
Selama perjalanan hanya terdengar suara celotehan bunda yang merengek minta dipertemukan dengan menantu kesayangannya, dan cerita tentang masa mudanya.
"Tadi kenapa gak datang sih, padahal ada gadis cantik dekat bunda".
Deon sedikit terkekeh, "Bun, bunda sendiri loh yang suruh Deon bersumpah untuk menikahi mantu bunda, kok masih bisa gitu bunda cari mantu lagi".
" Habis kamu gak mau pertemukan bunda dengan mantu bunda, bunda cuma bisa liat matanya dan rambut, bisa ajakan itu cowok jadi jadian, aduh memikirkan seperti itu bunda jadi takut putra bunda melenceng" Mitha mengusap lengannya yang sudah merasa merinding.
"Deon bukan tidak mau mempertemukan bunda sekarang dengannya, pertama dia masih sekolah dan kedua kalau bunda bertemu dengannya bunda pasti mendesaknya untuk segera menikah dengan Deon, dan yang ketiga dia baru tertimpa musibah, sedang menjalani pengobatan" Suara Deon terdengar lemah di akhir.
"Sakit? sakit apa?" Mitha terlihat khawatir.
"Panjang ceritanya, nanti Deon ceritakan semuanya pada bunda, tapi tidak sekarang, yang pasti dia wanita, dia adik axel".
Mitha mengenal semua sahabat putra nya termasuk axel, tapi dia tidak tau jika Axel punya adik.
"Benarkah? jadi dia adik Axel? pasti sangat cantik, ya ampun gak sabar pengen cepat ketemu, tapi kamu sudah merusaknya Deon, kamu memang harus menikahinya!" Bunda Deon teringat saat Deon tidur bersama dengan Ara, padahal ya memang hanya tidur tidak lebih.
Deon tertawa kecil, "Gak lah bun, bunda aja yang salah mengartikan, gak mungkin Deon merusak orang yang Deon cintai".
" Benaran?"
"Iya bun, masih polos kok mantu bunda itu" jawab Deon mantap.
"Sangking polosnya mau aja Deon kerjain" Batin Deon.
"Tapi waktu itu kenapa bisa satu tempat tidur? ya ampun Deon jangan bilang kamu sengaja diam-diam masuk ke kamarnya, dan memegang megang dia yang sedang tidur" Mitha menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Dia tidak habis pikir setelah lama tidak mendekati perempuan putranya itu punya kelainan, otaknya terus membayangkan hal hal yang aneh aneh, sambil menggeleng Mitha bergumam, "apa yang harus aku lakukan?"
"Ya gak lah bun, kenapa bunda selalu berpikir yang terlalu jauh? waktu itu dia sedang sakit, jadi Deon temani doang tidurnya, setelah tidur, Deon tinggal, gak lebih".
"Lebih sih, gue juga peluk dia, malah tidur disamping nya" lanjut Deon dalam hati.
"Benar gak lebih?"
"iya gak lebih" jawab Deon dengan senyuman yang disembunyikan.
"Kalau gitu bisa dong, bunda jodohin kamu sama anak teman bunda?" sorak bunda dengan semangat.
"Bunda" keluh Deon, sifat pengatur bunda nya kembali. ini hal yang Deon paling malas, jika dia memberitahu tidak terjadi apa-apa, maka bunda nya akan mencari wanita lain untuk di dekat kan dengan dia.
Bukan hanya satu, wanita itu setiap ditolak maka akan datang silih berganti, bunda nya bilang, 'penyakit alergi itu bisa hilang jika didekatkan terus dengan sumber alergi, dulu bunda alergi sama telur, setiap makan telur bunda gatal-gatal, tapi bunda makan terus, makanya sekarang bunda udah gak alergi lagi'
Entah lah itu benar atau tidak, tapi selama ini pengobatan yang bunda nya berikan tidak pernah berhasil. Tidak ada satu wanita pun yang berhasil menghilang kan alerginya.
"Bunda taukan masalah Deon, wanita mana yang bisa Deon sentuh selain bunda dan wanita pilihan Deon? Deon mohon, jangan menjodohkan Deon lagi, hanya satu setengah tahun bun, setelah itu Deon akan memberikan cucu sebanyak apapun pada bunda, hanya dia wanita yang bisa Deon sentuh".
Mendengar penuturan Deon, Mitha jadi bertanya tanya, apakah putranya benar-benar menyukai gadis kecil itu. "Kamu benar-benar mencintai nya kan? bukan hanya karena dia bisa kamu sentuh?"
Deon sedikit melirik bunda nya, "awalnya Deon hanya penasaran, tapi lama kelamaan Deon ingin melindungi nya, Deon malah bersyukur Deon bisa menyentuhnya, jika tidak Deon tidak bisa melindungi nya, tapi jika itu terjadi Deon pasti akan mencari cara agar menyembuhkan penyakit Deon agar kembali bisa menyentuhnya".
.
Mobil sudah berhenti di perkarangan rumah milik orang tua Deon. Deon segera keluar dan membukakan pintu untuk bunda nya, serta memberikan barang belanjaan mamanya pada asisten rumah tangga bunda nya.
"Deon langsung pulang ya"
"Gak mampir dulu?" tawar bunda.
"Gak bun, Deon masih banyak pekerjaan".
Baru saja Deon Hendak melangkah, bunda Deon lebih dulu membuat Deon kembali berbalik badan.
" Sayang, adik Axel cewek kan?" tanya Bunda dengan cemas.
"Ya ampun bun, cewek bun, dia cewek tulen gadis imut dan manis" Deon berusaha menjelaskan jika Ara adalah cewek asli.
"Bukan cewek yang berbatang kan?"
"Iya ituloh batang yang ada otot nya, tiap malam sering bunda mainkan".
Deon berpikir untuk beberapa saat, setelah tau apa maksud bunda nya, Deon segera menepuk jidatnya sendiri, pingin rasanya Deon berteriak dan mengumumkan jika dia cowok normal, mana mungkin dia suka sama bantangan.
" Bun, cewek tulen, 100 persen original cewek, gak ada batang berototnya".
"oke deh kalau gitu, kali ini bunda percaya, tapi nanti, awas ya kalau dia punya batang" ancam Mitha dengan wajah yang mengancam.
"Bunda ni aneh-aneh aja pikirannya, udah Deon mau pulang".
"Hati-hati sayang" Mitha melambaikan tangannya hingga mobil Deon benar-benar tidak terlihat lagi.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Shasa pulang ke rumahnya dengan kemarahan yang memuncak, ditambah tadi meli memarahinya karena dia ketahuan oleh Angga, karena hal itu Meli tidak akan disewa lagi oleh Angga, padahal selama ini Angga lah yang memberikan bayaran yang lebih mahal padanya, dan Angga lah pria yang mengambil mahkota berharganya.
Meli sebenarnya memiliki perasaan lebih pada Angga, tapi Angga, dia hanya menganggap Meli sebagai mainannya, tidak pernah terpikirkan oleh Angga untuk menjadikan meli sebagai wanita miliknya, karena bagi Angga wanita itu hanya mainan, dan sangat sulit mencari wanita yang baik, kalau awalnya saja sudah mata duitan, bagaimana baiknya jika seperti itu, hanya disodorkan beberapa uang maka wanita seperti meli akan berhianat darinya.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Sementara itu dikantornya Deon dikejutkan oleh kedatangan Angga, pria itu mengatakan semuanya tentang meli yang dibayar oleh wanita yang bernama shasa, agar dia bisa mendekati Deon.
"Jadi wanita itu pikir aku tertarik padanya karena memberikan dia uang yang banyak?" gerutu Deon.
"Yup, benar sekali" jawab Angga santai. "Sebaiknya kau bertemu gadis itu dan katakan langsung padanya jika kau menolaknya, jangan ditunda-tunda".
" Tapi masalahnya dia adalah sahabat dekat Ara"
"ara?" Beo Angga, "aahhh wanita milikmu itu?"
"iya! ara siapa lagi?"
"Kalau benar dia sahabat dekat ara maka harus secepatnya kau patahkan semangatnya! bagaimana jika dia berniat memprovokasi Ara untuk membencimu? Wanita ini adalah siluman ular, bro! kau tidak bisa terus berdiam diri saja! jangan sampai mulut berbisanya membuat Ara jadi kacau".
Deon terdiam menyimak ucapan Angga, benar yang dia katakan, bagaimana jika dia mengatakan semuanya yang terjadi di club dengan cara menambah kan bumbu dan ceritanya, maka Ara bisa meninggalkan nya.
Deon menggeleng cepat memikirkannya saja dia tidak sanggup, bahkan memikirkan Ara direbut orang lain saja dia tidak bisa, apa lagi memikirkan Ara milik nya akan menjauh.
Deon segera menekan interkom yang tersambung pada botak.
"Segera buat janji besok, untuk bertemu dengan wanita ular itu?"
"Wanita ular?"
"itu, wanita yang waktu itu menghentikan ku saat di sekolah Ara" Deon sangat tidak mau menyebutkan nama wanita itu dari mulutnya, dia sangat jijik mendengar sifat wanita siluman itu.
"Ohh shasa, kapan tuan? karena besok adalah waktu tuan menemani nona Ara ke psikolog" tanya botak dengan hati-hati.
Deon segera menepuk jidatnya, dia lupa jika dia ada janji akan menemani gadis kecilnya ke dokter psikolog, "Ya udah lusa saja, setelah aku menemani Ara".
"Baik tuan akan segera saya atur".
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Dirumah shasa, gadis itu masih mengunci dirinya didalam kamar, tidak membolehkan siapapun masuk kedalam kamarnya.
🎼 bunyi deringan ponsel membuyarkan lamunan Shasa.
Dia segera meraih ponselnya tanpa melihat siapa yang menelpon Shasa langsung saja mengangkat telepon itu.
📲 "Halo" Jawab Shasa dengan cepat.
...🐥🐥🐥🐥🐥...