My Little Girl

My Little Girl
98. Kebohongan Terbongkar



Ara dan Deon sedang menunggu orang tua ara di bandara, papi ara sudah berhasil sembuh dari sakitnya, dan hanya perlu pemilihan stamina dan itu bisa dirawat di Indonesia.


"Kak, papi bakal senang gak ya, dengan prestasi ara?"


Deon tersenyum dan mengelus pipi ara, "pasti senang, hmmm... tadi di sekolah gimana? apa saja yang terjadi?" Deon tampaknya sedikit penasaran dengan apa yang terjadi di sekolah ara karena ini menyangkut wanita yang selalu menjatuhkan istrinya.


"Berita tentang kehamilannya tersebar kak, dan orang-orang banyak yang merasa bersalah sama ara, karena mereka terlalu mempercayai Shasa"


🍃 Flashback On 🍃


"Berita mengejutkan!!!" teriak salah satu murid didepan kelas ara. Saat ini mereka semua sedang belajar mandiri karena ada meeting mendadak yang dilakukan guru-guru mengenai shasa.


"Apa beritanya?" ucap serempak teman-temannya.


"Shasa tadi hampir keguguran! tapi berhasil diselamatkan oleh dokter!"


berita yang mereka bawa itu mengejutkan semua orang di sana kecuali ara dan teman-temannya yang memang sudah tau.


"Gak mungkin, shasa itu cewek baik-baik" elak Ella.


"Kalau kalian gak percaya tanya saja pada meli" dia menunjuk meli yang kini hanya menunduk dan tidak ingin menjawab apapun.


"Meli jawab, tadi shasa bukan karena keguguran kan dibawa ke rumah sakit" ella mengguncang bahu meli agar gadis itu menjawab, karena hanya dia yang ikut bersama shasa ke rumah sakit.


Semua mata tertuju pada meli, yang masih diam, mereka sangat penasaran dengan berita tentang shasa.


"i-iya shasa hampir keguguran, tapi dia dan janinnya berhasil selamat berkat dokter yang dikerahkan oleh ara" Jawab meli pelan, dia tidak dapat lagi menutupi kebohongan shasa.


"Apa?! jadi selama ini dia sendiri yang wanita malam?!" pekik Ella tidak percaya.


"maling teriak maling dong!" celetuk salah satu murid.


"Gak nyangka banget gue, tampang alim, sifat baik ehh nyatanya omongannya selama ini palsu!"


"Ara, katakan pada kami yang sebenarnya, apa benar tuan Allinsky itu sugar daddy mu?"


Ara yang mendapat pertanyaan mendadak masih diam, dia menatap teman-temannya, meminta bantuan, tapi mereka hanya tersenyum meminta ara mengatakan semuanya.


"Kak Allinsky itu disuruh orang tua dan kakak aku untuk menjagaku, orang tuaku sedang tidak ada di indo karena menjalani pengobatan di rumah sakit di Amerika, kakakku sedang sibuk di Jerman karena pekerjaan, kak Allinsky itu sahabat baik kakakku, jadi karena aku yang sedikit nakal aku di jaga oleh dia biar bisa jadi anak baik".


" Nakal dalam artian apa ra?" tanya mereka lagi.


"Balap liar, mabuk, dan merokok, tapi dia tidak pernah menjual tubuhnya ke orang lain" bukan ara yang menjawab melainkan Leo, dia tidak tahan lagi dengan semua gosip yang shasa buat.


"Benar! dan yang kalian bilang kami di berikan jatah oleh ara itu salah besar! kami ada di sisi ara untuk melindunginya dari pria hidung belang yang ingin menikmati tubuhnya!" juan ikut menambahkan.


“lalu kenapa ara selama ini tidak protes shasa terus berkoar tentang gossip yang tidak benar?”


Ara menghela nafasnya panjang, “Apa saat aku bilang semua itu bohong kalian akan percaya? Di otak kalian sudah terpahat bahwa ara hanya cantik dia adalah penjahatnya, ara akan merebut pria kalian jika kalian berteman dengannya, si ara yang sangat suka pria, melihat ketiga sahabat pria yang selalu setia di dekatku kalian membenarkan dengan mudahnya setiap gossip yang ada, sedangkan shasa bidadari berhati malaikat, aku salalu mengganggunya, merebut kekasihnya, padahal aku duluan yang menyukai pria itu” ara menjeda kalimatnya menatap dimas.


“Tapi itu dulu, sekarang aku tau pria yang baik itu seperti apa? Aku sudah lama melepaskan perasaanku, dan saat itu dimas rupanya mulai menyukaiku, setelah aku menjauh, kalian hanya melihat shasa yang menjadi korban bukan orang lain, aku yang selalu salah dimata kalian, jadi aku Tanya apa kalian akan percaya jika aku membantah semua ucapan kalian padaku?” ara yang selama ini diam akhirnya mengatakan semua hal yang selama ini dia simpan.


Semua teman ara terdiam, mereka tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ara, memang benar mereka tidak akan mendengar sanggahan ara mereka hanya mau percaya dengan apa yang mereka anggap benar dan dapat membuat hati mereka senang, semua iri di hati mereka pada ara akan hilang dengan membenarkan ucapan shasa.


Sekarang kebenaran telah terbongkar, tapi mulut mereka kelu untuk mengucapkan maaf, mereka hanya bias beramai-ramai menyalahkan shasa, mulai menjatuhkan shasa seperti mereka menjatuhkan ara.


🍃 flashback off🍃


Deon mengelus rambut istrinya dengan lembut, “liatkan semua, kamu ingin terus menutupi kebohongan shasa, tapi sekarang semuanya terbongkar, dan lebih parahnya lagi dia akan dikeluarkan dari sekolah, karena hamil diluar nikah”.


Ara menatap mata suaminya, “Dikeluarkan? Tidak bias dia tetap bersekolah kak?”


Deon menggeleng pelan,”sulit, pihak sekolah tidak ingin nama sekolah yang baik akan hancur dengan adanya siswa yang hamil diluar nikah”.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


‘Plak’ tamparan dari ayah kandung yang kita miliki pasti terasa sangat sakit.


Shasa menangis membiarkan ayahnya menamparnya berkali-kali, sedangkan sang ibu tidak dapat melakukan apapun, karena shasa memang bersalah dan dia tidak bias membela shasa dia takut akan disalahkan karena sebagai ibu, harusnya dia mampu menjaga putrinya, bukan malah membela kesalahan.


“Maaf yah” isak shasa sambil bersujud di kaki ayahnya.


“Siapa laki-laki itu! Dia harus bertanggung jawab” bentak ayahnya, putri yang selama ini dia banggakan telah mencoreng nama baiknya, dia sangat malu pada pihak sekolah dan orang-orang atas perbuatan putrinya itu.


Shasa sangat takut untuk mengatakan nama Dicky, karena dicky saat ini tidak ada di Indonesia, jadi shasa hanya bias menangis saat dicecar pertanyaan dari ayah dan bundanya.


“sha, katakan pada ayahmu, siapa pria itu! Jangan menutupinya!” Bunda shasa ikutan duduk memegang bahu putrinya, meminta putrinya itu mengatakan kebenaran.


“Dicky, bu namanya dicky dan sekarang dia sedang tidak ada di Indonesia, sedang bekerja diluar negeri” jawab shasa masih dengan terisak.


“Kita ke rumah orang tuanya sekarang juga!” Ayah shasa segera menarik tangan shasa untuk segera tegak. Shasa hanya memekik karena tarikan tiba-tiba ayahnya.


“Mas! Shasa baru saja hampir keguguran! Dia tidak bias pergi sekarang!” bundanya menahan tangan shasa, membantu putrinya itu kembali duduk.


“Putri seperti ini masih mau kamu pertahankan?! Mau di letak di mana mukamu!” maki ayah Shasa.


“Mas, walau dia salah dia tetap putri kita, mungkin kita yang salah dalam memberi perhatian makanya shasa mencari perhatian dari pria itu” bela bunda shasa.


“baik! Besok kita akan kerumah pria itu untuk meminta pertanggung jawaban” putus ayah shasa, pria tua itu segera pergi meninggalkan kamar inap shasa, dia tidak tahan melihat muka putrinya yang telah mencoreng nama baik keluarganya.


...🐥🐥🐥🐥🐥...