My Little Girl

My Little Girl
95. Ketahuan



'Ceklek' bunyi pintu yang terbuka. Perlahan mereka mulai memasuki apartemen milik Dicky.


selangkah demi selangkah mereka makin mendekati kamar Dicky, semakin dekat semakin keras mereka mendengar suara ******* dari dalam kamar Dicky.


Ayah Dicky mulai mengepalkan tangannya karena dia mulai sadar itu adalah suara orang yang sedang bercinta.


"ahhh kak terus, lebih kuat" desah si wanita.


Kris tersenyum menang, dia sangat berterimakasih pada shasa yang telah menjadi umpannya agar kedua orang tuanya dapat melihat kebusukan Dicky. Dengan begini kakaknya akan lepas dari jerat Dicky.


'Brak' Ayah Dicky membuka paksa pintu kamar Dicky hingga terdengar suara yang begitu mengejutkan sepasang kekasih yang sedang memadu cinta.


"kyyyaaaaa" pekik shasa, dia langsung berlari mengambil selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


Sementara Dicky masih diam menatap orang-orang yang sekarang ada didepan kamarnya.


'Plak' ayah Dicky melayangkan sebuah tamparan keras pada putra semata wayang nya itu. sementara ibunya menangis histeris melihat kelakuan anaknya.


"Benarkan om, aku tidak salah!" ucap kris penuh keberanian.


Ayah Dicky menatap marah pada putra nya, dia melemparkan kain yang teronggok didekat kakinya.


"cepat pakai bajumu!" ujarnya marah.


Lalu mereka semua berjalan menuju ruang tamu milik Dicky.


.


"Maaf grey, aku akan membatalkan perjodohan ini, aku tidak bisa memberikan putriku pada putramu" papi violet terlihat marah sekali, tapi dia menahan amarahnya, karena grey adalah sahabat baiknya.


"Albert, kita bisa bicarakan ini, aku akan melarang dia untuk berhubungan dengan wanita lain dan memutuskan semua wanitanya, jadi aku mohon jangan putuskan pertunangan ini" Grey berusaha memohon pada sahabat nya itu.


"Maaf Grey, aku tetap tidak bisa memberikan putriku" Albert segera beranjak dari duduknya, menarik tangan istri dan putrinya untuk segera pergi dari sana.


Kris membiarkan keluarganya untuk pergi lebih dulu, dia masih duduk dengan senyum yang tidak pernah hilang dari bibirnya.


"Maaf ya om dan tante, saya sudah minta pada kak Dicky untuk melepaskan semua wanitanya jika bersama kakakku, tapi dia tidak mau, dia bilang dia ingin balas dendam pada kakakku, dan akan membuat hidup kakakku hancur, jadi aku harus melakukan ini, agar dia melepaskan kakak, saya mohon maaf sekali lagi om dan tante " kris menunduk penuh hormat, setidaknya dia tau kedua sahabat orang tuanya adalah orang yang baik, berbeda dengan anaknya.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


'Plak' sekali lagi tamparan panas mendarat pada pipi Dicky, pria itu hanya diam menerima kemarahan dari ayah dan ibunya.


"Dasar anak kurang *jar! mempermalukan nama keluarga! ini didikanku! kau tau betapa malunya muka ayah saat ini! jika kau tidak menyukai wanita yang dijodohkan olehku kau tinggal bilang Dicky!" Maki ayah Dicky, dia memegangi kepalanya yang mulai terasa pusing.


"Mas, mas tidak apa kan" ibu Dicky memegang bahu suaminya, dan memapahnya untuk duduk. Dia sangat takut darah tinggi suaminya kambuh.


"Ini semua karmaku! semua karena aku ingin menghancurkan saingan bisnisku! harapanku malah terjadi pada putraku!" Ayah Dicky memukul berkali-kali kepalanya sendiri. Dia kembali teringat dengan kejahatan yang pernah dia perbuat.


Dicky segera berlutut dihadapan kedua orang tuanya, "Maafkan Dicky yah, Dicky bersalah, maafkan Dicky".


Shasa yang sejak tadi diam, akhirnya ikut juga berlutut, sambil memohon maaf.


"Om, tante maafkan shasa" lirih shasa sambil terisak.


"Dasar wanita rendahan! puas kamu menghancurkan hidup putraku!" maki ibu Dicky.


"Maafkan shasa tan, shasa dan kak Dicky saling mencintai, tapi karena kak Dicky dijodohkan, kami tidak bisa mengatakan hubungan kami" isak shasa.


"Dari keluarga mana kau berasal!" bentak ayah Dicky.


"Berapa umurmu?!" tanya ayah Dicky lagi.


"18 tahun, saya masih bersekolah".


"Apa?!! kau bermain bersama anak yang masih sekolah Dicky!" kali ini ibu Dicky yang mulai mengamuk.


"Jangan salahkan kak Dicky tan, waktu itu kak Dicky tidak sengaja menyentuhku, aku masih perawan, dan karena merasa bersalah aku dijadikan selingkuhan nya, tapi lama kelamaan kami saling mencintai" lirih Shasa pelan.


"Wanita sepertimu perawan! dari suaramu saja aku tau betapa busuknya wanita sepertimu! aku tidak akan menyetujui hubungan kalian! aku tidak akan membiarkan wanita malam sepertimu masuk kedalam keluargaku! Pergi kamu sekarang juga! atau aku akan melaporkan pada sekolahmu tentang kelakuan muridnya!" bentak Ibu Dicky lagi.


"tan, saya mohon maafkan saya, saya tidak bisa jauh dari kak Dicky, saya mohon jangan pisahkan kami!" Shasa merangkak dan menyentuh kaki ibu Dicky, memohon dengan air mata buayanya.


'Brak' ibu Dicky menendang shasa hingga gadis itu tersungkur jatuh, "Jangan menyentuh ku, dasar wanita murahan! cepat pergi atau aku laporkan kelakuan mu pada kedua orang tuamu dan pihak sekolahmu!" ancam ibu Deon sekali lagi.


Shasa akhirnya melangkah masuk kekamar Dicky mengambil barang-barangnya, dan pergi dari apartemen itu.


Sebelum pergi, matanya sempat menatap mata Dicky tapi pria itu hanya diam tidak membantunya sama sekali, shasa semakin sakit hati, padahal dia sudah memberikan semuanya pada Dicky.


.


Setelah shasa pergi Dicky kini beralih menatap kedua orang tuanya, "ayah maafkan Dicky, Dicky janji tidak akan mengulangi lagi, jadi Dicky mohon maafkan Dicky".


" Aku tidak akan mengurusi mu lagi, ini sudah wanita yang ke berapa Dicky? terserah kau mau hidup seperti apa sekarang! aku tidak akan mengurusi mu" pasrah ayah Dicky, pria tua itu segera tegak dan membawa istrinya untuk meninggalkan Dicky di sana sendiri.


"aakkhhhh sialan!!!! kenapa mereka tau shasa ada di apartemen ku!!! aakkhhh" Dicky berteriak frustasi, sekarang hilang sudah wanita muda yang bisa dia jamah kapan saja.


...πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯...


Suasana hening dirasakan keluarga violet selama perjalanan pulang ke rumah mereka, papi dan mami violet terus memohon maaf didalam hati mereka, mereka masih gengsi untuk mengucapkan maaf pada putri mereka.


.


Begitu sampai rumah Violet lansung melangkah kan kakinya untuk masuk kedalam kamar, tapi langkah kakinya terhenti karena suara panggilan papinya.


"Vio, kesini sebentar" pinta papinya.


Violet duduk pada tempat yang di minta papinya.


"Vio, apa kau punya alamat orang tua dari keluarga Allinsky?"


Wajah Violet yang tadinya tertunduk segera terangkat, karena terkejut.


"kenapa pi?"


"Bukankah kamu menyukai pria itu, memang sangat tidak wajar wanita yang melamar, tapi tidak ada salahnya papi coba, papi belum pernah dengar scandal dari putra keluarga itu, papi yakin dia pria baik yang cocok untuk putri papi yang sempurna".


Begitu mendengar ucapan ayahnya Violet merasa sangat bahagia, dia segera memeluk ayahnya, dia telah melupakan fakta bahwa Deon telah menikah.


"Ya aku mengetahui itu pi" jawab Violet dengan sinar bahagia.


...🐀🐀🐀🐀🐀...


🌺🌺🌺🌺


maaf ya sampai sini dulu kondisi author masih belum fit, ini aja paksain harus bisa up walau cuma bisa sedikit.