My Little Girl

My Little Girl
89. Tanggung Jawab



"Calon suami Violet" Deon lebih dulu memberitahu apa yang Ara cari.


"Apa? calon suaminya? kok bisa sama shasa?" teriak Ara tampak terkejut.


"Mana kakak tau" balas Deon dengan santai. "Dicky itu emang gak pernah bisa hanya dengan satu wanita, untung saja dia kaya, walau terus menerus di keluarkan untuk membayar wanita"


"dia lebih kaya dari kakak?" tanya Ara heran.


"bukan, masih kaya kakak dari dia, tapi usahanya emang sangat lancar dalam transaksi uang".


" apa usahanya kak?"


"pencucian uang, jual beli narkoba dan wanita, sama jual beli senjata" Deon menyebut satu bersatu bisnis dicky dengan santai, hal itu membuat Ara melongo, kenapa suaminya santai sekali jika dikabarkan pekerjaan Dicky sama dengan mafia.


"Kakak gak takut?" tanya Ara lagi, dia saja sudah merinding, bagaimana jika Dicky membenci suaminya dan membantai suaminya yang hanya ada satu di dunia ini (mulai lebay si ara).


"Ngapain takut, kakak punya organisasi keamanan swasta nomor satu di Asia, pekerjaan nya hampir sama dengan mafia, tapi dalam bentuk kebaikan, malah jika disamain dengan Dicky, organisasi kakak lebih hebat dari organisasi yang dia miliki" balas Deon dengan santai.


"Kalau kak Dicky mafia, lalu shasa bisa bahaya dong bersama pria itu" ara langsung menghawatirkan mantan sahabatnya itu, dia masih saja bersikap baik pada shasa.


"Sepertinya dia bakalan aman, Dicky memang seorang mafia yang menjual para wanita, tapi kakak tidak pernah mendengar dia menjual wanita yang dia pakai, jadi jangan terlalu memikirkan mantan sahabatmu itu".


" Pakai? apa shasa__?" ara menutup mulutnya tidak berani melanjutkan ucapannya. dia takut ucapan yang dia katakan akan menjadi kebenaran, dia tidak mau mengatakan hal buruk itu.


Ara tidak melanjutkan, tapi Deon dengan senang hati melanjutkan ucapan ara, "Sahabatmu itu sudah dipakai oleh Dicky, sekarang sepertinya dia menjadi salah satu wanitanya".


"Gak mungkin kak, shasa itu sangat menjaga mahkotanya, dia tidak mungkin mengatakan itu, dan kita tidak boleh berbicara hal yang belum tentu kebenarannya nanti hal itu akan menjadi boomerang buat kita kak" Ara berusaha menjauhkan pikiran negatif dari dirinya dan Deon.


Dia tidak mau kata-kata negatif yang Deon ucap kan akan menjadi dosanya dan mungkin dia akan terkena karmanya jika hal itu tidak benar.


"Memang benar, liat sendiri shasa, dia yang selalu mengatakan istri kakak wanita malam kini dia yang menjadi wanita malam itu, dia juga mengatakan istri kakak tidak virgin, hmmm kalau itu memang benar baru-baru ini dia sudah tidak virgin lagi" Deon terkekeh di akhir kalimatnya.


Ara mendengus kesal, suaminya itu sejak mendapatkan jatah jadi lebih mesum.


"Mulai! jangan bicarakan itu lagi, kesal ara lama-lama punya suami pikirannya mesummmm terus" gerutu ara.


"kakak kan cuma bicarakan kenyataan" kekeh Deon lagi.


"Iya awas aja kakak gak tanggung jawab" gerutu Ara.


"Sayang kita udah menikah, tanggung jawab apa lagi yang harus kakak lakukan? uang kamu tinggal habiskan jika bisa, mau apa lagi tanggung jawabnya?" tanya Deon bingung.


"Tanggung jawab bilang ke papi dan mami, kalau kakak sudah melakukan itu padaku, kakak Terima kemarahan papi dan mami"


"siapa yang mau duluan?" sindir Deon.


ara terdiam sebentar, lalu menatap sinis Deon, "kakak yang mau!" seru Ara tidak Terima disalahkan.


"Kan atas ajakan kamu baby, kakak udah nolak loh" Deon berusaha mengingat kan siapa yang memberikan izin padanya untuk melakukan lebih.


Deon tertawa pelan, dia tau ara nya tidak mau disalahkan, tapi dia sangat suka menggoda istri kecilnya itu.


"Loh kakak udah berhenti, tapi kamu kasih lampu hijau, udah kakak kasih peringatan loh sebelum memulai".


" Awwwww" Deon berteriak kesakitan, karena baru saja perut ratanya dicubit oleh ara.


"awas aja, nanti malam gak dapat jatah lagi! masak iya ara dua hari full tidur di tempat tidur gara-gara ulah kakak!" gerutu ara.


Memang benar selama 2 hari dia hanya beraktivitas di tempat tidur sebab suaminya itu terus meminta melakukan hubungan suami istri berkali-kali.


Deon tertawa keras, gerutuan istrinya membuat dia lupa masalah yang tadi membuat dia marah.


...🐀🐀🐀🐀🐀...


"Mana Allinsky yang kamu bilang itu?" bentak papi Violet pada violet.


"Sedang kerja pi" lirih violet.


"berarti dia lebih memilih pekerjaan dibanding kamu yang akan dijodohkan dengan orang lain?" pekik mami Violet.


Violet tidak tau harus menjawab apa lagi, karena dia sudah kehabisan akal untuk menjawab. Sejak awal memang semua ini kesalahan violet, dia memutuskan sendiri untuk belajar di Amerika dengan tujuan menyembuhkan Deon, lalu dia akan berakhir bahagia bersama Deon, sama sekali tidak terpikirkan olehnya Deon akan bertemu Ara di saat dia sedang menempuh pendidikan demi Deon.


Violet juga tidak pernah mengatakan apapun pada Deon kenapa dia bersekolah diluar negeri. gadis itu memutuskan seenaknya sendiri, dan bermimpi sendiri jika Deon akan menunggunya untuk menyembuhkan diri.


"Jawab vio! mau sampai kapan kamu menunggu pria yang tidak jelas itu! papi sudah putuskan jika sampai malam ini pacar mu itu tidak datang juga maka, pesta ulang tahunmu akan menjadi pesta pertunangan mu dengan pria yang sudah papi pilihkan".


" Tapi pi, dia pria yang tidak baik untu Vio! Dia punya banyak wanita pi, papi tega putrinya diberikan pada pria seperti itu" Tolak violet, dia berusaha membujuk orang tuanya untuk membatalkan pernikahan itu.


"Papi tidak percaya lagi dengan ucapanmu, papi mengenal orang tuanya, dan papi sudah bertemu dengan nya, dia pria yang baik, bersiap saja dia bulan setelah pertunangan kalian akan menikah" putus papi Violet tanpa mau mendengar kan ucapan putrinya, dia sudah lelah dibohongi oleh putrinya itu.


"Tapi pi, Vio punya buktinya" vio segera mengeluarkan foto Dicky yang sedang berjalan sebelahan dengan wanita yang berbeda-beda.


"Wajar dong dia jalan sama wanita yang berbeda-beda, dia kan ceo entertainment, jadi bisa saja wanita itu anak didiknya, pokoknya papi gak mau tau, jika mau membatalkan perjodohan, segera suruh kekasih bohongan kamu itu untuk datang malam ini juga" putus papi violet.


Violet hanya bisa menangis, semua usaha nya telah menjadi sia-sia dan dia hanya bisa mendapatkan pria seperti Dicky, padahal Violet bermimpi ingin menjadi pendamping hidup Deon, 9 tahun dia berusaha sungguh-sungguh di negeri orang demi Deon, dia malah hanya mendapatkan berita Deon telah menikah dan dia tidak perlu menyembuhkan dirinya, karena bisa menyentuh istrinya.


"Sudahlah vio, mami yakin pilihan papi itu baik, mami juga liat kok dia pria yang baik" mami violet berusaha menenangkan putrinya yang sedang menangis.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


🌺🌺🌺🌺🌺


maaf ya hari ini sampai sini dulu, besok lanjutin lagi ya, πŸ‘‹ bye bye


jangan lupa like dan vote nya ya πŸ˜„πŸ˜„ ❀❀❀