My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 51. Yang Terbaik Bagimu



“yaya” panggil Jessi pada Ay.


“apa gembul” balas ay.


“oleh gak sisi duduk di cama kakak anteng” bisik Jessi tapi dapat didengar oleh brian.


Ay langsung melotot, “gak boleh itu punya yaya, sisi duduk sama daddy axel aja” tolak ay.


Jessi menatap Ay dengan mata yang berbinar seperti boneka, dan menunjukkan satu jari telunjuknya pada ay, “Cekali aja, ya cekali aja” bujuk gadis kecil itu.


“Haiss awas kalau kamu rebut, daddy kamu yaya hajar” gerutu ay.


“Dak apa ajal aja” jawab Jessi cepat.


“Dasar anak kecil! Gak ada sayang-sayangnya sama daddy nya sendiri” ucap ay.


“Kan yaya yang ajalin” jawab jessi.


‘Puk’ Ay mendapatkan tipukan dari axel, ketika mendengar perdebatan kedua gadis manis itu.


“Uncle! Sakit tau! Daddy uncle jahat!” adu Ay pada daddy nya yang sedang berdebat dengan istri cantiknya mengenai Brian yang terlalu dimanja oleh ara.


Deon langsung menoleh dan menatap tajam axel, “kerja sama hotel di brunei gue Tarik!” ucap singkat Deon dan itu membuat axel langsung memeluk ay dan mengusap-usap kepala yang tadi dia jitak.


“Maaf ponakan cantik uncle” ucap axel, “sana bujuk lagi daddy kamu biar gak jadi dibatalin” bisik axel pada Ay.


“gak mau!” tolak ay sambil menjulurkan lidahnya, “Bakpau bilang daddy axel jelek” bujuk ay pada keponakannya yang masih dalam gendongannya.


“daddy elek!” ucap gadis kecil itu, sontak yang melihat dan mendengar perdebatan axel dan ay tertawa terpingkal-pingkal, putrinya sendiri lebih memilih mengikuti ucapan ay. “Ya cepat sisi mau duduk cama tatak anteng” ucap jessi lagi.


“yeee~ tau aja ni anak yang mana yang ganteng” gerutu ay, tapi dia sudah mendudukkan Jessi dalam pangkuan Brian.


“Kan kamu yang ajarkan untuk suka sama cowo-cowok ganteng!” gerutu axel. Memang Ay sering mengajarkan jessi untuk menggoda para cowok ganteng, dia juga sering menunjukkan foto-foto oppa oppa korea kepada jessi biar gadis kecil itu tergila-gila sama cowok-cowok ganteng seperti dirinya.


Brian melotot saat Jessi sudah berada di pangkuannya, seumur hidup dia hanya pernah memangku ay, dan ini pertama kalinya dia memangku gadis kecil di pahanya, Pria yang tidak pernah berdekatan dengan anak kecil itu langsung kaku dan menatap ay dengan ketakutan.


“Ya ampun imut banget sih” ucap ay gemas sambil mencubit pipi brian.


Daddy George sampai tertawa melihat wajah putranya yang berubah kaku.


“Tatak anteng, inggalin aja yaya, cama sisi aja” goda jessi.


“husss! Anak kecil tau apa tinggal tinggalin cari sana kakak tampan sendiri!” ucap ay cepat.


Brian mulai terbiasa dengan tingkah jessi yang ternyata mirip dengan ay, pria itu bahkan mulai tersenyum manis kepada jessi.


“Awas tergoda sama bakpau satu ini” ancam ay dengan mata melotot tajam.


“huss yaya angan anggu! Yaya nanni aja cana!” usir jessi pada ay.


“ehhh ini anak kecil! Tau aja mana yang cakep! Main serobot aja” gerutu ay.


“yang ngajarin dia seperti itu kan kamu, ay! Rasakan senjata makan tuan! Waahhh sepertinya aku yang bakal jadi besanan sama daddy George” ledek Axel.


“Ini bapak awas ya ay ajari hal-hal lebih luar biasa sama bakpau satu ini!” ucap ay sambil berkacak pinggang. “kamu bakpau! Ini tiga hari lagi udah jadi milik yaya! Jadi gak boleh diambil!” tambah Ay.


“Ihh yaya, angguin aja agi iatin tatak anteng ini, yaya nanni aja sana!” usir jessi sekali lagi.


“Iya ay, nyanyi sana, dari pada berdebat dengan jessi gak bakal ada habisnya”celetuk AL.


Ay tersenyum menyeringai, “ok! Kita hancurkan malam ini” teriak ay yang sudah berjalan menuju panggung kecil yang memang sudah disediakan oleh mommy ara.


.


“Liat itu putrimu! Orang yang ada makin meriahkan pesta yang dibuat mommy nya, tapi keinginannya menghancurkan pesta mommy nya” ucap ara dengan geleng-geleng kepala.


Deon tertawa mendengarkan keluhan istri cantiknya itu.


.


Di atas panggung ay sudah duduk dan mengmbil alat music yang ada disana.


“Ehheeemmm malam semua!” sapa ay, pest aitu hanya dihadiri oleh kerabat dan teman dekat dari daddy deon dan mommy ara, jadi mereka semua sudah tau kelakuan nakal ay, hanya bisa bersorak dan bertepuk tangan menyambut ucapan selamat malam dari ay.


“Kurang ni! Mana semangatnya! Keluarga allisky masih kurang kompak!” teriak ay.


“HOOOOOOOO” teriakan orang-orang dari bangku penonton.


“Ckckckck pada belum makan semua makanya tidak kuat suaranya” kekeh ay. “Ehheemmm kita serius lagi ya” ay menegakkan badannya, sekarang dia menatap serius para penonton.


Mata ay beralih menatap mata daddy deon.


“Untuk pahlawanku, untuk cinta pertamaku, dan untuk pelindung nomor satuku, maaf gadis kecilmu ini ingin melangkah maju, maaf selalu membuat daddy kesusahan, daddy terima kasih sudah menjadi guru bagi ay,daddy mengajarkan kepada ay cara berjalan, daddy menjadi guru yang hebat bagi ay, daddy memberikan kasih sayang penuh pada ay, terima kasih sudah memberikan yang terbaik pada ay, terima kasih sudah membolehkan ay menikah dengan pria yang ay cintai, I Love you daddy” ucap ay dengan mata berkaca-kaca.


Di kursinya Deon sudah menitikkan air mata mendengar semua ucapan putri kecilnya itu, teringat kenangan saat ay kecil, pria itu semakin banyak mengeluarkan air matanya.


“Untuk mu my hero, yang terbaik bagimu – ada band” ucap ay.


...Teringat masa kecilku...


...Kau peluk dan kau manja...


...Indahnya saat itu...


...Buatku melambung...


...Disisimu terngiang...


...Hangat nafas segar harum tubuhmu...


...Serta harapanmu...


...Kau ingin ku menjadi...


...Yang terbaik bagimu...


...Patuhi perintahmu...


...Jauhkan godaan...


...Yang mungkin kulakukan...


...Dalam waktuku beranjak dewasa...


...Jangan sampai membuatku...


...Terbelenggu jatuh dan terinjak...


...Tuhan tolonglah sampaikan...


...Sejuta sayangku untuknya...


...Ku terus berjanji...


...Tak kan khianati pintanya...


...Ayah dengarlah betapa sesungguhnya...


...Ku mencintaimu...


...Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu...


...Andaikan detik itu...


...Kan bergulir kembali...


...Kurindukan suasana...


...Basuh jiwaku...


...Membahagiakan aku...


...Yang haus akan kasih dan sayangmu...


...Tuk wujudkan segala sesuatu...


...Yang pernah terlewati...


Ay mulai menyanyi, brian terdiam mendengarkan suara gadis kecilnya, berbeda saat dia masih kecil, kali ini suara ay sangat enak di dengar, dan membuat orang orang yang mendengar terharu termasuk Deon, dia berusaha menahan tangisnya tapi tidak bisa jadinya pria itu menangis tanpa suara.


“dad, ayolah gitu aja mewek” ledek Al.


“Siapa yang mewek” balas Deon.


“tu mata merah, hidung juga merah, ayolah dad, ini banyak orang mana karisma nya seorang Deon” ledek Al lagi.


“Ini bukan nangis, daddy lagi flu sama kelilipan” elak Deon.


Al hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan daddynya, untuk Kembali pada aurora, yang terlihat masih canggung berada diantara keluarganya.


Ara terkekeh melihat suaminya itu, dia mengelus-elus punggung deon dengan lembut.


Ay selesai bernyanyi dan mendapat sorakan serta siulan dari para penonton.


“encore! Encore! Encore!” ucap para penonton.


“Baik-baik tapi kurang sedap kalau ay nyanyi sendiri, para kloningan kembarku! Cepat naik, kita hancurkan malam ini!” teriak ay.


El hanya bisa geleng-geleng kepala dan naik keatas panggung, jika dia tidak mau, makai ay akan menghajar dirinya, begitu juga dengan al, dia ikut naik ke atas panggung yang sudah disiapkan oleh mommy ara.


“Oke, Three Dan akan membuat dunia gempar!” teriak ay.


AL dan El sama sama mengambil biola, dan tegak disampig kiri dan kanan ay.


"Mommy jangan cemburu, Bunda - melly goeslaw, untukmu mommy" ucap ay, al, el dan ay mulai memainkan musiknya.


...🐰🐰🐰🐰🐰...


bonus pict


ini dia si cantik putri kesayangan daddy deon




ini putra-putra tampan Deon :


abang al



abang el



hayo.. yang mana menjadi kesayangan kalian 🥰🥰😘😘