
“Alex, apakah brian tidak mengontak kita sama sekali?” tanya daddy George pada asistennya itu.
“Tidak tuan, tuan muda benar-benar memutuskan hubungan kita dengan dirinya, tuan muda benar-benar marah pada tuan besar” ucap Alex asisten daddy George.
Daddy George menunduk, “aku sadar telah salah sekarang, aku dibutakan oleh kasih sayangku pada melani, dan rasa persahabatanku, aku membuat putraku membenciku, apa yang harus aku lakukan sekarang lex?” ucap daddy George sendu.
“Bagaimana jika tuan meminta maaf pada tuan muda dan nona muda?” usul alex.
Daddy George menggelengkan kepala, “tidak mungkin, aku tidak bisa melakukan itu” ucap daddy George, ego pria iu masih tinggi, diamasih tidak mau meminta maaf atas apa yang telah terjadi. “bagaimana dengan melani? Apa dia masih mencoba membunuh dirinya?” nada suara daddy George kini terdengar dingin.
“Tidak tuan, kedua orang tua melani terus memberikan dorongan padanya, bahwa tuan akan mengabulkan permintaannya untuk menculik cucu tuan” jawab Alex.
“Cucu ku?” daddy George sedikit merasa ada yang menyengat jantungnya begitu mendengar ucapan cucu nya. “apakah aku masih bisa dibilang seorang granpa? Aku berniat menculik cucuku sendiri dan memebrikan pada melani agar menciptakan monster satu lagi seperti brian, aku tidak tau apakah aku masih bisa disebut seorang granpa, aku saja tidak tau dia pria atau wanita” daddy George tertawa miris mengingat nasibnya, nasib seorang pria yang ditinggalkan anak kandungnya sendiri.
“Apa tuan akan tetap melaksanakan itu? Penculikan itu?” tanya alex.
George terdiam dia menyandarkan kepalanya kebelakang, dan memejamkan matanya sejenak, “entahlah, setidaknya aku hanya ingin melihatnya, aku yakin brian akan bisa menjaga mereka, sekarang aku akan menanggung semua konsekuensi dari ucapanku, aku akan menjaga putri angkatku, mengenai penculikan aku tidak ingin melakukannya, jika melani tetap melakukan itu aku yang akan menghabisi nyawa putriku sendiri” ucap daddy George dingin.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
Tidak terasa kehamilan ay sudah memasuki bulan ke 8, selama ini ngidam ay tidak pernah yang sangat menyusahkan, brian dan deon masih bisa mengatasi semua ngidam gadis itu, dan ay juga tidak pernah keluar dari dalam mansion, tapi hari ini adalah ngidam yang hampir mirip dengan ngidam yang dulu pernah ara rasakan, ay ingin bermain ditaman bermain bersama daddy nya, brian, AL dan juga teman-teman brian.
Itu adalah ngidam terberat bagi brian, karena ay harus keluar dari mansion menuju taman bermain.
Ini karena ara tidak sengaja menceritakan tentang masa mengidamnya dengan ay, jadi ay tiba-tiba meminta brian untuk pergi ke taman bermain bersama orang-orang yang ay inginkan.
“Dad, bagaimana ini?” brian meminta solusi pada daddynya, dia tidak mau membiarkan ay keluar, walau memang bersamanya tapi kandungan ay saat ini telah memasuki usia 8 bulan, brian akan semakin takut terjadi sesuatu pada ay.
“lakukan saja, bukankah kau telah memasang mata-matamu pada pak tua itu, minta dia terus mengawasi pak tua itu, daddy tidak mau ya cucu daddy sampai ileran karena keinginannya tidak dipenuhi” ancam Deon pada brian.
“Bukan tidak mau dad, daddy bayangkan ibu hamil ma unai rolercoster yang benar saja, bisa keluar mendadak anak brian diatas nanti!” keluh brian.
Deon tertawa pelan, “bukan dia yang naik tapi kita” helaan nafas Deon terdengar berat.
“apa maksud daddy?” tanya brian bingung.
“kita yang akan naik wahana extream itu berulang kali, hingga si ibu hamil puas, baru setelah itu ngidamnya selesai” keluh Deon, dia mengingat saat-saat Ara ngidam dan itu adalah saat saat yang paling sulit. Deon menepuk bahu brian pelan, “daddy akan membantu mengerahkan para bodyguard daddy, dan kamu juga, bukankah kamu punya wahana taman bermainmu sendiri sewa tempat itu untuk satu hari, dan biarkan putri daddy puas dengan acara ngidamnya” tambah deon berusaha mengingatkan brian bahwa saat ini ay sedang mengidam dan itu setidaknya harus dilakukan.
“lakukan saja brian, selama ini ay selalu di dalam mansion ini, dia pasti bosan dengan keaadaan mansion, mau sampai kapan kami naik pohon dan bercosplay menjadi monyet? Hingga kami sudah mahir memanjat pohon sekarang?” tanya Johan, memang benar yang dikatakan johan, johan, lala daddy Deon sudah beberapa kali berperan menjadi topeng monyet bagi ay yang sedang bosan dan tidak mau makan, untung saja semakin hari mereka semakin jago memanjat, jadi sudah tidak sekaku saat pertama kali naik.
Brian menatap sahabatnya itu lalu menatap daddy Deon ada perasaan takut didirinya, padahal dia adalah seorang ketua mafia, brian tau dia bisa menjaga ay, tapi entah kenapa dia masih takut wanita gila itu berniat mencelakai ay, selama wanita gila itu masih hidup brian tidak akan pernah tenang.
“baiklah, dad maaf menyusahkan bisakah bodyguard daddy juga turun tangan?” tanya brian.
“ya sudah, besok kita berangkatnya, kalau sekarang waktunya tidak akan cukup untuk persiapan” ucap daddy Deon.
...🐯🐯🐯🐯🐯...
Daddy George sedang menunggu melani sedang Latihan berjalan bersama kedua orang tua melani. Ketiga orang tua itu tampak tersenyum melihat melani yang memiliki kemauan keras untuk segera bisa berjalan.
“melani sangat bersemangat begitu membayangkan dia yang akan mengajarkan anaknya berjalan” komentar mommy melani begitu melihat anak gadisnya yang terjatuh lalu kembali berusaha berdiri dibantu suster.
“anak? Anak siapa?” celetuk George pada mommy melani.
“tentu saja cucu yang akan kamu culik, kamu tidak lupa kan janji akan menjadikan anak itu anak dari melani? Semoga saja itu seorang putra jadi bisa menjadi penerus klan mafia mu” ucap daddy melani.
“hahahha” daddy George tertawa kecil lalu menggelengkan kepalanya. “benar aku berjanji akan menculik, tapi kalian pikir menculik dari brian itu mudah? Sudah ada banyak orang yang aku kerahkan untuk memasuki mansion Brian tapi tidak ada satu orangpun yang kembali padaku, bagaimana caranya aku menculik, kalian jangan lupa, brian adalah seoang ketua mafia, dia yang telah mengalahkan musuh bebuyutanku yang tidak pernah bisa aku kalahkan, kalian pikir menculikdari ketua mafia itu mudah?” tanya Daddy George.
“bagaimana jika kita meminta bantuan mafia lain, Kerjasama untuk mendapatkan bayi itu” celetuk mommy melani.
“apa imbalannya? Bekerjasama tentu saja ada imbalan, aku tidak mau membagi kekuasaanku, dan membagi hartaku untuknya” ujar daddy George lagi.
“Kyaaaa!” terdengar pekikan Bahagia melani dari tempatnya belajar berjalan. Daddy George dan kedua orang tua melani langsung berlari menghampiri melani.
“ada apa sayang? Kakimu sakit lagi?” tanya mommy melani khawatir.
“Bukan itu mom, aku dapat kabar kalau danaya telah keluar dari kediaman mewahnya, daddy culik dia sekarang!” pinta melani sambil menatap mata daddy George yang sedang melotot bingung dari mana wanita itu mengetahuinya. “tadi aku dapat info dari orang yang menunggu diluar mansion besar itu, dan orang itu menghubungiku katanya ada beberapa mobil mewah keluar dari kediaman itu, aku yakin itu ay dad! Culik dia!” pinta melani lagi.
...🐺🐺🐺🐺🐺...
bonus pict
ada yang kangen dengan ibu hamil kita ?
jangan lupa like, vote, dan hadiahnya ya
terima kasih 😘💕😘💕 love you all