My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 36. Om Dokter



Al sampai di gedung kantor Brian bersama ay.


"mau abang gendong sampai kantornya atau dedek jalan sendiri?" tanya Al.


"ay jalan sendiri bang" ucap ay.


Al mengangguk, "Ya udah tuh si oom udah turun" Al mengelus kepala adiknya itu penuh kasih sayang.


Ketika ay menghadap kebelakang, dia melihat Brian yang sudah turun dan menunggunya di depan pintu masuk.


"ay capek" keluh ay ketika dia benar-benar sampai dihadapan Brian.


Brian yang mengerti maksud ay segera berjongkok didepan ay, membiarkan gadis kecilnya itu naik ke atas punggungnya.


"Lapar?" tanya lembut Brian.


"banget" balas ay, gadis itu sama sekali tidak menggubris pandangan para karyawan Brian yang melihat nya dengan berbagai macam pandangan.


"Bob, sudah kau siapkan semuanya kan?" tanya Brian pada bobby yang sejak tadi mengikuti mereka.


"ya tuan semuanya sudah ada" ucap bobby.


...🐼🐼🐼🐼🐼...


Ay sedikit terkejut Brian menyiapkan berbagai hidangan makan siang dari makanan berat hingga dessert ada.


mata ay langsung melihat kearah ice cream strawberry yang ada di dekat sana, senyum ay merekah.


"om gak tau ya ay alergi strawberry?" gumam ay pelan.


"tau sayang emang kenapa?" tanya Brian.


Ay menunjuk kearah ice cream strawberry yang ada disana.


Wajah Brian langsung berubah marah.


"tunggu sebentar ya sayang, duduk disini" Brian mendudukkan ay dekat kursi kebesaran nya. setelah itu dia berjalan mendekati Bobby asistennya.


"itu apa?" tunjuk Brian pada ice cream strawberry yang ada. "kamu mau kekasihku mati karena alergi?! bukannya aku sudah bilang jangan ada beri berian didalam makanan ay, periksa semua makanan, jangan ada satu jenis beri berian di dalam makanan ay!" bentak Brian dengan nada tinggi.


Bobby segera mengangguk, dia menyuruh semua orang yang mengantarkan makanan ke ruangan brian untuk memeriksa, bahkan mereka menelpon koki yang memasak untuk menanyakan apakah ada beri beri-an yang digunakan untuk memasak makanan itu.


“Ay lapar” lirih ay di tempat dia duduk, gadis itu memegang perutnya dan menunjukkan wajah memelas pada Brian.


Brian menoleh pada kekasihnya, lalu mendekati bobby, “ambilkan burger itu, coba tanya yang ini dulu, apakah ada beri di dalamnya?” tanya brian, kali ini nada pria itu terdengar biasa.


“Ini tidak ada beri tuan, dan minuman ini juga sudah diperiksa tidak ada berinya tuan” ucap bobby.


Brian langsung mengambil burger dan milkshake coklat itu, berjalan menuju Ay dengan makanan dan minuman di tangannya.


“makan ini dulu ya sayang, nanti sisanya masih di periksa dulu, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa” ujar brian lembut, dia meletakkan makanan dan minuman itu di atas meja kebesarannya.


Ay hanya mengangguk dan dengan cepat memakan burger yang di berikan oleh brian.


“Pelan-pelan aja makannya” ucap brian sambil mengelus lembut puncak kepala ay.


“Hmmm iya iya” gumam ay menganggapi, dia masih asik dengan burger ditangannya, dia lupa bahwa di depannya ada Brian, dan gadis kelaparan itu makan dengan bar bar-nya.


Brian sama sekali tidak mempermasalahkan sikap seperti apapun yang ditunjukkan ay, karena pria itu sudah Cinta mati dengan AY, dan tidak ada satupun sikap ay yang bisa membuatnya mengurangi kadar cintanya pada ay.


Brian berbalik badan mendekati Bobby lagi, untuk bertanya makanan mana saja yang sudah aman dan sudah diperiksa.


“yang mana yang sudah aman?” tanya brian.


Bobby menunduk hormat pada brian, “ini tuan” Bobby menunjukkan makanan yang sudah diasingkan ke sebelah kanan, diantaranya ada spagetty, steak, lobster, makanan laut, dan banyak lagi makanan dan minuman yang lain.


Dan ada beberapa desert yang sudah diasingkan karena mengandung beri-berian.


“letakkan di mejaku yang bisa ay makan, jika dia kenapa-kenapa memakan makanan itu, maka kalian yang akan aku siksa!” ancam Brian dengan muka mengerikannya.


“Baik pak” jawab bobby tegas dalam hati bobby akan meperingatkan semua pelayan, cleaning servis, chef dan semua yang akan berurusan dengan gadis kecil Brian harus dalam pengawasannya dan harus betul-betul bersih dari nama nya buah beri.


“Om..” panggil ay pelan.


Brian langsung mendekat ke arah ay dengan senyum hangatnya. “kenapa sayang?” tanya brian lembut.


“tangan ay capek” rengek ay sambil memperlihatkan tangannya yang memang berwarna merah.


“Ini karena ay habis pukulin orang, tangan ay jadi sakit” rengek ay, padahal sebenarnya gadis itu tidka merasakan sakit segikitpun hanya saja kulitnya memang sensitive saja, mudah sekali berubah warna merah.


Brian langsung memegang tangan ay dan mengelusnya, “bob panggil dokter kesini cepat” ucap brian.


“Baik tuan”.


Ay melotot mendengar pembicaraan kedua orang itu, “ay bukan mau dokter! Ay itu_” Ay tidak dapat melanjutkan ucapannya karena Brian sudah menyodorkan sesendok penuk nasi dengan lauknya.


“aku tau sayang, tapi aku tidak mau kamu sakit, ini tangan merah seperti ini, jadi aku panggil dokter ya, gak boleh bantah harus nurut, mau nikahkan?” ujar Brian.


Mendengar ancaman ay akhirnya diam dan hanya pasrah memakan makanan yang di suapkan oleh brian.


.


Sekitar 15 menit waktu berlalu, makanan yang sudah dipisahkan juga sudah tidak ada lagi, hanya tinggal ay dan brian di ruangan itu, ay sekarang sedang menikmati desert coklat dengan lahapnya.


‘tok tok tok’ bunyi ketukan pintu menyadarkan ay dan brian yang sedang bermesraan berdua, maksudnya brian yang sedang menyuapkan ay desert coklat bukankah mereka terlihat mesra?


“Tuan, ini dokternya sudah datang” ucap bobby dari luar pintu.


Brian menghentikan gerakan tangannya, dia melihat wajah ay, mengelap sedikit bekan makan ay dengan tangannya lalu menyempatkan diri mencium bibir gadis itu singkat.


“Masuk” ucap singkat Brian.


“Hai bro!” ucap seorang pria yang tampak seumuran dengan Brian.


Brian menghela nafas panjang, “kenapa kamu yang di panggil!” gerutu Brian.


Dokter itu tertawa keras, dia mengedipkan matanya kearah Ay, “hay cantik jadi kamu tawanan Om-om mesum ini?”


Ay masih diam memperhatikan brian lalu dokter itu, seperti keduanya sangat akrab.


“Aku adalah dokter Johan, Dokter pribadi keluarga George, menggantikan posisi ayahku yang sedang ada di amerika bersama daddy nya dia, jadi kamu sakit apa cantik?” tidak mendapat jawaban, Dokter johan melanjutkan dengan memperkenalkan dirinya sendiri sambil sedikit mengoda ay dengan mata yang Kembali dikedipkan.


“Om, itu om dokter sakit mata ya?” tanya ay pada brian.


“hahahhahha iya sayang dia sakit mata” Kekeh brian.


Johan yang dibilang sakit mata hanya bisa melongo mendengar penuturan Ay. Pria itu berusaha Kembali professional, ternyata kedipan matanya bukan berpengaruh pada ay.


“jadi apa yang sakit cantik?” tanya johan kini dengan professional.


“Gak ada” jawab ay singkat.


“lalu kenapa aku dipanggil?” tanya Johan bingung.


Ay menatap brian dengan wajah polosnya, “kenapa om?” tanya Ay pada brian.


“Itu coba liat tangannya ay ada luka atau tidak? Karena tangannya sangat merah” ujar brian.


Ay menunjukkan tangannya yang memang masih merah.


“boleh aku sentuh bri?” tanya johan.


“Enak aja om jojo panggil om kesayangan ay bri” ay mulai emosi.


“haah? Apa tadi jojo? Siapa itu?” beo Johan.


“om dokter, om jojo” jawab ay santai.


“Lo dapat anak alien dari mana bri?” tanya Johan dengan spontan.


“Enak aja ay anak alien, anak mommy ara sama daddy deon ini!” kesal ay.


“Iya sayang, jo, liat aja dari jauh, tangannya gak infeksi kan?” ucap brian.


“Perlu gue sentuh, gue dokter loh bri” ujar brian.


“ya udah boleh sentuh tapi hanya sebentar” ucap brian.


Saat Johan menyentuh tangan ay, mulut lemas ay Kembali berucap, “om jangan nafsu loh pas pegang tangan ay, dan jangan naksir ay” ucap gadis itu dengan santai.


Brian hanya bisa tertawa sementara johan, hanya bisa menangis pilu disangka om-om pedofil.


...🦊🦊🦊🦊🦊...