My Little Girl

My Little Girl
Extra 5. Pamit Pergi



🌺🌺🌺🌺


Maaf ya, author jadi pengen lanjutin novel ini agak lebih panjang, jangan marah ya dan jangan langsung di unfavorit dong.. hehehhe


rencananya author bakal tamatkan saat novel ke tiga author udah dapat kontrak, maaf ya kalian harus tunggu sambungannya lagi, mohon tetap stay disini ya author janji bakal keren kok ceritanya 😄👍


love you all


...🐥🐥🐥🐥🐥...


“Gak boleh pergi!” rengek ara sambil terus memeluk tubuh suaminya.


Deon merasa sangat bersalah, melihat istri kecilnya yang tidak rela membiarkan dia melakukan dinas di Jepang. Ada masalah pada perusahaan deon yang ada di sana, jadi deon perlu turun tangan secara langsung untuk mengatasi masalah tersebut.


Tapi saat ingin meminta izin dari istrinya, Ara justru tidak mengizinkan, dia terus menangis, dan tidak mau melepaskan deon.


“Ara, jangan gitu ya, suami kamu juga harus kerja untuk ketiga anaknya” bujuk Mami Shahnaz.


Saat ini semua keluarga, sedang berkumpul membahas mengenai keberangkatan Deon ke jepang selama 5 hari.


“Kakak udah kaya mi, biasanya juga kerja dari rumah, kenapa sekarang harus ke sana?!” rengek ara lagi,dia masih belum mau mengalah.


“Ara, Cuma 5 hari sayang, kasian suami kamu, diakan juga punya tanggungan karyawannya, bukan hanya kamu yang dia tanggung, masih ada ratusan orang yang mencari nafkah di perusahaannya, jadi kamu tidak boleh seperti ini” kali ini papi ara yang berusaha membujuk istrinya.


“Tapi pi, ara gak bisa tidur kalau gak ada kakak” Lirih Ara pelan, dia mulai terpengaruhi dengan kata-kata papinya.


Deon masih terus mengelus punggung istrinya, agar bisa tenang, selama ini deon memang tidak pernah meninggalkan ara dalam waktu yang sangat lama, karena deon sangat menyayangi istrinya itu, bisa saja dia membatalkan pekerjaannya di jepang, tapi akan berpengaruh pada hancurnya perusahaan dia yang ada di sana, mengingat banyak orang yang bergantung pada dirinya deon tidak bisa tega meninggalkan begitu saja, makanya dia memilih bertanya pada keluarga besarnya.


“Cuma 5 hari sayang, kakak bakal selalu video call, jika kamu khawatir, ya boleh ya” bisik deon masih dengan mengelus punggung istrinya.


“Dek, disini masih banyak loh yang nemani adek, biasanya adek kan suka mengerjai abang dan teman-temannya, sekarang adek bisa puas-puas ngerjai abang dan teman-temannya”


“mami!” protes Axel mendapatkan tatapan melotot dari papi dan juga Ayah. Hal itu membuat Axel hanya bisa pasrah menerima nasip yang akan dia terima.


“Boleh?” Ara kini mulai tertarik dengan tawaran maminya.


“Boleh sayang, apa kamu mau abang pakai baju cewek seperti kemarin lagi dan menari didepan adek?”


“Iya” sorak Ara dengan senyum yang mengembang lebar. Hidung dan matanya sudah berwarna merah karena terus menangis.


Ingin rasanya axel protes dan menolak permintaan maminya, tapi apalah daya, senyum adek nya yang baru muncul setelah ajuan mami tadi membuat Axel tidak dapat melakukan apapun.


Axel beranjak dari kursinya dan menepuk bahu Deon, sambil menundukkan sedikit wajahnya agar bisa berbisik pada Deon. “Kau berhutang banyak pada kakak ipar mu, ingat itu” bisik Axel sebelum dia beranjak ke kamar dan berganti pakaian menjadi waria.


“Beres, bakal gue ganti berkali-kali lipat” Balas Deon.


“Jadi kakak boleh pergi kan?” Tanya deon sekali lagi.


“Boleh tapi gak boleh lebih dari 5 hari”


“Iya, sayang ku, apa perlu panggil teman-teman kakak yang lain?”


Ara mengangguk pelan dan itu bertanda Botak sebagai asisten Deon harus memanggil kedua sahabatnya dan sahabat-sahabat ara untuk bisa menemani istrinya yang sedang butuh hiburan.


“Kapan akan berangkat nya?” tanya ayah, disela pembicaraan itu.


“Nanti tengah malam atau subuh-subuh yah, setelah istri deon tidur” Deon melirik istrinya yang tampak asik tertawa karena pertunjukkan abangnya.


“Beritahu istri mu, jangan menghilang begitu saja, dia akan menangis terus, jika tau-tau kamu menghilang” nasehat ayahnya.


“Iya, deon akan melakukan itu” angguk deon.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


“Baby, bangun sayang” bisik Deon pada istrinya yang masih tertidur.


‘Cup Cup Cup’ Deon mencium dari kening, hidung, dan juga bibir ara, lalu Kembali mencoba membangunkan istrinya.


Perlahan mata ara terbuka dilihatnya Deon sudah bersiap untuk pergi. “Kakak udah mau pergi?” isakkan ara Kembali terdengar, entah kenapa dia menjadi lebih cengeng dan manja semenjak kehamilannya.


‘cup’ Deon Kembali mencium bibir istrinya dan sedikit memberikan *******. “Jangan nangis ya, kakak kan udah izin tadi malam sama ara, jaga diri ya sayang”.


Ara mengangguk air matanya sudah keluar walau berusaha dia tahan.


“Jangan menangis dong, kakak jadi susah perginya” bujuk Deon.


“Air matanya nakal, jatuh sendiri, ara gak bisa tahan” gerutunya sambil berusaha menghapus air mata yang jatuh menggunakan punggung tangannya.


Deon terkekeh mendengar ucapan istrinya, dia Kembali memberikan ciuman pada bibir mungil istrinya, “Jangan sakit ya, jaga diri ara, makan yang banyak dan jangan membuat kakak khawatir” Deon beralih pada perut ara yang sudah sangat Nampak buncit. “Kalian jangan nakal ya, jagain maminya, jangan buat mami sakit, daddy menyayangi kalian” setelah berkata seperti itu deon mencium perut buncit ara, seolah-olah menjawab, saat deon mencium perut ara, terasa tiga Gerakan didalam perut ara.


“Aww” ringis ara karena merasakan Gerakan tiba-tiba itu.


“Iya daddy tau kalian mendengar daddy, jaga mami nya ya sayang” ucap deon lagi sebelum benar-benar keluar dari kamar.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


Ara termenung menatap bubur ayam di meja makan, sejak tadi dia tidak menyentuh makanannya.


“Dek, makan dong, kasian baby-baby nya kelaparan itu” tegur papi ara.


Ara menoleh melihat papinya lalu bubur di depan matanya, dia sangat tidak ingin makan bubur ayam, rasanya dia ingin makan yang lain.


“Adek gak mau bubur ayam?” tanya mami.


Ara langsung mengangguk pelan, “Ara pengen makan nasi goreng buatan mami”


“hahhaha ya ampun dek, ngapa gak bilang dari tadi, bentar mami buatkan ya, sekarang makan dulu buburnya selama menunggu mami masak” Ucap mami Shahnaz sebelum beralih menuju dapur.


“Nih buka mulut nya” ara melirik sendok yang berisi bubur di depannya, dan melihat tangan siapa yang menyuapkan makanan itu padanya.


“Bunda?” panggil ara pada orang yang menyodorkan makanan padanya.


“Ayo buka mulut nya, makan dulu bubur ini selama menunggu mami masak nasi goreng”.


Mau tidak mau Ara membuka mulutnya, menerima suapan demi suapan yang di sodorkan oleh mertuanya itu. Beruntung ara memiliki mertua yang sangat baik dan pengertian, Bunda Mitha menganggap ara seperti putrinya sendiri, dia juga sangat menyayangi menantu nya itu.


Tiga puluh menit kemudian nasi goreng pesanan ara jadi, dan ara sudah menghabiskan semangkuk bubur ayam yang terus bunda mitha suap kan.


“Apa nasi gorenga nya juga mau bunda suap kan?” tanya bunda mitha lagi.


Ara mengangangguk pelan sembari menunduk malu.


“Ihhh gak usah sok malu-malu gitu dek” Ledek Axel.


‘Puk’


“Abang!” ancam mami Shahnaz pada putra tertuanya itu.


“Ara suap sendiri aja bun”.


“Gak usah dengarin abang, ayo buka mulutnya” bunda mitha Kembali menyuapkan makanan pada menantunya itu, dia sangat senang ara mau ber manja pada dirinya.


...🐤🐤🐤🐤🐤...