My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 25. Restu Ara



Begitu Brian keluar dari apartemen EL, dia Kembali bertemu dengan Wanita yang tadi di panggil kakak cantik oleh Ay.


“Hai” panggil Brian, “apa kabar Alexa?” lanjut pria itu lagi.


“Seperti yang kau lihat, aku masih dapat hidup sampai saat ini” ucap ketus alexa.


Brian jadi salah tingkah mendapatkan perlakuan dingin dari Wanita itu, “baiklah, aku akan pergi, aku yakin kau sangat membenciku, dan tidak ingin bertemu denganku” ucap brian dengan sedikit pelan.


“apa dia kekasihmu atau adikmu?” pertanyaan Alexa menghentikan Langkah kaki Brian yang mulai melangkah pergi.


“Kekasihku, kau tau sendiri aku anak tunggal” jawab brian.


“jaga dia, jangan sampai terjadi hal seperti tunanganku yang mati karena masuk dunia mafia” ucap Alexa lagi dengan ketus.


“terima kasih sudah mengingatkan, dan aku minta maaf atas apa yang terjadi pada Michel” ucap Brian.


“Seandainya aku memaksanya keluar dari dunia mafia, aku yakin dia masih tetap hidup sampai sekarang, ini semua karena mu! Karena persahabatan kalian, Michel harus mati” umpat Alexa, air matanya sudah mulai menggenang.


“aku minta maaf sekali lagi, tentang Michel, aku juga sudah menyuruhnya keluar, tapi dia masih tidak mau keluar” ucap Brian lemah.


Tidak menjawab lagi alexa lebih memilih memasuki apartemennya dengan sedikit membanting pintu dengan keras.


Brian mendesah panjang, dia tidak tau jika akan bertemu dengan Alexa di sana. Alexa adalah tunangan dari sahabat sekaligus bodyguard Brian, Brian dan michel dua orang yang sangat akrab, Sebenarnya Michel adalah anak dari bodyguard ayahnya, dan dari sanalah mereka saling mengenal.


Sahabat Brian Michel sebenarnya terbunuh bukan karena persaingan mafia, hanya saja Alexa menganggapnya seperti itu karena mafia selalu identic dengan tembakan bom dan *******.


...🐯🐯🐯🐯🐯...


🎼


Nada dering ponsel brian berbunyi nyaring, brian mengerutkan keningnya setelah membaca nama yang tertera pada ponselnya, Brian mengambilnafas panjang sebelum mengangkat telepon itu.


📲“Hai ayah mertua, apa kabar?” tanya Brian dengan suara yang dibuat senang.


📲“Bagaimana waktu yang aku berikan padamu untuk bertemu dengan gadis kecilku? Apakah sudah cukup?” sindir Deon, dia tidak mau menjawab pertanyaan Brian dan lebih memilih memberondong pertanyaan untuk menyindiri pria itu.


📲“Hehehhe masih belum cukup ayah mertua” ucap brian.


📲“jadi kau sudah berhenti jadi mafia?” tanya Deon.


📲“Tidak, aku masih seorang mafia” jawab Brian dengan santai.


📲“Kau melanggar janjimu” ujar Deon.


📲“Ayah mertua dulu yang melanggar, makanya aku juga melanggar janjiku” balas Brian tidak mau kalah.


📲“aku bisa tidak merestuimu” jawab ketus deon.


📲“aku bisa menculik putrimu” balas Brian lagi dengan sangat santai.


📲“aku ingin keluargaku hidup dengan tenang” ucap deon dengan sedikit pelan.


📲“aku janji ay akan aman bersamaku, kau tidak perlu takut, seperti kamu yang menjaga keluargamu, aku akan menjaga ay dengan sangat hati-hati” ucap Brian.


📲“Aku masih belum merestui kalian, tunggu ay sampai dia lulus kuliah” ujar Deon dengan ketus.


📲“Ayah mertua tidak adil, ibu mertua hamil bahkan sebelum keluar dari sekolah, tapi untuk ay dia harus lulus kuliah, bukankah itu tidak adil? Anak itu cerminan dari orang tuanya, jadi ay bisa dong menikah denganku sekarang juga” ucap Brian.


📲“Zaman mu dan zaman ku berbeda, jadi jangan berharap aku memberikan restu sekar__” ucapan deon berhenti, lalu tidak lama dari dalam ponsel terdengar suara Wanita.


📲“Nak brian, mommy merestui kamu dengan ay, tapi setidaknya jaga dia dulu untuk satu tahun, baru kalian boleh menikah” ucap perempuan itu yang ternyata itu adalah Ara.


📲“ba-baik ibu mertua” jawab brian sedikit gugup dia tidak pernah mendengar suara Ara sebelumnya.


📲“Jangan dengarkan kata-kata pria tua ini, jika kamu bisa menjaga ay selama setahun tanpa lecet sedikitpun, maka aku yang akan menyeret pria tua ini untuk menikahkan kalian berdua” ucap Ara dengan tegas.


📲“Baiklah, jaga kesehatanmu nak brian” ucap ara.


📲“Ibu mertua juga jaga Kesehatan, dan sampaikan salamku pada ayah mertua” ucap brian.


📲“baiklah kau tenang saja, aku akan menyampaikannya” ucap ara, lalu ponselpun mati.


Brian tersenyum ternyata benar kata EL, mendapatkan restu dari Ara tidaklah sulit yang sulit hanya restu dari pria tua itu, daddynya ay.


"Kedengarannya ibu mertua anda sangat baik tuan" ucap bobby.


"benar, aku beruntung memiliki ibu mertua seperti dia" jawab Brian masih dengan senyumannya.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


Dua hari kemudian Ay dan AL pulang dengan menggunakan jet pribadi milik Brian, pria itu ingin menjaga ay , al dan el agar mendapatkan restu dari ibu mertuanya ara.


“Om, mafia itu kerjaannya apa saja sih?” Tanya Ay penasaran, dia menyandarkan kepalanya di bahu Brian, walaupun al sempat memarahi ay yang bersikap seperti itu ay tetap melanjutkan aksinya bermanja pada brian.


“Jual beli senjata illegal, perjudian, seperti cassino, perang antar mafia untuk mendapatkan wilayah” jawab brian, dia tidak mau menyebutkan hal lainnya.


“senjata, ay jadi kangen pengen ke lapangan tembak” seru ay dengan senang.


“Kamu bisa pegang senjata sayang?” tanya brian.


“Dia jagonya, shotgun aja dia bisa” jawab Al sebelum Ay menjawab pertanyaan Brian.


“benarkah itu? Kamu mau Latihan tembak bersamaku?” tanya Brian.


“mau! Mau nanti bawa au ya kak” ucap Ay dengan girang.


Dari kemarin brian sangat penasaran dengan Au yang dibicarakan oleh kedua saudara itu, dia Kembali mengerutkan keningnya saat Ay membicarakan Au didepannya.


“Siapa au itu sayang?” tanya brian Akhirnya.


Ay menolehkan kepalanya memandang brian, “dia sahabatku, dan sekarang sedang tinggal di apartemen milik abang” jawab Ay. “AHHH!” pekik Ay tiba-tiba.


“kenapa sayang?” tanya brian khawatir karena ay tiba-tiba memekik dan tersenyum girang.


“Om, carikan kerja untuk Au ya, dia chat dengan ay, kesulitan mencari pekerjaan paruh waktu, yang ada kerja full time, masalahnya au Cuma bisa kerja saat malam hari karena dia kuliah saat pagi harinya” ucap ay.


Brian mengelus dadanya, yang tadi berdetak dengan kencang, “kamu bikin aku cemas mendadak ay” gumam brian lesu.


“hehehe maaf” kekeh ay.


“Jadi mau minta carikan kerjaan, pelayan restoran apa dia mau?” tanya Brian.


“jangan! Akan banyak yang melihatnya jika menjadi pelayan café” tolak AL.


Ay melirik sinis abangnya, “lalu abang saja yang mencarikan kerjaan untuk dia” ketus Ay.


“Sudah tapi diatidak mau” jawab al lesu.


“Makanya jangan sering-sering mengerjai Wanita yang kakak sukai, jadi ginikan” nasehat Ay.


“Dia hanya jadi pelayan restoran ditempatku, disana hanya orang-orang yang berada yang bisa mengunjunginya, dan orang-orang itu tidak tertarik dengan gadis pelayan, di sana dia juga bisa mendapatkan banyak tips dari para pengunjung” jawab brian.


“Dengar tu, memang pelayan itu melelahkan, tapi ay yakin Au pasti mau menerima ini di banding kerjaan yang lain, yang tidak jelas kerjaan apa, dengan hanya bermodalkan ikazah SMA” jawab Ay.


Al akhirnya menghela nafas dan mengangguk, “baiklah, beritahu aku di mana tempatnya, aku akan mengawasi dia” pasrah AL.


Brian terkekeh pelan, dia bertatapan dengan ay dan mereka berdua sama-sama tersenyum dan tertawa tanpa suara.


...🐼🐼🐼🐼🐼...