My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 31. Ketahuan



Bonus untuk hari ini karena author dalam suasana hati yang senang


...🐰🐰🐰🐰🐰...


"Ay dari mana?" tanya Al saat melihat ay baru saja pulang.


Ay menghentikan langkahnya, melihat kearah Al, abangnya itu masih duduk di sofa sambil menonton acara televisi. "dari kantor om Brian" jawab ay.


"ngapain kesana?" tanya Al.


"awalnya ay, cuma pengen liat gimana kantor seorang mafia, eh ternyata sama dengan kantor daddy, seperti kantor biasanya" ucap ay dengan polosnya.


Al terkekeh mendengar cerita ay, "ya ampun dek, hayalan kami tentang pembunuhan yang terjadi setiap hari itu hanya terjadi di dunia novel, jangan mengada ada kamu dek".


"Ay kan cuma penasaran" balas ay santai. "bang besok, ay boleh ya tinggal di apartemen om brian"


Al menghela nafasnya, sebenarnya pria itu masih belum mau membolehkan adiknya itu untuk tinggal bersama Brian, tapi ay, semakin dilarang gadis kecil itu akan semakin berontak.


"Kenapa kamu ngebet banget pengen nikah sih dek? tanya mommy sulitnya nikah muda, dia jadi tidak bisa menikmati masa remaja nya" terang Al.


"masa remaja seperti apa yang abang maksud, masa remaja yang terkurung dengan sangkar mas? ini impian ay, sejak kecil jalan hidup ay sudah diatur oleh daddy, diatur oleh abang Al dan abang el, ay tidak boleh begini, ay boleh seperti ini tapi ay harus begini, ay harus seperti ini ay harus seperti itu, pernahkah ay menolak sekali saja?" ay akhirnya mengungkapkan isi hatinya yang selama ini dia pendam.


Al terdiam dengan apa yang baru saja Ay ungkapkan, memang sejak kecil kenakalan ay selalu terbatasi oleh ucapan daddy nya, dia dulu bercita-cita ingin kuliah di luar negri tapi tidak jadi karena dilarang daddy nya, ay juga pernah bercita-cita ingin menjadi seorang model, tapi cita-cita itu harus pupus karena daddy nya takut ay akan diincar oleh musuh keluarganya dengan lebih mudah.


"Hanya satu itu impian ay, ingin merasakan kisah cinta seperti daddy dan mommy, apa itu juga tidak boleh? ay berada di tangan orang yang betul-betul bisa melindungi ay, bisa ya bang" bujuk ay dengan nada lembut.


Al akhirnya menganggukkan kepalanya pelan. "tapi abang mohon jangan merendahkan diri kamu untuk dapat menikahi Brian ya dek, tetap jaga mahkota kamu sampai kamu nikah" ucap Al.


Ay tersenyum pada Al, "iya bang, ay cuma menggoda om Brian aja, lagian kisah cinta daddy dan mommy terjadi setelah mereka menikah kan? ay tidak akan melenceng dari kisah cinta mereka, kalaupun om Brian tergoda, ay yang akan menahannya bang, abang tenang aja ya".


Al menggeleng kan kepalanya mendengar penuturan Ay.


" ya udah kalau kamu ingat pesan abang, sana cepat siap-siap, biar abang antar ke apartemen Brian sekarang" ujar Al.


Ay terdiam sambil mengerutkan keningnya, "gak jauh bang, cuma masuk lift dan naik ke lantai paling atas, itu aja, gak perlu diantar" tolak ay dengan cepat.


"gak apa sekalian abang mau jemput Au di tempat kerjanya, jadi abang sekalian antar kamu ke sana".


" iya deh, ntar ay ambil barang-barang ay dulu" ay bergegas mengemas barang-barang nya buang memang belum banyak dia keluarkan dari dalam koper.


...🦊🦊🦊🦊🦊...


'ting tong'


Pada bunyi pertama Brian sudah membuka pintu itu, pria itu tampak berlari menuju pintu.


"loh Al ada apa?" tanya Brian, dia belum melihat ay, karena gadis itu bersembunyi di pinggir.


Al masih diam dia menoleh ke arah adiknya.


"kejutan!" seru ay, gadis itu muncul mendadak sambil bersorak ceria.


"gue antar adik gue, ingat perjanjian kita ya om" peringatan dari Al sebelum dia benar-benar pergi.


"om, ay pengen ganti baju tidur, terus ay juga pengen minum susu hangat" ujar ay begitu kakinya melangkah masuk ke dalam apartemen Brian.


"kamar seperti yang kamu tau, dan susu hangatnya akan segera siap" jawab Brian sambil mengelus rambut ay dengan sayang.


Ay bergegas masuk ke kamar Brian, dia langsung membuka bajunya hanya menyisakan pakaian dalamnya. Ay sama sekali tidak sadar bahwa pintu kamar lupa dia kunci.


'ceklek' pintu terbuka, pelakunya adalah Brian, Brian yang masih belum tau jika ay sudah membuka bajunya, dia pikir ay masih berpakaian.


"kya aaaa! teriak ay langsung berjongkok menutupi badannya. Brian dengan spontan langsung menutup pintu kamarnya, " maaf sayang" teriak Brian, pria itu langsung berlari menuju dapur, tadi dia berniat bertanya pada ay ingin minum susu coklat atau vanila, pertanyaan itu langsung buyar begitu melihat ay.


.


Di kamar ay memukul-mukul kepalanya pelan, "dasar bodoh, malu maluin tau" gerutu ay pada dirinya sendiri.


Tangan ay yang sejak tadi memukul kepalanya berhenti di udara, "loh kenapa teriak, harusnya ay godain kan tadi! minta tanggung jawab langsung nikahi, dasar ay bodoh!" kembali gadis itu memukul kepalanya tapi kini karena alasan yang berbeda.


"ay, kamu sudah dewasa, jadi gak boleh malu, harus agresif biar cepat nikah" gumam gadis itu pada dirinya sendiri.


Sebenarnya ay masih sama kok dengan gadis umur 18 tahun yang lainnya, hanya saja dia bersikap agresif agar impian dia cepat terkabul, yang gadis itu tau sikap agresif itu dengan menggoda Brian makanya ay sering menggoda Brian.


"sayang, sudah ganti bajunya?" pekik brian dari arah pintu.


Ay langsung panik dan mengambil asal bajunya dari dalam koper, dia tidak sadar pakaian yang dia ambil bukannya menggoda brian tapi malah akan membuat Brian merasa gemas dengannya.


.


Ay keluar dari kamar dengan terburu-buru, sudah menggunakan pakaian tidurnya.


Brian yang melihat ay ingin sekali mencubit gemas gadis kecilnya itu karena ay sekarang tampak sangat menggemaskan.


"om harus tanggung jawab sama ay loh" ucap gadis itu sambil mengerucut kan bibirnya dan mengambil susu coklat ditangan Brian.


"tanggung jawab apa?" tanya Brian.


Ay langsung menghabiskan susu yang disiapkan Brian dalam sekali teguk, "om udah ambil kesempatan dalam kesempitan, jadi om harus nikahi ay" gumam gadis itu dengan mulut yang celemotan dengan susu coklat.


Brian mengambil gelas di tangan ay, mencium bibir ay yang terdapat bekas susu coklat. "siap tuan putri tapi harus izin dari orang tuamu turun" jawab Brian.


"ih gak asik, om udah liat ay hanya pakai dalaman loh, yang lainnya belum pernah" ujar ay.


Brian mulai tersenyum jahil, "kalau gitu kamu juga boleh kok liat aku yang hanya mengenakan boxer" kekeh brian.


Ay hendak melawan ucapan Brian tapi apalah daya, dia sudah terlalu malu saat ini, wajah gadis itu sudah berubah merah padam, di otak ay tertulis angka '1 vs 0, ay K.O'.


Ay berbalik cepat kedalam kamar Brian, "om mesum!" pekik ay sebelum betul-betul menghilang di dalam kamar.


Brian tertawa keras, ternyata dia tau gadis kecilnya itu hanya bisa agresif di mulut dan kelakuan awal saja, namun jika sudah dihadapkan dengan praktek langsung dia akan lari terbirit-birit.


...🐯🐯🐯🐯🐯...


Terima kasih atas dukungan dan komentar positif nya, bagi yang kurang suka dengan visual bayangin aja ya visual yang kalian suka, author membebaskan kalian berfantasi 😘😘