My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 45. Kakek Adnan Murka



Ay dan Brian sedang duduk berdua di sofa, Brian menjadikan paha ay sebagai bantalnya, sedangkan ay sejak tadi terus asik mengelus puncak kepala Brian.


“Om, ay boleh minta sesuatu gak?” tanya ay, tangannya masih terus sibuk mengelus wajah brian dan puncak kepalanya.


“Apa ?” tanya Brian mata pria itu masih terpejam menikmati sentuhan tangan Ay.


“Ay mau keluarga ay lengkap saat pernikahan kita nanti, ada eyang kakung dan eyang putri, ada oma dan opa, ada uncle Axel dan auntie Jenny, ada 2 keponakan nakal ay, ada kedua abang kembar ay, ada teman mommy” pinta ay pada brian.


Brian meraih tangan Ay yang ada di pipinya lalu mencium tangan itu dengan lembut, “akan di laksanakan seperti permintaan kamu sayang, semua eyang kamu sudah ada di turkey, Abang EL akan berangkat bersama kita aku akan menyuruh orang untuk menjemput abang EL, setelah itu kita akan berangkat dengan abang ipar menuju Turky, apa lagi yang kamu mau sayang?” tanya Brian.


“Ada tapi ay tidak yakin om sanggup melakukannya” gumam ay pelan.


“Apa itu?” ujar brian, dia sudah membuka matanya menatap mata ay yang menunduk menatapnya.


“Ay pengen pasangan abang al dan abang el juga ikut, harus! Gak boleh tidak!” ucap ay cepat.


Brian sedikit mengerutkan keningnya, jika al dia tau siapa pasangannya, gadis yang tinggal bersamanya di apartemen, tapi el? Brian tidak tau siapa yang menjadi pasangan pria dingin itu, El tidak pernah terlihat bersama seorang Wanita, kecuali dengan Wanita itu, seperti mendapatkan wangsit, Brian langsung duduk dan menatap Ay dengan serius.


“Siapa yang menjadi pasangan EL?” tanya Brian bingung.


Ay tersenyum penuh arti menatap Brian, “itu loh om, kakak cantik yang ketemu kita di lift” ucap Ay.


“kakak cantik” ingatan brian Kembali memutar memori saat mereka berada di mall dan bertemu dengan Alexa. Benar perkiraannya, Ay akan mendekatkan kedua pasangan itu, padahal ay tau Wanita itu lebih tua dari dirinya.


“Dia pasangan EL?” tanya Brian sekali lagi, dia masih tidak mempercayai kenyataan tentang itu. Brian akan percaya jika Ay yang ingin menjodohkan keduanya, tapi pria itu tidak bisa percaya Alexa menyukai El apalagi abang ipar dinginnya itu tidak terlihat seperti tertarik dengan lawan jenis.


Ay memukul dagunya menggunakan jari tangan, “hmm, belum masih pendekatan tapi ay tetap mau kakak cantik itu ikut” kekeh Ay.


Otak brian berpikir keras tentang bagaimana cara menolak permintaan gadis kecilnya itu, dia sangat tau Alexa tidak akan mau datang ataupun ikut dalam acara pesta yang dibuatnya, karena bagi alexa Brian adalah pembunuh tunangannya. Brian juga yakin Alexa tidak mau berurusan dengan mafia lagi, dia sangat membenci geng mafia miliknya, apa lagi setau Brian, Alexa masih mencintai tunangannya yang meninggal karena melindungi dirinya.


“Gak bisa ya?” gumam ay dengan lesu.


“Bukan begitu sayang, aku bisa menyiapkan semuanya untuk dia, tapi aku tidak tau apakah dia mau ikut atau tidak, kita tidak mungkin memaksa apa yang dia tidak mau lakukan” jelas brian dengan lembut.


“Tapi… ay pengen” gumam ay lagi, jawaban Brian masih belum membuat gadis itu mematahkan keinginannya.


“”begini saja, aku berikan perumpamaan, ay dipaksa menikah dengan theo, tapi ay sudah menolak, namun daddy ay memaksa agar ay mau, apa yang Ay rasakan?” tanya brian sambil mengelus pipi kekasihnya itu, dan sesekali memberikan kecupan singkat pada bibir ay.


“marah” jawab ay singkat.


“begitu juga dia sayang, dia akan marah jika aku memaksa dia ikut, tapi aku akan mencoba membujuknya, jika dia tidak mau, kamu harus bisa menerima keputusannya ya” jelas brian dengan lembut.


Ay akhirnya mengangguk pelan, “baiklah, tapi usahakan bujuk kakak cantik itu ya om, ay suka dia jadi pasangan abang el” ucap ay, “jika abang el gak ada pasangan ay takut mommy akan menjodohkan abang el dengan anak tante puput” tambah Ay lagi.


Ay sudah tau alana pasti akan terus mendesak mommy ara untuk menjodohkannya dengan abang kembarnya entah abang el atau abang al.


“Iya aku janji akan membujuknya, tapi sayang bisakah aku juga minta sesuatu?” tanya brian kini.


“Apa?” tanya ay balik.


“bisakah jangan memanggilku om terus, kita mau menikah loh, perbedaan umur ita hanya 10 tahun, di umur segini jika aku punya anak tidak ada yang sebesar kamu sayang, jadi jangan panggil om lagi ya, masak kamu samakan panggil teman mommy kamu dengan panggilan aku” pinta Brian dengan lembut.


“Apa aja asal jangan Om” ucap brian, “jangan kakek, atau paman, atau uncle” tambah brian lagi dengan cepat karena melihat muka ay yang hendak melontarkan lelucon.


“ciihh kok tau” gerutu ay.


Brian mencubit gemas pipi kekasihnya itu. “tinggal bersamamu, aku tau apa yang ada dalam otak kamu ini” kekeh brian.


“hmmm kalau kakak gimana? Seperti mommy yang kadang-kadang panggil daddy dengan kakak” kata ay saat tiba-tiba muncul ide itu dalam otaknya.


“Tidak masalah asal jangan om lagi ya” ucap brian.


Ay mengangguk singkat.


...🐺🐺🐺🐺🐺...


‘Prangk’ bunyi pecahan vas bunga terdengar dalam ruangan itu.


Kakek adnan baru mengetahui bahwa pembunuh sebenarnya dari putra kesayangannya adalah klan Mafia George. Johan baru saja mengirimkan video penyiksaan yang direkan oleh anak buah daddy George, penyiksaan yang sangat menyakitkan, dan membuat Kakek adnan sangat murka.


“Sialan! Kenapa klan mafia nomor satu itu yang membunuh putraku! Sekarang bagaimana cara aku membalas nya! Aku tidak akan bisa!” maki nya kesal.


“Tuan, setahu saya anak dari George memiliki hubungan dengan cucu dari allinsky” ucap asisten pak tua itu.


“Hubungan?” beo pak tua itu.


“Iya tuan, Tuan muda adnan tertangkap karena berusaha mendapatkan Wanita itu” jawab asisten pak tua.


Kakek adnan tampak berpikir panjang, “jika keluarga allinsky adalah kelemahannya makan kita hancurkan saja keluarga itu, aku juga sangat membenci keluarga allinsky, karena mereka aku selalu menjadi nomor dua, tidak bisa mencapai puncak, jika mereka hilang maka aku akan mencampai puncak di asia dan aku juga membalas dendam untuk kematian putraku”.


“tapi tuan, bagaimana dengan tuan muda adnan?!” tanya asisten itu.


“ka_”


‘Brak’ Ucapan kakek adnan terhenti karena seseorang membuka pintu ruangan itu secara mendadak.


“APA YANG KAU LAKUKAN!” maki kakek adnan.


“Ma-maaf kan saya tuan, i-itu ada kiriman kotak besar yang di antar ke rumah adnan ditujukan untuk anda tuan” ucap pria itu ketakutan.


“Kiriman apa? Kenapa di kirim kesana?” tanya kakek adnan bingung.


“I-itu tuan kami tidak sengaja membukanya karena sangat bau, dan saat kami buka, di dalamnya berisi mayat tuan muda adnan tuan” jawab pria itu sambil menunduk masih ketakutan.


“Sialan! Bajingan itu aku tidak akan membiarkan hidup mereka Bahagia! Aku akan membalas atas semua yang mereka lakukan padaku!” geram kakek adnan.


...🐼🐼🐼🐼🐼...


sampai disini dulu ya, maaf jika ada yang berharap adnan masih hidup dalam urusan geng mafia tidak ada yang dibiarkan keluar hidup-hidup, Terima kasih buat semua yang masih mengikuti novel ini.