
“AY, AY!” teriak kedua abang Ay dari balik pintu.
Ay masih tdakmau membukakan pintu yang sejak tadi digedor oleh kedua saudaranya.
“AY, jika gak mau dibuka juga, abang dobrak pintunya!” pekik AL.
Ay akhirnya membukakan pintu itu. “ay lagi pengen sendiri” keluh gadis itu sambil membuka pintu.
“Kita hadapi masalah ini bersama-sama mengerti?” AL dan El langsung mendekap tubuh adiknya itu.
“Daddy kok jahat bang” rengek Ay dalam pelukan kedua abangnya.
Al terus mengelus punggung dan kepala Ay dengan lembut, membiarkan adiknya itu terus menangis sambil mengeluhkan segala permasalahannya.
.
Deon masuk ke dalam kamar putri kesayangannya, dilihatnya kedua saudara kembar Ay menemani Ay tidur. Dengan lembut Deon menyelimuti ke tiga anaknya yang tertidur di dalam satu ranjang yang sama di mana ay berada di tengah tengah kedua abangnya.
“Maafkan Daddy ya sayang” gumam Deon pelan sambil mengelus kepala ay dengan lembut.
...🐹🐹🐹🐹🐹...
Pagi itu Ay turun dengan matanya yang terlihat bengkak.
“heii anak gadis mentang-mentang udah libur sekolah, turunya siang ya” tegur Deon.
Ay melirik sekilas ke arah daddy nya mendengus pelan, lalu berlalu begitu saja tanpa memperdulikan dua orang yang sedang bersama daddy nya.
“ay, sini dulu, daddy mau kenalkan kamu dengan Theo” ujar Daddy Deon.
Ay Kembali menatap deon dengan sinis, “udah berapa kali Ay bilang! Ay gak mau dijodohkan!” pekik Ay, dia langsung berjalan cepat menuju taman dekat samping rumahnya.
Deon tersenyum ketika melihat Ay berlalu meninggalkannya.
“daddy masih mau menjodohkan AY? Liat tu anaknya ngambek lagi gara-gara daddy” tanya Al sambil duduk didekat Deon, “hai om apa kabar?” sapa Al pada angga sahabat papanya.
“om baik, bagaimana kabar kamu?” tanya balik Angga.
“buruk om, dari tadi malam tema di rumah ini tentang perjodohan terus, pusing Al jadinya, seperti kami ini gak bisa memilih pasangan yang baik untuk diri kami” keluh AL, sambil sesekali melirik daddy nya bermaksud menyindir secara tidak langsung.
Angga tertawa pelan, “Bukan menjodohkan, ini anak oom pengen kenalan aja sama Ay, habis dia penasaran sama anak gadis yang selalu Sky ceritakan padanya” ucap angga sambil menepuk pelan bahu Theo.
“Hai, AL salam kenal ya” sapa Theo.
“Salam kenal juga” jawab AL dengan senyum seadanya.
“Mana EL? Om dengar dia akan kuliah di jogja?” Angga melirik kea rah tangga dan tidak melihat EL akan turun juga.
AL mengguk, “Iya om, dia akan kuliah di sana”.
“loh kenapa gak langsung di luar negri saja sekalian kalau mau jauh-jauh” tanya angga.
“Takut lebih bahaya di sana om, di sini aja kami masih sering di buru padahal kami hanya anak pengusaha nomor satu se asia, apa lagi di sana pasti akan lebih parah, kami gak mau buat mommy makin cemas, lagi pula kalau di sini kami masih mudah menghubunginya, tidak terlalu jauh” jelas AL.
“Benar juga sih, di sana terdengar suara tembakkan sudah biasa, dan lawannya lebih sulit, kecuali memang ada dekingan mafia, mungkin bisa” Angga menagguk setuju dengan pemikiran AL.
“tapi pendidikkan di luar negri lebih bagus, disbanding disini” Theo ikutan beropini.
“memang benar, namun saat ini prioritas kami adalah menjaga ketenangan mommy dan daddy yang sampai sekarang masih takut kami di culik, mungkin S2 akan kami pertimbangkan untuk di luar negri” jawab AL sambil sesekali melirik Deon.
Pria itu hanya tersenyum saja tidak mau ikut berbicara tentang masalah itu. “Al panggil Ay sana, suruh sarapan dulu” perintah Deon.
“ba_”
“om, boleh theo aja yang panggil?” ucapan AL dipotong langsung oleh theo, pria itu dengan cepat berdiri dari kursinya.
“Theo, om sudah peringatkan sebelumnya kan?” Deon mengingatkan kesepakatan mereka berdua.
“Iya om, tapi bukannya om juga memberikan kesempatan pada Theo, jadi bolehkan Theo memanfaatkan kesempatan itu”.
Deon hanya menggidikkan bahunya, “yah terserahmu, asal jangan menggunakan cara licik” ujar deon dengan sedikit penekanan.
...🐸🐸🐸🐸🐸...
Ay duduk termenung menatap hamparan pohon dan bunga-bunga yang ada ditaman itu. Sementara Theo terus memperhatikan gadis kecil itu dari jauh. Sebenarnya Theo sudah menyukai Ay sejak pertama Deon cerita padanya, dia sudah jatuh cinta pada Ay, dan theo yang menawarkan dirinya sendiri sebagai bahan pancingan untuk kembalinya Brian, Theo sangat berharap brian tidak mengambilumpan itu agar dia bisa bersama Ay.
“ehem” Theo berdeham pelan di dekat Ay.
Ay menoleh sebentar lalu Kembali menatap kea rah taman. “Ada apa?” ketus gadis itu.
“Boleh aku duduk dekat sini?” tanya Theo.
“duduk aja, ini tempat umum” jawab Ay masih dengan nada ketusnya.
Theo melirik Ay sekali lagi yang masih tetap tidak mau menatapnya, Theo tersenyum miris, dia berharap Ay bertemu dengannya lebih dulu agar bisa dengan lebih mudah meluluhkan hati gadis itu.
“Aku tau, kamu tidak suka dijodohkan denganku” Theo memulai pembicaraan.
“kalau tau kenapa masih mau terima?!” gerutu Ay,masih tidak mau menatap Theo.
“Karena aku tertarik padamu” jawab Theo langsung, dia tidak ingin berbasa-basi didepan Ay.
Ay menoleh sekali lagi, mata ay dan mata Theo saling bertautan dalam waktu 3 detik, lalu ay Kembali memutuskan kontak mata mereka dengan Kembali menatap lurus kedepan.
“Aku tidak tertarik padamu” tegas Ay.
“Kenapa? Bukankah aku juga tampan?” tanya Theo.
“karena kamu bukan Brian! Aku hanya akan jatuh cinta pada Brian” kekeh Ay.
“Apa yang kamu suka dari pria itu?” tanya Theo lagi.
Ay Kembali menolehkan wajahnya menatap sekilas Theo, “kenapa? Mau berubah seperti Brian?”
Theo mengangguk pelan, “ya akan aku coba jika aku bisa”.
“mencintai seseorang tidak perlu alasan kenapa mencintainya, hanya tau kita menyukai orang itu dan mencintai orang itu bagaimanapun dia, jika menyukainya karena tampan, kaya atau yang lainnya itu bukan cinta, dan jika berubah demi orang yang kamu sukai itu juga bukan cinta tapi perjanjian, sayangnya tidak ada perjanjian dalam cinta, kalaupun ada jika alasan perjanjian itu hilang, maka cinta akan musnah” ungkap Ay.
“bagiku berusaha mendapatkan cinta seseorang itu adalah kebanggaan, bagaimana jika kita berteman?” tawar Theo lagi.
Ay menggeleng pelan, “tidak mau” jawab Ay tegas. “kau akan semakin jatuh cinta padaku” lanjut gadis itu lagi.
“Itu adalah urusanku, jadi bagaimana? Apa mau berteman?” Theo menyodorkan sebelah tangannya agar dijabat oleh AY.
“Tidak mau” Ay masih tetap keras kepala dengan keputusannya.
“Kenapa? Takut jatuh cinta padaku setelah berteman denganku?” ledek Theo.
Ay menggeleng pelan, “bukan itu, tapi aku menjaga hati yang mungkin akan tersakiti jika aku menerima tawaranmu” jelas Ay.
“Dia sangat special ya, bahkan aku tidak bisa hanya sekedar berteman denganmu, kalau dia menyayangimu kenapa dia pergi meninggalkanmu?” sindir Theo.
Ay kini emosi dengan ucapan terakhir Theo, dia juga kesal dengan brian yang tidak menampakkan diri juga, dia takut semakin lama Brian tidak Kembali daddy deon akan Kembali menjodohkan dirinya dengan pria itu.
“Bukan urusanmu!” ketus Ay, gadis itu sudah tegak dari duduknya, berlalu meninggalkan Theo yang hanya bisa menatap sendu punggung Ay yang mulai menghilang secara perlahan.
...🦊🦊🦊🦊🦊...
Satu dulu ya, nanti kalau author masih sempat bakal author buat lagi chapter selanjutnya tapi kalau gak sempat besok aja ya, author masih sibuk di kantor ini.
makasih sudah nungguin novel ini ❤❤
bonus pict
ini dia theo anak angkat angga
kalau ini mafia ganteng kita Brian