My Little Girl

My Little Girl
24. Cantik, manis, polos dan masih Virgin



Tidak terasa waktu sudah berlalu selama seminggu, dan sekarang adalah hari terakhir ujian semester, seperti biasa Ara selalu dijemput tepat waktu oleh Deon, pria itu tidak mau Ara pergi kemana pun, dia harus memastikan Ara ada di rumah. Walau Deon sibuk, pria itu tetap menyempatkan diri untuk menjemput dan mengantar Ara, prioritas Deon sekarang berubah, dia lebih mendahulukan kebahagian gadis kecilnya ketimbang pekerjaannya yang banyak tertunda, dia pikir si botak pasti bisa menyelesaikan semua keterlambatannya.


"Kak, Ara boleh gak main sama temen-temen Ara?" tanya ara sedikit takut.


Deon menoleh sebentar lalu kembali menatap depan, "Mau kemana?"


"Mau jalan-jalan pokoknya, ara udah bosen banget di rumah terus, boleh ya?" pinta ara kembali tapi kali ini lebih percaya diri.


"Jalan kemana? kalau jalan balap liar gak boleh, atau jalan ke club malam juga gak boleh" peringatan Deon.


Ara mendengus kesal, "Kakak jahat, masak ara dikurung terus, kan ara baru selesai ujian" Ara memilih tidak menatap Deon lagi, gadis kecil itu merengut karena kesal, dia sekarang entah kenapa tidak bisa membantah ucapan Deon".


"Kalau bukan di dua tempat itu kakak izinkan, jangan marah gitu dong" bujuk Deon tapi Ara masih tidak mau menatap nya.


.


Sampai didepan rumah, Deon mengeluarkan gold card dari dalam dompetnya, pria itu meraih tangan Ara, "Gunakan ini untuk shopping, dan bermain tapi jangan balapan, nonton balapan apa lagi ke clubbing, ingat kakak pasang CCTV di badan Ara jadi kakak bisa tau apa yang Ara lakukan" ancam Deon padahal dia tak ada memasang alat itu, dia hanya memasang share lokasi Ara yang dia letakkan pada kalung dan anting yang Ara kenakan.


"Baiklah, Ara habiskan loh ini" Ara menggoyang goyangkan kartu ditangannya.


"Hahahha, habiskan saja jika kamu bisa" ucap Deon sambil tertawa, "kakak kembali kerja ya, &ingat kata kata kakak, dan pulang sebelum jam 9 malam, harus! atau kakak jemput paksa" ancam Deon lagi sebelum kembali menjalankan mobilnya.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


πŸ“² "Apa? cari cewek berumur tujuh belas tahun yang cantik, manis, polos dan masih virgin?! Kak yang benar aja, kenapa baru bilang sekarang! mau cari dimana cewek kayak gitu! Gak_"


πŸ“² "Cari saja, bayaran nya dua puluh juta" Seru orang dari dalam telepon.


πŸ“² "Wahh yakin? tapi gimana caranya cari sekarang?"


πŸ“² "Aku tunggu dalam 2 jam, jika tidak ada kabar maka aku akan cari orang lain" ucap sang penelpon lagi.


πŸ“² "Iya iya akan aku cari secepatnya" Meli menutup telepon nya dengan kasar, dimana dia akan mencari cewek yang mau menjual dirinya dengan harga 10 juta? mana diminta masih virgin lagi.


Meli asik melihat daftar nama temannya, kelas sudah kosong hanya ada dia dan tas Shasa di dalam kelas, yang lain sudah pada pulang, Meli masih ada di kelas karena menunggu sugar daddy nya menjemput.


"Mel belum pulang?" Suara Shasa membangun kan meli dari lamunannya.


Meli menatap Shasa dari atas sampai bawah.


"Cantik, manis, polos, tiga kriteria sudah terpenuhi, tapi kalau virgin? ni anak masih virgin kali ya?ahhh itu urusan nanti, mending sekarang aku rayu dia biar mau ikut, masalah virgin dia kan siswi pintar pasti masih virgin" Bathin Meli berdiskusi untuk menjadikan Shasa sebagai target.


"Sha, lu lagi butuh uang gak?" Meli berjalan mendekati Shasa yang sedang mengemas barang barangnya.


"Aduk Mel, di dunia ini siapa yang tidak butuh uang? apalagi gue anak beasiswa pasti gue butuh uang untuk keperluan hidup" ucap Shasa spontan.


Meli tersenyum cerah dia semakin mendekat kearah Shasa, "Kalau gitu, lu mau kerja gak, kerjanya enak kok, langsung dapat uang gede" tawar meli dengan sedikit rayuan agar Shasa mau ikut bersamanya.


"Emang kerja apa? berapa bayaran nya"


Shasa menggeleng pelan, " Gak ah dikit banget, untuk keperawanan gue, masak gue jual cuma 10 juta, mending lu cari orang lain deh mel".


Wajah senang meli langsung berubah sedih begitu shasa menolaknya.


"Sha, lu masih mending gue cuma ditawar 10 juta dan gue di potong lagi lima juta, lagian jaman sekarang udah jaman bebas, cowok cari yang pandai di ranjang bukan yang polos".


Shasa kembali menggeleng, " Masa depan gue masih terlalu indah buat itu, nanti gue hamil gimana?"


Meli tertawa keras mendengar penuturan Shasa, "Sha pakai pengaman dong, ya udah gue ambil 5 juta buat lu lima belas juta, gue udah baik ni, please sha, gue butuh lu, untung-untung si om suka sama lu sha, dan lu bisa jadikan dia sugar daddy lu".


" Emang siapa cowoknya?" Tanya Shasa sedikit penasaran.


"Lu tau Allinsky corporation? anak dari pemilik Allinsky corporation, itu yang akan sewa lu, gue dengar dengar dia anti cewek, dan ini pertama kalinya dia sewa cewek, kalau dia bisa jatuh cinta sama lu, gue yakin dari rumah sampai apapun pasti dia berikan".


Shasa sedikit melamun memikirkan ucapan Meli padanya, tidak dipungkiri Shasa selama ini mencari orang yang mau memberikan dia segalanya, dia sangat iri pada ara, yang diberikan apapun oleh kakak angkat yang menjaganya, kalau bisa Shasa juga ingin hidup seperti itu.


Siapa yang tidak tau Allinsky Corporation, perasaan nomor satu se Asia, dan memiliki bisnis di berbagai cabang, bisa saja kan Shasa minta dipekerjakan disalah satu perusahaannya.


"Ayolah Sha, ini tawaran menarik loh, kalo gue yang ditawar, pasti langsung gue ambil sha, siapa yang tidak kenal Allinsky Corporation, dia punya bisnis disegala bidang usaha, dia anak satu satunya dari Allinsky corporation, kalau lu bisa dapatkan hatinya, dunia udah ada di tangan lu, tinggal enak enak bisa dapat duit, siapa yang tidak mau coba? sekali dayung dua tiga pulau terlampaui" Goda meli karena merasa Shasa seperti akan masuk kedalam perangkap nya.


"O-oke deh tapi dengan syarat" Akhirnya Shasa luluh dengan rayuan Meli, bukan karena bayaran tapi dia tertantang ingin mendapatkan anak dari pemilik Allinsky Corporation. Shasa ingin seperti Ara yang bisa minta apa saja pada kakaknya.


"Apa Syaratnya Sha?" tanya meli tidak sabaran.


"Pertama, semua tips yang gue dapat, itu milik gue sepenuhnya, dan lu gak boleh minta, gue bakal kasih uang jasa broker lu".


Meli menghembuskan nafas panjang, "Baiklah, lalu apa lagi?"


"Jangan pernah bicarakan tentang hal ini ke orang lain termasuk teman akrab lu, ke siapapun, atau gue sebarin pembicaraan kita dan gue potong yang ada bagian gue setuju" Shasa mengeluarkan ponsel yang sejak tadi dia sembunyikan dibawah meja.


"Lu ngerekam pembicaraan kita?!" Meli marah dan tidak Terima Shasa melakukan hal itu padanya.


"tenang aja, rekaman ini aman selama lu jaga rahasia gue" ucap Shasa dengan senyum iblisnya.


...🐀🐀🐀🐀🐀...


🌸cuap cuap author🌸


Hei hei hei makasih buat Dukungannya tetap dukung terus ya.. like dan vote sebanyak banyaknya Terima kasih..❀❀❀


Bonus untuk hari ini