My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 68. Singa Mengganas



Brian tidak membiarkan ay untuk beristirahat dengan lama, karena dia belum juga menyantap makanan di depannya, pria itu kembali menciumi ay dan mulai melakukan hal lainnya, kembali membuat ay merasakan hal baru itu lagi, hingga saat lobak import itu akan masuk ke dalam kue cubit.


“KAKKK!” ay berteriak begitu lobak import sudah memasuki kue cubit hanya dalam sekali hentakan, air mata ay kembali keluar menahan sakit yang terasa amat sangat.


Bukan hanya ay ternyata brian juga merasa sakit karena ay menancapkan kuku-kuku cantiknya di punggung brian, tapi sakit itu hanya seperti gigitan semut.


“Maaf sayang, kalau gak gini, gak bakal masuk” lirih brian.


Ay hanya mengangguk pelan tidak dapat berkata apa-apa lagi. Sedangkan brian mulai menaikkan temponya membuat ay kembali terbuai akibat lobak import besar itu.


“I love you danaya!” pekik brian begitu dia mencapai punyaknya.


Brian menyemburkan semua peluru kedalam kue cubit ay, dia menciumi semua wajah ay hingga membuat ay tertawa geli akibat ulah suaminya.


Baru ay akan memejamkan matanya, mata gadis itu kembali terbuka karena suami tampan nya kembali mendekatinya sekarang suami tampannya sedang mendaki puncak gunung dengan mulutnya, ay terkekeh kecil begitu melihat lobak import kembali tegang.


“belum cukup?” tanya ay.


Brian menggeleng dengan wajah memelas, “sekali lagi ya” lirihnya pelan.


Ay hanya bisa mengangguk pasrah saat brian kembali memulai permainannya lagi, dia sudah terlanjur mengatakan bahwa brian boleh melakukan apapun sampai dia puas, dan ternyata bermain satu kali itu belum cukup bagi suaminya.


Ay hanya bisa menggap menggap seperti ikan mas peliharaan opa ketika tangan brian bermain di kue cubitnya sementara mulut brian asik mendaki puncak Himalaya.


Begitulah pertempuran kedua suami istri ini berlangsung, hingga berjam-jam, brian betul-betul menikmati santapannya hingga membuat ay K.O.


...🐺🐺🐺🐺🐺...


Ay membuka matanya begitu merasakan bibir seseorang terus menempel pada wajah dan lehernya, dan ada terasa sesuatu yang basah.


“Kak…” ucap ay lemas. Begitu membuka mata suaminya itu sedang berada didepan wajahnya.


“Morning princess” sapa brian sambil memberikan ciuman pada bibir ay berkali-kali.


“Jam?” lirih ay, dia merasa seperti habis mengangkat beban berat seluruh badannya terasa remuk apa lagi bagian bawahnya yang terasa perih, bagaimana tidak perih brian melakukannya lebih dari sekali, bahkan lebih dari 3 kali, bayangkan saja mereka berdua tidur pukul 6 pagi.


“10 pagi” jawab brian masih dengan ciuman pada wajah ay. Entah itu masih


“Udah kak geli” tolak ay dengan mendorong badan brian untuk menjauh dari badannya.


“Cuma cium aja baby” bisik brian seduktif.


“Ntar lobak import nya bangun, ay udah gak kuat, badan ay serasa habis di lindas truk” jawab ay dengan lesu. Dia bahkan sudah tidak bertenaga untuk berdiri tegak.


“Makan dulu ya, habis itu kakak makan lagi” kekeh brian.


“Hah?! Lagi? Gak puas yang kemarin?” seru ay terkejut.


“Biar yang disini cepat jadi sayang, kalau bisa kembar 5 sekaligus” ucap brian sambil mengelus perut rata istrinya.


Ay menggeleng lemah, “gak gitu juga caranya kak, ay lemas benaran ini, gak ada tenaga buat gerak aja sulit” lirih ay.


‘cup cup cup’ brian mengecupi kening, hidung dan bibir ay. “bercanda sayang” kekeh brian. Sebenarnya pria itu setengah bercanda setengah serius, tapi tidak mungkin dia memaksa istrinya yang sudah dia buat K.O untuk melakukan lagi, entah dari mana datang tenaganya itu, brian benar-benar menjadi makhluk buas tadi malam dan pagi ini dia masih punya tenaga untuk kembali memakan istri cantiknya.


“katakan kenapa kakak bisa jago” ay memulai pembicaraan sebelum pertempuran dimulai.


“Kak~ ay serius ini” gerutu ay, masih belum puas dengan jawaban brian.


‘Cup’ brian memberikan kecupan dalam di kening Ay. “kakak juga serius, kakak bersumpah belum pernah melakukan apapun dengan Wanita lain, menonton juga tidak pernah, tapi insting kakak jalan sendiri, kamu membuat semuanya menjadi sempurna baby” bisik brian seduktif.


“kakak curang ah, bisa semuanya, masak bisa, apapun bisa, sampai bikin anak juga jago, ay banyak gak bisanya, nanti kakak lari dari ay lagi” gerutu ay.


Brian tertawa kecil mendengar gerutuan istrinya, “kakak memilih kamu jadi istri kakak bukan karena kamu bisa sesuatu tapi karena kakak mencintai kamu, kakak tidak butuh kamu pandai masak, karena kakak punya koki untuk memasak, kalau jago bikin anak, kakak akan ajarkan padamu” kekeh brian.


“Nanti aja bikin anaknya lagi, ay lapar tapi pengen berendam dulu” ujar ay berusaha tegak, tapi wajahnya langsung berubah meringis merasakan sakit lagi, sedikit saja dia menggerakkan kaki kecilnya, maka sakit di bawah perutnya kembali terasa, memang lobak import terlalu ganas menggempurnya tadi malam.


“Kak!” pekik ay begitu brian mengangkat tubuhnya, brian saat ini hanya memakai boxer sedangkan ay tidak mengenakan apapun untuk menutupi badannya.


“Sakit kan, biar kakak bantu sampai di kamar mandi, kakak sudah siapkan air untuk kamu berendam dan ada aroma terapi kakak berikan di sana, kamu bisa berendam dulu, kakak akan suruh pelayan membuatkan makanan dan membersihkan tempat tempur kita” brian memandang tempat tidurnya dengan ay yang sudah tidak berbentuk lagi, sekarang dia baru sadar dia sudah menggempur istri kecilnya dengan sangat ganas.


Melihat arah pandang brian, ay tersenyum pada brian, “udah sadar kakak tadi malam ganas banget” sindir ay.


Brian tersenyum canggung, “maaf sayang habis, kamu biarin singa lapar selama semalaman penuh” ucap brian.


“itu daddy bukan ay” bantah ay, memang daddy nya yang membuat Brian lapar selama semalaman full, alhasil brian melampiaskan semuanya tadi malam.


“Iya-iya daddy yang buat singa lapar semalaman full” kekeh brian sambil meletakkan istrinya secara perlahan kedalam bathup.


‘cup’ brian memberikan kecupan pada bibir ay sebelum berdiri tegak, “kalau udah siap teriak aja ya, kakak diluar” ucap brian sambil menutup pintu kamar mandi.


Begitu sampai diluar kamar mandi brian langsung mengambil ponselnya, dia tau sejak tadi pagi teleponnya terus berbunyi tapi dia diamkan, karena itu adalah harinya bersama sang istri.


“Kenapa menelpon bob!” nada suara brian terdengar tidak suka.


“A-anu tuan maaf, Tuan besar ingin anda segera kembali ke sini, karena saat ini melani dalam kondisi kritis, dia sedang dirawat di rumah sakit tuan” ucap bobby ketakutan.


“Apa yang terjadi?! Kenapa dia gak mati saja! Kenapa mesti hanya kritis!” pekik brian kesal, dia berusaha mengontrol nada suaranya agar tidak mencapai tempat ay berada.


“Do-dokter mengatakan melani sulit diselamatkan tuan, makanya tuan besar meminta tuan muda untuk kembali, dia ingin mengabulkan permintaan terakhir melani tuan”


“katakan pada pak tua itu, aku tidak akan kembali sampai aku puas disini, tapi setelah aku puas jika dia masih hidup aku akan mengabulkan permintaan pak tua itu, tapi jika tidak aku hanya akan melihat kuburannya” ucap brian dengan sangat dingin.


“Baik tuan” jawab bobby cepat.


Setelah telepon ditutup brian tersenyum mengerikan, “akhirnya kau mati juga” tawa mengerikannya mulai keluar, untung saja ay tidak mendengarnya, bisa ketakutan gadis itu jika melihat brian dalam wujud monster.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


jangan pada protes kurang hot ya, karena udah berkali- kali gak lulus sensor, kesal jadinya author.


sebenarnya udah dari semalam ni sambungan ada tapi gak lulus terus, dan berakhir seperti ini.


jadi jangan pada marah kalau kurang hot.


Selamat menikmati, Terima kasih masih mengikuti.


jangan lupa like, hadiah sama vote nya, biar author semangat buat ngetik terus


makasih semuanya ❤❤❤🥰🥰😘😘