My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 18. Brian kembali



Ay masuk Kembali ke dalam rumahnya sambil menghentak-hentakkan kaki tanda gadis itu sangat marah.


“Ay, gak sarapan?” tanya mommy Ara saat melihat anak gadinya itu hendak menaiki tangga.


Ay berhenti sebentar, dia melihat ada daddynya dan om angga sedang sarapan di sana, ay sangat yakin pria yang akan di jodohkan dengannya juga akan makan di meja yang sama.


“Ay mau makan di kamar aja mom, minta bibi untuk membawakan ke atas” ucap ay ketus, gadis itu masih sempat menatap daddynya dengan sinis.


“Gimana? Baikkan Theo?” tanya Deon saat matanya berpapasan dengan Ay.


“untuk daddy aja, siapa tau daddy mau punya dua istri” ujar Ay dan langsung berlalu pergi tanpa mau mendengar apa balasan dari Deon.


.


“Liat tu, jangan suka ngerjain putri kamu! Liat kan dia jadi marah gitu” Ara berkata sambil meletakkan satu piring nasi goreng dan segelas susu coklat hangat di atas nampan, “bi, tolong antar makanan ini ke kamar AY ya” pinta ara pada salah satu asisten rumah tangganya.


“baik nyonya” jawan asisten rumah tangga itu, dia memilih menggunakan lift karena kamar Ay teretak dilantai 3, bisa bahaya membawa nampan berisi makanan menggunakan tangga.


“Hahahha” deon hanya tertawa menanggapi celotehan istri kesayangannya.


“Om maaf, Ay tidak mau ikut makan” Theo baru saja Kembali dari taman.


“Ohh tidak apa” jawab Deon dengan santai, “Ingat Theo perjanjian kita” ucap deon memberi peringatan.


Theo mengangguk pelan, “iya om”.


Dia memang berjanji pada deon, akan mendapatkan Ay dengan cara sportif dan tidak akan memaksa Ay untuk memilihnya.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


Brian akhirnya kembali menginjakkan kakinya di Indonesia. Pandangan Pria itu Kembali tertuju pada ponselnya, dia masih harus bertanya pada daddynya tentang masalah yang dia tinggalkan di amerika.


“Tuan, ap akita ke apartemen pribadi tuan atau ke rumah besar?” tanya bobby.


“Dimana posisi Ay saat ini?” tanya Brian sambil menoleh pada asistennya itu.


“Gadis kecil tuan masih di rumahnya, dan sepertinya perjodohan itu benar-benar di lakukan tuan, karena kami baru saja mendapatkan info ada dua orang pria yang datang ke rumah Nona Ay, dan saat ini Kedua orang itu masih di sana” jelas .


Brian memijat kepalanya, tiba-tiba pusing menderanya. “Kita ke rumah utama saja dulu, aku takut Ay akan marah jika aku muncul secara mendadak” ujar Brian. “dan bisakah cari tau siapa pria yang ingin pria tua itu jodohkan dengan ay?” lanjut brian.


“sudah say acari tau tuan” Bobby memberikan sebuah map pada Brian.


“bagaimana caramu mencari tau itu? Padahal baru tau hari ini siapa yang akan dijodohkan dengan Ay” tanya Brian bingung.


“Itu tuan, saya mencoba menyelidiki semua orang yang berada didekat calon mertua tuan, dan saya lebih dulu menyotir mereka berdasarkan umur, dan saat tau siapa orangnya saya tinggal mengambil data yang sudah saya siapkan” jelas bobby, dia memang asisten yang paling bisa diandalkan, bertahun-tahun hidup dengan Brian, dia mengetahui semua karakter brian, karena dia sangat berutang budi pada keluarga brian.


“Baiklah terima kasih” ucap Brian dengan tulus.


.


“Theo Agung saputra” Brian membaca nama pria dan menatap sinis foto theo yang berhasil diambil Bobby.


“Putra angkat dari sahabat baik daddy deon, waahhh saingan ku langsung dapat lampu hijau dari calon mertua” kekeh Brian membaca map yang berisi biodata Theo.


Bobby sedikit melirik Brian dari kaca spion tengah, “menurut saya, tuan harus segera menemui gadis kecil tuan, dia selalu menunggu tuan selama tuan menghilang, setelah itu baru tuan tentukan akan melenyapkan orang itu atau membiarkannya tetap hidup” jawab bobby.


“Kau benar, ay bisa marah padaku jika aku langsung melenyapkan nya” gumam brian pelan, dia Kembali membaca biodata Theo.


“A-anu tuan ada sesuatu yang perlu tuan ketahui” ucap bobby lagi dengan sedikit nada ketakutan.


Brian menutup map yang dia baca, dan fokus menatap Bobby, “apa itu?”


“beberapa hari ini kami melihat ada yang mengikuti nona Ay, secara diam-diam, dan dia berasal dari kelompok mafia Dicky Ricardo” jelas Bobby.


“mafia? Bukannya grup mafia itu sudah mati? Karena ketuanya hilang dihabisi oleh mafia lain” brian sedikit mengerutkan keningnya bingung.


“Dia benar mati tuan, karena grup mafia kita yang telah menghabisi nyawanya, tapi ternyata dia punya anak dari para kekasihnya tuan, dan sekarang posisinya telah di gantikan oleh anaknya” jawab Bobby.


“grup kita?” tanya Brian bingung.


“Iya tuan, kaki tangan daddy George ingin membalas dendam atas kematian putrinya yang disebabkan oleh ketua mafia itu, dan dia meminta bantuan kita, tentu saja Tuan besar george tidakkenal ampun menghabisi semua anggota utamanya” jelas bobby lagi.


“lalu kenapa bisa bangkit Kembali? Bukankah daddy sudah menghabisi mereka semua” tanya Brian kali ini mulai serius.


“Saya juga baru tau saat ada salah satu anak buah tuan yang melaporkan ada mafia lain yang mengikuti gadis kecil tuan” ujar bobby.


“hanya Ay, bagaimana dengan kedua saudara kembarnya?” tanya Brian lagi, dia mulai cemas ay diikuti oleh mafia.


Bobby mengangguk, “hanya Ay, kedua saudaranya tidak, ada kemungkinan saat ingin membalaskan dendam dengan tuan allinsky, mafia itu melihat ay, dan jatuh cinta padanya”.


“Apa?!” pekik Brian tidak percaya, “bagaimana dengan calon mertuaku? Apa dia mengetahuinya?” tanya Brian beruntun.


“Sepertinya tidak tuan, karena akhir-akhir ini, tuan allinsky memberikan kelonggaran pada ketiga anaknya, dan bodyguard yang mengikuti ketiga anaknya hanya sedikit”.


“ahhhkkhhh” Brian menghela nafas Panjang, “cari semua informasi tentang grup mafia itu dan cari tau apa aja yang menyangkut dengan AY” bentak Brian, pria itu mulai naik darah jika menyangkut dengan kekasih hatinya.


***


“bang, cepat beres-beresnya” gerutu Ay, sejak tadi dia hanya duduk melihat AL dan EL sedang engemaskan baju yang akan dia masukkan ke dalam koper.


Hebat bukan? Tuan putri keluarga allinsky selalu bisa menyuruh ke dua abang kembarnya jika dia sedang emosi, marah, atau bad mood.


“Dek, bantuin sini, ini juga barang dedek” keluh AL.


“Dedek lagi gak ada tenaga, marah sama daddy” umpat gadis itu, sambil terus memakan cemilannya.


“Udah dong marahnya, nanti kita kembali di awasi daddy kalau dedek marah-marah terus” ucap AL. “lagian Theo ganteng kok” lanjut AL.


“gantengan brian! Dedek gak suka liat tampang theo!” gerutu Ay.


“ya udah sini bantu abang, abang gak tau ni mau pilih dalaman dedek” kekeh AL.


Dengan terpaksa gadis itu tegak dari duduknya, dia mulai memilih pakaian yang akan dia bawa.


...🐯🐯🐯🐯🐯...