
“Bagaimana bayi brian? Dia tidak apa-apakan?” tanya daddy george pada asistennya, pria itu sangat cemas begitu mendengar ay dan bayi nya masuk rumah sakit, dia baru mengetahui itu karena ay keluar dari mansionnya dan masuk kedalam rumah sakit, daddy george hanya bisa memantau dari jarak jauh, walau sangat penasaran bagaimana wajah putra brian, dia tidak mampu untuk mendekat, kerena dirinya sudah putus hubungan dengan brian.
“Saya masih belum dapat info tuan, akan segera saya cari tau tuan”jawab Alex asisten daddy george.
Daddy george tampak cemas, “dulu brian juga dalam kondisi kritis saat lahir” gumam daddy george, pria itu mengenang kembali kelahiran putranya yang telah lama dia lupakan, dia baru ingat saat itu pria itu menangis untuk pertama kalinya saat brian lahir.
“Tuan, melani dan keluarganya menghilang bersama Jonny” lapor salah seorang asisten daddy george.
Daddy george tersenyum kecut, “ternyata mata-mata Brian adalah Jonny pantas brian tau setiap gerakan yang telah aku lakukan” ucap daddy george.
“Apa yang akan kita lakukan tuan?” tanya alex kini.
Daddy george menggelengkan kepala, “dulu aku sudah berjanji jika dia berniat melakukan sesuatu lagi pada ay, aku akan membunuhnya dengan tanganku, aku telah melupakan janji itu saat aku pertama kali menyelamatkan nyawa gadis itu, biarlah mungkin memang ini akhir gadis itu” ucap daddy george sedih.
Alex menatap george yang menatap pemandangan malam dengan sendu, seharusnya pria tua itu juga ikut bahagia akan kelahiran cucu nya, tapi karena kesalahan yang dia buat, pria itu sekarang hanya sendiri membayangkan bagaimana rupa cucunya.
“Saya dengar cucu anda laki-laki tuan” ucap alex berusaha memberikan semangat pada George agar tetap bahagia.
“syukurlah aku harap brian bisa menjadi daddy yang baik tidak sepertiku” gumam daddy george, pria tua itu hanya menatap sendu bintang-bintang di langit malam.
...🐯🐯🐯🐯🐯...
EL membuka pintu kamar inap ay dengan tergesa-gesa.
“Abang?!” pekik Ay begitu melihat wajah EL didepan pintu.
Pria itu tersenyum dan berlari memeluk ay. “bagaimana keadaanmu dek?” tanya EL, dia baru mengetahui kabar kelahiran baby Ray pukul 4 pagi, untung saja keluarganya punya jet pribadi yang bisa digunakan kapan saja, EL langsung menggunakan jet pribadi keluarganya begitu mendapat kabar itu, dia bahkan lupa untuk memberitahu kekasih hatinya bahwa dia pergi karena ay melahirkan.
“Ay merindukan kakak, ay sehat kok” jawab ay masih sibuk memeluk saudara kembarnya itu.
“Mana keponakan ganteng abang?” tanya EL.
“Itu sama oma” tunjuk Ay, baru saja El mau mendekati baby ray, mommy ara lebih dulu membuat El menghentikan langkahnya.
“Gitu ya, udah lama kuliah di luar kota, sekali pulang yang pertama dipeluk adik kembarnya, lalu keponakannya, mommy nya kapan” sindir Ara dengan wajah masam.
El terkekeh lalu berbalik memeluk mommy ara, “maaf mom abang gak nampa mommy tadi” ucap EL sambil memeluk ara dan mencium pipi wanita tiga anak itu.
“Jangan lama-lama peluk dan ciumnya milik daddy itu kamu cari sendiri yang bisa lama-lama” sindir Deon.
“masih sama aja dad, gak berubah” ledek EL, dia mendekati daddy deon saat pria itu merentangkan kedua tangannya hendak memeluk EL, pria itu malah berbalik menuju keponakan tampannya.
“EHHH sontoloyo!” geram daddy deon, karena di kacangin oleh putranya sendiri.
Semua orang yang ada di sana tertawa melihat wajah kesal Deon.
“hai ponakan tampan uncle” sapa EL pada bayi mungil yang sedang di gendong oleh oma. El tersenyum menatap wajah Ray, lalu pandangannya teralihkan pada bian dan ay, “mirip abang brian seluruhnya, kamu gak ada nyumbang dek?” kekeh EL.
“itu bibir sama mata lentiknya mirip ay kok” elak ay, dia tidak mau kalah dari brian, sementara itu Brian hanya mengangguk mengiyakan ucapan ay.
“mau coba gendong?” tanya oma.
“Apakah boleh?” tanya EL.
“Tanya sama orang tuanya dulu” oma menyuruh EL izin dulu pada orang tua dari Ray.
EL menatap Brian dan Ay secara bersamaan, “apakah boleh?” tanyanya lagi.
Setelah itu Ray telah berpindah ke tangan EL, pria dingin itu yang biasanya jarang tersenyum dan berbicara telah tersenyum menatap Ray.
“lo berani ya, gue gak berani sedikitpun” ujar AL sambil memegang bahu EL.
“Harus di beraniin, gue yang bakal lamagak liat dia soalnya gue tinggal diluar kota” ucap EL, mata pria itu masih menatap Ray yang terus memejamkan matanya.
“Abang udah cocok tu jadi daddy, kapan nikah bang EL?” celetuk Johan yang kebetulan ada disana.
“Doakan secepatnya menyusul ya, om” balas EL dengan santai.
“Emang udah ada calonnya?” sindir Johan lagi.
El melirik pada mommy ara sekilas lalu kembali menatap baby Ray, “belum ada, masih mencari” jawab EL.
“Kalau abang EL itu masih lama lagi nikahnya, sulit cari pasangan buat aban el itu” mommy ara ikutan berbicara.
“Emang apa aja kriteria untuk menjadi calon menantu mommy ara?” tanya johan.
Kini mata Al dan EL menatap kearah mommy nya dengan intens.
“Hmm yang paling penting anaknya baik, tidak bermuka dua, cantik, dan berpendidikan” jawab mommy ara.
EL menatap Johan meminta johan kembali bertanya pada mommy nya lebih spesifik.
Seolah mengerti johan mengangguk pelan, “yang lebih spesifik dong mi, banyak loh orang dengan krteria seperti mommy katakana, kalau abang EL itu mommy inginnya dapat jodoh seperti apa?” tanya Johan lagi, dia mengedipkan sebelah matanya kepada EL setelah bertanya dengan mommy ara.
“hmm, yang pastinya sayang sama abang EL, baik, bisa memasak, dan pintar” jawab Ara lagi.
“kalau umur mom?” celetuk Ay, dia tau abangnya ingin memperkenalkan wanita pujaan hatinya pada keluarga besarnya.
“tentu saja seumuran atau kurang dari abang” jawab mommy ara cepat.
“kalau stok yang seperti kriteria mommy sudah habis yang seumuran dan dibawah abang, adanya Cuma di atas abang, boleh gak mom?” tanya ay lagi.
“gak boleh! Enak aja abang nikah sama tante tante” tolak Ara cepat.
“gak tante-tante mom, Cuma beda beberapa tahun saja” ucap EL, pelan.
Ara mengernyitkan keningnya begitu mendengar ucapan yang keluar dari mulut putranya. “Abang ada suka cewek lebih tua dari abang ya?” selidik Ara.
“Gak gitu mom, abnag kan Cuma tanya” elak EL dia masih takut mengaku karena jikadia mengaku dia belum yakin mommy ara akan menerima wanita yang dia sukai, seperti tadi saat ay bertanya mommy ara dengan cepat menolaknya, seolah yang menentukan hidup abang EL adalah mommy ara.
“Cuma beda beberapatahun tidak bisa dikatakan tante mom” celetuk AL, dia ingin lihat bagaimana reaksi mommy ara.
“tetap gak boleh, bisa aja kan dia Cuma manfaattin abang, pokoknya gak boleh” tolak Ara.
“Ta_” El tidak jadi melanjutkan ucapannya karena melihat daddy deon yang menggeleng pelan padanya.
“Mom, Cuma beberapa tahun apa bedanya kalau mommy dan daddy, berate daddy bisa dibilang pedof*l karena suka sama anak kecil” celetuk Ay, dia ingin membantu abangnya untuk memperkenalkan kekasihnya pada keluarga besar.
Ara semakin mengernyitkan keningnya bingung, dia muai merasa ada sesuatu yang disembunyikan si kembar padanya.
“kalian menyembunyikan sesuatu dari mommy?” tanya Ara penuh selidik.
...🐰🐰🐰🐰🐰...