My Little Girl

My Little Girl
Bonchap 1. Bos kecil



Setahun berlalu abang Ray tumbuh menjadi anak yang sangat cerdik dan lincah, dia selalu punya akal untuk mengerjai semua keluarganya termasuk teman-teman Brian, mereka sering dikerjai tapi mereka tetap sayang pada abang Ray.


“Hai jagoan” sapa Lars saat melihat yang duduk di kursi kebesaran Brian bukanlah brian melainkan bos kecil yang sedang asik menggambar. Sedangkan brian sibuk mengerjakan dokumen-dokumen pekerjaan di sofa yang ada di ruangan itu.


“stttss angan anggu” abang ray menatap sinis Lars yang sedang mengganggunya sedang berkonsentrasi dalam mewarnai gambarnya.


“Daddy mu mana?” tanya lars yang belum tau jika brian sedang duduk di sofa.


Tanpa bicara Abang ray menunjuk ke arah brian yang sibuk membaca dokumen di sofa tamu.


Lars tertawa melihat song bos mafia sudah beralih posisi berkat bos kecil. “kenapa bawa kesini bos” kekeh Lars, sambil melirik bos kecil yang tampak fokus menggambar dan mewarnai.


“Mommy nya kuliah, opa sama oma nya sedang tidak ada disini, jadi ya sama gue” jawab brian santai. “abang lapar?” tanya brian pada putra sulungnya itu.


“Apal!” pekik abang Ray begitu mendengar pertanyaan daddynya.


Brian langsung menelpon bobby untuk memesankan makanan buat putranya itu.


“Abang mau ikut uncle aja gak makan diluar?” tanya Lars pada bos kecil itu.


“elual? Oleh dad?” abang ray menatap brian dengan mata puppy eyesnya.


Brian mengulum senyum melihat wajah menggemaskan putranya, walau wajahnya adalah copy paste milik brian tapi abang ray mampu memanfaatkan wajah tampan itu hingga membuat semua orang luluh, apapun yang abang ray minta jika dia sudah menunjukkan puppy eyes, kesamaan abang ray dengan Ay hanya mata dan bibir nya, selebihnya abang ray sangat mirip dengan daddy nya brian.


“boleh” jawab brian pasrah, entah kenapa semua teman-temannya sangat suka membawa Ray untuk berjalan-jalan, apa lagi Lars, dia selalu bersemangat buat mengajak bos kecil itu jalan-jalan keluar.


“yeess, uncel ayo” Abang Ray berteriak dikursinya meminta di turunkan dari kursi kerja brian, kaki kecil abang Ray masih belum bisa mencapai lantai.


“Oke, sip” Lars bersorak bahagia juga dapat membawa keponakan gantengnya jalan-jalan. “oh iya ini brian” sebelum melangkah kearah bos kecil lars lebih dulu memberikan dokumen pekerjaannya pada brian.


Brian hanya bisa menatap bule gila itu dengan sinis karena menambah pekerjaannya lagi, padahal dia sudah muak dengan pekerjaannya yang masih menumpuk.


“abang jangan jauh-jauh dari uncle ya, atau gak boleh pergi keluar lagi” nasehat brian sebelum putra nya itu mengikuti lars, brian dan ay memang tidak memberikan pengekangan pada putra nya karena dia tau rasa nya dikekang, hanya saja saat abang ray keluar akan banyak orang yang mengikuti, dari yang menyamar hingga mengawasi dari jauh.


**


“abang siap?” tanya lars pada bos kecil itu.


“ciap” ucap abang Ray dikursi kecilnya.


“ayo kita cari tante cantik buat uncle” seru lars.


“ayo” pekik abang ray bersemangat, lars dan johan memang sering memanfaatkan Ray untuk menarik perempuan cantik untuk mendekat pada mereka berdua, karena pesona menggemaskan abang ray akan menarik mata untuk melirik nya. Setial wanita yang datang abang ray akan mendapatkan makanan kesukaannya lebih banyak, seandainya brian tau apa yang dilakukan oleh kedua sahabat gila itu pada putra tampan nya maka brian pasti akan mengamuk.


“anti –anti” panggil abang ray pada wanita yang sudah ditandai lars.


Gadis cantik yang sedang sibuk melihat ponselnya itu langsung mengangkat wajahnya.


“hai tampan” sapa gadis itu melihat bocah tampan yang memanggilnya.


“hai” lars ikutan menyapa gadis cantik itu juga.


“Oh hai, putranya tampan banget” puji gadis cantik itu.


“bukan putra aku, ini keponakan aku, gantengkan? Mau ikut makan bareng kami gak? Aku yang teraktir, mau?” tanya lars dengan senyum mempesonanya.


“boleh, kebetulan teman-teman aku gak jadi datang” balas wanita itu.


**


“Uncel abang mau minunuman alna melah!” pekik ray tidak terima jika lars memesankannya minuman berwarna putih, susu vanila lagi jika tidak susu coklat, pria kecil itu sedang penasaran dengan rasa yang dihasilkan dari minuman berwarna merah.


Lars menggeleng cepat kepalanya bisa di gantung jika bos kecilnya itu memakan yang mengandung berry.


Gadis disebelah lars melihat wajah lars yang serba salah.


“alergi buah yang menggandung berry” balas lars juga dengan berbisik.


"ohh oke deh" gadis itu mengangguk mengerti, "abang ganteng suka pedas?" tanya gadis itu pada Ray.


Ray menggeleng pelan.


"kalau yang warna merah itu pedas, jadi kita beli yang lain aja ya" bujuk wanita itu.


Abang ray menatap gadis yang sedang dalam penggoda an Lars itu dengan mata menyipit tajam.


"Bo'ong" ujar abang Ray tidak percaya.


"Pedas bang" Lars memutar kepalanya mencari orang yang bisa menjadi sasaran buatnya membantu ucapan gadis itu. "Hei kamu! itu pedas kan?!" begitu dapat dia langsung memberikan ancaman dari tatapan mata pada orang yang di tunjuk.


Seolah tau, orang yang di tunjuk itu meminum minumannya dan berpura-pura kepedasan.


"liatkan pedas" ujar Lars bersemangat.


Ray mengerucut kan bibirnya, "alau gitu abang mau dua cola cola" ujar abang ray.


Lars mengangguk cepat, pria itu berpikir mending dia membelikan apa yang Ray mau dibanding kepalanya melayang karena membiarkan Ray alergi.


.


Lars nampak cemas melihat abang ray yang akan mengambil minuman coca cola keduanya.


"abang, udah ya, nanti abang sakit" Lars menarik botol minum yang ada di tangan abang Ray.


membuat bocah kecil itu mulai terisak kecil.


"udah ya nanti abang sakit kebanyakan minum dingin" ujar Lars.


"hiks hiks, ndak mau!" terlambat sudah jika abang Ray sudah menangis tidak ada yang bisa mendiamkananya kecuali dikasihkan hal yang membuatnya menangis dan satu lagi mommy ay yang bisa mendiamkannya.


Lars mulai panik, Ray menangis dia yang akan kena hajar sama Deon, mata Lars sudah melirik pada bodyguard yang ikut bersamanya, yang saat ini sedang menyamar. bodyguard itu telah mengangkat tangannya hendak meraih ponsel untuk melaporkan apa yang terjadi pada bos kecil.


"baiklah" dengan pasrah Lars memberikan kembali minuman itu ke tangan Ray, dan dalam sekejap abang ray langsung diam, dan gerakan si bodyguard juga terhenti untuk menghubungi brian.


"emang anak mafia, sangat berkuasa, dan mengerikan walau wajah seperti malaikat" batin Lars menangis.


"Ganteng boleh gak auntie minta minumnya auntie haus" Gadis yang diajak Lars tadi berjongkok di depan Ray meminta minuman bocah kecil itu.


Ray sempat diam sebentar, manatap wanita cantik itu. "nih" ray akhirnya memberikan minumannya dengan suka rela.


"hiks-hiks anak kamprett emang, kalau cewek cantik aja mau, kalau gue nangis" batin Lars.


.


Setalah banyak drama yang terjadi Lars akhirnya pulang dan mendapatkan nomor kontak gadis cantik tadi, namanya cinta dan dia gadis yang cukup baik, karena berhasil membujuk Abang ray beberapa kali.


...🐼🐼🐼🐼🐼...


bonus pict





siapa yang bisa mendiamkan abang ray ni???