
Ara tampak sibuk mempersiapkan acara yang akan dilangsungkan, dia tidak mengatakan apapun pada Deon, karena dia tau Deon akan langsung menolak, jadi ara akan memberi ancaman lebih dulu baru dia mengatakan siapa yang mengadakan acara.
"Sayang, daddy dengar kalau mommy sedang menyiapkan gedung untuk acara pesta bulan depan, itu pesta untuk apa sayang?" tanya Deon pada istri cantiknya itu.
"kok daddy bisa tau duluan, orang mommy sengaja mau buat kejutan" ucap ara pura-pura terkejut padahal sebenarnya itu adalah rencana dia.
"kejutan buat siapa sayang? ulang tahun pernikahan kita masih lama, ulang tahun kita juga masih lama apa lagi ulang tahun si kembar, bukan bulan ini" ucap Deon.
"rahasia, daddy pokoknya gak boleh menghancurkan pesta yang mommy sudah persiapkan" ucap ara.
Deon mengangguk singkat, "iya ngapain daddy hancurkan, daddy hanya penasaran sayang" ucap Deon masih berpikir positif jika itu acara adalah acara yang disiapkan istrinya untuk kejutan seseorang. "Jadi acara apa itu sayang?" tambah Deon, dia masih penasaran.
“Rahasia, mommy gak mau kasih tau, kalau mommy kasih tau berarti bukan kejutan lagi Namanya, dan peringatan daddy harus janji gak boleh menghancurkan acara yang sudah mommy rancang” ucap Ara memberi peringatan.
“Oke, iya daddy janji gak bakal menghancurkan” ucap Deon lembut sambil mengelus puncak kepala istrinya itu.
“Janji benaran janji ya” sorak Ara dengan gembira, tapi tawa Bahagia ara langsung hilang ketika mengingat suaminya itu sangat membenci Brian, “kalau daddy melanggar janji apa sanksi nya?” tantang Ara, otak untung saja dapat berpikir dengan cepat tentang cara untuk membuat suaminya itu tidak akan menghancurkan pesta pernikahan dedek Ay dengan Brian.
“Hmmm kamu maunya apa sayang?” tawar Deon.
Ara tampak berpikir lama, apa yang kira-kira tidak akan bisa deon lepaskan jika dia harus memilih, senyum dibibir ara kemudian muncul, “Kalau daddy menghancurkan pesta yang mommy buat, daddy tidak akan pernah dapat jatah selamanya, bagaimana?” tantang Ara.
Otak pintar deon mulai berpikir, sepertinya ini adalah rencana istrinya, yang menganggap dia pasti akan menghancurkan acara itu, dan pasti acara itu sangat bermakna bagi Ara, ingin rasanya deon menolak, tapi wajah istrinya yang penuh dengan harapan telah menghilangkan semua pikiran negative deon, “Baik sayang apapun keinginan istri cantikku ini akan aku lakukan” ujar deon sampil mulai mengecup daun telinga ara, lalu ke pipi, dan mulai ke bibir, keduanya mulai berciuman panas di atas tempat tidur mereka.
“Daddy, jangan dulu ya, mommy Lelah hari ini” tolak Ara lembut, dia tau suaminya itu ingin bermain gulat ditempat tidur dan pria itu akan sangat lama jika sudah bermain gulat dengan Ara.
‘cup’ Deon mengecup singkat bibir Ara. “Sekali aja sayang, ini junior udah berdiri sejak kita berciuman tadi” lirih Deon.
Ara melirik sedikit kebawah, lalu Wanita itu hanya bisa mengangguk pasrah dengan suaminya yang sangat mesum, jangan tanya sekali yang diminta Deon akan menjadi tiga kali dan Ara hanya bisa pasrah jika besok pagi dia kelelahan, dan tidak bisa menyiapkan keperluan suaminya itu.
...🐺🐺🐺🐺🐺...
“Ay makan malam sudah siap” ujar Brian. Ya makan malam, dan sarapan tetap Brian yang membuat, ay sudah pernah bilang ingin belajar memasak tapi ketika tangan gadis itu tergores oleh pisau dan berdarah, disaat itulah Brian melarang ay untuk ke dapur lagi, dia tidak ingin melihat gadis kecilnya terluka, dia sendiri tidak masalah dia yang menyiapkan sarapan dan makan malam, baginya membahagiakan gadis kecil itu adalah suatu kebahagiaan.
Ay keluar dengan menggunakan kaos oblong kebesaran yang menutupi pahanya, dan paha putih gadis itu terlihat.
Brian menghela nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan, “Sayang bukannya aku udah nyerah ya?” ujar brian berusaha untuk tidka melihat kearah kaki jenjang milik ay.
“Hmmm? Kenapa om?” tanya balik ay gadis itu tampak tidak terlalu mendengarkan karena fokus dengan buku yang ada ditangannya.
“Aku udah nyerah loh, jangan digoda lagi ya, please” pinta Brian, jangan ditanya bagaimana jantung brian saat ini, dia sangat ingin menarik Ay menuju ranjangnya, sudah 28 tahun pria itu berpuasa, dan sekarang dia harus diam melihat anak gadis didepannya.
Ay baru sadar dia hanya memakai kaos oblong milik brian, karena pakaian itu yang sangat nyaman dia gunakan. Sebenarnya gadis itu memakai celana pendek hanya saja sangking pendeknya tidak kelihatan.
“Om tergoda ya, ay gak maksud loh, ac kamar om rusak jadi ay kepanasan, makanya ay pakai ini” ucap ay, memang ac kamarnya tiba-tiba rusak.
“mau bilang, tapi ini sudah malam, mana ada tukang servis yang masih kerja malam-malam begini” ujar Ay dengan polosnya.
“Kita menginap di hotel saja bagaimana?” tawar brian.
Ay menggeleng pelan, “gak apa Cuma sehari, lagian ada kipas angin kok, ay pakai itu aja dulu” ujar ay.
Brian memang tidak terlalu membuat apartemen sederhananya ini menjadi mewah jadi dia tidak terlalu tau jika ac yang dipasang itu sudah mulai rusak, sebelum bersama ay pria itu sangat jarang ada di apartemen sederhananya ini, dia lebih sering tidur di kantor atau rumah utama, tapi jika dia sedang ingin lari dari semua kehidupan mafianya Brian akan datang ke apartemen sederhananya sekarang.
“Ya udah untuk hari ini gak apa pakai itu, tapi lain kali jangan dulu ya, tunggu kita nikah baru deh kamu bebas memakai apa saja di sini, bahkan aku sangat mendukung jika kamu hanya mengenakan bikini” kekeh Brian.
Ay mengerutkan keningnya, “ihh om mesum banget” ledek ay, dia duduk dimeja makan, masakan Brian hampir mirip dengan masakan koki bintang 5, pria itu sangat pintar memasak seperti daddy deon, dan ay sangat menyukai sisi brian yang itu.
Brian hanya terkekeh sambil ikutan duduk di sebelah ay, dengan perlahan pria itu memisahkan ikan dari tulangnya dan memberikan pada ay.
‘ting tong ting tong’ terdengar bunyi bunyi bell apartemen milik brian.
“bentar ya sayang, kamu makan aja dulu” brian tegak untuk melihat siapa yang datang ke apartemennya malam-malam begini.
Perlahan dia mengintip dari intercom yang ada, ada tiga orang pria berwajah bule dua dan satunya lagi berwajah oriental Indonesia. Brian mendengus kasar, ketiga orang itu adalah sahabat karibnya, Johan, Lars, dan Leon.
Brian cepat-cepat Kembali menuju meja makan sebelum ketiga temannya itu memaksa masuk karena mereka tau kode apartemen milik brian.
“Sayang, pakai celana panjang ya” pinta Brian dengan lembut.
“Siapa yang datang om?” tanya Ay bingung.
“teman kecilku, sepertinya Lars sudah balik ke indo, jadi biasanya mereka mengajak aku kumpul, jadi cepat ke kamar dan ganti bajunya ya sayang” Brian mengangkat badan Ay dengan mudahnya, pria itu sama sekali tidak merasakan beban ketika mengangkat tubuh ay hanya dengan satu tangannya.
“Kyyaaa” pekik ay terkejut, ketika brian mengangkat badannya dengan mudah.
“cepat ganti baju ya cintaku” brian meletakkan ay di tempat tidur dan mencium kening gadis itu setelah itu pria itu berlari menuju pintu depan sambil menutup pintu kamar.
‘ting tong ting tong’ setelah bunyi bell, lalu terdengar bunyi sandi pintu yang dibuka dari luar.
“Wooahhh brian, gue pikir lo gak ada! Kenapa gak di buka pintu kalau lo ada di apartemen!” kesal Lars.
“Bahaya, gue lagi nyelamatin ibu negara gue” kekeh brian.
“ibu negara?” beo ketiganya.
...🦁🦁🦁🦁🦁...