My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 28. Hampir Tergoda



Ay terburu-buru keluar dari kamarnya, dengan sudah menggunakan baju lengkap dengan berbagai macam attribute untuk MOS di kampus.


“AY mau kemana?” Tanya al yang sedang duduk menikmati sarapan yang dibuat Au untuknya.


“Ay mau ke rumah om brian, sarapan di sana, kan ay diantar om brian” ucap gadis itu dengan semangat, lalu langsung menghilang di balik pintu.


Al hanya bisa geleng-geleng kepala lihat tingkah adik kembarnya itu.


.


‘ting tong ting tong’ berkali-kali ay menekan tombol bel pada pintu apartemen Brian, tapi pria itu masih belum membukakan pintu juga.


‘ting tong’ sekali lagi Ay menekan bell pintu apartemen brian.


Terdengar suara lari seseorang dari dalam pintu, ay yakin brian baru saja bangun tidur.


‘ceklek’ wajah bangun tidur brian muncul saat pintu apartemen itu terbuka, ay tersenyum senang melihat muka bantal Brian.


“Ay, ini masih pagi, kenapa kesini?” tanya brian dengan suara seraknya, maklum masih terlalu capek habis perjalanan panjang.


Tidak menjawab, ay memilih langsung masuk ke dalam apartemen brian, dia duduk disalah satu kursi meja makan yang ada.


“Om, ay lapar, ini hari pertama ay MOS loh” ucap ay akhirnya.


Dian menepuk jidatnya sediri,hampir saja dia lupa jika gadis kecilnya hari ini adalah hari pertama kuliah.


“bentar ya” ucap brian, dia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi, setelah itu baru membuatkan sarapan untuk AY.


Gadis kecil itu tampak senang melihat Brian yang memasakkan sarapan untuknya tanpa banyak bertanya, padahal dia pria seharusnya Ay yang memaskkannya makanan.


Ay tegak dari kursinya berjalan perlahan memeluk Brian dari belakang.


“ay!” pekik Brian karena terkejut saat Ay memeluknya secara tiba-tiba.


“gak boleh ya?” tanya ay sedikit melongokan kepalanya melihat apa yang sedang dilakukan Brian.


Brian tersenyum melihat wajah ay yang cemberut, “bukan tidak boleh, tapi tadi aku Cuma terkejut, mau minta apa?” tanya Brian lembut.


Ay menggeleng pelan, “gak ada Cuma mau peluk aja” jawab ay sambil mengendus-endus bau badan Brian. “om belum mandi tapi gak bau ya?” tanya ay.


Brian terkekeh, “kenapa? Berharap aku bau?” tanya Brian balik.


Ay Kembali menggeleng, “gak juga, ay suka yang seperti ini, ay kurang suka bau parfume” ucap gadis itu.


“Masih mau seperti ini?” ujar brian melihat gadisnya masih memeluknya dari belakang.


“gak boleh ya? Om gak suka di peluk ay?” tanya ay.


“Suka banget, gak boleh lepas juga gak apa, tapi takutnya nanti kena cipratan minyak” brian menunjuk ke arah kompor yang sedang menyala.


Ay cemberut dan melepas pelukannya, “nanti ganti pelukannya dengan pangkuan ya” ucap ay.


Brian hanya mengangguk dan tertawa kecil, benar kata Al, Ay akan melancarkan banyak aksi untuk menggodanya.


...🐺🐺🐺🐺🐺...


“Nih udah siap” ucap brian, pria itu melirik ay yang sekarang sedang duduk di sofa sambil bermain game, sepertinya gadis itu tidak sadar brian sudah memanggilnya.


Perlahan pria itu mengambil nasi goreng yang baru saja selesai dia buat kehadapan Ay, mengambil satu sendok dan mengisi penuh sendok itu dengan nasi goreng buatannya.


“Buka mulunya” ujar brian, pria itu duduk didekat ay sambil menyodorkan sesendok nasi goreng ditangannya.


Ay sedikit menoleh lalu Kembali lagi fokus pada game nya, dia membuka mulutnya dengan besar menunggu Brian memasukkan makanan kedalam mulutnya.


Dan selama lima belas menit ay makan disuapi oleh brian, makanannya sudah habis. Brian memberikan segelas susu coklat kepada Ay, dan langsung diminum ay hingga habis.


‘cup’ Tanpa sadar Brian mengecup bibir Ay saat ay membersihkan sisa susunya dengan menggunakan lidahnya sendiri.


Ay tersenyum senang mendapatkan ciuman dari Brian, “lagi” pintanya.


Brian sedikit menaikkan alisnya bingung, “apanya? Susu?” tanya brian.


Ay menggeleng sambil menunjuk bibirnya, “belum cukup, masak bentar banget” ucap Ay.


Mendapatkan persetujuan, Brian Kembali mencium bibir Ay, kali ini sedikit agresif, lidah pria itu bahkan sudah menjelajah kedalam bibir Ay, bergelut dengan lidah ay, dan cukup lama mereka saling berciuman.


Saat tidak sadar tangan brian mulai menjelajah masuk ke dalam baju ay, Peringatan dari kepala Brian tiba-tiba muncul, perkataan Al langsung terngiang di telinganya, pria itu dengan cepat melepaskan pagutannya dengan Ay. Mata gadis itu sudah sangat sayu menatap ke arah brian.


Ay hanya membalas ucapan brian dengan mendengus sebal. “gagal” batin Ay.


...🦊🦊🦊🦊🦊...


Mobil brian telah sampai di di parkiran kampus milik Ay, gadis itu tampak sibuk dengan ponselnya sejak masuk kedalam mobil.


“Kirim pesan dengan siapa sih?” tanya Brian penasaran.


Ay mendongakkan kepalanya melihat Brian, senyum jahilnya muncul, “dengan teman cowok ay” jawab ay dengan santainya.


“kamu punya teman cowok?” tanya Brian balik dengan wajah yang sudah terlihat marah.


Ay mengangguk dengan santai, dia berpura-pura tidak tau jika brian sedang marah, ay tiba-tiba ingin lihat sebesar apa sifat monopoli yang di miliki Brian.


“Hapus nomornya, dan jangan berteman lagi dengannya” perintah brian.


“gak mau!” jawab Ay, cepat.


“Ay! Hapus atau mau aku yang hapus!” suara bentakan brian mulai keluar, pria mafia itu sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


“Gak mau! Emang kenapa sih ay gak boleh punya teman cowok, mommy dulu sahabatnya banyak yang cowok, daddy bolehkan kok mommy berteman dengan cowok-cowok itu” keras Ay.


Brian menghela nafas panjang, ay bukanlah gadis yang mudah dibujuk, semakin kita keras, maka gadis itu semakin tidak mau mengganti keputusannya.


“Apa aku boleh punya teman cewek?” tanya brian balik.


Kini ay yang merubah ekspresinya menjadi marah. “terserah!” ketus ay.


Brian Kembali menghela nafas melihat ay yang sekarang ngambek padanya. Dengan cepat pria itu menarik ay untuk duduk diatas pangkuannya, untung saja mobil brian ini tidak akan bisa dilihat orang dari luar.


“Omm! Apa-apan sih!” pekik Ay, karena terkejut dengan kelakuan Brian.


‘cup’ bibir Ay di cium dengan paksa oleh Brian, “hapus gak?” perintah brian sekali lagi.


Ay menyembunyikan senyumannya, “gak mau!” ucap ay masih dengan sikap keras kepalanya.


‘cup’ kali ini brian ******* bibir Ay, hingga gadis itu sedikit mendesah saat brian dengan sengaja menurunkan ciumannya pada leher jenjang Ay, memberikan sebuah kissmark pada leher ay.


“Masih tidak mau hapus?” tanya brian.


Bukannya menjawab dengan suara ay malah menjawab dengan gelengan pelan.


‘Cup’ Brian Kembali ******* bibir Ay dengan ganas. Separuh baju kemeja ay sudah mulai terbuka, karena ulah jahil tangan brian, bra yang dikenakan ay juga terlihat.


Brian melepaskan pagutannya, melihat ay yang tersenyum didalam pangkuannya. “kamu mengerjaiku?” tanya Brian, sekarang dia sadar Ay sedang menggodanya.


“Om tergoda?” tanya ay, dia sedikit menggerakkan pantatnya, dia tau Brian sudah mulai berdiri.


“benar, tapi hal yang ada diotak kecilmu ini tidak akan semudah itu terjadi sayang” ucap brian, dia kini Kembali mengancingkan baju Ay. “jangan menggodaku terus, aku tidak ingin berpisah darimu” ucap brian.


“ya nikahin ay cepat, biar bisa langsung melakukan hal yang om mau, jika ay menggoda” kekeh ay.


‘cup’ brian mencium lembut kening ay, “nanti setelah daddy dan mommy mu Kembali” ucap Brian.


“haiiss tidak asik” gerutu ay, pakaian dan tatanan rambutnya sudah Kembali seperti semula. Gadis itu Kembali ke tempat duduknya dan melirik sinis kearah brian. “awas nanti kalau ada cowok ganteng ay godain tu cowok” ucap ay, dia langsung berlalu keluar dari mobil brian dengan tawa jenakanya.


Brian mau membantah ucapan ay, tapi sudah tidak bisa, ay sudah berlari meninggalkan mobilnya.


Brian mengambil ponselnya dan menghubungi orang yang sudah dia tugaskan untuk menjaga ay.


“laporkan setiap hal yang ay lakukan padaku, dan kirim setiap foto ay selama 1 jam sekali, lalu perhatikan orang-orang yang mencurigakan, kalian harus selalu waspada dan hati-hati jangan sampai ay tau” ucap brian pada teleponnya.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


bonus pict


muka marahnya om Brian



ay yang suka jahil