
"ini tuan" ucap pelayan sambil memberikan satu nampan berisi wine mahal dan ada juga wisky di sana.
"Axel! kamu duluan yang mulai" ucap daddy deon.
Brian melotot kan matanya pada mertuanya itu, "gak barengan dad?" gumam Brian secara spontan.
"oh ho! tidak gentle kalau lawannya keroyokan, one by one itu baru gentle" ucap daddy deon sambil membuka sebotol wine dan menuangkan pada dua buah gelas lalu memberikannya pada axel dan Brian.
Brian melotot kan matanya melihat minuman di hadapannya, "Dan ini kan battle minum harusnya serentak dong dad, kalau gitu Daddy George di tim Brian ya dad" pinta Brian, memang daddy George dan ketiga temannya masih ada disana.
"No! kamu harus bertarung sendiri tidak boleh diwakilkan, setelah axel kamu akan melawan si kembar, lalu teman-teman yang lain" ucap Deon, emang ada aja kelakuan bapak tiga anak ini, sepertinya dia masih dendam sama Brian hingga ingin membuat menantu nya kesusahan.
"Tapi dad in__"
"Ini masalah putri daddy, jadi daddy yang buat peraturan, seenaknya nyuri anak orang yang masih 18 tahun" potong daddy Deon, saat Brian hendak membantah lagi.
Akhirnya Brian hanya bisa menghembuskan nafas panjang, padahal dia sudah mendapatkan ay menjadi istrinya masih aja ada tantangan dari daddy Deon.
"baiklah dad" Brian langsung meneguk habis gelasnya.
Semua orang yang ada di sana hanya bisa mengulum senyum mereka melihat tingkah mertua yang masih tidak rela berpisah dari putrinya.
"prok prok prok" tepuk tangan terdengar dari ketiga sahabat Brian.
"Semangat Bri! cuma tahap akhir untuk menuju kedewasaan! besok udah bisa merasakan jeruk!" teriak Lars dengan tawa kerasnya.
"dia belum bisa merasakan jeruk kalau kalah" ucap daddy deon.
"ayo Brian tambah lagi" ucap Axel yang juga sudah menghabiskan minumannya.
.
Satu botol wine berhasil di habiskan oleh Brian dan Axel, Saat mau minum wine kedua, Axel mengangkat tangannya.
"Menyerah" ucap Axel.
Deon melotot kan matanya pada abang iparnya itu, "Lo masih bisa xel! kok udah nyerah" ucap Deon.
"Sorry bro, gue gak bisa lagi" tolak Axel, sebenarnya dia masih bisa tapi dia kasian melihat Brian yang di kerjain oleh Deon, jadi setengah botol wine itu sudah cukup untuknya.
"Awas ya! kerja sama kita batal" ancam Deon, pria tiga anak itu lalu menatap ayahnya tuan besar allinsky yang kini sudah pensiun dari pekerjaan nya.
"tenang uncle, gak bisa kerja sama dengan daddy Deon, bisa ajukan kerja sama dengan perusahaan Brian" ucap Brian.
"Waahhh keren hahaha" gelak tawa Axel terdengar di ikuti oleh yang lainnya.
"Ayah, giliran ayah sekarang" ucap Deon, menghentikan pembicaraan Brian dan Axel.
"ohh tidak bisa, ayah sudah tua, jadi tidak bagus buat kesehatan minum minuman beralkohol" tolak tuan besar allinsky itu.
"papi juga tidak bisa, umur papi juga sudah tua, dan jangan biarkan anakmu minum, mereka masih 18 tahun belum waktunya untuk minum" ucap mertua Deon yang juga ada di sana ikut menyaksikan pertempuran antara mertua dan menantu.
Brian tersenyum dan menunduk hormat kepada kedua kakek ay, "Terima kasih kek" ucap Brian.
Deon semakin mengerutkan keningnya, "Terus siapa lagi?! " gerutu pria 3 anak itu.
Deon mendapatkan tepukan dari kedua sahabatnya, "tenang bro, masih ada aku, kau tau sendiri seberapa hebat aku minum" kekeh Andri.
Andri dan angga memang sudah sangat terkenal selalu pergi keluar masuk klub tapi itu dulu sebelum mereka menikah dan tobat.
"Ayo anak muda kita mulai lagi minumnya" ucap andri sambil mengambil botol vodka yang kebetulan ada di sana.
Andri sudah menyerah setelah menghabiskan 1 botol vodka dan 1 botol wisky, begitu juga dengan Angga, dia telah menghabiskan sebanyak andri, tapi berbeda dengan Brian, pria itu telah menghabiskan double karena melawan satu persatu.
sebenarnya Deon sangat Takjub karena Brian masih terlihat biasa padahal dia sudah menghabiskan banyak, pria itu hanya kekenyangan dengan botol-botol minuman yang dia habiskan.
"Dad, Brian boleh ke kamar mandi?" tanya brian.
Deon tersenyum penuh kemenangan saat Brian mengeluarkan suaranya.
"kau menyerah?" tanya Deon dengan alis yang di naik turunkan.
Beberapa orang tertawa melihat tingkah Deon, betul-betul mertua yang kekanakkan.
"Brian masih belum mabuk dad, hanya saja Brian kekenyangan" ucap Brian.
"tidak ada masih belum boleh pergi" tolak daddy Deon.
"kalau gitu Brian langsung melawan daddy aja ya" ujar Brian, bukan pria itu mabuk tapi yang ada perut pria tampan itu akan gembung karena terlalu banyak minum, mana lawannya satu-satu lagi, nampak banget daddy Deon dendam padanya.
"oh itu tid__"
"cemen ahh, kasian cucu papi, udah banyak minum, langsung aja lawan kamu langsung" ejek papi Ara yang notabennya adalah mertua Deon.
"Tapi pi_"
"lawan aja, atau kamu takut kalah" kali ini ucapan Deon kembali di potong oleh ayahnya sendiri.
"Baiklah" putus Deon, dia mengambil vodka yang kadar alkoholnya paling tinggi. "Ayo kita mulai" ucap Deon lagi.
.
Tepat pukul 2 pagi, Deon yang sudah menghabiskan setengah botol vodka telah tepar di meja dengan mata terpejam, pria 3 anak itu sebenarnya tidak bisa minum terlalu banyak karena tidak biasa minum.
Brian tersenyum penuh kemenangan, "i'm the winner" ucap pria itu baru setelah mengatakan itu dia sudah tidak bisa lagi menjaga keseimbangan tubuhnya, pria itu juga ikutan memejamkan matanya setelah pertarungan sengit tadi.
"hahahahaha" gelak tawa orang di sana mulai terdengar, menertawakan menantu dan mertua yang sudah sama-sama tepar.
"Bobby antar Brian ke kamarnya" perintah daddy George.
Bobby segera mengangguk dan mengangkat Brian di punggungnya menuju kamar yang sudah disiapkan.
"baiklah acara kita bubarkan kalian semua kembali ke kamar kalian masing-masing" ucap tuan besar allinsky sebagai pengganti putranya yang sudah tepar. "tak! antar tuan mu ke kamarnya" lanjut pria tua itu.
.
Daddy George duduk di sofa kamar yang ada di kamarnya, "Alex, aku senang melihat putraku bisa bercengkrama dengan sangat normal di sini" ucap daddy George pada asisten setia nya itu.
"ya tuan, tuan Brian terlihat lebih manusiawi jika berkumpul bersama keluarga nona ay" sahut alex.
"kau benar, walau dia tidak bersama Melani, tapi aku berharap Melani dan Brian bisa mendapatkan kebahagiaan mereka" ucap daddy George, "bagaimana dengan pernikahan melani?" sambung nya lagi.
"walau awalnya nona Melani menolak, tapi setelah di bujuk paksa oleh orang tuanya akhirnya nona Melani mau menerima pernikahannya tuan" ucap alex.
"aku masih kepikiran ucapan Brian, yang dikatakan oleh nya itu benar, akulah pembuat masalah sebenarnya, aku yang menciptakan monster seperti Brian, dan aku juga yang membuat Melani seperti itu.. " Daddy George menghentikan ucapannya pria tua itu termenung.
"tuan, saya yakin tuan muda dan nona Melani akan kembali bahagia, bukankah tuan liat sendiri bagaimana tawa tuan muda tadi, terlihat bahagia tanpa beban, nona ay bisa mengembalikan tuan muda menjadi manusia normal" ucap alex.
"kau benar semoga keduanya bisa hidup bahagia" doa tulus dari daddy George.
...🐻🐻🐻🐻🐻...