My Little Girl

My Little Girl
Extra 15. Siapa yang Jaga?



Deon berjalan memasuki kamarnya dengan perlahan, dia baru saja selesai menidurkan putri kecilnya.


“Udah bobok Dedek Ay? Kak?” Tanya Ara yang masih tampak sibuk membaca buku kuliahnya di tempat tidur. Sejak umur baby AL, EL dan Ay menginjak usia 6 bulan ara kembali melanjutkan kuliahnya, sebenarnya gadis itu tidak terlalu mau berkuliah, tapi dia tidak ingin mengecewakan suaminya, jadi dia mulai berkuliah juga.


“Udah, dedek tu nakalnya seperti kamu yang” keluh Deon sambil berbaring ditempat tidur dengan melingkarkan tangannya pada pinggang Ara.


“Wajar kak, atau kakak mau dedek diam-diam aja? Seperti abang EL?”


“Hmm… gak bisa kakak bayangkan jika dedek diam, itu anak emang dari dalam perut gak pernah diam” kekeh Deon.


“Ya salah daddy nya dong, yang selalu manjakan dedek, tu anaknya jadi seperti itu” balas Ara.


Sebenarnya Dedek Ay bisa saja jadi anak baik, hanya saja anak itu memang hobi menjahili orang, AL, EL, dan ay itu termasuk anak yang cerdas dan pintar, selama ini Deon tidak pernah memaksa mereka belajar membaca, tapi mereka belajar sendiri dari buku-buku yang di belikan oleh orang tuanya.


Di umur Al, El, dan Ay yang ke 3 tahun, ketiganya sudah lancar membaca, hanya saja mereka memang masih cadel, kecuali EL ya, dia kepintaran anak itu melebihi abang dan adiknya.


“Yang, olahraga malam yuk” goda Deon, dia sudah mulai meraba paha Ara.


“kak, besok ara harus bangun pagi, ada kelas pagi”.


“bentar aja, kalau gak kamu yang tidur kakak yang gerak” pinta deon lagi.


Ara akhirnya mengangguk juga atas permintaan suaminya, walau dia tau jika suaminya sudah mulai olahraga tidak bisa berhenti sampai subuh.


(SKIP YA HEHEHE)


...🐣🐣🐣🐣🐣...


“Mami pergi dulu ya, jangan nakal-nakal dirumah” pesan Ara sebelum pergi ke kampus diantar suaminya, deon memang selalu menyempatkan diri untuk mengantar istrinya untuk pergi, karena di saat-saat itu dia bisa berduaan dan bermesraan dengan istrinya.


“Daddy juga pergi, kalian jangan pernah keluar dari pagar ya” peringat Deon.


“Oke Daddy, mami” ucap serempak Three DAN.


Three Dan sebenarnya bukan anak yang nakal mereka mau di nasehati memang terkadang dia suka menjahili Uncle nya, tapi hanya sekedar menjahili, jika dilarang mereka akan mematuhi beda kalau Axel yang melarang mereka kompak membangkang, entah kenapa Three dan seperti kompak suka mengusili Uncle nya.


.


Ara memasuki kelasnya, semua mata langsung tertuju pada gadis itu, sekarang empat sahabatnya sudah pada lulus, jadi Ara hanya tinggal sendiri, gadis itu sama sekali tiduak peduli, baginya lulus dari kampus dan setelah itu dia akan menjadi ibu rumah tangga, Ara sudah lama memutuskan untuk tidak ingin bekerja lagi pula suaminya sudah kaya, ngapain juga dia bekerja, dia hanya akan mengurus suami dan anak-anaknya.


Mengingatkan Deon jika pria itu sudah terlalu sibuk dengan pekerjaan, agar bersantai bersama keluarga. Itulah pekerjaan yang ara inginkan.


“Gila udah punya anak 3 masih sexy aja tu badan” bisik salah seorang cowok pada temannya.


“Jangan macam-macam, bahaya loh, suaminya pemilik kampus ini, siapa yang gak tau keluarga allinsky, keluarga terpandang dan nomor satu se-asia".


“Gue penasaran muka anak-anaknya deh”


“Sama gue juga penasaran setiap ada yang berhasil mengambil foto pasti terhapus dalam beberapa menit, keluarga allinsky betul-betul menjaga rahasia anak-anaknya”


“Benar banget, gue aja gak tau anaknya cowok-cowok atau cewek-cewek atau mix, karena tidak pernah diumumkan di public”


“gue jadi penasaran pengen liat anak-anak mereka cantik atau gak ya”.


“Gue pernah dengar kalau penasaran coba aja korek-korek sama para penjaga taman bermain, tempat makan yang disukai anak-anak sama waterboom didekat sini”


“kenapa seperti itu?”


“mereka pernah melihat wajah anak-anak keluarga Allinsky tapi tidak ada satu orangpun yang buka suara tentang cantik atau tampan, cewek atau cowok”.


“Kalau masih penasaran Tanya aja orang tua kalian, yang pernah menghadiri pesta besar milik keluarga Allinsky, mereka semua sudah pernah melihat sepertinya, kan tidak mungkin cucu mereka tidak datang kan”


Begitulah bisik-bisik dari teman-teman kampus Ara, ara tidak terlalu mendengarkan, karena dia tidak peduli dengan cerita semua teman-temannya.


AL, EL dan Ay memang masih di rahasiakan, dari public, tapi bukan berarti mereka tidak pernah keluar ya, keluarga allinsky sering jalan-jalan keluar, ada beberapa yang tau bagaimana rupa AL, EL dan AY, tapi mereka yang tau langsung dibungkam mulutnya dengan menandatangani surat tidak memberitahu kepada siapapun. Deon melakukan itu karena takut penculikan yang terjadi saat dia kecil dulu.


Deon tidak mau ketiga anaknya menderita seperti dirinya.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Pria itu sudah tidak terlalu sibuk lagi seperti dulu, karena Deon mengajarkan pada Axel keluarga harus yang utama dari pekerjaan, jika membahagiakan keluarga, maka pekerjaan akan datang dengan sendirinya.


“hai Ra, mana keponakan-keponakan nakal abang?” Tanya Axel ketika melihat ara yang sibuk memasak di dapur.


“Mungkin di ruang main bang” jawab ara.


“baiklah” Axel ingin berbalik badan tapi dia di tahan oleh Ara.


“kenapa sering pulang kesini sih bang? Kasian papi sama mami di rumah” tegus Ara.


“capek, mami tiap Nampak muka abang ngeluh pengen ketemu sama calon menantu terus” keluh Axel.


“makanya cari bang, jangan diam-diam aja, gak bakal dapat”


“Kamu aja deh yang carikan Ra, kakak gak suka pilihan mami, gak ada yang setia, sama mandang kekayaan semua”


“gimana ara mau carikan, ara aja dapat jodoh dari abang” bals ara dengan kekehan kecil.


Selama ini Axel sering disuruh sama maminya untuk kencan buta, agar bisa mendapatkan jodoh, tapi pria itu selalu tidak suka dengan calon jodoh yang di tunjukkan maminya.


“Yahhh kasian dong nasib abang, ya udah abang mau main dulu sama si kecil” ucap Axel.


“jangan ngeluh kalau tu muka di belepotin sama make up ara” ancam ara sebelum Axel masuk kedalam ruang bermain Three DAN.


“Iya, paling nanti Daddy nya tambah komisi ke kakak buat beli penghapus make up” kekeh Axel.


‘Ceklek’


Axel membuka pintu masuk ruangan bermain Three Dan, Deon memang menciptakan ruangan yang sangat besar untuk ketiga anaknya bermain, disana Axel hanya melihat Abang El sedang membaca buku di kursi kesukaannya.


“Bang, mana abang Al sama dedek Ay?” Tanya Axel, dia lebih dulu ingin mengetahui dimana musuh utama dia berada.


“Gak tau, cari sendiri”.


Tidak lama Abang Al masuk kedalam ruangan bermain itu.


“ini dia si perusuh datang” seru Axel.


“uncle, abang mau sembunyi, jangan bilang-bilang dedek ay ya tempat abang sembunyi” ucap abang Al, pria kecil itu langsung bersembunyi dibalik gorden sambil duduk.


Axel yang mengerti Abang al dan dedek ay sedang bermain petak umpet hanya mengangguk dan ikut duduk di kursi di dekat abang EL, pria itu ingin tau bagaimana permainan keponakannya itu.


Sepuluh menit kemudian Dedek Ay masuk ke dalam ruang bermain.


“Uncle!” bisik Dedek Ay, gadis kecil itu sengaja memelankan suaranya agar tidak terdengar oleh yang lain.


“Apa?” jawab axel dengan suara pelan juga


“Pasti mau tau dimana abangnya berasa” batin Axel.


“anti alau abang al datang, cali dedek, bilang dedek gak ada di cini ya,” ucap gadis kecil itu dengan suara kecil, dia lalu berlari masuk kedalam rumah-rumahan yang bisa dia masuki.


Axel melongo mendengar ucapan Dedek Ay, pria itu menepuk jidatnya sendiri mau nangis gak bisa mau ketawa juga gak bisa.


“bang El, Dedek ay sama abang Al main petak umpet siapa yang jaga ya?” Tanya Axel pada Abang El yang masih asik membaca.


Abang el yang ditanya hanya mengidikkan bahu acuh. Dan itu membuat Axel semakin Stress. Tiga keponakannya memang rada-rada bikin emosi.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


Hmm, maaf author bakal stop dulu up untuk beberapa hari, karena author sedang demam parah, badan panas dingin, hidung mampet, untuk beberapa hari bakalan off maaf ya.


Komen ya, dan jangan lupa like serta vote nya.


Komentar kalian sangat membantu author dalam pengerjaan novel ini, terima kasih semua ❤❤❤