
Ay masuk kedalam rumah Axel dengan langkah lemah dan mata yang bengkak karena habis menangis.
Begitu Ay masuk dia langsung berlari memeluk Jenny yang sedang duduk bersama Axel di ruang keluarga.
“Loh ay, kenapa bisa disini?” Seru Axel bingung.
Jenny memberikan isyarat pada Axel untuk diam, tangan Jenny sibuk mengelus punggung dan kepala Ay.
“Kenapa?” tanya axel tanpa suara.
“Gak tau” balas Jenny juga dengan tanpa suara.
“Hai keponakan uncle yang cantik, kenapa nangis? Abang AL nakal sama Ay?” tebak Axel sambil mengelus lembut punggung ay.
Ay hanya menjawab dengan gelengan kepala.
“Lalu marah sama abang EL yang selalu diam?” tebak Axel lagi.
Ay kembali menjawab hanya dengan gelengan kepala.
“cerita dong ke auntie sama Uncle, cantik, kok nangis gini?” tanya jenny pelan.
Ay akhirnya melepaskan pelukannya pada jenny, “Ay sedih auntie” isak ay. Jenny menghapus air mata ay yang jatuh dengan tangannya.
“sedih kenapa? Cerita dong biar auntie bisa kasih solusi”
“Tapi auntie sama uncle jangan cerita sama daddy ya” pinta ay sebelum menceritakan kesedihannya.
“baik auntie janji” jawab jenny.
“uncle juga janji” jawab axel, tapi wajah Ay malah merengut saat melihat muka axel.
“Dedek gak percaya sama uncle, muka uncle tidak meyakinkan” omel Ay pada uncle nya.
Jenny memberi kode pada Axel agar menjauh, dengan kode itu saja, axel segera pergi dari sana.
“jadi sekarang dedek cerita sama autie” ucap Jenny.
“dedek ketemu sama cinta pertama dedek Auntie” lirih Ay.
“Loh harusnya kalau ketemu, dedek senang dong kok dedek sedih sekarang?” Seru Jenny.
“Dedek baru bertemu beberapa jam yang lalu, tapi kami sudah harus berpisah lagi” lirih Ay.
“kenapa sayang?” jenny mengelus pipi ay yang masih terlihat basah.
Ay menunduk sedih, “dia harus menyelesaikan masalah keluarganya auntie” lirih Ay.
Jenny memeluk ay dengan sayang, “Tenanglah, semua pasti akan berlalu, jadi kamu tidak boleh sedih, auntie yakin, kalau kalian jodoh kalian akan bertemu lagi, seperti auntie dan uncle kami tidak pernah saling suka sebelumnya, tapi sekarang berkat kamu dan abang, auntie dan uncle dapat Bersama, ngomong-ngomong bagaimana caranya kamu bisa ada disini?” selidik Jenny.
Ay tertawa kecil dan menunjukkan senyum jahilnya, “dedek kabur dari sekolah”.
“Kok bisa?” teriak Jenny sedikit kencang.
Ay baru mulai menceritakan kenapa dia mulai melarikan diri, dia yang marah dengan daddy dan juga EL, karena alas an itu Ay ingin kabur dari keduanya niatnya hanya ingin membuat kedua orang itu cemas, dan menerima permintaan dirinya, dan dari hal itu Ay bisa bertemu dengan brian, makan Bersama pria itu, berpisah hingga dia sampai ke rumah Axel.
“Auntie jangan bilang ke Daddy ya, dedek takut kena marah Daddy” lesu Ay.
“iya, auntie gak bakal bilang siapa-siapa” janji Jenny.
...🐰🐰🐰🐰🐰...
AL dan EL duduk bersimpuh di hadapan Daddy deon, pria itu marah besar pada kedua putra yang dia anggap bisa di andalkan ternyata tidak bisa menjaga adik kembar mereka.
Deon memijat kepalanya, dia pusing memikirkan bagaimana cara menemukan putri bungsu yang kini tidak di ketahui keberadaannya.
“tak!” bentak Deon pada asistennya.
“ya tuan?” tanya botak.
“Segera periksa semu cctv yang ada disekitar lingkun_”
🎼
Ucapan Deon terhenti karena ponselnya berbunyi.
📲“Ada apa?” ketus Deon.
📲“Woii santai bro! lo pasti sedang marah-marah karena Ay hilang” ucap Axel dengan santai.
Deon langsung tegak dari posisinya yang duduk di kursi.
📲“Karena dedek sedang sama gue” kekeh Axel.
📲“Apa?!” pekik Deon.
📲“Woii santai, telinga gue masih pengen berfungsi ini, dedek lagi sama gue, dan dia dirumah, takut pulang karena daddy nya akan marah” ujar Axel.
Deon tertawa pelan sambil memegangi tengkuknya. Pria itu kini Kembali duduk di kursi kebesarannya, melirik kedua bujang nya yang masih menunduk takut.
📲“Baiklah, terima kasih abang ipar” deon tertawa kecil akhirnya pria itu dapat tertawa juga, dia menatap botak yang sejak tadi menunggu perintahnya.
“tidak jadi tak, ay sudah ditemukan”
“Ay sudah ketemu?” ucap serempak kedua saudara kembar ay, sambil menatap Deon.
“Ay sudah ketemu tapi kalian belum bisa bebas dari hukuman daddy” ujar Deon. “Hmm apa yang harus daddy lakukan pada kalian berdua yang tidak mampu menjaga saudara kembarnya sendiri?” sindir Deon.
“Dad, abang tau abang salah, abang siap menerima semuanya” ujar EL sambil menunduk.
“lari keliling Gedung ini 20 kali, baru kalian boleh melihat adik kalian, apa kalian mau menerima itu?” tanya daddy Deon.
Keduanya mengangguk dan pergi untuk melaksanakan perintah Deon. Mereka mengaku tentang kesalahan mereka.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
Ay tampak asik bermain Bersama sepupunya yang masih berusia 5 tahun, mereka asik bermain masak-masakan Bersama.
“Kak, kacih ayah telol nya” pinta gadis kecil itu.
“baik jessi cantik” Ay menghadap uncle nya yang sedang bersandar pada Jenny, “Uncle buka mulutnya, ini putrimu yang masak” kekeh Ay, yang mengarahkan telor palsu pada axel.
“Bisa gak, kalian kalau ketemu uncle diam duduk manis, jangan ngerjain uncle” lirih Axel.
“tuh liat muka anak uncle, dia sedih karena ayah nya tidak mau makan makanan buatannya” Ay mengedipkan matanya sebelah Pada Jessy, meminta gadis kecil itu untuk ber acting nangis.
“wuuuaaaa” jessy mengikuti perintah kakak sepupunya itu gadis kecil itu menangis kencang hingga axel mendapatkan pukulan dari jenny.
“Udah ikuti saja, Cuma makan pura-pura juga! Masih mendingkan disbanding harus di make up oleh putrimu sendiri” ucap Jenny.
Kebiasaan Ay yang suka mendandani Axel di turunkan pada anaknya, Ay mengajarkan Jessy untuk memberikan make up pada uncle nya.
“Wuaahh enak sayang, ayah makan semuanya enak” sorak Axel dengan wajah Bahagia yang di buat-buat.
“AY!” panggilan Namanya membuat Ay menoleh, dilihatnya kedua saudara kembarnya ada didepan pintu dengan baju yang penuh dengan keringat.
Begitu melihat Ay keduanya langsung memeluk tubuh Ay dengan kencang.
“Aiihhhh uncle tolong abang al sama abang el bau keringat!” pekik Ay, badannya sudah dihimpit oleh kedua saudara kembarnya.
AL dan EL baru melepas pelukan mereka.
“Kamu gak apa kan?” tanya EL.
“Ada yang sakit dek?” tanya AL.
“sakit, jantung dedek sakit hati dedek juga” gumam Ay sambil memegangi jantungnya.
“APA?? Pasti karena kamu loncat dari dinding itu, kalau gak ada sasa dan susu abang aja gak bisa naik” keluh AL.
Axel tertawa keras mendengar keluhan AL, “Kamu kalah dari mommy mu, dia bisa meloncati dinding itu tanpa bantuan siapapun” ungkap Axel.
“Mommy? Apa mommy dulu anak nakal uncle?” tanya AL.
“Bukan nakal lagi, kamu tanyakan saja pada mommy mu dan daddy mu” balas Axel.
“Ayo pulang Ay” ajak El dengan memegang tangan Ay dengan lembut.
Ay menahan tangannya yang ditarik EL, “daddy pasti marah sama dedek”.
AL dan EL tersenyum, “Tidak akan, daddy sendiri yang minta menjemput kamu, dia janji gak bakal marah sama dedek” ucap keduanya serentak.
“benaran?” tanya Ay sekali lagi.
“Iya benaran, kalau daddy marah abang yang akan jadi pelindung dedek” ucap AL cepat.
Akhirnya Ay mau ikut pulang Bersama kedua saudara kembarnya.
...🐼🐼🐼🐼🐼...
Maaf ya hari ini tidak terlalu seru, author sedang stress sedikit hehehe, tapi author janji besok akan author pastika lebih menarik.