
Pegi harinya Ay sudah merengek untuk pulang karena memang dia tidak suka berada dirumah sakit terlalu lama.
Untung saja semu persiapan sudah dirapikan johan dan dokter cantik siren.
“sayang, kapan kita kasih tau mommy dan daddy tentang kehamilan mu?” tanya Brian sambil mengelus sayang perut rata ay, saat ini kedua orang itu sedang dalam perjalanan menunju rumahbesar milik keluarga brian.
Ay menatap wajah suaminya yang sangat tampan itu. “nanti aja kalau sudah lewat tiga bulan aku mau kasih kejutan buat mereka berdua” ujar ay.
“kalau daddy George?” tanya brian.
Pikiran ay langsung teringat pada melani begitu brian mengatakan daddy George, “kak, daddy George masih bersama melani ya? Kenapa daddy sangat sayang melani ya kak?” entah kenapa pertanyaan itu langsung keluar dari mulut ay, mungkin saja karena dia sedang hamil jadi hormone ibu hamil kebawa olehnya.
“Bagi daddy George melani seperti putrinya sendiri, dulu aku hampir punya adik perempuan tapi meninggal bersama mommy, adikku yang berada diperut mommy tidak bisa lahir, dia ikut tiada bersama mommy, makanya daddy yang kehilangan mommy dan putrinya begitu terpuruk tapi melani terus berusaha menghiburnya, menjadi seperti seorang anak perempuan bagi daddy, melani yang mengisi kekosongan daddy akan putrinya” jelas Brian.
“emangnya ay gak bisa jadi anak daddy?” lirih ay.
Brian mencium kening ay dan mengelus bahu gadis itu, membiarkan gadis itu bersandar padanya, “maafin daddy ya, dan juga maaf kakak udah bicarain tentang daddy, jangan kamu pikirkan daddy George lagi ya” lirih Brian. Dia mengelus bahu Cessa, dalam hati pria itu mengutuk daddynya yang terus berada disisi Melani, dan malah membawa melani ke Indonesia.
Ay tidak menjawab gadis itu hanya mengangguk pelan.
...🐻🐻🐻🐻🐻...
Dokter Johan dan dokter siren menyambut kedatangan ay.
“heii ibu hamil gak boleh mukanya cemberut gini” goda Johan, karena begitu ay turun dari mobil wajah gadis itu langsung ditekuk.
“gak apa om ay lagi capek” jawab ay singkat.
Johan menatap brian dan bertanya melalui tatapan mata.
“nanti” jawab brian tanpa suara.
“kak, panggilkan abang al, ay pengen makan ikan bakar di suapi abang” ujar ay dengan suara pelan.
“baik sayang, kita ke kamar dulu ya” brian mendorong kursi roda ay menuju lift diikuti Johan, siren dan seorang suster yang sudahbrian siapkan.
Begitu sampai di kamar, Johan langsung memasang infus di tangan ay, dan memberikannya obat.
.
“jadi kenapa ay seperti itu?” tanya Johan begitu ay sudah tertidur akibat obat yang masuk dalam tubuhnya.
“Daddy, aku gak tau menyebut nama daddy George akan membuatnya begitu sedih” jawab brian.
“aku gak tau hanya menyebut nama daddy George akan membuat dia sedih, tapi untuk ke depannya jangan ada penyebutan nama daddy George, kita jaga kondisi Kesehatan ay, kau tau bri, kondisi kehamilan ay saat ini sangat berpengaruh dengan emosi dan pikirannya, aku takut sesuatu yang buruk terjadi jika ay terlalu banyak berpikir dan tertekan” ujar Johan, sebenarnya dia mendapatkan keanehan saat memeriksa kandungan ay sebelum pulang kerumah, sejak itu johan tidak ingin sahabatnya itu bersedih makanya dia akan berusaha membuat kelainan dalam kehamilan ay hilang.
“Kau benar, untuk kedepannya jangan ada yang menyebut daddy George di depan ay” ujar brian.
‘tok tok tok’ kedatangan salah satu maid mengintrupsi pembicaraan kedua pria itu.
“ada apa?” tanya brian dingin.
“ada tuan muda Danial di depan tuan” ujar maid itu.
“makanan istriku sudah siap?” tanya brian.
“semuanya sudah siap tuan” jawab maid itu lagi.
“ya sudah suruh simpan saja dulu, ay masih tidur” ujar brian, dia langsung tegak dan mengajak Johan untuk beremu dengan al.
.
“kelelahan? Kelelahan harus istirahat sampai dua minggu? Kelelahan seperti apa itu?” sindir AL, dia sama sekali tidak takut menyindir seorang ketua mafia.
“tenang lah AL, ay memang hanya kelelahan, dan ada sedikit masalah dengan kandungannya, makanya aku menyuruh dia harus bed rest selama 2 minggu” johan yang menjawab pertanyaan menyindir dari AL.
Aurora yang sejak tadi duduk disebelah Al, mengelus lengan al dengan lembut, membuat pria mud aitu agak sedikit tenang, “Ya udah mana ay? Katanya dia mau makan di suapi abangnya” suara Al terdengar pasrah.
“Masih tidur, nanti kalau bangun kita akan diberitahu” ujar brian.
.
Sekitar 2 jam ay tertidur dan langsung di suapi AL untuk makan. Ay menatap abangnya lalu menatap brian.
“kak, ay boleh minta sesuatu gak?” tanya ay pada brian.
“apa sayang minta apapun akan kakak kabulkan” jawab brian.
“harus itu, udah buat adek gue bunting ya harus terima disuruh-suruh” celetuk AL, sambil menyuapkan makanan ke dalam mulut ay.
“Ay pengen makan rujak manga muda” ay menyampaikan keinginannya dengan sangat lancar, dia sudah tidak memikirkan tentang daddy George lagi.
“tentu saja, kakak akan buatkan sebanyak apapun yang kamu mau” jawab brian, baru saja dia mau menghubungi bobby, tangannya terhenti karena ucapan yang keluar dari mulut istri cantiknya itu.
“Ay pengen mangganya om jojo sama om lala yang ambil di atas pohon” ucap ay.
Al langsung tertawa terpingkal-pingkal, dulu dia pernah dengar cerita dari ara, saat Ara mengandung dirinya, yang kesusahan adalah uncle Axel bukan daddy nya, sepertinya kebiasaan itu turun pada ay.
Johan yang namanya disebut langsung melongo dan menatap horror pada Brian.
“gue gak bisa manjat bro” serunya.
“Udah dicoba aja, ntar gue panggil Lala dan lele buat kesini” brian sudah terbiasa dengan panggilan baru yang dibuat oleh istrinya untuk ketiga temannya itu.
.
Tidak sampai 10 menit Lars dan Leon datang ke rumah Brian, mereka kebetulan berada di markas yang dekat dengan rumah brian.
“Ay katanya rindu pengen ketemu om lars, jadi sekarang om datang dengan cepat” seru Lars dengan tawa Bahagia, dia memang tidak di kasih tau alasan untuk datang karena disuruh manjat pohon.
“iya ay pengen om lala sama om jojo ambil manga muda di pohon” ujar ay dengan mata yang berseri seri.
Dalam hitungan detik Lars langsung berbalik namun sayang dia tidak tau kalau Leo sudah mengunci pintu kamar itu dan Lars tidak bisa lari lagi.
“Lele! Gue gak bisa manjat! Mana kuncinya!” pekik Lars.
“Kak~” ay menatap brian dengan mata lesunya.
“Lakukan Lars , johan!” suara brian terdengar seperti perintah, namun masih belum mampu membuat johan dan lars untuk menyetujui permintaan ay.
Bobby mendekat ke arah johan dan Lars, mengambil lengan mereka berdua, “Tuan muda sebaiknya mengikuti kemauan nona, atau tuan brian akan memberikan hukuman buat kalian” bisik bobby, dia menunjukkan pesan singkat yang diberikan brian padanya.
“segera suruh mereka untuk memanjat atau aku jatuhkan mereka berdua ke dalam jurang!” pesan yang diterima bobby untuk eksekusi kedua sahabatnya.
“mau pilih yang mana tuan muda? Jatuh dari pohon manga atau jatuh dari tebing?” bisik bobby lagi.
...🦊🦊🦊🦊🦊...