My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 89. Kehamilan



Tidak terasa dua minggu sudah berlalu setelah ay disuruh oleh johan untuk menjalani bed rest di tempat tidur saja, sekarang ay sedang menjalani pemeriksaan di rumah sakit, Brian menatap johan yang berada di dalam ruangan itu dengan wajah mengerikan.


“kenapa muka lo kayak pantat ayam gitu?” tanya johan. “gue kesini periksa istri lo, bukan mau ngapa-ngapain, lagian istri lo udah buat gue dipermalukan satu dunia, gue biasa aja” ya konser kemarin berakhir sangat riuh, karena bukan hanya ay yang menonton tapi banyak dari orang-orang yang ikut menonton kebetulan dokter johan dan Lars memiliki fans mereka sendiri di dunia maya, dan akibat permintaan ibu hamil itu keduanya harus menanggung malu ditertawakan setiap ada yang melihatnya.


Ada dokter siren disini, kenapa mesti di temani sama lo?” protes Brian.


“ada yang mau gue pastiin, gue gak liat ke istri lo kok” jawab Johan yang sibuk menatap baby brian dan ay dari layar monitor yang sudah ditampilkan oleh dokter siren.


“Dok!” Dokter siren menatap Johan dengan serius.


Johan menggeleng pelan dan berusaha tersenyum, “cek detak jantung” ujar johan dia mengabaikan wajah ay dan brian yang berubah serius karena raut wajah Dokter siren yang cemas.


“deg deg deg deg” Johan mengelus dadanya begitu mendengar suara detak jantung baby yang ada diperut ay.


“kenapa jo?” tanya brian.


“Gak apa, nanti gue jelasin, ini ibu hamil nya gak boleh tertekan atau banyak pikiran ya?” ucap johan pada ay.


Ay mengangguk mendengarkan perintah johan.


“dan brian, mohon maaf selama 3 bulan lo sebaiknya puasa dulu, untuk berhubungan dengan istri lo” Johan kini menatap brian.


Brian memperhatikan mata Johan, dia semakin cemas dengan ucapan yang keluar dari mulut johan, bukan takut karena tidak bisa melakukan hubungan badan dengan ay, tapi takut melihat wajah kecemasan dari johan dan siren.


“Kita bicara nanti, ay bisa keluar sama dokter siren dulu ya” bujuk Johan.


Ay mengikuti permintaan johan dan pergi dari sana meninggalkan Brian dan Johan.


“katakan apa yang terjadi pada anak gue” Ujar brian dengan lesu.


Johan mengambil nafas panjang sebelum mengatakan sebenarnya. “ada masalah dengan kandungan istri lo, gue takut bayi lo gak bisa berkembang, tapi tadi keita dengar detak jantungnya, semoga tebakan aku dan siren salah, jadi gue mohon tolong jangan buat ay tertekan, kita akan berusaha membuat perkembangan bayi kalian menjadi normal” jelas Johan.


Brian terdiam dan menggengam tangannya, tangan pria itu bergetar begitu mendengar ucapan Johan. “tolong jangan sampai terjadi hal yang mengerikan pada ay, gue mohon” pinta brian, ini pertama kalinya pria itu memohon pada Johan.


Johan menggenggam tangan brian yang bergetar, “tenang, kita akan berusaha membuat ay sehat dan bayinya juga lahir dengan sehat, tugas lo hanya perlu menjaga ibunya biar tidak banyak pikiran dan tertekan” ujar johan.


.


Semenjak pulang dari Rumah sakit brian semakin over protektif dalam menjaga ay, dia juga lebih banyak membelikan makanan dan buah-buahan untuk ibu hamil itu.


“Kak~ ay mau Ketemu daddy dan mommy” ay memeluk lengan brian sambil mempelkan wajahnya pada dada bidang milik brian.


“Kamu gak boleh terbang kesana, soalnya kondisi dedek bayi masih lemah, jadi kakak suruh aja ya orang buat jemput daddy dan mommy di turkey” ujar brian dengan lembut.


Ay langsung cemberut, “ya udah deh bulan depan aja kasih tau mommy dan daddy” ujar ay terdengar sedikit kesal.


Ay menagngguk cepat, “ay mau tidur sama abang al sama abang el!” seru ay bersemangat, “tapi apa boleh? Ay saja belum boleh kuliah” lanjut ay.


Brian memang melarang gadis itu untuk kuliah, dan ay sengaja dibuat cuti oleh Brian, dia tidak mau ay menjalani aktifitas berlebihan karena sekarang status kehamilan ay sangat rawan keguguran dan kemungkinan janin mati dalam perut sangat besar.


“boleh, kakak biar tidur di sofa aja, kalian tidur disini” jawab brian, dia lebih memilih mengalah membiarkan dua saudara kembar ay untuk melakukan keinginan ay.


“makasih kak! ay sayang sama kakak” ay langsung memeluk brian dengan sayang.


“kakak juga sayang sama kamu” jawab brian. “jangan pernah tinggalkan aku di dunia ini sendirian ay” lirih brian dalam hati.


...🐼🐼🐼🐼🐼...


Brian terbangun dari tidurnya karena bunyi ponselnya yang nyaring, pria itu langsung mengangkatnya dan pergi ke beranda kamar agar ay tidak mendengar suaranya, takut gadis itu menangis, atau terbangun dari tidur, tadi dia nangis bilang pengen main sama lobak import milik brian, tapi brian tidak mau, bukan karena dia tidak suka, brian takut dirinya tidak dapat menahan diri hingga memasukkan lobak arab ke dalam kue serabi ay.


“halo” jawab ketus Brian pada si penelpon.


“kamu masih di rumah?” tanya daddy George pada brian. Ya, si penelpon adalah daddy George.


“iya, kenapa dad?” jawab brian lagi-lagi masih terdengar ketus.


“kapan kamu akan menjenguk Melani? Dia terus menanyakan tentangmu” tanya daddy George.


“Tidak akan, aku tidak akan mau menemuinya, masih untung dia masih hidup dad” ucap Brian.


“Kamu adalah temannya, hanya menjenguk, apa salahnya? Aku dengar istrimu hamil, apa salahnya kamu menjenguk teman bersama istrimu?” ujar daddy George.


Terdengar suara tawa brian. Pria itu tertawa mendengar permintaan daddy nya.


“benarkah hanya menjenguk? Dad, jangan membuatku tertawa, aku tau apa yang kau bicarakan pada melani dan kedua orang tuanya! Walau aku tidak menjenguk melani, tapi aku tau semuanya dad, jangan pikir aku tidak tau apa yang kau rencanakan” seru brian mulai emosi.


“kau mengawasiku? Sejak kapan aku membolehkanmu untuk mengawasiku dan melani?” daddy George terdengar marah.


“jika aku tidak melakukannya, aku tidak akan tau apa yang ingin kau lakukan dad, lupakan melani, sekarang kau punya putri yang juga sedang sakit, kenapa tidak merawat ay saja, dari pada wanita gila itu?” seru brian.


“Apa yang kau katakan! Melani tidak gila! Dia hanya tersiksa karena mu brian, apa salahnya mengabulkan permintaan terakhir gadis itu, dia dalam keadaan kritis brian, hanya mengabulkan satu permintaan dan setelah itu dia akan tenang dan mau menjalani pengobatannya bersama daddy ke amerika” seru daddy George mulai naik darah.


Brian kembali tertawa sinis.


“satu permintaan? Menikah dengannya adalah satu permintaan yang mustahil untuk aku lakukan! Kau daddy terburuk yang pernah aku temui!” sindir brian.


Brian mengetahui permintaan Melani dari bobby, dan dia sangat kesal dengan daddy George yang mengiyakan permintaan itu.


...🐰🐰🐰🐰🐰...