
Brian menatap garang Lars yang sedang menggendong abang Ray yang sudah tertidur.
“dapat berapa wanita yang ditarik bos kecil?” tanya brian sambil melipat kedua tangannya, dia bukannya tidak tau, ternyata selama ini Brian diam menunggu berapa lama kedua sahabatnya itu memanfaatkan bos kecil untuk mencari wanita.
“hehehhe” Lars hanya terkekeh kecil sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal. “hari ini Cuma satu, soalnya baik banget bisa buat bos kecil nurut” lanjut lars lagi.
“oohh bagus ya, udah buat abang jadi pancingan, makan makanan junk food dan abang sampai minum 2 gelas minuman soda” Brian mulai terlihat seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya.
“Hehhehe gak sampai dua kok bro, Cuma 1 setengah, abis abang tadi maksa mau minta ice cream strawberry” ujar lars, dia sedikit merasa bersalah karena keponakan gantengnya, takut bos kecil itu sakit karena dia membiarkan bos kecil untuk minum cola sampai lebih 1 gelas.
“jika sakit kau harus tanggung jawab merawat abang yang rewel dan mendengar omelan ay” ujar brian pasrah, dia perlahan mengambil abang yang tertidur kedalam gendongannya.
“mau kemana bro?” tanya Lars.
“jemput mommy nya kuliah, dia baru saja selesai tadi, dan minta dijemput” jawab brian.
Perlahan mata abang ray terbuka begitu mendengar nama mommynya dipanggil-panggil. “mommy” gumam abang Ray pelan.
“Loh abang udah bangun? Mau ketemu mommy?” tanya brian.
Kepala kecil itu mengangguk pelan dan mendekap leher brian dengan lembut, “mommy, mau mommy daddy” ucap bibir kecil itu.
brian sedikit mengernyitkan keningnya, putranya itu sangat jarang bersikap manja seperti itu, brian kemudian melihat wajah abang Ray sambil memegang keningnya. “hangat” itulah yang brian rasakan saat memegang kepala abang ray. Mata brian kini beralih menatap Lars yang sudah mulai kasihan dan ketakutan, kasihan karena dirinya abang ray mungkin sakit, dan takut karena brian akan murka padanya.
“jemput Johan untuk sampai ke rumahku sekarang juga!” geram brian.
Tanpa menunggu perintah selanjutnya, lars langsung berlari keluar dengan cepat, dia harus segera membawa Johan, jika tidak maka kepalanya akan melayang.
“mommy” gumam abang ray lagi, matanya sudah mulai berkaca-kaca.
“iya abang, kita jemput mommy ya, jangan nangis ya” bujuk Brian, tidak ada yang pernah menyangka si ketua mafia bisa bersikap selembut itu dengan anak kecil, pria yang tidak punya hati dan rasa belas kasihan itu selalu tampak seperti pria yang penuh kasih sayang saat bersama ay dan putranya.
Ngomong-ngomong tentang melani, gadis itu mati dalam perjalanan menuju lautan, dan mayatnya dibuang begitu saja di tengah lautan oleh leo dan lars, mereka sama sekali tidak kasihan membuang mayat melani tanpa penguburan yang layak, hanya kedua orang tua melani yang dikuburkan secara layak. Dan kabar daddy george, dia sudah membubarkan klan mafia miliknya, dan sekrang sibuk menjadi kakek yang baik pada abang ray, pria tua itu selalu datang berkunjung untuk menemui abang ray, berusaha mendapatkan hati brian kembali dan hati cucu nya. Entah kenapa abang ray tidak terlalu suka bermain bersama kakek nya yang itu, padahal dulu pria tua itu yang lebih sering berkunjung untuk menemui ray.
Ternyata diselidiki ay lebih jauh abang ray takut melihat tampang daddy george yang mengerikan, padahal pria itu tersenyum tapi tetap tampak menyeramkan di mata abang ray.
...🐰🐰🐰🐰🐰...
“Mommy~” sekali lagi abang ray terisak di dalam gendongan brian, dengan sabar pria itu mengusap punggung abang ray agar putranya itu tidak menangis kencang.
“sebentar ya abang, mommy sedang dalam perjalanan menuju kesini” bujuk brian sekali lagi.
Mereka berdua memang telah sampai di halaman parkiran mobil, brian menggendong abang ray diluar mobil menunggu istrinya itu untuk datang ke parkiran, sementara bobby siap sedia di dalam mobil, bersiap kapan saja tuannya itu masuk dan langsung tancap gas. Bobby juga menyuruh polisi untuk membuka jalan menuju rumah brian, takut akan terjadi kemacetan sementara abang Ray tidak mau diajak kerumah sakit langsung, dia mau bertemu dengan mommy nya.
“Ponakan ganteng uncle” sapa Al dari jauh.
“mommy~” ay yang mendengar panggilan dirinya dari Ray langsung berlari mendekat pada brian. Matanya melotot kaget saat melihat mata putranya yang sedikit basah.
“Ini mommy sayang” Ay langsung menarik Ray ke dalam gendongannya, mata wanita satu anak itu menatap sinis pada brian begitu merasakan badan putranya panas.
Tanpa memberikan penjelasan pada Al dan Aurora, brian juga ikutan masuk tapi dalam hitungan beberapa detik dia keluar dari mobil itu dan berpindah duduk menjadi disamping supir.
Rupanya bos besar brian mengamuk karena putranya sakit dan ay tidak mau brian duduk didekatnya, alhasil brian harus duduk disebelah bobby yang menyetir mobil.
.
“baru dititipin sebentar abang udah sakit, gimana kalau ay seringsering titip abang ke kakak! Bisa bahaya anak ay!” omel ay sepanjang perjalanan.
“Itu anak kita sayang” ralat brian.
“anak aku aja, kalau anak kakak bakal dijagain gak sampai sakit seperti ini” omel ay lagi.
Brian melirik ay yang sudah menimang-nimang putranya agar tertidur dalam gendongannya, ray itu kalau sakit manjanya luar biasa dan brian bisa kena omel habis-habisan jika abang sakit karena keteledorannya.
“yang, itu Lars yang ngajak dia minum es, bukan aku, tadi abang merengek minta ikut lars untuk makan diluar” brian berusaha menjelaskan detail kejadiannya.
“tetap aja salah kakak! Coba bilang jangan ajak abang makan junk food, udah tau abang ray itu gak bisa berhenti kalau udah makan dan minum yang seperti itu” ujar ay masih mengamuk marah.
“abang Cuma makan cream soup aja yang sama minum cola itupun udah dikurangi takarannya” ujar brian.
“Cola! Udah tau anak masih satu tahun! Dikasih cola! Kakak mikir gak sih membiarkan anak umur satu tahun minum yang seperti itu!” geram ay. “pokoknya sampai abang sembuh kakak gak boleh tidur dikamar” ancam ay lagi.
Brian hanya bisa tertunduk pasrah. Mendengar setiap omelan yang keluar dari mulut istrinya itu. Mau bagaimana lagi tetap dia yang akan kena omel ay, dan brian akan merencanakan tugas mengerikan yang akan dilaksanakan Lars begitu dia melihat pria itu lagi. Mungkin bekerja di afrika atau israel bisa menjadi solusi terbaik untuk membuat lars kapok membawa ray keluar lagi.
.
“ini amandelnya meradang, aku akan memberikan obat minumnya, sedikit pahit tapi abang harus meminumnya, dan untuk penurun panasnya aku sudah menyuntikkan obatnya tadi” jelas Johan. “abang ray akan sembuh kok, jangan cemas” ujar johan lagi, karena melihat wajah ay yang sendu.
“Bobby, segera carikan list pekerjaan yang sulit dan mengerikan dna kirim padaku saat ini juga” perintah brian pada bobby. “yang maafin kakak ya, abang jadi sakit” lanjut brian lagi.
Ay hanya diam tidak menjawab, wajahnya masih sibuk melihat wajah putra kecilnya yang sudah tertidur, untung abang ray tidak takut di suntik, dia terlihat biasa saja saat disuntik hanya merengek karena badannya meriang.
“Abang akan sehat setelah minum obat ay, tidak akan terjadi masalah lainnya” ujar johan lagi membantu brian dalam menenangkan ibu yang sedang panik.
“makasih om” jawab ay. “kakak tetap tidur diluar sampai abang sehat” ujar ay lagi sambil mengusir suaminya itu keluar.
...🐻🐻🐻🐻🐻...
ternyata mengerikan juga ya nyonya mafia kalau sedang ngamuk, masih ada yang menunggu bonchapnya lagi??
bonus pict
ada yang pengen culik abang Ray untuk dibawa pulang??