My Little Girl

My Little Girl
Bonchap 11. Pulang kerumah



“abang takut?” tanya Joshua, saat ini Joshua di tugaskan untuk membawa Ray menuju tempat pelatihan karate para anak kecil, kebetulan putra Axel itu menjadi relawan sebagai pelatih disana, jadi Joshua lah yang di utus untuk membawa Ray menuju orang banyak.


Ray menggelengkan kepalanya pelan, “Tidak uncle! Abang akan belajar melindungi mommy jadi abang bersemangat sekarang” jawab Ray dengan sangat lancar.


Dengan lembut Joshua mengusap puncak kepala keponakan tampannya itu, “abang hebat, sekarang kita pakai bajunya dulu ya sebelum berlatih” puji Joshua.


Ray kembali mengangguk cepat membiarkan Joshua memakaikan dirinya baju karate pada dirinya.


“Ayo uncle kita cepat kasana” ajak Ray, pria kecil itu menarik tangan Joshua untuk berkumpul bersama beberapa anak kecil lainnya untuk melakukan pemanasan.


“Ayo!” seru Joshua semangat. Joshua senang keponakannya itu tidak terlihat ketakutan malah matanya berbinar senang mempelajari hal baru dalam hidupnya.


.


“melihat dari interaksi Ray, pria kecil itu tidak apa, tidak ada masalah dengan psikis nya” ujar dokter psikolog anak itu.


Sebenarnya sejak awal tempat pelatihan itu sudah dipasang kamera tersembunyi untuk melihat interaksi Ray dalam menangani orang dewasa dan anak-anak sekitarnya.


“Apa benar ray tidak apa dok?” tanya Ay untuk memastikan.


“Iya nyonya, Ray tidak trauma” jawab Dokter itu pasti.


“Tapi adakah keanehan jika anak saya melihat darah?” tanya ay sekali lagi, dia masih takut putra sulungnya itu takut akan darah atau trauma hal lainnya, kalau melihat orang bertengkar didepannya Ray terlihat biasa saja, dia sama sekali tidak terlihat ketakutan atau memiliki mata psikopat, yang suka dengan kekerasan.


“Tadi bukankah kita sudah menguji nya, saat Joshua pura-pura terluka dan kita lihat Ray cemas dan matanya tidak memancarkan sesuatu yang aneh” jawab dokter itu dengan lembut.


“Apa ada jiwa psikopat dalam diri Ray dok?” ujar ay sedikit pelan, dia takut mendengar jawaban yang mengerikan dari dokter psikolog itu.


“Hmm, ada nyonya, setiap manusia punya itu dalam diri mereka masing-masing, tapi ketakutan anda itu tidak terjadi, jiwa psikopatnya hanya untuk melindungi orang-orang disekitarnya, ray akan bersikap kejam pada orang yang menyakiti orang-orang yang dia sayang, tapi dia tidak memiliki sikap maniak akan kekerasan” jelas dokter itu lagi.


Ay memeluk brian yang ada disebelahnya, dia berucap syukur dan berterima kasih pada dokter psikolog itu, dia tau dirinya dan brian sedikit psikopat dan tidak memiliki belas kasih, dia sangat takut sikap itu yang turun pada Ray.


...🐼🐼🐼🐼🐼...


“Mommy selamat datang” sorak Ray memberikan kejutan pada mommy cantiknya yang baru pulang dari rumah sakit, ray dan semua keluarga Ay menyambut kedatangan Ay dan brian dari rumah sakit.


“terima kasih sayangku, sini cium mommy” Ay berjongkok dan merentangkan tangannya meminta pelukan dari putra sulungnya itu.


‘cup cup’ Ray mencium kedua pipi mommy cantiknya.


“mommy jangan sakit lagi ya, abang sudah belajar karate, biar untuk melindungi mommy” ujar Ray.


“Waah abang sudah bisa memangnya?” Ay merapikan rambut putranya yang sedikit berantakan.


“udah dong, abang bentar lagi akan punya adek jadi abang harus bisa lindungi adek adek abang” jawab Ray dengan semangat, “adeknya sehat mom?” sambung Ray lagi.


“hhmmm” ay bergumam pelan dan memegang perutnya yang rata. “sepertinya dedek lapar sayang” jawab Ay.


“ayo kita makan mom, Grandma dan Grandpa yang masak tadi, abang juga bantuin” Ray menarik tangan ay untuk mengikutinya menuju meja makan yang sudah berisi makanan yang lumayan banyak.


“Wahhh mommy tidak sabar makannya, ayo kita habiskan makananya bang” seru ay dengan semangat.


Mereka semua mulai makan dengan dibumbui canda dan tawa.


...🦊🦊🦊🦊🦊...


Ay membuka matanya yang tadi terpejam, matanya melirik jam dinakas menunjukkan pukul 1 malam, diliriknya suami tampannya itu tertidur nyenyak dengan menjadikan dirinya sebagai bantal guling.


“Kak~” panggil ay sekali lagi karena mata brian masih juga terpejam.


“Hmm?” perlahan mata brian terbuka, dia memberi kecupan pelan pada bibir ay lalu tersenyum lembut pada istrinya itu, “ada apa? Kamu lapar?” tanya brian serak, karena baru saja terbangun.


“hmmm lapar” lirih ay, memang perutnya tiba-tiba terasa lapar padahal tadi dia makan sangat banyak, mungkin karena anak didalam perut ay ada 3 orang, jadi dia kelaparan lebih cepat dari biasanya.


Brian langsung duduk dari tidurnya sedikit mengucek mata lalu jalan perlahan menuju pintu kamar mereka, “mau apa sayang?” tanya brian, gerakan pria itu terlihat seperti zombie karena masih setengah sadar, tapi langsung berusaha bangun demi istri tercinta.


“ikut~” rengek ay.


Brian kembali mendekati tempat tidurnya merangkul Ay dan berjalan membawa istrinya menuju dapur.


.


“mau apa?” tanya brian dengan lembut.


“spagetty carbonara” ujar ay, dia sekarang sedang duduk di bar mini dekat dapur.


“baiklah ditunggu pesanannya nona” ucap brian, dia langsung mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memasak makanan permintaan ay.


Brian mulai memotong kecil-kecil smoke beef yang ada, dan itu terlihat sangat sexy dimata Ay, dia mulai memperhatikan otot tangan suaminya yang terlihat sangat menggoda.


“dek, jangan mint aitu dulu, mommy lapar ini” batin ay sambil mengelus perut ratanya. Ya, wanita hamil itu kini lebih tertarik untuk memakan brian dibanding memakan masakkan brian.


“hanya itu sayang?” suara brian sedikit membuat ay terkejut karena dia baru saja melamunkan yang tidak-tidak.


“hmm ada garlic bread gak kak?” tanya ay.


Sepertinya ada roti tadi, mau buat itu?” tanya brian dengan lembut.


Ay mengangguk cepat, dia mendekat pada brian dan memeluk pria itu dari belakang. “mau” jawab ay.


“sayang, ini kakak lagi masak, sana liat kakak dari bar aja” brian melepaskan tangan ay yang melingkar diperut sixpack nya.


‘cup’ dia memberikan ciuman pada bibir manis ay. “jangan menggodaku, nanti aku tidak bisa menahan diri”


‘Cup’ bukannya pergi ay malah memberikan ciuman balasan pada brian tepat dibibir pria itu.


Brian kembali mencium ay, tapi kali ini sedikit lebih ganas, dari yang pertama.


Tangan pria itu juga mulai menelusup masuk kedalam pakaian tidur ay, mengusap perut rata itu, suara ciuman mereka mulai terdengar, lama kelamaan terjadilah perang panas di dapur, tapi perang itu harus terhenti saat perut ay berbunyi nyaring menandakan perutnya sangat lapar saat ini.


Brian menghentikan ciumannya, menempelkan dahinya dengan dahi ay sebentar lalu tersenyum hangat, “setelah makan aku akan memakanmu sayang, anak-anak kita sedang lapar ini” ujar brian, dia memberikan ciuman hangat pada kening ay dan menyuruh ay untuk duduk kembali di kursi tempat dia tadi duduk.


...🙈🙈🙈🙈🙈...


Hayo pada pengen dilanjutin ya ke adegan hotnya, tapi author gak bisa, soalnya paling susah mengetik itu, nanti kalau kelamaan up, jadi pada marah, jadi bayangin sendiri aja ya adegan hot daddy Brian dan mommy Ay


bonus pict


abang ray dan joshua