My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 24. Mafia



Ay begitu senang melihat brian yang sedang masak di dapur abangnya, pria itu menyuruh asistennya untuk membeli beberapa bahan makanan dan dia sendiri lah yang memasak makanan untuk kembar tiga itu, Ay sama sekali tidak diperbolehkan untuk memegang pisau, sementara Al dan El hanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing, tidak mau mengganggu waktu berduaan ay dengan brian.


“Om seperti daddy, pintar masak” puji ay dengan gembira.


“benarkah? Kalau gitu ay mau menikah denganku?” tanya brian tangannya masih fokus membersihkan udang yang dibeli oleh asistennya.


“mau tapi daddy bilang ay Cuma boleh nikah kalau ay udah lulus kuliah” jawab ay.


“Setelah kuliah?” tanya brian sekali lagi.


“Iya”


“kamu gak kasian sama benda keramat aku yang karatan?”


“benda keramat karatan? Apa itu om?” tanya polos ay.


Al dan El diam-diam menyembunyikan tawa mereka mendengar jawaban polos ay.


Brian hanya bisa geleng-geleng kepala, “gak ada sayang bukan apa-apa” Jawab Brian pasrah, pria itu melirik kedua abang iparnya yang terkikik pelan. “kalian tidak bantu?” tanya Brian pada dua laki-laki berparas sama itu.


Keduanya serentak geleng kepala menjawab pertanyaan brian, dan Kembali sibuk dengan ponsel mereka.


...🐼🐼🐼🐼🐼...


“ini enak” puji Ay pada masakan Brian.


Pria itu tersenyum sambil membersihkan bekas nasi yang ada di dagu ay, “jadi kamu akan kuliah disini el?” tanya Brian.


“iya” jawab El singkat.


“yakin disini?” tanya Brian.


El menatap brian dengan datar, “emang kalau disini kenapa om? Emang Pendidikan disini itu gak bagus?” tanya pria itu.


“Bukan gitu, maksud aku, kamu pisah dari kedua saudaramu? Tidak bahaya?” tanya brian berusaha menjelaskan.


“bahaya dari mana?” kali ini Al yang bertanya.


Brian menghela nafas sedikit lebih Panjang, dia baru mendapatkan kabar jika ada yang ingin menyakiti EL, sebenarnya brian punya mata-mata dari setiap mafia yang ada, dari situlah dia bisa mengetahui gerak gerik dari musuhnya.


“Ada yang berusaha mencelakaimu” ucap brian.


“mencelakai? Maksudnya?” kali ini ay yang tampak cemas.


Brian menoleh menatap kekasihnya itu, tujuannya setelah El terluka maka semua pertahanan akan lebih terfokuskan pada kamu, lalu dia ingin menculik ay” ungkap Brian.


“Tu, tunggu dulu, gue masih belum ngerti” ucap Al.


“Ada mafia kecil yang menyukai ay, dan dia adalah musuh daddy kalian, mafia itu awalnya hanya ingin membalaskan dendam pada daddy kalian, tapi setelah dia melihat ay, dia tidak jadi menyakiti keluarga kalian, tapi lebih ingin memiliki ay untuk dirinya, dan karena aku muncul dia ingin memecah konsentrasi penjagaan dengan berfokus pada satu orang” jelas Brian.


“Dari mana om tau?” tanya ay sedikit bingung dan khawatir.


“Aku seorang mafia sayangku, aku memiliki satu orang mata-mata pada setiap mafia yang ada, jadi dari sana aku bisa tau apa yang akan dipikirkan oleh para mafia itu” jawab brian.


“jadi bang el dalam bahaya, gara-gara ay” teriak kencang ay, gadis itu langsung bersedih padahal kejadiannya belum terjadi.


“aku akan berusaha tetap fokus agar tidak terjadi sesuatu yang buruk padaku” jawab El berusaha menghilangkan kekhawatiran al dan ay.


Al menggeleng pelan, “gak bisa gitu, lo harus di jaga dengan ketat El” ucap Al khawatir.


“tapi gue gak mau dijaga seperti dulu, gue udah cukup senang dengan kehidupan gue yang sekarang gue pengen mandiri al” keras el, pria itu masih tidak mau Kembali ke hari-ahri sekolahnya yang selalu di awasi.


Brian tersenyum melihat interaksi ketiga saudara yang saling menghawatirkan itu, “Al tenang aja, gue taruh salah satu anak buah gue yang paling bisa dipercaya, dia akan menjaga El dari jarak dekat”.


El menggeleng, “gak gue gak mau di jaga” keras El.


“kamu tidak akan sadar telah di jaga el, anggap aja ini bentuk perhatian dari abang ipar kamu, aku janji kamu sendiri tidak sadar jika orang itu akan menjagamu” ucap Brian.


“iya tenang aja, maka dari itu aku mau minta izin dulu, kamu akan terus diperhatikan oleh penjagaku,tapi aku janji kamu tidak akan sadar dia ada, apa kamu mau el?”


El diam, dia masih menimbang-nimbang tawaran dari brian, pria itu sama sekali tidak takut akan di ancam akan di celakai, tapi dia tidak mau ke dua saudara kembarnya merasa cemas terus dengan dia yang akan di celakai.


“El, abang mohon terima” pinta Al, dia khawatir pada adiknya itu, karena dia tidak akan ada didekat el, selama el kuliah di sana.


El menghela nafas sedikit lebih Panjang “jika aku sadar diikuti aku akan mengusir dia!” putus EL.


Brian mengangguk dan tersenyum senang, “tenang aja, gue pastikan kamu tidak akan sadar” ucap Brian.


Ay tiba-tiba memeluk Brian dari sampingnya, “makasih om, makin sayang kalau seperti ini” kekeh ay.


“Dek, ingat kamu masih di depan abang loh” tegur Al.


“apaan sih bang, ganggu orang mesra-mesraan aja” omel ay.


“kamu cewek loh, jangan kelihatan agresif gitu deh” ucap AL.


“Biarin lah bang, kan pacar-pacar ay, jadi suka suka ay dong, abang sana tuh hubungi au, marah-marah gini pasti karena au tidak menjawab pesan abang kan?” ledek Ay.


“Apaan enak aja, orang di jawab kok sama Au” kilah Al padahal memang benar gadis pujaannya itu mengabaikan semua pesan dan panggilan dari al.


“makanya jadi cowok itu seperti daddy, abang el dan om brian, jangan sana sini mau, jadi gini nih gak percaya lagi cewek sama abang” tegur ay Panjang lebar.


“Daddy itu gak banyak ceweknya karena dulu pernah alergi sama cewek, kalau gak alergi abang yakin daddy pasti seperti abang” balas Al tidak mau kalah.


“Ye~ abang aja tu yang berkilah, pokoknya ay gak mau lagi jodohin abang dengan au, dekati sendiri anaknya sana” ejek ay.


“Jangan gitu dong ay cantik, jangan ngambek ya, boleh deh mesra-mesraan didepan abang, tapi jangan batal jodohin ya” bujuk Al.


Ay langsung tersenyum cerah dan langsung memeluk brian dan mencium pipi pria itu, lalu menatap abangnya, “gitu dong, kan ay bisa puas-puas manja sama oom ay” kekeh Ay.


Al geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya itu. Sementara brian hanya menikmati tingkah manja ay dan sifat agresif nya, gak nyangka juga gadis kecilnya akan seagresif itu, tapi brian tetap suka malah lebih suka dengan ay yang tidak malu-malu seperti pertama kali bertemu.


“Al dan el sudah punya pasangan?” tanya brian.


“abang al setiap tikungan ada, kalau abang el tidak ada yang mau dengan muka datar seperti dia” jawab Ay menegaskan.


“kok muka datar Ay, el kan satu wajah sama abang?” tanya al.


“iya satu wajah tapi berbeda pesona, abang tu playboy jadi istilahnya cowok bekas gitu, kalau abang el itu limited edition, paling payah mencari senyum abang el, tapi kalau udah senyum menggetarkan dunia” terang ay.


El dan brian hanya tertawa kecil mendengar perdebatan kedua saudara itu.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


hay semua makasih masih tetap nungguin, Terima kasih atas semua komentar nya, dan Terima kasih buat semua dukungannya.


ada yang mau kenalan dengan abang al gak, bentar ya :



abang El yang kalem




dan si manis ay


untuk yang kurang suka sama visualnya bisa ganti dengan bayangan kalian sendiri-sendiri, mohon maaf kalau visualnya ada yg kurang suka 😄


Terima kasih ❤❤❤