
Ay menatap senang koki yang sedang memasak okonomiyaki di depannya, padahal koki itu baru saja datang jarak perjalanan kurang lebih sekitar 7-8 jam menggunakan jet pribadi milik brian, belum ada istirahat dan harus langsung memasak untuk ay, hebat bukanibu hamil itu akan mendapatkan apapun yang dia inginkan, jangan tanya berapa brian mengeluarkan uang untuk mendatangkan koki yang sangat terkenal di jepang itu, yang pastinya begitu sang koki menolak, sebuah pistol langsung menempel di kepalanya, mau tidak mau si koki mengiyakan permintaan mendadak dari orang yang tidak dia kenal sedikitpun.
Johan menggeleng melihat pertunjukan masak di depannya, kepala pria itu sudah pusing melihat cipratan minyak dan beberapa bumbu berserakan di kamar rumah sakit itu,memang itu bukan rumah sakitnya tapi Johan lah yang diberi amanat sebagai pemegang tertinggi setelah brian, jadi bisa dikatakan johan adalah direktur kedua di rumah sakit itu.
“Silahkan dinikmati” ucap sang koki pada ay dengan menggunakan Bahasa jepang.
Ay mengangguk tersenyum dia langsung melahap makanan yang ada didepannya, bisa dikatakan ini adalah makan malam bagi gadis itu. Baru seperempat dia makan ay mendorong makanannya lagi, dia sudahtidak mau memakan lagi makanannya.
“loh kok gak dimakan sayang? Tidak enak?” tanya brian.
Ay menggeleng, “enak tapi dedek bayi nya pengen makan yang lainnya, ini kakak aja yang makan ya” ay menyodorkan makanannya pada brian, membuat pria itu terkejut,tapi langsung tersenyum hangat.
“mau coba yang lain pesan aja” ucap brian.
Dengan senang hati ay menunjuk menu yang ada ditangannya pada si koki, memang kamar vip itu disulap oleh brian menjadi restoran kecil khusus untuk istri cantiknya.
Tidak sampai 10 menit makanan kedua yang dipesan ay siap kembali, dan lagi-lagi gadis itu hanya menghabiskan seperempat dari yang dia pesan.
“kak habiskan lagi ya” brian melototkan makanan itu, yang ada di tangannya saja belum habis apa mau ditambah lagi, sedang berperang batin dengan makanan yang ada di tangan bobby masuk kedalam ruangan itu.
“bob, habiskan ini” brian memberi perintah pada bobby untuk menghabiskan makanan kedua yang di pesan ay.
Bobby yang masuk karena ada urusan penting segera melaksanakan perintah brian dia duduk di sebelah brian yang sudah diletakkan meja untuk makan, sementara ay makan di tempat tidurnya.
“Mau makan yang lain ya sayang, suruh aja kokinya buat lagi” tanya lembut brian.
“iya tapi nanti gak habis lagi kakak marah?” tanya ay dengan mata memelas.
Brian menggeleng, “Tidak akan, di sini banyak tong sampahnya, tu ada bobby, ada johan” Johan yang tadinya mundur perlahan langsung menghentikan Langkah kakinya begitu brian menyebutkan namanya, pria itu berbalik dan menatap brian serta ay dengan cengiran lebarnya.
“Om jojo mau makan apa?” seru ay senang, “pesan aja, ay boleh cicip dikitkan?” lanjut gadis itu lagi dengan berbinar.
Johan baru saja selesai makan, tapi ketika matanya menatap mata mengancam brian johan akhirnya mengalah, “sepertinya yang nomor tiga itu enak” johan menunjuk pada menu yang ada ditangan ay.
“Ini satu” ucap brian dalam Bahasa jepang kepada koki yang sedang menunggu pesanan, maklum dia koki pribadi yang hanya bergerak jika sudah ada pesanan.
Brian kembali duduk di mejanya dan membisikkan sesuatu pada Bobby.
Tidak berapa lama pesanan ketiga siap ay kembali melahapnya hanya seperempat lagi, untung saja setelah ay akan Lars dan Leo datang berbarengan keruangan itu.
“Om lala, mau pesan makanan?” seru ay.
“Pesan?” mata lars melirik koki yang ada didepan ay, dan ruangan rumah sakit yang dirubah seperti restoran. “hahahha gila, si bucin akut bisa jadi begini” lanjut lars mengejek brian.
Leo tanpa di perintah langsung memesan makanan pada sang koki, dia ingin menikmati makanan yang katanya enak itu. Saat makanan siap leo yang ingin mengambil makanan tidak sengaja menatap mata ay dan mata brian, dari mata ay terpancar ingin merasa makanan yang dia pesan, sedangkan dari mata brian mengancam menyuruh leo untuk memberikan sedikit makanan miliknya pada ay.
“Ay mau coba?” tanya leo, akhirnya pria pendiam itu mengeluarkan suara, selain memesan makanan.
“Mau!” sambut ay, gadis itu kembali menghabiskan seperempat makanan yang dipesan Leo.
Begitu lah terus hingga ay dapat mencicipi semua makanan yang ada di menu.
.
“Jelas ken_” mulut Lars yang mau mengejek ay, langsung di bungkam oleh Leo, pria itu seolah tau mengejek ibu hamil akan berdampak luar biasa saat ini, apa lagi jika ibu hamilnya ay, bisa-bisa jika ay menyuruh lars digantung terbalik akan brian laksanakan.
“ya udah tidur lagi, ini udah sangat malam” ucap brian sambil mengelus puncak kepala ay dengan lebut.
“kalian semua tunggu di sana” ucap brian tanpa suara tapi mampu dimengerti oleh teman-teman dan asistennya.
Brian duduk di pinggir ranjang ay sambil menepuk-nepuk pelan lengan ay yang berbaring menyamping menghadap brian. Setelah ay benar-benar tertidur brian baru menuju sofa yang jaraknya cukup jauh dari ay, tapi apapun yang ay lakukan masih bisa dipantau oleh brian.
.
“katakana bob, ada apa?” brian duduk di sigle sofa yang ada disana,menatap bobby yang kini menunduk takut.
“melani sadarkan diri tuan” jawab bobby sedikit ketakutan, tadi dia hendak membisikkan pada brian tapi tidak jadi karena ay masih ada didekat brian.
Brian memejamkan matanya sambil mengacak rambutnya, dia tidak bisa berteriak marah, karena takut suara besarnya akan membangunkan istrinya.
“lalu?” tanyanya ketus.
“Saat dia bangun dia menyadari kakinya lumpuh entah apa yang suami melani lakukan hingga kakinya yang terlukan tidak bisa digerakkan, lumpuh sementara” jelas Bobby.
“Buat dia tidak bisa keluar kemanapun” perintah brian.
“tapi tuan” bobby menghentikan ucapannya saat menatap mata brian yang melotot.
“tapi apa?!” geram brian dengan volume kecil namun penekanan pada ucapan itu sangat terdengar kesal.
“tuan besar George membawa melani beserta keluarganya kesini, dan sekarang melani menjalani pengobatan di rumah sakit ini juga”bobby menelan salivanya begitu ucapannya berakhir, dia sangat takut memberika informasi itu pada brian, takut kepalanya akan melayang karena brian yang sangat marah saat ini.
“Daddy?!” ulang brian.
“i-iya tuan” jawab bobby lagi.
“Ahhkkhh si pak tua itu gak ada habisnya membuatku kesal!’ gerutu brian.
“tenang bro! gadis itu lumpuh dia tidak akan bisa melakukan hal mengerikan pada ay” lars mencoba menenangkan brian.
“kalian tau siapa melani! Dia nekat, dan saat ini ay sedang hamil, aku tidak mungkin langsung membunuhnya!” kesal brian.
“kitab isa mengurungnya di penjara jika dia terlihat ingin melakukan sesuatu pada ay” leo ikutan menenangkan brian.
“ada kamu yang selalu didekat ay, ada kita juga, aku yakin kita semua bisa menjaga ay” johan menambahkan ucapan teman-temannya.
Brian menghela nafas panjang, “bob awasi ruangan melani 24 jam dan awasi daddy 24 jam” perintah brian.
...🐰🐰🐰🐰🐰...