
Sejak hari dimana Leo memberikan tiket buat Putri, Ara dan putri menjadi akrab, karena obrolan mereka selalu menyambung, Putri juga sangat suka balap seperti mereka, dan putri sudah menceritakan kisah sedih yang dia miliki pada ke empat orang itu.
Ara awalnya takut untuk berteman dengan putri karena dia takut kejadian akan sama seperti Shasa, awalnya Ara hanya bersikap acuh, tapi putri yang anaknya tidak bisa diam, terus saja mengajak Ara berbicara, dan hingga sekarang mereka akrab.
๐flashback on๐
"Lu yakin put mau berteman sama Ara? gak takut cowok lu direbut Ara" sindir Juan.
"Emang kenapa sih? Gue gak peduli sama yang namanya pacar-pacaran, kalau tu cowok bisa pindah hati ke teman gue, silahkan, gue gak butuh cowok yang gak bisa jaga hatinya buat gue" jelas Putri.
"Serius nih?" tanya juan lagi.
"Serius lah!" tegas putri.
"pasti nanti kalau kena bisa ular, jadi menjauh" robi ikut menyindir. Dia ingin mengetahui apakah putri benar-benar tulus mau berteman dengan Ara.
"maksud kalian para wanita di kelas kita? gue males bergosip seperti mereka, gue sih gak masalah Ara mau berteman dengan gue atau enggak, seperti ini aja gue gak masalah, lebih enak berteman dengan kalian dibanding para cewek-cewek itu yang kerjanya pamer tas baru, sepatu baru, dan saling iri, pusing gue liatnya" gerutu putri.
๐flashback off๐
Semenjak pembicaraan itu Ara seperti menemukan sahabat sejatinya dengan putri, dan itu membuat Ara semakin bahagia, dulu dia sedikit sedih karena tidak mempunyai teman wanita, tapi Deon sering menghibur dan bilang 'suatu hari nanti akan ada sahabat perempuan dalam hidupnya' dan ternyata benar, sahabatnya itu adalah Putri.
...๐ค๐ค๐ค๐ค๐ค...
Sudah sekitar tiga bulan kepindahan Kris di sekolah Ara, kedatangan pria tampan itu cukup membuat perubahan dalam hidup shasa.
Apalagi sejak ekonomi keluarganya membaik shasa lebih senang hang out bersama teman-temannya. Dia sering belanja barang-barang bermerek, walau masih tidak terlalu mahal, semua uang itu dia dapat dari menjual barang yang Ara berikan lalu membeli barang yang dia ingin kan.
Shasa memasuki club malam, ini adalah kedua kalinya dia datang ke klub malam itu, kenapa gadis ini ada di klub malam ini? tentu saja karena ajakan Kris, pria tampan itu mampu menggoda Shasa untuk datang kesana.
Shasa membuka sebuah ruangan VIP yang sudah dipesan oleh Kris dan Dimas, disana bukan hanya ada dia orang itu tapi ada juga beberapa teman lainnya, mereka semua sedang merayakan pesta ulang tahun Kris.
"Kris happy birthday ya" Shasa memberikan sebuah kotak cukup besar pada Kris.
"Wow thank you beauty" goda Kris. Ya, Kris selalu menggoda Shasa dengan panggilan sayang.
"Kris gue pergi sekarang ya, gue kurang suka tempat kayak gini" bisik Shasa pada kris.
Kris segera tegak dan menarik tangan Shasa untuk mengikutinya.
.
"Ngapain kita kesini kris?" Shasa tampan risih dengan ruangan kecil itu, disana memang suara musik tidak terlalu terdengar, apalagi tidak ada orang cukup untuk tempat dua orang memadu kasih.
"Sha, mau tau gak alasan kenapa Ara bisa terlihat sangat cantik dan dipuja-puja para pria, apa lagi kak Sky".
Shasa sudah sangat dekat dengan kris, dia selalu menceritakan kecemburuannya terhadap Ara pada kris.
" Apa?" Shasa memilih duduk di sofa yang ada.
"Dia punya daya tarik sebagai bad girl" Kris mengelus pipi Shasa pelan. "Cowok sekarang lebih tertarik dengan harimau dari pada kucing manis".
" Gue gak ngerti" gumam Shasa.
"Lu gak liat putri sahabat baru Ara, dia juga mulai di lihat pria-pria, kamu tau karena apa?"
Shasa menggelengkan kepalanya pelan.
"Karena dia mulai mengikuti perilaku Ara".
Kata-kata Kris sebenarnya ada yang benar ada yang tidak, sejak putri akrab dengan Ara, gadis itu digosipkan juga seorang wanita malam seperti Ara, padahal kenyataan gadis itu sama seperti Ara, dia gadis polos yang sedikit salah pergaulan, tapi sudah menjadi benar setelah berteman dengan Ara.
"iya coba jelaskan"
"Dulu kamu dekat dengan Ara tidak terlalu dilirik cowok kan padahal kamu cantik, tapi putri yang sekarang dekat dengan Ara sering dilihat para pria, karena putri mengikuti jejak Ara, menjadi bad girl, para pria tidak suka dengan cewek polos dan baik hati, cewek seperti itu sangat membosankan, tidak ada daya tariknya, seperti kamu sekarang"
Kris memperhatikan pakaian shasa yang sedikit tertutup dan mencerminkan gadis baik-baik.
"Karena kita teman aku memberi tahumu bagaimana cara mendekati pria, pria suka hal-hak yang menantang, sexy, dan menggairahkan, cukup dengan tiga hal itu akan banyak pria mulai mengantri, sekarang aku tanya, apa pernah kamu berciuman dengan pria?" tanya kris.
Shasa menggeleng pelan.
"Cowok suka cewek yang bisa membangkitkan gairahnya, dimulai dari berciuman, dengan mencium pria dan membuat pria itu bergairah karena mu, lalu membuat pria itu kewalahan karena ciumanmu, aku yakin akan ada pria yang mulai melihat daya tarikmu, sha, kamu cantik tapi tidak ada daya tarik, terlalu membosankan" ucap Kris.
"Jadi bagaimana caranya aku belajar hal seperti itu?" Shasa mulai tertarik dengan godaan Kris.
"Mau aku ajari caranya berciuman? aku cukup ahli dalam hal itu, aku juga sering mengajar kan sahabat-sahabatku untuk mengeluarkan daya tariknya" goda Kris.
Shasa sedikit terkejut dengan ucapan Kris, tapi beberapa detik kemudian dia mengangguk pelan.
Kris langsung menempelkan bibirnya pada bibir shasa, "Buka mulutmu" ucap Kris saat bibirnya menjauhi bibir shasa.
Shasa mengangguk dan membuka mulutnya, dan terjadi lah ciuman panas yang diilakukan Kris berkali-kali, cukup lama bibir mereka saling bertaut dan membelit, perlahan demi perlahan Shasa mulai bisa mengimbangi ciuman panas yang diberikan oleh kris.
"euunnngg" lenguh Shasa saat tangan kris mulai nakal naik kearah buah d*d* nya.
Saat kris hendak membuka pakaian Shasa, pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka, disana berdiri Angga dan andri dengan berkacak pinggang.
"Maaf boys and ladies, bisakah kalian segera keluar dari ruangan ini, saya tidak ingin klub milik saya hancur, karena perbuatan kalian berdua, kris sebaiknya jangan menghancurkan gadis yang masih baik-baik" usir Andri.
Andri dan angga sangat tau tabiat kris, mereka cukup kasian pada Shasa, makanya saat melihat kedua orang itu mencari ruangan kosong andri dan angga sudah mulai bersiap untuk menghentikan perilaku Kris.
"Shaha perbaiki pakaianmu, dan segera pulang ke rumah" usir Andri sekali lagi.
Shasa yang malu segera tegak dan berlari pergi meninggalkan Kris, yang sedang mengumpat dalam hatinya.
"Dia masih virgin Kris, jangan hancurkan wanita, sebelum dia sendiri yang menawarkan dirinya" Nasehat Angga.
Walau dia tidak suka dengan Shasa, tapi pria dewasa itu cukup punya hati nurani untuk menyelamatkan hidup seorang gadis.
"Dia yang bilang mau tadi!" kesal Kris.
"Kau pasti merayunya dengan segala tipu muslihat mu, aku akan memanggil wanita bayaran untuk memuaskan nafsumu, tenang saja aku yang bayar, jadi lupakan wanita tadi" Andri melihat bagian bawah kris yang mulai tampak menonjol.
"Aku sedang tidak mau dengan wanita tua" gerutu Kris.
"Tenang saja seumuran denganmu, tunggulah disini" setelah berkata begitu andri dan Angga meninggalkan Kris di ruangan itu sendiri.
...๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ...
...๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ...
Hayooo siapa yang sudah menunggu nunggu waktu ini, sabar ya, kita buat Shasa memakan perkataan nya sendiri, jika dihancurkan langsung tidak seru hehhehe jahat juga ya otak author.
makasih buat dukungan semuanya, dan tetap terus dukung author ya, jangan lupa like, favorit dan vote nya
Bonus pict ara yang pake kacamata juga mau ikutan Deon katanya