My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 67. Lobak Import



Ay mengulum senyumnya saat melihat tangan posesif brian yang bertengger di pinggangnya, lagi-lagi pria itu harus menunda keberangkatannya menuju pulau pribadi miliknya, karena ada pekerjaan mendadak yang harus dia hadiri, jadi sekarang pria itu sedang melakukan video call dengan para pemegang saham dengan ditemani istrinya disebalahnya, Brian tidak mau melepaskan tangannya dari pinggang ay, pria itu tidak mau ay menjauh darinya, biar saja banyak yang menganggapnya bucin pria itu tidak peduli, dia sudah tidak bisa berjauhan dari istri kecilnya.


“Jadi begitu saja, aku menerima semua usulan kali ini, sisanya akan di tanganni oleh bobby kalian hubungi saja dia, aku ingin menikmati waktu bulan madu bersama istriku” ucap brian dan langsung menutup layar laptop yang menyala lalu menyerahkan laptop itu pada Bobby.


“kita kemana lagi?” tanya ay, begitu brian menarik tangannya untuk segera keluar dari ruang tunggu bandara.


“Pergi bulan madu ke pulau pribadiku” jawab brian singkat, tanganya masih tidak lepas dari pinggang istri cantiknya.


.


“bob, bukankah aku menyuruh menyiapkan jet pribadi bukan helicopter?” tanya brian pada asistennya itu.


“akan sulit untuk mendarat di pulau pribadi anda tuan, perjalanan hanya 2 jam tuan, dan saya jamin tuan akan menyukai pulau pribadi yang tuan kunjungi” ucap bobby dengan pelan.


“Tapi helico_” ucapan brian tertahan saat tangan kecil ay menutup mulut brian.


“gak apa Cuma 2 jam, aku penasaran secantik apa tempatnya” potong ay dengan mata berbinar-binar.


“hari ini kau bernasib baik bob! Istriku sudah menolong keteledoranmu” ucap brian dengan nada sedikit sinis.


Bobby menunduk kepada ay, “terima kasih sudah menyelamatkan nyawa saya nyonya Brian” ucap bobby.


Ay tersenyum mendengar panggilan nama yang disematkan untuknya, sekarang dia sudah menjadi istri brian dan panggilan itu entah kenapa sangat disukai olehnya.


“ayo kita pergi” ucap brian.


.


Sesuai perkiraan 2 jam waktu yang dibutuhkan brian dan ay, untuk sampai di pulau indah itu, walau itu malam hari dan tidak terlalu memperlihatkan keindahannya tapi ay tau pulau itu dipenuhi dengan pohon seperti berada didalam rumah hutan para peri, ay dulu pernah berharap tinggal di tempat yang jauh dari kota, dimana banyak pohon-pohon tumbuh dan udaranya masih bersih dan punya pemandangannya indah.


Sepanjang perjalanan menuju villa, ay terus saja melihat kekiri dan kanan, wajah gadis it uterus tersenyum cerah, “kak, kalau pagi pasti indah banget disini” ujar ay dengan senyum yang masih terus merekah.


Brian ikutan tersenyum karena tertular senyuman gadisnya, ya tidak masalah perjalanan 2 jam kurang nyaman karena naik helicopter, tapi semua itu terbayarkan dengan senyum cerah istri cantiknya.


“Ini villa nya?” pekik ay tidak percaya, pasalnya vila yang dikatakan brian itu persis seperti istana, persis seperti negeri dongeng.


“Iya kamu suka?” tanya brian.


Ay langsung memeluk lengan brian dan memberikan kecupan pada pipi pria itu, “suka banget, ay dari dulu pengen banget jadi seperti tuan putri” ujar gadis itu bersemangat.


“Kamu selalu menjadi tuan putri dihati aku princess” goda brian.


“Selamat datang king dan queen” salam para maid begitu ay dan brian masuk ke dalam vila itu.


Ay sedikit tersentak dan terkejut mendapat sambutan seperti itu, dia tidak pernah dipangging queen.


Ay menggeleng pelan, “tidak apa, biarkan ay menghayal jadi ratu sehari” kekeh ay.


Brian mengelus sayang puncak kepala ay, “kamu akan selalu bisa menjadi queen dimanapun sayang” ucap brian.


***


Begitu kaki ay dan brian masuk kedalam kamar yang sudah disiapkan, brian langsung mengukung tubuh kecil istrinya di dinding.


“Kakak gak mau mandi dulu?” tanya ay dengan wajah yang sudah memerah.


Brian menggeleng, “bisakah?” lirihnya sambil menatap mata ay memelas.


Ay tersenyum dan mengangguk pelan, “lakukanlah, aku milikmu seutuhnya kak” ucap ay pasrah.


Tanpa menunggu lagi Brian langsung mendekatkan wajahnya ke wajah ay, mencium gadis itu dan membawa gadis yang masih dia cium itu menuju tempat tidur, bibir keduanya sama sekali tidak lepas, brian menggendong tubuh kecil istrinya dan meletakkan gadis itu secara perlahan di Kasur.


Sekarang tubuh ay sudah berada di bawah brian, gadis itu berbaring sedangkan brian diatasnya terus menciumi gadisnya.


.


Entah sejak kapan kedua pasangan baru itu sudah tidak mengenakan apapun lagi, ay tidak sadar brian mengoyak bajunya karena tidak mau melepaskan tautan bibir mereka.


“Hah hah hah” nafas ay terengah engah begitu brian melepaskan bibirnya, mata gadis itu melotot saat merasakan hawa dingin menyentuh dirinya, “ka-kapan baju ay__” ay tidak dapat melanjutkan ucapannya lagi karena brian Kembali meraup bibirnya. Bukan hanya itu kali ini pria itu memainkan gunung kembar istrinya hingga membuat ay menegang merasakan sesuatu yang baru, dari yang dia bayangkan.


Ay tidak menyangka brian sangat lihai di atas tempat tidur, padahal dia bilang, dia tidak pernah berpacaran sebelumnya, apa tidak berpacaran tapi dia pernah berhubungan dengan seseorang? Air mata ay langsung jatuh begitu membayangkan brian sudah pernah menyentuh tubuh orang lain.


Brian menghentikan ciumannya, “kenapa sayang? Aku melakukan kesalahan? Apa kamu tidak mau melakukannya? Aku akan berhenti jika kamu tidak menginginkannya” tanya brian beruntun karena panik melihat air mata ay yang jatuh.


“Kakak udah pernah ya nyentuh cewek lain” ay terisak dengan sedikit sesusugukkan.


Brian tersenyum dan mengecup mata ay yang menangis, “selama aku hidup 28 tahun ini, tidak pernah sekalipun aku melakukan hubungan intim pada Wanita, kamu yang pertama dan selamanya hanya kamu yang akan aku sentuh sayang” ucap brian diakhiri dengan ciuman di hidung ay.


“Lalu ke_” ucapan ay terputus karena terpotong oleh bibir brian yang sudah membungkam Kembali bibir manis itu.


“Jangan bicara lagi sayang, nanti aku akan menjelaskan semuanya, nikmati saja apa yang akan aku lakukan ya” bisik brian seduktif, pria itu Kembali memberikan rangsangan pada ay hingga membuat gadis itu Kembali menegang, merasakan sesuatu yang tidak pernah dia rasakan saat tangan besar brian masuk ke dalam kue cubitnya.


“AHhhh” desah ay akhirnya keluar juga setelah dia merasakan pelepasan pertama, brian mengelus wajah ay yang terlihat sayu setelah pelepasan pertamanya itu, dia ingin gadisnya menikmati dulu pembukaan yang dia berikan sebelum dia menjadi santapan utamanya.


Sudut bibir brian terangkat keatas begitu melihat arah pandang ay pada lobak import nya, “Akan muat sayang, jangan bepikiran yang tidak-tidak” ucap Brian dengan tawa kecilnya.


“benaran muat?” tanya ay dengan napas yang sudah tersengal kelelahan.


“Muat, sebentar lagi aku akan membuktikannya” ucap brian.