
Butuh waktu dua puluh menit hingga spagetti carbonara buatan Deon siap disajikan.
Deon meletakkan sepiring spagetti milik Ara dan sepiring miliknya, spagetti itu tampak menggiurkan, Ara sampai takjub, karena bentuknya persis seperti masakan para koki profesional.
Ara mulai mencicipi sesuap, mukanya langsung merengut, "kakak jujur sama Ara, kakak pernah masak sebelumnya kan?" Ara memicing menatap suami tampannya itu.
"Gak pernah sayang, ini perdana kakak masak, kalau gak percaya coba tanya bunda dan bi arin" Deon terkekeh pelan.
"Kok bisa enak gini sih, Ara aja gak bisa kalau gak dibantuin bi arin atau bunda" gerutu Ara pelan. Dia kesal suami tampannya itu bisa apa saja, padahal dia perdana mencoba.
Pantas saja banyak wanita yang mengejarnya, paket komplit jika mendapatkan Deon, semuanya plus plus malah lebih.
"Makannya pelan-pelan ra" Deon membersihkan saus yang menempel di bibir Ara dengan tangannya.
"Habis enak plus Ara kelaparan".
Deon kembali tertawa kecil, "Iya, tadi kakak kelamaan ya kerjanya, jadi istri kakak kelaparan gini".
...🐥🐥🐥🐥🐥...
" Kris, kamu bisa cari tau gak siapa sebenarnya gadis yang mengaku sebagai calon istri Sky?"
Kris yang sedang bermain segera menghentikan permainan nya, karena pertanyaan mendadak dari kakaknya.
"Untuk apa? kakak tanya saja sendiri sama pacar kakak itu" gerutu Kris.
"Kamu kan bilang suka sama dia, terus kakak juga lagi bertengkar, jadi tolong ya bantuin kakak kali ini aja"
"hmmm" deham kris dia kembali bermain game di ponselnya.
.
Keesokan harinya kris diantar oleh violet menuju sekolahnya, Violet sangat penasaran dengan rupa gadis yang di bicarakan kris padanya.
"Tuh kak, itu mobil kak Sky" tunjuk Kris, pada mobil yang berhenti didepan mereka.
Lima menit menunggu pintu mobil tidak juga terbuka, membuat Violet sedikit kesal, apa saja yang dilakukan orang yang berada didalam mobil itu.
Setelah itu baru keluar sosok gadis cantik dari kursi penumpang.
"Cantikkan?" goda Kris.
"cantikan kakak dari dia, tingkahnya nampak masih kekanakan" komentar Violet. Dia tidak mau mengakui kecantikan Ara, yang memang membuat dia juga mengakui gadis itu cantik.
"Ya udah kris pergi dulu" pamit kris.
"Ingat kris, jangan lupa cari tahu tentang gadis itu!" Violet kembali memperingati Kris soal misinya.
"Oke" jawab kris singkat, dia segera berjalan menuju gerbang sekolah.
.
"Pagi kris" sapa shasa sambil menepuk baju kris pelan.
"Ohh pagi" jawab kris singkat, dia sedikit melirik gaya Shasa dari kaki hingga kepala.
"Lumayan" batinnya.
"Kamu tau besok kita ada ulangan Kris" tanya Shasa tiba-tiba.
Kris sedikit mengkerutkan keningnya, "Gue kan murid baru, mana gue tau".
" Makanya gue kasih tau, mau gue kasih tau poin-poin penting nya biar bisa jawab" rayu Shasa. Sepertinya Shasa sangat tertarik dengan Kris, sejak pertama kali melihat pria itu, Shasa langsung terpesona padanya, dia sedikit kesal kemarin Kris langsung mengejar Ara.
"Boleh deh" jawab Kris singkat, dia tidak terlalu peduli dengan poin-poin nilai yang dikatakan, tapi Kris tau kriteria wanita yang tertarik padanya, dia akan membiarkan semua wanita mendekatinya dan mengambil keuntungan dari wanita itu, bagi Kris, wanita hanya mainan, dia memang sedikit tertarik pada Ara, tapi dia tidak berani mendekatkan Ara lagi setelah mendapat ancaman dari Deon.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Saat jam istirahat, Kris duduk didekat Shasa dan teman-temannya, mereka semua sedang belajar dari buku kisi-kisi yang diberikan oleh Shasa, sejak Ara tidak mendekati nya, Shasa semakin royal memberi tahu kunci jawaban pada teman-teman barunya, di sana juga ada Dimas, yang ikut belajar bersama.
Sementara Ara dan ketiga temannya hanya asik bermain game di ponsel, bukannya mereka tidak belajar, mereka sudah lama mempersiapkan ulangan, lagi pula mereka biasa belajar di rumah, mereka sangat males belajar disekolah.
"Mereka tidak akan mau belajar sama kita, mereka kenal dengan pemilik sekolah ini, jadi mereka sudah dapat kisi-kisi duluan, dan tidak mau memberitahu kita" ketus Meli dia sudah sangat terpengaruh dengan ucapan Shasa sehingga dia sangat membenci Ara.
"Pemilik sekolah? setahuku keluarga Allinsky pemilik sekolah ini, emang ada hubungan apa mereka dengan pemilik sekolah ini?" Kris berusaha mencari tau informasi tentang Ara dari teman-temannya, tujuan utamanya ikutan belajar juga karena ingin mengorek informasi tentang Ara.
"Ara itu simpanannya si Allinsky" jawab ketus Dimas.
"Simpanan?" ulang Kris.
"Nampaknya aja dia wanita baik, tapi sebenarnya dia wanita malam, dia itu udah gunain tubuhnya buat menyogok kak Al biar bisa tetap berada di sekolah ini juga mendapatkan lembar jawaban ujian" ucap Shasa pelan, tapi mampu didengar Kris.
Mata Kris sedikit memicing, selama tinggal di Amerika Kris dapat membedakan, mana wanita yang masih suci, dan mana wanita yang sudah tidak suci lagi, dan Kris tau Ara adalah wanita yang masih suci, justru beberapa wanita di dekatnya yang sedang menghina Ara yang sudah tidak suci lagi.
"Menarik" batin Kris.
"Jadi tidak ada yang mau berteman dengan Ara? karena dia wanita malam?" tanya Kris lagi.
"iya ngapain juga ngajak wanita gak benar kayak dia" ketus meli.
Kris mendengus, "Setidaknya Ara tau cara mendekati cowok, dari pada kalian, berpura pura baik tapi sebenarnya munafik, mana ada cowok yang tertarik" sindir Kris. Dia segera beranjak dari kursinya.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Kris bersama Dimas mendekati kursi Ara dan ketiga temannya, entah sejak kapan kris dan Dimas menjadi akrab, tapi keduanya memang sangat kompak sejak perkenalkan pertama mereka.
"Ra, gue sama kris nanti malam mau tanding balap, lu mau ikut?" tawar Dimas.
Ara yang selalu waspada setiap Dimas mendekatinya segera berpindah tempat duduk secara otomatis disamping leo, itu juga dilakukan oleh leo dan kedua teman lainnya mereka serempak bertukar tempat duduk dan saat ini Ara berada di tengah-tengah ketiga temannya.
"Gak dim, gue udah gak mau ikut balap liar lagi".
" Kalau lu leo? biasanya lu suka ikut balap, lumayan hadiahnya 50 juta, untuk modif motor lu" tawar Dimas lagi.
"Sorry, gue dan yang lain udah berhenti ikut balap liar" tolak Leo secara halus.
"Cemen banget, udah gak berani lagi ikut tanding" Sindir Dimas, padahal dia berniat untuk memperlihatkan kehebatannya di arena balap, agar Ara kembali terpesona pada dirinya.
"Gue masih ikut balap, tapi resmi, ni datang ya nonton" Leo memberikan Dua buah tiket pada Dimas.
Dimas hanya menerima itu dengan bingung.
"Kamu ikut tanding disana juga?" Tiba-tiba saja putri si murid baru ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka.
"Iya, Mau ikut nonton juga?" tanya leo.
"iya, gue beli deh tiketnya, gue kemarin kehabisan tiket, gak nyangka gue kalau teman sekelas gue adalah pembalapnya"
"Pembalap?" beo Dimas berbarengan dengan Kris.
"Itu tiket yang lu pegang adalah tiket nonton pertandingan MotoGP, aku dan leo ikut tanding disana" jelas Robi.
"Apa bertanding di arena asli?" tanya Dimas tidak percaya. "Bagaimana caranya?" lanjut Dimas lagi.
"Kak Deon adalah sponsor kami, dan kami juga udah ikut tahap seleksi, dan akhirnya terpilih, ya seperti itu".
" Wahh keren, boleh kan aku beli tiketnya?" Putri tampak sangat berbinar, dia sejak kecil sangat menyukai dunia MotoGP, dulu kakak laki-laki nya sering ikut bertanding, tapi sayang kakak laki-laki nya sudah tiada, karena ikut balap liar.
Leo mengambil satu tiket vip di tasnya, "ambil aja, gak usah bayar, lagian itu sebenarnya buat nyokap sama bokap gue, tapi ternyata mereka sibuk dan gak bisa nonton, jadi ambil aja".
" Makasih banget, hmm"
"Leo panggil aja leo, gue Roby, ini juan dan si cantik itu Ara" robi lebih dulu memperkenalkan teman-temannya karena tau sepertinya gadis itu belum mengenal mereka.
"Jadi lu benaran gak mau ikut balap leo?" tanya Dimas lagi.
Leo menggeleng pelan, " Gue takut mati bro, biar deh dibilang cemen, gue mau mati terhormat, jika memang nasib gue mati di arena balap gue pengen mati secara terhormat, kalau mati di jalanan nama gue gak bakal dikenal" ucap Leo dengan sopan.
"Ya deh terserah lu, dasar cemen" Dimas segera pergi bersama Kris. Entah kenapa dia merasa marah karena ketiga temannya mulai bersikap baik, dan popularitas mereka semakin tinggi sejak mereka besikap baik.
...🐥🐥🐥🐥🐥...