My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 74. Liburan berakhir



Tidak terasa waktu seminggu akhirnya berakhir, Brian dan Ay pulang ke Turki lebih dulu untuk memenuhi janjinya pada daddy George yang akan mengunjungi Melani yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di sana.


Bukan hanya itu, Brian dan ay juga ingin berpamitan dengan kedua orang tua ay yang masih berada di turki.


.


Di sinilah Brian sekarang, di kamar rawat Melani, tubuh gadis itu penuh dengan perban, bahkan bibir gadis itu masih koyak entah karena apa, dia masih hidup, dia hanya bertahan dengan selang oksigen yang menempel di hidungnya dan tanda monitor yang masih menyatakan jantung nya berdetak.


"Terima kasih sudah datang Brian, Melani pasti senang kamu datang" ucap mommy Melani sambil mendekati putrinya yang masih setia menutup mata.


"Melani, kamu pasti senang, Brian datang berkunjung, buka matamu nak, ayo buka" lirih daddy Melani.


Daddy George sejak tadi diam melihat putranya yang hanya memandang Melani dengan sinis, "punya hati juga kamu mengirimkan dokter untuk merawat Melani" sindir daddy George. memang bobby sudah melaksanakan semua perintah Brian, dia membiarkan Melani untuk kembali bernafas.


Brian tidak menjawab hanya menatap daddy nya dengan sinis.


"terima kasih sekali lagi sudah datang kesini brian" ucap mommy Melani sekali lagi.


"sudah kan! aku sudah memenuhi janjiku" ucap dingin Brian pada daddy nya.


"hanya seperti itu? setidaknya kau ajak bicara Melani, semua ini terja_" ucapan daddy George terpotong.


"sudah Brian katakan berkali-kali! bukan Brian yang memilih pasangan wanita itu! bukankah kau yang memilih nya! kau memilih karena menganggap wajah pria itu hampir mirip denganku! dan sekarang kau menyalahkan ku?! dia masih bernafas saja itu semua karena istriku! dia yang meminta aku menolong wanita ini! aku datang kesini juga karena istriku! jika bukan karena dia aku tidak sudi melihat wanita itu!" potong Brian cepat.


"tidak kah kamu kasihan melihat sahabat kecil mu seperti itu?! " daddy George berusaha mencari simpati yang mungkin masih tersimpan dalam hati putranya.


Brian mendengus dan tertawa sinis, "kasian?! sedikitpun rasa kasihan itu tidak ada dalam pikiranku" dengus brian.


"dia terancam buta dan lumpuh! kau masih tidak kasihan Brian?!" bentak daddy George sekali lagi.


"aku bahkan berharap dia mati, tapi sayang kematian bukanlah hukuman yang tepat, dia harus hidup seperti berada di neraka, itu baru hukuman" ucap Brian sinis.


"ta-tangan Melani bergerak" pekik mommy Melani yang sejak tadi bukannya melihat pertengkaran daddy George dengan Brian melainkan, menatap tubuh putrinya. "Brian, mommy mohon panggil nama melani, agar dia punya semangat hidup" sambung wanita paruh baya itu lagi.


"tidak sudi" ucap Brian dingin.


"Brian setidaknya bantu Melani dalam melakukan penyembuhan nya" ucap daddy George.


"tidak sudi" Brian kembali mengulangi perkataan nya sekali lagi.


.


sementara itu Ay menunggu Brian di luar ruangan gadis itu hanya menunduk menatap kaki dan tangannya yang saling menggenggam.


Dia tidak mau masuk bukan karena kasihan, tapi takut pikirannya berubah ingin membunuh gadis itu. Jadi ay hanya ingin berada diluar menunggu Brian yang menjenguk Melani.


"hei cantik, kenapa berdiri sendirian disini?" tanya dokter tampan itu.


Ay mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang menyapanya.


“kenapa sendirian disini?” ulang dokter tampan itu lagi.


“Kenapa tidak masuk, aku mengenal orang-orang didalam, apa kamu mengenal melani?” tanya dokter itu ramah.


Ay hanya mengangguk pelan tapi tidak menjawab.


“kenapa tidak masuk? Kamu takut kasihan melihat tubuh melani yang penuh luka ya?” tebak dokter itu, “tenang saja lukanya sudah di tutupi dengan perban jadi tidak terlihat, kamu bisa masuk kok” sambung dokter itu lagi, sejak beberapa menit yang lalu dia terus memperhatikan kecantikan ay dari jauh, dia ingin mendekati gadis cantik itu makanya dia mendekat lagi pula dia mengenal orang-orang dalam circle daddy george, jadi dia bisa minta di jodohkan dengan gadis cantik itu jika ada kesempatan.


“Bukan, aku tidak masuk bukan karena kasihan” jawab ay dingin.


Dokter tampan itu sedikit mengernyitkan keningnya bingung dengan ucapan yang keluar dari bibir manis ay.


“kalau gitu kenapa? Kamu malu masuk sendiri? Kalau gitu bagaimana masuk besamaku? Aku bukan dokter gadungan, namaku Jhonny, dokter spesialist disini” dokter jhonny mengulurkan sebelah tangannya untuk dijabat oleh ay.


Ay hanya melirik tangan itu tanpa ber ekspresi sedikitpun, wajah gadis itu terlihat seperti boneka karena tidak ada ekspresi yang keluar dari wajahnya.


“berani kau menyentuh tangan istriku akan aku potong tanganmu, Jhonny!” suara dari belakang dokter Jhonny terdengar sangat mengerikan.


“Is-istri?” ulang dokter jhonny, dia membalikkan badannya dan melihat siapa yang berbicara. “Brian?!” pekiknya tidak percaya.


Brian melangkah cepat menghampiri ay, dan memasukkan gadis itu ke dalam rangkulannya. “Ya dia istriku! Mau apa kamu dengan istriku!” ujar brian terdengar dingin.


Ay sendiri hanya diam tidak mencoba membela dokter itu ataupun mengatakan apapun untuk membela dirinya sendiri.


“Sorry brian, aku tidak tau kalau dia adalah istrimu, aku tidak datang ke acara pernikahanmu, jadi aku tidak tau, aku kira melani lah yang menjadi istrimu, karena kalian bertunangan, aku minta maaf jika aku telah membuatmu marah” ujar Jhonny sambil mengangkat kedua tangannya ke atas tanda menyerah.


Brian hendak meraih kerah dokter jhonny, tapi tangannya ditahan oleh Ay, “kak ay lapar, kita pergi sekarang ya” ucap ay dengan memelas.


Brian mendecak kearah dokter jhonny. “hari ini kamu aman! Jika berani mencoba mendekati istriku lagi, tidak akan aku ampuni!” ujar brian bengis.


Ketua mafia itu segera merangkul istrinya untuk segera pergi dari sana, dia sudah cukup emosi dengan kelakuan daddy nya yang berkali-kali mencoba membuat dirinya memberi rasa kasihan pada melani.


“kak, kita makan di rumah mommy aja ya, ay pengen makan masakan mommy sebelum pulang” ucapan ay membuyarkan lamunan brian.


“Iya sayang kita akan ke rumah kedua orang tua kamu” ujar brian dengan lembut.


...🐼🐼🐼🐼🐼...


Kedatangan ay dan brian di sambut oleh mommy ara, kebetulan daddy deon sedang tidak ada, jika ada besar kemungkinan jika daddy deon akan terus menyindir brian.


“Gimana liburan kalian?” tanya mommy ara yang sedang menuangkan nasi kedalam piring ay.


“Senang banget mom, tapi mom...” ay sengaja menggantung ucapannya agar ara memperhatikannya, “ jika ay hamil, mommy bisa menemani ay di rumah gak? Jangan daddy aja terus yang mommy temani” lanjut ay.


Ara tersenyum manis pada ay, “tentu, mommy akan menemani kamu” jawab ara dengan lembut.


“Jika daddy tidak membolehkan bilang saja pada brian mom, brian akan mengirim jet pribadi milik brian untuk menjemput mommy” ujar brian.


Ara tertawa kecil, “baiklah” angguknya setuju.


...🐯🐯🐯🐯🐯...