
Setelah Johan dan Siren meninggalkan mereka, Brian duduk di dekat ay sambil menggenggam kedua tangan Ay.
“jangan lakukan ini lagi ya” lirih Brian.
Ay mengangguk pelan, “abang sudah merasakan akibatnya, jadi ay yakin abang Ray tidak akan merengek lagi meminta hal yang sama, dan lagi sekarang dia bakal punya teman bermain” ujar ay sambil mengelus perutnya yang masih Rata.
“kau tau sayang? Jantungku serasa berhenti berdetak begitu mendapat sinyal tanda bahaya darimu, aku marah tapi tidak akan bisa memarahi mu, aku takut nanti baby kita syok” tangan brian beralih pada perut rata ay. “semoga kalian semua tetap sehat, berikan semua kesakitan kalian pada daddy saja” gumam Brian.
Ay tersenyum dan menggenggam tangan brian, “kak, sepertinya ay mengidam” ujar ay pelan.
Mata brian yang menatap perut ay beralih menjadi menatap mata Ay, “ngidam apa sayang?”
“I-itu ay pengen tidur sambil dipeluk kakak,apa boleh?” lirih ay pelan.
Brian tersenyum dan langsung naik ke atas ranjang Ay, dia langsung memasukkan ay ke dalam pelukannya, “tentu saja sayangku, dengan senang hati aku akan mengabulkan apapun itu” gumam brian sambil memberikan beberapa kecupan pada kening ay.
...🐻🐻🐻🐻🐻...
“Oh astaga! BRIAN!” Deon menjewer telinga menantunya itu, Deon dan Ara datang untuk mengunjungi putrinya yang masih di rumah sakit, tapi sekarang yang mereka lihat adalah brian yang sedang tidur sambil memeluk Ay, sementara putranya tidur di tempat sofa yang sudah dirubah menjadi tempat tidur sendirian.
“AWWW” pekik Brian karena Deon tiba-tiba mencubit dan memelintir telinganya.
“DAD! Apa yang daddy lakukan sama suami ay!” pekik ay ketika membuka matanya melihat daddy nya memberi hukuman pada brian.
“Biar dia gak meluk-meluk kamu di rumah sakit, udah tau istri sakit malah cari kesempatan, itu anak ditinggal tidur sendirian” omel Deon seperti ibu-ibu komplek, Ara saja yang ibu-ibu asli tidakse cemas deon.
‘Plak” Ay memukul tangan daddy nya hingga membuat tangan Deon terlepas dari telinga suaminya.
“Ay yang minta dad! Ini cucu daddy yang minta di peluk sama daddy nya!” omel ay balik.
“Ohh~” Deon jadi serba salah telah menuduh Brian secara sembarangan.
“Gimana keadaan kamu sayang?” tanya mommy ara mengalihkan perhatian dari daddy deon.
“sudah baik mom” jawab ay.
“Mommy~” Ray baru terbangun dari tidurnya begitu mendengar suara mommy nya berbicara.
“Haii cucu ganteng grandpa, sini peluk sama grandpa” Deon mendekat dan mencium wajah bantal Ray.
“Ndak mau! Mommy~” tolak Ray.
“Sini sama Grandma aja, grandma bawa kamu ketempat mommy kamu ya” ujar Ara dengan sangat lembut.
Ray langsung merentangkan tanganya pada Ara. Wanita tida anakitu tersenyum hangat pada Ray dan langsung memasukkan cucunya itu kedalam gendongan.
“bagaimana kabar cucu oma hari ini?” tanya Ara lembut.
“Badan abang sakit grandma” jawab Ray dengan lancar.
“jelas sakit cucu grandpa tidur di sofa sementara daddy nya enak enakkan tidur di ranjang” sindir Deon.
“Daddy!” bentak Ay, gadis itu mengambil Ray dari pelukan mommy ara, “Abang, abang mulai hari ini sama grandma dulu ya, main sama grandma dan grandpa” lanjut ay.
Ray dengan cepat menggeleng, “mau sama mommy” ujar Ray sambil memeluk tubuh Ay.
“Mommy akan pulang beberapa hari lagi, tapi disini bukan tempat anak kecil, abang mau mommy cepat sembuh gak?”
“Mau” jawab Ray cepat menanggapi pertanyaan Ay.
Ray akhirnya mengangguk, “tapi mommy janji cepat pulang ya” lirih Ray.
“Iya mommy janji, cium dulu dong mommy nya” ay menunjukkan pipinya kearah Ray dan langsung diberikan ciuman bertubi-tubi dari Ray.
“Mommy jangan sakit lagi, abang yang sekarang akan jaga mommy, abang janji” kata ray dengan penuh percaya diri.
...🐰🐰🐰🐰🐰...
“ahh akhirnya hanya kita berdua sekarang” ucap lega Brian, mata pria itu kini beralih pada ay, “kamu mau mandi sayang?”
Ay mememegang bajunya yang memang sudah penuh dengan keringat. “mau sih, tapi mandi sama perawat aja ya kak” ay berucap sambil menggigit bibir bawahnya.
Wajah Brian langsung berubah masam, “kenapa? Aku juga bisa memandikanmu” ucap pria itu dingin.
“Tapi bisa bahaya jika kakak yang memandikanku” Ay menunduk malu setelah berucap seperti itu.
“bahaya?” brian melihat apa yang dilihat ay, dan pandangan mata gadis itu terlihat menuju perut sixpack dan lobak import nya, brian mengulum senyum telah dapat membaca apa yang di pikirkan istrinya itu.
“Aku bisa menahan diri sayang, lagian kalau aku terangsang aku bisa memuaskan sendiri dengan sabun” ucap Brian dengan senyum jahilnya.
Ay langsung menengadahkan kepalanya menatap Brian, “bukan itu…” lirih gadis itu, wajahnya masih tampak cemas.
“lalu bahaya apa?” tanya brian bingung.
“Aku yang gak bisa menahan diri, aku pengen kak~” Ay langsung menutup mukanya dengan menggunakan bantal, dia sangat malu telah mengatakan kebenarannya, membuat brian tidak henti-hentinya tertawa.
“gimana kalau aku saja yang memuaskanmu, tidak pakai coblos, hanya memijat dan mengusap serta sedikit jilatan” goda brian.
“tapi kakak gimana?”
“kalau aku masalah kecil sayang, itu bisa menjadi urusanku” setelah itu brian mengangkat tubuh istrinya dengan perlahan menuju kamar mandi, tadi dia sudah menyiapkan air hangat di dalam bathup dan juga sudah menyiapkan sabun yang banyak.
Sekitar 30 menit terdengar suara-suara d***han ay dari dalam kamar mandi, brian memang memuaskan istrinya setelah istrinya puas dan selesai mandi, brian baru menuntaskan urusannya sendiri dikamar mandi.
.
“Brian bukankah aku bilang istirahat! Kau mau anak-anakmu dalam bahaya?!” gerutu Johan saat melihat brian yang basah rambut serta ay juga.
“kalau soal berhubungan badan tidak ada, percayalah, aku hanya memberikan servis sedikit ini permintaan bayiku” jawab brian sambil menatap kesembarangan arah.
Johan menatap ay yang menunduk malu, “apakah ngidam ibu hamil kali ini lebih menjurus kesana?” selidik Johan, tapi ay sama sekali tidak menjawab apapun. “ini aku bawakan dokter psikolog anak yang paling bagus, sebaiknya kalian berdua berbicara dengannya”.
“halo nyonya, tuan, saya Dea” sapa dokter wanita itu sambil menundukkan kepalanya.
“Hallo dok, bisakah saya bertanya sesuatu?” tanya ay lembut.
“ya nyonya, tanyakan saja yang anda inginkan”.
“ray itu anak yang sangat sensitive, aku takut ketika dia bertemu dengan anda dia akan berpikir yang aneh-aneh, apakah harus putra saya di periksa mentalnya?” ujar ay.
“Kalau melihat dari cerita tuan johan saya takut putra anda memiliki sifat psikopat dalam dirinya, atau memeliki trauma, keduanya itu perlu penanganan serius, jika tidak akan berakibat sangat fatal, jika nyonya takut saya akan menyinggung tuan muda, maka saya bisa membaca gangguan pada Ray dari monitor saja, dia bisa bermain bersama yang lainnya, di tempat yang sedikit ramai, lalu saya akan melihat bagaimana interaksinya, jika saya bilang tidak ada yang terjadi pada tuan muda, saya akan langsung mundur, jika ada maka saya akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi yang di alami tuan muda” ungkap Dea.
“Biar saja sayang, tidak apa, aku yakin tidak akan ada yang membuat abang trauma atau menjadi psikopat sepertiku, jadikamu tenang saja” brian mengelus bahu istrinya agar dia sedikit lebih tenang.
“Ahhh, baiklah” jawab Ay pasrah, dia akhirnya membolehkan dokter itu untuk melakukan pemeriksaan.
...🐼🐼🐼🐼🐼...