My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 57. Dipingit



Ara menunggui ay yang sedang menelpon brian sambil berkacak pinggang, “Udah dikasih tau briannya?” tanya mommy ara dengan lembut.


“Udah mom, kalau udah di ancam seperti tadi kak brian gak bakal pergi keluar kok, mommy boleh balik kekamar sana” ucap ay.


Bukannya pergi mommy ara malah mendekati ay yang sedang di lulur badannya. “Sini ponsel kamu sayang” ucap mommy ara.


“emang mau apa mom?” tanya ay bingung sambil memberikan ponselnya pada ara tanpa tau maksud tersembunyi ara.


“Ya tentu aja mommy mau sembunyikan” ucap ara dengan senyum jenakanya sambil memasukkan ponsel ay kdalam sakunya.


“MOM!” teriak ay tidak terima.


“Hanya untuk satu hari kamu mommy pingit, gak boleh hubungi brian ataupun liat dia hanya sehari sayang” ucap ara.


Ay menggelengkan kepalanya sambil cemberut, “mom, ayolah, ini bukan zaman mommy yang pakai pingit-pingit, ayolah kembalikan ponsel ay” rengek ay.


“kamu mau nikah atau mommy batalin pestanya lusa? Ayo mana pilih mau dipingit hanya sehari atau batal nikah ni?” tantang ara dengan menaik turunkan alis matanya.


“Kalau bukan ay yang nikah siapa lagi dong yang nikah? Tempat pestanya sudah siap, semuanya sudah disiapkan, rugi dong mommy kalau ay batal nikah” balas ay, dia masih tidak terima ara menahan ponsel miliknya.


“gak rugi mommy, malah daddy kamu makin senang kalau kamu batal nikah” kekeh Ara. “jadi mau yang mana? Di pingit sehari atau batal nikah?” sambung ara lagi, Wanita paruh baya itu Kembali memberikan ay 2 pilihat sulit.


Ay hanya bisa menunduk pasrah ,”baiklah” balas ay dengan lesu.


“bagus, kan enak kalau kamunya anteng begini, mommy pergi sekarang, lanjutin lulurannya, aurora jaga ay, jangan sampai ini anak lari keluar untuk mencari brian” ucap mommy ara sebelum menutup pintu kamar ay, aurora yang diberi perintah oleh ara hanya mengangguk mengiyakan.


.


Selepas mommy ara pergi, ay langsung menatap aurora yang duduk disamping ay sambil memainkan ponsel miliknya.


“Au” panggil ay sekali.


“Hmmm?” jawab aurora, gadis itu masih fokus pada ponselnya.


“Au” panggil ay sekali lagi.


“Apa sih ay? Kamu itu ngeluh sakit atau manggil aku sih, au au aja dari tadi” mata aurora akhirnya fokus menatap ara.


Begitu mata mereka saling bertatapan aurora tau sahabatnya itu punya niat gak baik, gadis itu langsung meneguk salivanya untuk bersiap-siap untuk menolak apa saja yang akan diminta oleh ay, dia tidak ingin ara marah padanya.


“Pinjam ponsel kamu dong” rengek ay, para perawat salon yang sedang melulur badan ay terkikik geli mendengar ucapan yang keluar dari mulut ay.


“Gak boleh, pasti buat teleponnan sama kak brian, gak boleh nanti mommy ara marah sama aku” tolak aurora.


Ay menggeleng cepat, “gak bakal ketahuan kok, kalian semua diam ya jangan kasih tau mommy” ancam ay pada para karyawan yang sibuk melulur badan ay.


Setelah mendapat anggukan dari mereka ay Kembali menatap aurora dengan mata yang berbinar-binar, “mereka udah janji, pinjam dong” rengek ara lagi.


‘Ceklek’


“Aurora, mommy hampir aja lupa” ucap ara.


Aurora langsung menarik Kembali ponselnya yang hampir berpindah ke tangan ay.


“Ya mom?” tanya aurora kelabakan karena hampir ketahuan akan menyerahkan ponselnya pada ay.


Ara mendekat kepada aurora dengan menengadahkan tangannya pada aurora, “kemarikan juga ponsel kamu” pinta mommy ara.


“kenapa mommy minta ponsel au?” tanya ay panik.


“Karena mommy tau kenakalan dari otak licik kamu itu, kamu pasti berniat menghubungi brian menggunakan ponsel aurora” perkataan mommy ara mengenai jantung aurora, dia hampir saja memberikan ponselnya pada ay.


“i-ini mom” aurora memberikan ponselnya pada mommy ara, “untuk 1 hari kedepan kamu gak papa kan tanpa ponsel, kalian berdua pokoknya memanjakan diri aja dengan salon, anggap aja healing” ucap Ara dengan seringai liciknya. “Diantara kalian tidak ada yang membawa ponselkan?” tanya ara lagi pada para bawahannya.


“Tidak nyonya” jawab mereka serempak.


“bagus, pokoknya tidak ada yang boleh meminjamkan ponsel pada ay, jika ada siap-siap mommy pecat dari pekerjaannya” ancam ara, setelah itu Wanita paruh baya itu baru pergi meninggalkan ay yang sekarang hanya bisa tertunduk lesu.


Aurora terkekeh sambil mengelus bahu ay, “yang sabar ya, Cuma satu hari juga, aku dengar-dengar ada loh yang di pingit selama 1 minggu, masih untung kamu ay, Cuma satu hari” kekeh aurora.


“Sehari bagai setahun tau au!” gerutu ay, mood gadis itu sudah tidak bagus saat ini.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


Pagi itu brian yang sedang manikmati sarapannya langsung dihampiri oleh daddy George, pria paruh baya itu langsung duduk di hadapan brian, dia baru saja Kembali dari kediaman melani, kebetulan daddy George memang mengundang keluarga melani untuk datang ke pernikahan Brian dan ay.


“Sudah daddy beri hukuman pada Wanita itu? Apa hukumannya?” tanya brian langsung begitu melihat daddy George.


“Bian, daddy sudah bicara pada orang tuanya, kamu taukan bagaimana hubungan keluarga kita, mommy kamu ingin menjodohkan melani denganmu dulu, makanya keluarga kita sangat dekat dan lagi daddy sudah menganggap melani seperti putri daddy_” ucapan daddy George tertahan saat brian memotong ucapan pria itu.


“Jangan banyak bicara dad, langsung saja pada kesimpulannya, daddy membunuhnya? Atau tidak?” perkataan yang keluar dari mulut brian membuat daddy George terdiam beberapa saat.


“Dia adalah teman kecilmu brian! Kamu masih tega untuk membunuhnya?” ucap daddy George sedikit dengan nada tinggi.


“Mau dia teman mau dia lawan, selagi dia berhianat tidak aka nada ampun didalam dunia mafia dad, ingat daddy yang mengajarkan seperti itu padaku” ujar brian dengan santai sambil mengoleskan selai kacang pada rotinya. “Jika bobby berhianat padaku juga aku tidak akan segan segan membunuhnya, jadi tidak peduli dia siapa dad, hukuman tetaplah hukuman” lanjut brian. Dia menancapkan pisau selai pada meja makan dengan senyuman mengerikan pada daddy George.


“Orang tuanya memohon maaf padamu, mereka berjanji akan mengurung melani dirumahnya, dan akan menikahkan melani dengan orang lain, jadi biarkanlah dia hidup, hanya sekali ini kamu mengampuni melani, jika dia masih tetap melakukan hal yang sama, silahkan kamu beri hukuman itu yang orang tuanya minta” ucap daddy George lembut.


“Aku tetap tidak bisa memberi ampun dad, ini menyangkut ay dan kedua orang tuanya, melani berniat melenyapkan jantung ku dad! Ay adalah segalanya bagiku, tidak ada yang boleh berniat mencelakainya, atau dia siap-siap menghadapi malaikat maut” ucap brian lalu berlalu bergi meninggalkan Daddy George.


...🐰🐰🐰🐰🐰...