My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 22. Musuh Keluarga Allinsky



maaf ya telat 😭😭😭


Mohon maaf yang sebesar-besarnya mungkin dalam beberapa hari ini chapter nya kurang seru karena otak author penuh dengan masalah tentang kerjaan di kantor lama.


...🐯🐯🐯🐯🐯...


Ay begitu bersemangat melahap makanan yang disiapkan oleh Brian, gadis itu bahkan menambah porsi nasinya, dia tidak peduli menjaga image, jika Brian tidak menyukainya maka tinggal tinggalkan saja dirinya toh yang bakalan menyesal adalah Brian sendiri.


Sementara Brian sama sekali tidak masalah dengan tingkah laku Ay, malah dia semakin gemas melihat ay yang seperti seekor tupai makan dengan lahapnya. Sesekali pria itu menyeka bibir dan pipi ay yang terlihat ada beberapa nasi serta kuah yang menempel di pipi dan bibirnya.


Kalau dilihat ay seperti gadis biasa yang tidak kaya, karena gadis itu makan dengan rakusnya, padahal dia begitu memang karena sifatnya yang suka makan, apa lagi makanan laut, Ay adalah hantunya makanan laut, gadis itu bisa berjam-jam duduk didepan meja makan untuk melahap semua lauk pauk yang ada jika sudah di hadapkan dengan makanan laut.


“Udah kenyang?” tanya Brian saat melihat piring ay yang benar-benar bersih.


Ay mengangguk pelan, dia sudah tidak sanggup untuk berbicara karena sudah kekenyangan.


“habis makan jadi malas pergi kan?” tanya brian.


Ay sekali lagi hanya mengangguk.


Kesempatan itu tidak di sia siakan oleh Brian, dia masih belum merasa puas untuk berduaan dengan Ay, jadi ide gilanya tiba-tiba muncul.


“Ay, gimana kalau tidur disini aja? Kita nonton film berduaan aja” tawar Brian.


“tidur disini? Hmm ay tanya dulu ya boleh?” tanya Ay.


“baiklah” brian langsung saja memberikan ponselya tanpa berpikir ay berniat mengerjainya.


“Bang”


“ni siapa?” tanya AL bingung.


“Dedek bang, dedek diculik” jawab ay dengan santainya. Brian yang mendengar itu langsung menepuk jidatnya sendiri.


“Apa?” pekik AL tidak percaya.


“Ay tadi bilangnya apa?” tegur Brian.


Ay hanya tersenyum lepas, “hehehe lupa” ucapnya pada Brian.


“Bang ay gak jadi diculik” ucap ay pada Al di ponsel.


Terdengar helaan nafas Al dan brian berbarengan, brian hanya bisa geleng-geleng kepala, tidak ada lagi cara untuk menahan Ay untuk tetap tinggal.


“Ay sayang, ay sedang ada di mana?” tanya lembut Al di dalam telepon.


“Hotel” jawab ay to the point.


Sekali lagi terdengar helaan nafas berat dari Al.


“Bersama siapa dek?” Tanya Al lagi.


“Bisa berikan ke brian teleponnya dek?” suara Al terdengar berat pria itu tampak sedang menahan amarahnya.


Ay menyodorkan ponsel brian Kembali pada pria itu, brian mengambil nafas Panjang baru menempelkan benda persegi Panjang itu pada telinganya.


“ya abang ipar?” tanya brian berusaha dengan nada ceria.


“Bisa kembalikan Ay kepada kami tuan brian?” suara horror Al terdengar sangat mengerikan.


“Hehhehe, kami Cuma makan gak lebih, sumpah” kekeh brian.


“Baik jika cuman makan, kembalikan adik kami kehadapan kami dan harus kamu sendiri yang mengantarkannya, jika dalam waktu 30 menit ay tidak juga hadir di hadapan kami, maka aku akan melaporkan pada daddy” ucap Al.


“hahahha, aku tidak takut padanya, dia sudah banyak melanggar janjinya” suara tawa brian terdengar, memang benar belum sampai 3 tahun Deon sudah berniat menjodohkan Ay dengan anak temannya, padahal pria itu sudah berjanji akan memberikan waktu pada brian dalam 3 tahun untuk Kembali.


“Aku tau om, om seorang mafia, tidak akan ada yang om takuti, tapi om tidak takut ay sendiri yang menjauhi oom? Ay itu walau pun umurnya sudah 18 tahun tapi kelakuannya masih seperti anak kecil, dia akan menuruti semua perkataan kedua abang kembarnya dan daddy tersayangnya, jika om berusaha menculik gadis itu dan menjauhkannya dari kami, kami tidak yakin ay akan bertahan dalam waktu 1 minggu” ucap Al dengan tenang.


Brian menghela nafas Panjang.


“baiklah, tapi tidak bisakah kalian membiarkanku sedikit lebih lama?” tanya brian berusaha bernegosiasi dengan adik ipar nya.


“kau bisa bersamanya di dalam pengawasan kami, lagi pula beberapa hari lagi aku akan tinggal di apartemenku, kau bisa menculiknya ke apartemen mu, asal atas persetujuanku” tegas Al.


“Baiklah abang ipar~ kami akan segera menyusul ke sana” ucap Brian.


...🦊🦊🦊🦊🦊...


Di suatu apartemen mewah seorang pria tampak menggenggam foto ay bersama keluarganya, ada Deon, Ara, dan kedua saudara kembar Ay.


Pria itu tampak sedikit mabuk, pandangan matanya masih terus menatap Ay yang sedang tertawa di foto, sebenarnya foto itu dia ambil secara diam-diam saat ulang tahun keluarga Ay, foto itu juga tampak diambil dari tempat yang sangat jauh, dan menggunakan zoom hingga tampak sedikit lebih dekat.


‘Prank’ pria itu melemparkan gelas minuman yang sejak tadi dia gunakan.


“Sialan! Kenapa tidak ada yang mengatakan padaku jika Danaya adalah gadisnya Brian! Aku membayar kalian untuk apa HAH!’ pekik pria yang tampak mengerikan itu pada ke tiga anak buahnya yang sedang tertunduk takut.


“Ma-maaf kan kami boss, kami tidak tau jika nona danaya sudah memiliki kekasih” ujar salah satu anak buahnya.


“Aku sudah membayar kalian dengan mahal, tapi kalian masih tidak becus!” makinya lagi.


“Ta-tapi tuan, putri tuan Allinsky itu sangat di jaga dengan ketat, kita tidak bisa mendekatinya setiap saat, biodatanya juga sangat dijaga, kami bahkan kesulitan untuk berada dalam jarak 3 meter darinya” kata anak buahnya berusaha membela dirinya.


“Sialan!” makinya dia sangat frustasi, tujuan awalnya memang menghancurkan keluarga allinsky tapi siapa sangka ketika mencari tahu tentang keluarga itu dia jatuh cinta pada Ay, sekarang pria itu betul-betul tergila-gila dengan Ay, namun dia tidak pernah menyangka saingannya adalah Brian, Mafia nomor satu yang sangat ditakuti, pria itu baru-baru ini berhasil menghabisi masia dari amerika, dan berkat itu nama mafia Brian sangat ditakuti oleh banyak mafia kecil seperti dirinya, mungkin saat ayahnya yang memegang dia akan bisa sedikit mendekati kekuasaan brian, tapi setelah ayahnya tiada, dia tidak mampu melakukan apapun hanya mafia kecil yang mengedarkan narkoba dan perempuan.


“A-Anu bos” panggil salah satu anak buahnya, pria menyeramkan itu melirik kepada adan buahnya, dengan tatapan horror. “Ba-bagaimana ji-jika kita menyakiti abang kembarnya yang sekarang ada di jogja, setelah perhatian semuanya berfokus pada abangnya baru kita culik gadis itu” lanjutnya lagi memberikan ide yang membuat Pria itu tersenyum.


“Apa kalian bisa membuat Saudaranya dalam bahaya? Aku tidak butuh keluarganya! Aku hanya butuh danaya! Aku malah senang keluarga allinsky mati, Pria tua itu telah membunuh ayah ku!” geram pria itu.


Nama pria itu adalah Adnan dan dia adalah anak dari Dicky, pria itu telah dibesarkan oleh kakeknya Grey ayah dari Dicky, pria itu merasa keluarga Allinsky lah yang telah melenyapkan anak satu-satunya itu, karena hanya keluarga allinsky musuh satu-satunya yang dia miliki. Tanpa dia sadari bahwa kelompok mafia Brian lah yang menghabisi putranya.


...🐼🐼🐼🐼🐼...