
Reiko menatap kesal Gedung besar tempat dia diusir,sekarang dia hanya diberikan uang 1 juta yen untuk pergi, dan dia tidak diberikan tempat tinggal dan pekerjaan.
“Sial! Aku terlalu terburu buru tadi!” Maki Reiko.
Wanita itu akhirnya meninggalkan tempat itu dengan wajah kesal.
“Reiko!” apa yang sedang kau lakukan disini? Daisuke mencarimu!” sapa seseorang yang mengenal Reiko.
Tiba-tiba muncul senyum jahat dari wajah Reiko, “Nana bantu aku untuk mendapatkan jackpot, kau bisa mendapatkan Daisuke untukmu dan aku akan mendapatkan Jackpotku” gumam Reiko.
“Apa yang sedang kau rencanakan?” tanya gadis Bernama nana itu.
Reiko langsung mendekatkan bibirnya pada telinga nana, dan menceritakan rencananya.
“Kau yakin? Jika begini kau akan dinyatakan mati oleh Daisuke” sontak nana terkejut dengan rencana yang disebutkan oleh reiko itu.
“Tidak apa, aku bisa mengatasinya” Seru Reiko senang.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Ara terus saja melihat pintu masuk, sejak satu jam yang lalu, kedua orang tuanya dan mertuanya hanya tersenyum melihat tingkah ara yang terus gelisah melihat pintu masuk.
“Mami, bunda kita jemput aja ya ke bandara, ara cemas” Ara menatap kedua orang yang selalu bersamanya itu.
“Sabar sayang, bentar lagi sampai” ucap bunda Mitha, walau hatinya memang sudah cemas sejak beberapa jam yang lalu Bunda mitha berusaha untuk menenangkan hatinya dan tampak normal, karena takut membuat menantunya semakin cemas.
( suara ponsel Ayah Deon membuat semua mata tertuju padanya.
“Hallo” jawab ayah deon, pria itu berdiri dan menjauh dari keluarganya.
“Tuan ini saya asisten tuan Deon” ternyata yang menelpon adalah botak, ayah deon berusaha menormalkan raut mukanya yang tadi terkejut.
“Di mana Deon?” tanya tuan besar allinsky dengan suara yang pelan, agar tidak terdengar sampai keruang keluarga.
“Anu tuan…”
🍃Flasback On🍃
Lima hari berlalu dengan normal, hingga perjalanan pulang, saat dijalan Botak merasa ada yang mengikuti mereka sejak berada dihotel.
“Tuan, sepertinya kita diikuti” ujar Botak pada Deon.
Deon melihat 2 buah mobil hitam yang mengikutinya, “Dari mana mereka berasal?”
“Entahlah tuan, saya memperhatikan mereka mengikuti kita sejak di hotel” jawab botak, dia dan Deon sudah bersiap-siap mengambil pistol yang ada dimobil itu.
“Tuan, sepertinya saya tau mereka, mereka adala gangster di Yokohama, mereka Gengster yang paling ditakuti di sini” Supir yang mengendarai ikutan berbicara dengan Deon dan Botak.
“Bawa mobil ini menuju hutan, dan percepat lajunya” perintah Deon.
“Tapi tuan, bisa bahaya jika tidak ada yang orang” ujar botak.
“Lebih bahaya jika kita mengenai orang yang tidak bersalah, aku tidak bisa membunuh saat ini! Kita perlu melumpuhkan mereka, bukan membunuh, ingat kau juga jangan membunuh, dan suruh para bodyguard kita untuk datang” Perintah Deon.
Sejak Ara hamil deon selalu menjaga ucapan dan perilakunya, dia tidak mau terjadi hal yang berbahaya bagi anak dan istrinya, membunuh manusia ataupun hewan, tidak berani Deon lakukan saat ini, dulu sebelum ara hamil dia akan dengan mudahnya menjatuhkan hukuman mati pada orang yang bersalah padanya, tapi sekarang dia tidak bisa menghilangkan nyawa manusia.
“Tu-tuan…” panggil supir itu dengan wajah ketakutan.
“Ada apa?” Seru Deon.
“Rem mobil kita Blong!” teriak supir itu.
Botak langsung melihat kearah depan yang menunjukkan jurang. “Tuan LONCATT!” teriak Botak, bersamaan itu ketiga orang itu meloncat dari mobil yang tidak bisa dihentikan kecepatannya itu.
Ketiganya masuk kedalam jurang, tanpa tau kondisi masing-masing orang.
🍃Flashback Off🍃
“Kenapa kalian tidak dijaga menuju bandara?!” amarah tuan besar allinsky sudah mulai keluar. Dan itu menarik perhatian keluarganya untuk beberapa saat, karena Tuan allinsky langsung tersenyum lagi kearah keluarganya, dia berusaha menutupi masalah yang terjadi.
“Tuan deon bilang tidak perlu, karena sejak lima hari kami disana tidak terjadi apapun, jadi dia terlalu malas mendapatkan perhatian orang-orang, makanya menurunkan kewaspadaan” jelas botak.
“AHHHH, cepat kerahkan orang untuk mencari putraku!” Suara Tuan besar allinsky memang kecil tapi cukup menusuk bagi yang mendengar.
“Baik tuan, kami juga sedang menunggu cheap yang terpasang di tubuh tuan muda agar dinyalakan”
“Terus pantau Cheap itu dan terus mencari keberadaan putraku” Seru tuan allinsky.
Sekarang botak dan team nya sedang menunggu sinyal dari deon, dan terus mencari jejak Deon.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
“Kenapa yah? Itu dari kak Deon?” Ara menatap mertuanya itu dengan mata berbinar.
“Bukan ini dari asisten Deon, dia bilang sedang ada badai dijepang, jadi tidak bisa berangkat sekarang, mungkin ditunda 1 sampai 2 hari” ucap ayah deon dengan senyuman lebar.
“Kok kakak gak telpon ara?” lirih ara.
“Sinyal ponsel sedang tidak bagus, itu saja secara tidak sengaja asistennya dapat menelpon ayah, kamu tidur aja dikamar dulu ya, deon gak bisa pulang hari ini”.
Mitha melihat gelagat suaminya yang tidak biasa, dia tau suaminya sedang berbohong saat ini, “Iya ara, Axel kamu maukan menemani ara tidur” bujuk Mitha.
Axel mengangguk pelan, membimbing adiknya itu menuju kamar. Setelah ara masuk kekamar, ayah deon langsung memberikan intruksi pada para orang tua untuk menuju ruang kerja Deon, disana pembicaraan mereka tidak akan terdengar sampai keluar.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
“Ada apa mas?” tanya mitha dia sudah mulai keringat dingin, dan pikiran-pikiran negative mulai muncul di dalam kepalanya.
“Deon menghilang” Tuan besar allinsky baru mau menyampaikan berita yang dia dapat setelah merasa benar-benar aman.
“Apa mas! Kamu bohongkan!” pekik Mitha tidak percaya, air matanya kini sudah mengalir melewati pipinya.
“Apa yang terjadi?” papi ara berusaha bersikap tenang, walau dia juga cemas dengan menantunya itu, tapi hanya dia dan Allinsky yang dapat menguatkan istri-istri mereka.
Ayah deon mulai menceritakan kecelakaan yang terjadi pada deon, kepada semuanya.
Mitha dan Shahnaz menangis mendengar berita itu, mereka saling memeluk untuk menguatkan diri mereka.
“Apa kau perlu bantuanku?” walau tidak sekaya tuan allinsky, tapi papi ara lumayan terkenal didunia mafia dulu sebelum Axel lahir.
“Aku mohon bantu aku, mereka belum bisa menemukannya, aku yakin Deon masih hidup, jika dia sudah mati, maka mayatnya yang akan kita temukan, tapi botak mengatakan mayatnya tidak ketemu, hanya jejak dia jatuh yang ketemu, kemungkinan ada yang mengambilnya, sebelum tempat itu ditemukan oleh botak” pinta tuan allinsky.
“Pi, cepat temukan Deon, mami tidak tau apa yang akan terjadi pada ara jika dia tau suaminya menghilang” lirih Shahnaz.
“mami tenang saja, papi akan berusaha mencari Deon”
***
Disebuah ruangan sempit seorang pria tampak masih tertidur dengan nyenyaknya, tampak kepalanya diperban, dan banyak luka lecet pada wajah serta tubuhnya.
“Apa kalian yakin dia akan hilang ingatan setelah bangun” tanya Reiko, melihat pria yang terbaring itu.
“Ya kami sangat yakin akan hal itu” ucap pria berjas putih.
“Bagus, ini kesempatanku” smirk mengerikan muncul dari wajah Reiko, dialah perencana semua naskah penculikan dan sabotase mobil milik deon.
Reiko begitu tertarik pada Deon sejak pertama dia melihat Deon direstoran itu, karena Deon adalah pria pertama yang tidak tertarik melihat dia, padahal setiap pria selalu meliriknya ketika dia berjalan didekat mereka.
“Kapan dia akan bangun?” tanya Reiko.
“Seharusnya sekarang, tapi saya rasa sebentar lagi, dan berikan obat ini setiap dia selesai makan, karena ini akan membantu menghambat ingatannya kembali”.
“Baik, tidak ada efek sampingnya kan?” tanya Reiko.
“Hanya sulit tidur, dan penghambat memori akan Kembali, ingat takarannya hanya 3 dalam 1 hari, tidak boleh lebih, atau dia akan menjadi gila” ancam pria itu pada Reiko.
“Baiklah, bagaimana dengan surat kematianku? Apa kau sudah siapkan? Dan juga mayat palsu yang menjadi aku” tanya reiko lagi.
“Ini, surat kematianmu karena kecelakaan dan hangus terbakar, mayatnya juga sudah diserahkan pada bawahanmu” ucap pria itu lagi.
“bagus, rencana kita sempurna”.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Banyak yang mencak-mencak pasti 😌😌😌
hehehhe maafkan kenakalan author ya 😄
tenang semua akan aman 😇😇😇
karena ini hari minggu author bakal up 3 deh ❤❤❤
love you all tetap dukung author ya, jangan marah-marah ini masih bulan Ramadhan loh hehehe 😌😌😌