
Ay menatap gedung yang di depannya, itu memang gedung yang dia datangi bersama brian. “bang dedek boleh ke apartemen brian gak?” tanya ay dengan pelan.
“Al antar au ke apartemen, aku akan menemani ay” ucap EL.
.
“Kamu tau password apartemennya dek?” tanya EL, mereka berdua sudah berdiri di depan apartemen milik Brian.
Ay mengangguk, “Tau, dia yang beritahu”.
EL memperhatikan password yang dimasukkan Ay, keningnya sedikit berkerut, “tanggal ulang tahun kita?” tanya EL.
“Iya” jawab Ay singkat. Dia memperhatikan setiap sudut ruangan itu, tampak sama seperti terakhir dia meninggalkan tempat itu, ay membuka kulkasnya dan kulkas itu tampak kosong, tidak ada bahan makanan yang ada disana, hanya ada beberapa kaleng bird an botol air mineral.
“Dia tidak pulang ke sini” ucap Ay saat menyentuh beberapa barang yang tampak kotor.
Ay menoleh pada abangnya, “Bang ay boleh bersihkan gak?” tanya ay meminta izin dari EL.
El menghirup nafas panjang, “abang pinjam baju dia, gerah pakai seragam bersih-bersih rumah”.
Ay tersenyum senang abangnya membiarkan dia melakukan apa yang dia mau, “ayo ikut ay” ay menarik El menuju kamar yang pernah dia buka untuk mengambil baju ganti, dia yakin ada baju yang bisa EL pakai disana.
...🐰🐰🐰🐰🐰...
“AHHH, aku pikir kalian lama karena ada masalah, eh ternyata membersihkan apartemen” gerutu AL, dia langsung duduk di sofa yang sudah di bersihkan duluan oleh EL dan AY.
“Mau aku bantuin AY?” tanya Aurora.
“mending lo ganti baju dulu sana, risih gue liatnya” ay menunjuk pintu kamar yang tertutup.
“Emang boleh aku pinjam bajunya?” tanya Aurora.
Ay mengangguk singkat, “cari aja yang bisa kamu pakai, orangnya gak bakal marah sama ai kalau bajunya di pakai” jawab ay dengan santainya.
“baiklah, makasih Ay” ucap Aurora sebelum memasuki pintu itu.
“bang, gak ganti baju juga?” tanya Ay pada AL yang sedang bersantai di sofa sambil menonton tv.
“Males, bukan apartemen gue” ketus Al.
Ay hanya membiarkan saja abangnya bermalas-malasan, “bang pesan makanan aja yuk, ay lapar, setelah makan baru kita pulang” ujar Ay.
El memberikan ponselnya pada ay, “pesanlah apa yang kamu inginkan” ujar El sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.
...🐼🐼🐼🐼🐼...
‘ceklek’ pintu ruangan tiba-tiba terbuka, Bria yang sejak tadi memejamkan matanya di kursi langsung membuka mata itu dengan lebar.
“Ada apa?” tanya Brian dengan suara sedikit serak.
“Lapor tuan, ada yang memasuki apartemen pribadi milik tuan” jawab bobby.
Brian sedikit mengerutkan alisnya bingung. “siapa yang berani memasuki apartemen pribadi milikku?” tanya brian dengan nada tidak suka.
“Gadis kecil milik tuan” jawab bobby dengan senyuman.
“Apa?” seru Brian terkejut.
“haiiiss kenapa kau tidak pernah memberi tahu kalau dia selalu menungguku!” bentak Brian pada bobby, pria itu langsung mengambil macbook miliknya, memeriksa cctv yang dia letakkan secara sembunyi-sembunyi di apartemen miliknya sendiri.
“Tuan sendiri yang mengatakan perlu focus dalam pelenyapan bos besar mafia itu, jadi saya tidak berani memecahkan konsentrasi tuan” jawab bobby tanpa rasa takut.
Brian tidak menjawab lagi, pandangannya focus pada layar yang dia lihat, Ay tampak tertawa bahagia ketika makanan yang dia pesan datang, gadis itu makan dengan disuapi oleh abangnya EL.
“Dia masih saja manja, seandainya aku yang ada disana, aku yang akan menyuapkan dia makan” gumam Brian pada layar macbook nya.
Bobby hanya tersenyum melihat tuan mudanya menatap layar macbook dengan wajah sendu.
“apakah tuan akan menghubunginya?” tanya Bobby.
“Jika aku menghubunginya sekarang, aku akan kehilangan konsentrasiku dalam mengalahkan boss mafia ini, aku juga takut, dia yang akan di jadikan sandera , karena satu-satunya kelemahan yang aku miliki hanya Ay, jadi aku akan bersabar sampai bedebah itu mati ditanganku” ucap Brian dengan penuh tekad.
“baik tuan, kalau begitu saya permisi” pamit bobby.
“Bob!” panggil Brian sebelum bobby benar-benar keluar.
“ya tuan ada apa?” tanya bobby.
“tadi kau bilang ay, menyelamatkan temannya? Apa yang terjadi?” tanya balik brian.
“tadi anak buah kita mengikuti gadis kecil tuan bersama kedua saudara kembarnya menuju perumahan kumuh, sepertinya teman nona Ay akan dijual, dan sempat ada perkelahian, ternyata gadis kecil tuan sangat ahli dalam bela diri, dia melawan 4-5 pria berbadan lebih besar darinya dan tidak terlihat terkena pukulan sedikitpun” jelas Bobby.
“Sepertinya mertuaku mengajarkan ilmu bela diri padanya sejak kecil, untunglah dia bisa membela dirinya” ucap Brian, “Apa tidak ada maslah lagi setelah itu?” lanjut brian lagi.
“Sepertinya tidak ada tuan, setelah mereka pergi bodyguard dari calon mertua tuan datang dan menyelesaikan sisanya”jawab Bobby.
“baik lah terima kasih, tetap awasi gadis kecilku” peringat brian sebelum bobby benar-benar membalikkan badannya dan menghilang dibalik pintu.
“baik tuan” balas bobby.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
“Dimana mereka Tak?” tanya Deon pada asistennya itu.
“masih di apartemen milik tuan muda AL” jawab botak, memang lokasi gps Three dan masih dilokasi yang sama dengan apartemen milik Al, botak tidak mengetahui lokasi mereka bertiga bukan di apartemen milik AL melainkan apartemen Brian.
Entah itu suatu keberuntungan atau apalah, lokasi brian sama dengan lokasi dari apartemen milik Al.
“Ahh… apakah aku bisa membiarkan Ay tinggal bersama Al untuk sementara” gumam Deon pelan. Dia sedang mengalami masalah dengan perusahaannya yang ada diturki, kemungkinan dia akan tinggal di turki bersama istrinya selama 1 tahun.
“Tuan, Al, El dan Ay bukan anak kecil yang tidak bisa melindungi diri mereka, seperti hari ini, mereka bertiga bisa saling melindungi, saya yakin tuan muda al akan mampu menjada nona muda Ay, lagi pula, bukankah tuan muda akan menyembunyikan perempuan yang dia tolong di apartemen miliknya, apakah tuan yakin membiarkan Al bersama wanita itu dalam satu apartemen?” tanya botak.
“Kau benar, tapi aku masih takut untuk meninggalkan mereka dalam waktu yang lama, apa pria mavia itu masih belum mengalahkan musuhnya?” tanya Deon lagi.
“Sepertinya sebentar lagi tuan, tapi butuh waktu yang sangat lama untuk menghancurkan satu mafia besar tuan, walau bos besarnya mati masih banyak yang harus di musnahkan” jelas botak.
“walau gadis kecilnya aku jodohkan sekalipun? Aku yakin dia akan muncul jika ay akan ku jodohkan” Deon tersenyum horror, “tak buat gossip dimajalah, bahwa salah satu anak ketiga dari keluarga allinsky akan bertunangan, muat di segala jenis majalah bisnis” lanjut deon lagi.
“baik tuan, apakah disebutkan siapa yang akan menjadi tunangan nona muda?” tanya Botak.
“Rahasiakan saja, dengan begitu pria itu akan kalang kabut, seenaknya saja bertemu putriku dan membuatnya menjadi sedih, rasakan balasan dariku” kekeh Deon.
...🐯🐯🐯🐯🐯...