My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 109. Monsternya Jinak



📲 "Kau takut pada brian?! kau tidak takut aku akan membuat mu masuk penjara?!" pekik Melani dengan emosi yang sudah memuncak, hanya Leonardo satu-satunya yang bisa membantunya saat ini, tidak ada yang bisa membantunya lagi, selain itu, dia tidak punya banyak kenalan ketua mafia.


📲 "Penjara? hahahaha lebih menakutkan Brian dari pada penjara! silahkan saja jika kamu bisa menangkap ku, aku tidak peduli, silahkan cari orang yang mau melawan brian akan aku berikan uang 50 milyar untuk orang itu" ledek Leonardo, setelah itu sambungan telepon itu mati secara sepihak.


Melani langsung membanting ponsel di tangan nya, dengan keras, dia berteriak dan menarik rambutnya frustasi membuat kedua orang tuanya semakin sedih melihat keadaan putri kesayangannya itu.


"Tenanglah sayang, walau bukan sekarang kita akan mengambil bayi mu nanti, biarkan dia besar dulu di dalam perut wanita itu, jika saatnya tiba daddy akan mencari cara bagaimana cara menculik bayi mu" ujar daddy Melani berusaha menenangkan putrinya.


untung saja Melani menjadi tenang dan tidak terlalu histeris lagi.


"daddy janji ya, bakal cari cara buat mengambil anak Melani dari wanita itu" rengek Melani dalam pelukan mommy nya.


"iya daddy janji" ucap daddy Melani cepat. "Sekarang kamu harus fokus sama kesehatan kamu, biar bisa lari-lari bareng putra kamu" tambah pria itu lagi agar Melani semangat menjalani pengobatan nya.


...🐺🐺🐺🐺🐺...


Ay bersenandung ruang selama perjalanan, dia terus melihat ke arah jalanan dan sesekali gadis itu melihat suaminya dengan senyuman lebar.


"Kamu senang sayang?" tanya Brian, pria itu ikut tersenyum melihat senyum ay.


Ay mengangguk cepat dan semakin memperlebar senyuman nya. "Makasih kak" ucap ay bahagia.


"Sini, jangan liat-liat luar terus, nanti pusing" Brian menyuruh istrinya itu untuk masuk ke dalam pelukannya. Dengan senang hati ay mengangguk dan duduk semakin menempel pada Brian.


“Kak, nanti ay boleh naik apa aja kan?” tanya Ay sambil menatap mata brian dengan berbinar-binar.


Brian menggeleng, “hanya boleh wahana yang tidak extream, kalau yang extream nanti saja setelah abang lahir aja” brian sekarang lebih suka memanggil bayinya dengan panggilan abang, karena dia tidak berencana hanya mempunyai satu anak, dia ingin memiliki anak yang banyak, jadi keluarganya tidak sepi seperti dirinya.


Ay cemberut dan memalingkan wajahnya dari wajah brian, membuat brian semakin gemas melihat tingkah ibu hamil itu.


“abang, ni mommy nya ngembek, nanti aja ya pas abang lahir kita main wahana extreamnya” brian lebih memilih berbicara pada perut ay dari pada membujuk ibunya, lebih baik membujuk anaknya. “abang mau dimasakin makanan enak gak? Nanti daddy masakin yang banyak apa aja yang abang pengen daddy turuti” tambah Brian lagi.


“termasuk ice cream?” celetuk ay.


Brian mengulum senyumnya pancing sudah ditangkap, “termasuk ice cream” ucap brian sambil menatap mata istrinya. Mending ay banyak makan ice cream dibanding ay naik wahana extream, itu menurut brian.


“Oke deal!” seru ay dengan riang.


Dari arah tempat duduk depan bobby tersenyum melihat wajah tuan mudanya yang terus tersenyum dan bahagia, Monster telah jinak dan yang menjinakkannya itu adalah seorang gadis kecil, sebenarnya tidak bisa dikatakan gadis kecil lagi, karena sebertar lagi gadis kecil itu akan melahirkan seorang anak.


‘Ting’ pesan masuk diterima Bobby kedalam ponselnya, dengan segera pria itu melihat dan mendengarkan rekaman yang dikirimkan oleh Jonny. Bobby memang sengaja memai earphone agar bisa langsung mendengar apa yang dikirimkan jonny, dia tidak mau ay mendengar rekaman itu juga.


Brian sedikit melirik Bobby di kursi depan, tapi pandangannya kembali memperhatikan istrinya dengan senyum lebar, brian yakin ada suatu masalah tapi dia akan menyerahkan itu semua pada bobby hari ini dia ingin membahagiakan istri dan anaknya, masalah daddy george dan melani akan dia pikirkan nanti.


...🙉🙉🙉🙉🙉...


“mom, habis ini naik yang itu ya” tunjuk ay pada roler coster menyeramkan di depannya.


Ara meneguk salivanya, dia sama sekali tidak sanggup menaiki wahana extream itu. “Siapa yang naik sayang?” tanya Ara dengan pelan, dia berharap Ay tidak menyebutkan dirinya kedalam daftar keinginan gadis itu.


Ay memukul mukul jarinya ke dagu untuk memikirkan siapa saja yang menaiki wahana itu. “Daddy, kak brian, abang, om lala, om jojo, om lele, bobby” ucap ay.


Al bersorak bahagia dalam hati, karena namanya tidak disebutkan oleh ay, dia sangat lemah dengan yang begituan.


“Ahh! Ada yang lupa! Abang al juga!” pekik ay.


Wajah al yang tadinya bahagia langsung berubah murung begitu ay menyebutkan namanya.


“yess!” sorak para pria yang tadi disebutkan namanya.


“Dad! Kenapa senang liat al sedih?!” gerutu abang al.


“ohh jelas kita harus merasakan semuanya bersama-sama benarkan menantu” ucap Deon meminta bantuan dari menantunya.


Brian mengangguk dan menyetujui ucapan mertuanya itu.


“Cieee yang menantu dan mertua yang udah kompak” ledek Al sambil tertawa senang.


.


Ara tersenyum melihat ay yang tertawa dan bertepuk tangan melihat roler coster yang melewatinya, gadis itu begitu bahagia melihat para pria yang tersiksa menaiki roler coster untuk yang ketiga kalinya. Ara mengingat dulu ngidamnya yang seperti itu juga, dia juga merasa bahagia seperti ay, entah kenapa sekarang dia merasa kasian dengan para pria yang telah ay kerjai.


“Sayang ini memang baby yang minta kan?” tanya ara memastikan bahwa itu permintaan baby yang ada dalam perut ay.


Ay sama sekali tidak mendengarkan pertanyaan ara, karena saat ini dia sibuk fokus melihat rolercoster itu, wajah bahagia gadis itu sudah menandakan bahwa itu memang permintaan sang bayi, ara akhirnya hanya bisa menghela nafas panjang, semoga suaminya kuat menghadapi semua itu.


.


“wwuuueeekkk wuuueeekkk” 4 orang K.O dan muntah-muntah setelah menaiki wahana itu untuk ke lima kalinya dia adalah Al, Johan, Leo, dan Lars, sementara daddy Deon, bobby, dan brian masih berdiri tegap entah mereka tumbang dalam diam entah sedang menjaga image, tidak ada yang tau tapi wajah datar ketiganya membuat orang yakin jika ketiganya masih sanggup untuk naik lagi.


Ay menatap sendu para pria yang tumbang lalu menatap brian, “Satu lagi boleh?” tanyanya pelan dengan mata yang memancar seperti kucing.


Brian membalas permintaan itu dengan mengangguk dan tersenyum hangat pada ay, pria itu mendekati ay dan memberikan ciuman sekilas pada bibir istrinya itu. “Asal kamu senang apapun akan aku lakukan sayang” brian berbalik dan menarik tengkuk Johan dan lars seperti seekor kucing, tidak hanya itu Bobby merangkul al dan Leo untuk kembali menuju tempat duduk rolercoster, sementara itu Deon hanya bisa berjalan pelan mengikuti mereka.


“Help me!” pekik Lars, tapi dia tidak dapat berbalik pergi, lebih menakutkan hukuman dari brian dibanding penderitaan yang sedang dia lakukan.


AY kembali bersorak bahagia melihat rolercoster itu kembali melesat pergi. Bagi brian cukup dengan tawa ay, akan membuat dia sanggup melakukan apapun, termasuk hal seperti itu berkali-kalipun dia akan sanggup untuk melakukannya demi kebahagian ay.


...🙈🙈🙈🙈🙈...