
"Bun, Ara bawa ya rotinya ke sekolah" pinta Ara pada Bunda deon, sejak ketahuan kelakuannya yang sering masuk kedalam kamar Ara, Ara diharuskan untuk tinggal di rumah besar bersama bunda dan ayah Deon.
Walau terpaksa, Deon tetap melakukan kegiatan malam harinya. Jangan berpikir negatif dulu kegiatan malam harinya hanya menemani Ara tidur gak lebih, karena mereka masih belum sah, dan saat pukul 4 pagi Deon akan bangun dan pindah kedalam kamarnya karena takut disangka maling lagi oleh bundanya, sudah cukup beberapa bulan lalu dia disangka maling dan menjadi bahan tawaan oleh keluarga serta pembantu nya.
"Bawa aja sayang, sekalian bawakan untuk tiga makhluk tampan yang selalu bersamamu" Mitha juga sudah mengenal ketiga sahabat Ara, karena ketiganya sering berkunjung ke rumah untuk belajar bersama Ara.
"Pagi sayang" sapa ayah Deon, sambil mengecup pipi Mitha, dia melihat tampang putranya yang merengut, "Itu Deon kenapa bun?"
Bunda Deon melirik sekilas lalu tertawa pelan, "Hari ini bunda larang dia buat antar Ara, biar Ara fokus ujian, kamu tau sendiri kelakuan putra mu, sukanya ci*m ci*m Ara, kasian biar Ara fokus ujian" bisik Bunda Deon pada suaminya.
'Puk' Ayah Deon menepuk punggung putranya.
"Sabar, paling beberapa hari lagi bisa puas c*um ci*m bahkan lebih" Bisik ayah Deon tepat ditelinga Deon.
"Benar, bentar lagi liburan sekolah!" pekik Deon bahagia.
"Kakak sekolah?" tanya polos Ara yang sedang mengunyah makanannya.
"Bukan kakak tapi kamu" tunjuk Deon pada ara.
"Ara kena__"
"Sayang, ayo pak Joko sudah ada diluar, nanti kamu telat ke sekolah, ini empat kotak bekal makanannya" Mitha menarik tangan Ara yang sedang bicara dengan Deon, sekali lagi Mitha berhasil membuat putranya itu kesal.
"Ara pergi dulu ya bunda, ayah" ara menyalami satu persatu orang tua Deon serta mencium tangan keduanya. tapi ketika dia mau menyalami Deon, Mitha segera menarik tangan Ara untuk segera memasuki mobil.
"Bun! Deon belum icip icip!"
'Puk' sekali lagi dia mendapatkan pukulan dari ayahnya.
"Nanti aja icip icip nya kalau udah sah, kalau sekarang bisa hilang konsentrasi belajarnya" ledek ayah Deon.
"Ckckck ayah kayak gak tau anak muda aja, itu Deon memberi semangat buat ara"
"Husss semangat apanya, jangan bilang bunda gak tau ya, tiap malam kamu masih suka masuk ke kamar ara dan cium-cium dia saat malam hari" ujar bunda nya dengan seringai jahil.
Deon segera tegak dari kursinya, "wahh Deon telat, ayah, bunda! Deon pergi duluan!" secepat kilat pria itu pergi untuk menghindari ibunya.
"Liat itu putra mu! kelakuannya bikin kepala pusing"
Ayah Deon hanya tertawa melihat pertengkaran ibu dan anak itu.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Hari berganti hari dan tidak terasa sudah berlalu hingga dua minggu, dan hari ini adalah hari pengambilan rapor di sekolah.
Betapa terkejutnya guru-guru sekolah karena nilai sekolah Ara lebih tinggi dari shasa bahkan Ara kembali mendapatkan juara umum di sekolahnya, tentu saja dimana ada keberhasilan Ara pasti ada pro dan kontra.
Ada yang memuji Ara dan ada juga yang mengatakan Ara membeli lembar jawaban, siapa lagi kalau bukan para pendukung Shasa, sampai sekarang dia masih suka menjatuhkan Ara, tapi di tidak berani lagi mengerjai Ara secara fisik, karena Deon telah memberi peringatan padanya, akan menghancurkan usaha orang tuanya jika dia masih mengganggu Ara.
Sejak diberi uang oleh orang tua Deon, ayah shasa kembali membangun restoran miliknya dulu, tapi kali ini semua pengeluaran uang dipegang oleh ayahnya, karena dia tau istrinya tidak pandai dalam pengelolaan uang. sejak itu Shasa menjadi orang kaya baru, bukankah itu beruntung? Shasa sudah mencapai keinginan nya tapi dia masih dibatasi dalam pembelian barang, dulu hampir tiap minggu Ara membelikannya barang bermerek, tapi sejak Ara tidak berteman lagi dengannya, barang bermerek miliknya tidak pernah bertambah lagi.
"Sha, kita jalan yuk, ke mall, ngarayain selesai ujian dan kenaikan kelas" ajak meli pada Shasa yang sedang asik menulis.
Shasa melirik Ara yang masih sibuk dengan game bersama ketiga temannya, keempat orang itu tidak pernah lagi membolos sekolah, mereka juga menjadi siswa baik dan semakin banyak yang mengidolakan mereka, apa lagi trio bad boy masuk sepuluh besar saat kenaikan kelas, betapa terkejutnya para wanita idola mereka.
"Boleh, ayuk aku juga sudah lama gak ke mall, kasian ada yang mainnya sama cowok aja, gak bisa girls day seperti kita" sindir Shasa.
"Ra, mau ikut balap liar gak nanti malam?" tanya dimas yang tiba-tiba duduk didekat Ara.
Dengan cepat Ara berpindah tempat duduk disebelah leo, entah kenapa spontan badannya akan selalu menjauhi Dimas, dan ketiga temannya juga selalu spontan menghalangi dimas dari Ara.
"gak bisa Dim, nanti malam gue mau siap-siap berangkat".
" Berangkat kemana?" tanya Dimas, Shasa dan teman-temannya diam-diam menguping pembicaraan.
"Mau ke Amerika, mau ketemu bokap sama nyokap Ara" Juan yang menjawab, matanya masih sibuk bermain game.
"Kalian ikut?" tanya Dimas lagi.
"Iya, pakai pesawat pribadi kak Deon" balas Robi dan leo serentak.
"Gue boleh ikut gak ra?" kini Dimas tidak malu lagi untuk mendekati Ara. Dia sudah berani menunjukkan ketertarikan nya pada Ara.
Meli yang mendengar itu menyenggol bahu Shasa, menyuruhnya menghentikan perbuatan Dimas, karena status Dimas sampai sekarang masih pacar Shasa.
"Sorry dim, Itu pesawat pribadi milik kak Deon, bukan milik gue, kak Deon gak mau nambah orang lagi" Jawab Ara dengan sopan.
"Gue bayar kok tiket pesawat gue nanti" Dimas masih berusaha membujuk Ara.
"Noh, liat cewek lu, dia cemburu lu dekati Ara, nanti semua orang ngomong jelek lagi sama Ara gara-gara sifat lu" Juan menunjuk Shasa dengan tangannya.
.
Di tempat duduknya Shasa kembali meremas tangannya dengan geram, dia kesal, kenapa Deon selalu mengutamakan Ara, kenapa hanya Ara yang ada dimata Deon, dan kenapa hanya gadis itu yang bisa disentuh Deon.
"Shasa gak bakal marah kok, iya kan sha, loh kenapa Shasa gak ikut Ra?" Dimas sampai sekarang masih belum tau tentang hubungan Ara yang renggang dengan Shasa karena selama ini Ara selalu bersikap biasa, dan dimas sering sibuk dengan urusan OSIS, diluar kelas, jadi jarang melihat pertengkaran Shasa dan Ara.
"Gak bakal boleh sama kak Deon, bawa satwa langka ke pesawat" gurau Juan.
leo dan Robi tertawa lepas mendengar ucapan Juan. mereka sangat tau maksud satwa, karena kak Deon selalu mengatakan nama Shasa sebagai ular, makanya mereka mengatakan Shasa adalah satwa.
Hanya Ara dan dimas yang tidak tertawa dengan lelucon yang di ucapkan Juan.
"Ara udah gak mau main sama gue lagi Dim" ucap Shasa dia kembali menunjukkan wajah sedihnya pada Dimas.
Dimas kini menatap Shasa lalu Ara, meminta penjelasan.
"Iya gue udah gak dekat dengan Shasa" Ara masih juga tidak mau mengumbar kejelekan Shasa di depan teman-temannya.
"Kenapa?" tanya Dimas.
"Hanya karena kak Deon ngelarang dia berteman dengan gue" ucap Shasa.
"Jelas gak boleh, dia kan dekati Ara cuma ada maunya" sindir Juan.
Dimas menatap Shasa lalu kembali ke Ara, "Jadi kalian sudah tidak berteman?"
Ara hanya mengangguk sekilas, tidak terlalu memikirkan pertanyaan Dimas.
"apa gunanya lagi gue pacaran sama Shasa kalau mereka sudah tidak berteman" batin Dimas.
...🐣🐣🐣🐣🐣...