untuk langsung mati tanpa penyiksaan, tapi berkat kedua orang tuanya dan daddy George gadis itu harus mati setelah mendapatkan banyak penyiksaan dari bawahan brian.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
“Mom, kak brian datangkan?” gumam Ay sudah untuk yang ke tiga kalinya, gadis itu merasa cemas sekali pernikahannya dengan brian gagal, akibat insiden 2 hari yang lalu, dia takut akan ada lagi orang yang berusaha menggagalkan pernikahan mereka, apa lagi melani di maafkan oleh brian, ay sangat kesal mendengar melani dimaafkan tapi dia juga tidak bisa marah karena dia sendiri lah yang menyuruh brian untuk memaafkan melani.
“Sayang, ini juga baru jam 7 pagi, acaranya masih lama dimulai, bukannya daddy George dan daddy mu sudah mengerahkan semua bawahan mereka untuk menjaga acara agar tetap berlangsung” ujar Ara.
Ay meremas tangannya dengan kuat ketakutannya masih belum bisa hilang sebelum bertemu dengan brian.
“Cepat pakai topeng kamu, semua persiapan sudah selesai, mommy akan pergi sebentar, al itu sangat sulit disuruh untuk pakai topengnya” gerutu ara, Wanita itu meninggalkan putrinya yang hanya di temani oleh Aurora di kamar itu.
“kenapa kalian memakai topeng ay?” tanya aurora.
Ay tersenyum sebelum memasang topeng yang menutupi setengah wajahnya. “Kau tau sendiri aku berasal dari keluarga allinsky, memang awalnya mereka berniat untuk mengumumkan wajah kami ke public, tapi setelah insiden yang baru saja terjadi, mommy Kembali ketakutan dan tidak ingin wajah kami dikenali public, bagi daddy permintaan mommy adalah yang utama, jadi sekarang gue harus seperti ini, tetap menutupi jati diri gue” jawab ay.
“Enak ya hidup kamu ay, tidak perlu memikirkan tentang masalah uang, dan yang lainnya” gumam Aurora.
“Jangan berkata seperti itu, semua orang punya kehidupannya masing-masing, kita akan selalu iri dengan yang orang lain punya, tidak mensyukuri yang kita punya, siapa bilang hidupku enak? Sejak umur 3 tahun aku di paksa untuk berlatih berbagai macam ilmu beladiri, diajari bagaimana cara memegang pedang, pistol dan senjata lainnya, aku harus bisa menjadikan senjata tumpul menjadi senjata pembunuh bagi orang yang berniat membunuhku, jika aku menangis memohon tidak ingin berlatih, aku akan mendapatkan hukuman yang lebih parah dari yang aku dapatkan, jadi jangan pernah bilang hidupku enak, aku malah ingin menjadi gadis biasa seperti dirimu” ungkap ay. Hal yang dikatakan ay belum semua dia katakana, karena bagian terberatnya tidak mungkin ay katakana pada aurora, walaupun gadis itu sahabatnya.
“maafkan aku, terima kasih sudah mau menjadi temanku walau derajat kita berbeda” ujar aurora.
Ay merentangkan tangannya meminta pelukan dari sahabatnya itu, “terima kasih juga mau berteman denganku, tetap menjadi au yang sekarang, jangan pernah berubah ya” ay dan au melepaskan pelukan mereka lalu sama-sama tertawa pelan.
“kayak mau berpisah jauh aja pakai peluk-pelukan” kekeh aurora.
...🐯🐯🐯🐯🐯...