
Kandungan Ay sekarang sudah memasuki usia 13 minggu dan perut ay tampak dua kali lebih besar dari kandungan pertamanya, dia juga mulai mudah kelelahan dan tidak boleh melakukan aktifitas yang berat oleh brian.
Dan brian tidak pernah pergi ke kantor dalam waktu yang lama, karena kehamilan ay yang sekarang, ay menjadi lebih manja dan tidak mau ditinggal oleh brian, terkadang brian harus membawa istrinya itu ke kantor jika ada urusan yang tidak bisa dia tinggalkan, brian juga meng cancel semua jadwal meeting yang ada diluar kota dan luar negri, dia tidak peduli dia merugi atau apapun itu, baginya jika orang yang mengajak kerja sama tidak mau bertemu melalui video call atau mendatangi dirinya, atau tidak mau bertemu dengan wakilnya brian tidak akan berkerja sama dengan orang-orang itu.
“Ay, sepertinya saat ini kehamilan mu tidak menyusahkan?” tanya Ara.
Ay menganggukkan kepalanya, memang benar yang dikatakan Ara, dia tidak terlalu mengidam hal yang aneh aneh, hanya sedikit lebih melenceng ke hal yang sedikit menjurus ke ranjang, brian lah yang selalu susah jika ay sudah dalam keinginan menginginkan hal itu, karena brian tidak bisa terus memasuki ay, mengingat ay yang sedang mengandung.
Jadi brian hanya bisa memuaskan ay hingga gadis itu puas dan mendapatkan pelepasan dengan sabun.
“kalau makan kamu gak susah makan kan sayang?” tanya ara lagi.
“Gak mom, ay lebih sering makan sekarang liat aja badan ay yang mulai berisi sekarang” ay sedikit cemberut begitu mengatakan dirinya berisi.
“Berisi begini lebih cantik sayang, lebih empuk dan sexy” goda Brian.
“kamu masih sering mual di pagi hari brian?” kali ini Deon yang bertanya.
“hmm masih dad, tapi tidak sesering bulan-bulan pertama, beberapa hari ini hanya sebentar saja dad” jawab brian.
Brian memang menggantikan ay dalam mengidam dan mual-mual, pria itu sama sekali tidak masalah dirinyalah yang merasakan kesakitan pada kehamilan pertama dan kedua ay, karena bagi brian cukup ay saja yang membawa beban diperutnya, dia tidak ingin ay kelelahan karena muntah-muntah dan tidak mau makan, karena tidak nafsu.
“ay benaran gak ngidam pengen liat daddy manjat pohon lagi?” deon sepertinya ketagihan untuk memanjat pohon, seperti kehamilan ay yang pertama.
Ay menggeleng pelan, “ay sekarang ngidamnya lebih menyusahkan kakak aja dad”ujar ay malu, wajahnya sudah bersemu merah dan dia menutupinya dengan bersembunyi dibelakang punggung suaminya.
“Ngidam apaan sayang?” tanya mommy ara penasaran.
Brian melirik istrinya yang masih bersembunyi dibelakangnya, “ngidam gulat di ranjang mom” kekeh brian.
“kakak!” pekik ay tidak terima kelakuan anehnya di beritau pada mommy ara dan daddy Deon.
“hahahha” mommy ara dan daddy deon tertawa berbarengan mendengar ucapan Brian dan teguran ay.
“gak usah malu sayang, itu memang sudah hormon ibu hamil” ujar ara disela tawanya.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
Memasuki usia kandungan 5 bulan ay, brian dan Ray, bersama mengunjungi dokter kandungan untuk melihat jenis kelamin ketiga anak kembar ay dan brian.
Ray sudah berceloteh sepanjang perjalanan mengenai nama adik-adiknya dia sudah mempersiapkan nama-nama yang keren untuk ketiga adiknya.
“abang pengen adik perempuan atau laki-laki?” tanya Johan pada bos kecil.
“kedua duanya!” seru Ray bersemangat.
“Baiklah kita periksa ya” ujar siren, seperti biasa johan tidak pernah dibolehkan untuk memegang ay, jadi bagian yang memegang ay adalah dokter siren.
“Hmmm…” siren dan johan sama-sama berdeham.
“Lo mau buat pasukan kecil milik lo? Bro?” tanya Johan begitu melihat jenis kelamin ketiga bayi brian.
“maksudnya apa?” ujar brian tidak mengerti.
“ketiga-tiga nya cowok, jadi abang maaf ya, yang ceweknya belum ada sayang, semuanya cowok” ujar johan.
Ray menunduk sedih beberapa saat tapi kemudian kepalanya terangkat dan pria kecil itu mendekat pada perut ay, mengelus perut itu dengan sayang, “adek bantu abang jaga mommy ya, sekarang sudah ada yang melindungi mommy di segala sisi, abang bagian depan adek sisi yang lainnya” ujar brian.
“wahh abang hebat” puji ay, dia sedikit kecewa tidak memiliki anak perempuan tapi bagi ay itu tidak masalah selama ketiga anaknya sehat dan bisa lahir ke dunia ini dengan selamat.
“Lo gak apa bro? cowok semua?” tanya johan lagi.
Pertanyaan itu membuat ay menatap wajah suami tampannya dengan lekat-lekat.
Brian tersenyum hangat, “seperti yang Ray bilang, aku juga bersyukur ada 3 cowok lagi yang bisa membantu ray menjaga Ay dari segala sisi, depan, belakang serta kanan dan kiri”jawab brian.
“kak maaf ya” lirih ay.
Brian mendekat dan mencium kening ay dengan lembut, “Tidak ada yang perlu di maafkan, kamu tidak salah, justru aku sangat berterima kasih sudah mau melahirkan putra-putra ku, kau tau aku pria yang paling brengsek yang mendapatkan bidadari sepertimu, jika tidak ada cewek kita tinggal membuatnya lagi itu tidak akan susah” kekeh brian.
...🐯🐯🐯🐯🐯...
6 Tahun Kemudian
“THREE D!” teriakkan abang Ray terdengar dari lantai dua.
Ay yang sedang mengoleskan selai pada roti suaminya langsung melihat kearah putra-putra kembarnya, “Kalian bertiga mengerjai abang lagi ya?” selidiknya.
‘Devano Cakara Marcelo’ nama putra kembar ay yang pertama.
‘Davano Cakara Marcelo’ nama putra bungsu yang ketiga.
Mereka bertiga lahir dengan cara Caesar saat berumur tepat Sembilan bulan, ay langsung dibawa ke rumah sakitnya oleh brian, dia tidak mau menunggu ay merasakan sakit.
“Tidak” jawab ketiganya serentak sambil mengulum senyum.
“apa yang tidak! Mom! Liat buku tugas abang!” pekik ray, walau sudah berumur 9 tahun Ray tetap bersikap manja di depan mommy nya itu.
“kalian bertiga? Kalau mau ngerjain abang jangan buku tugas abang yang di hancurkan, udah berapa kali mommy katakan!” ay kembali mengomeli ketiga putra kembarnya.
“kenapa kalian mengganggu abang kalian boys?” kali ini suara brian membuat ketiganya menegang.
“Habis abang gak bolehkan kita ikut saat abang pergi” adu Devano.
“abang pergi kemana?” tanya ay dengan mata memicing.
Ray yang ketahuan pergi diam diam keluar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, “abang di rumah aja, paling abang Latihan sama uncle Leon itu aja mom” elak Ray.
“bohong mom! Abang pergi keluar, Davin liat sendiri abang manjat dinding” seru Davin, dia sangat bersemangat mengadukan kenakalan abangnya itu.
Ay kini menatap Ray dengan wajah yang sudah tampak sangat marah, “abang__”
“gak apa sayang, ray membiarkan beberapa pengawal mengikutinya, sesekali dia keluar tidak apa kan” potong Brian cepat.
“Daddy selalu bela abang! Dava juga mau keluar kenapa tidak boleh!”
“iya Davin juga daddy!” tambah Putra ke tiga dari keluarga Brian.
“kalian boleh keluar seperti abang Ray, kan daddy sudah berikan syarat yang harus kalian lakukan jika mau keluar” Ujar Brian. Dia memang mulai mewajibkan semua anaknya untuk bisa menguasai semua ilmu beladiri, jika mau keluar dari rumah, bukan hanya itu keempat putranya wajib untuk menguasai pistol dan pedang.
“yaahhh Davin akan ngadu ke kakek George daddy gak adil!” pekik davin marah.
“Daddy adil! Kalau mau ikut abang keluar harus bisa melindungi diri sendiri, karena abang belum tentu bisa melindungi kalian! Abang saja belum mampu melindungi mommy” ujar Ray.
“baiklah, tapi daddy janji kami boleh keluar kalau sudah menguasai semuanya!” seru Devano, akhirnya putra keduanya itu berbicara.
“janji, mommy saksi nya, iya kan sayang” ujar Brian sambil menatap Ay.
“iya mommy saksinya” jawab ay.
“kenapa kalian mau lihat dunia luar boys?” tanya brian lagi.
“gak ada kami penasaran abang kenapa suka sekali main keluar, dan kami bosan Cuma main bertiga” jawab Devano.
“Wahh sepertinya daddy perlu tambah lagi adik buat kalian” seru brian bersemangat.
“TIDAK!” Teriak keempat putra brian cepat.
“Kalau adiknya cewek sih gak masalah, tapi kalau adiknya cowok kayak ketiga bocah ini abang gak terima, bisa gundul kepala abang kalau harus ngurus bocah bocah ini” kata Ray kesal.
“abang juga bocah!” teriak Davano tidak kalah kesal,karena sudah dikatai bocah oleh abangnya.
Ay geleng-geleng kepala setiap hari pembahasan mereka selalu sama ke lima pria ay menginginkan adik cewek apa dia hamil lagi ya? Biar dapat cewek satu, pastinya akan menjadi kesayangan keluarga itu, abang kembar ay juga mempunyai anak cowok semua, daddy deon dan mommy ara belum mendapatkan cucu perempuan.
...🐼🐼🐼🐼🐼...
ini benar-benar tamat ya 😄 akan ada season 3 cerita tentang abang Ray yang menyamar jadi bodyguard seperti permintaan semua, dan si manis putri tercinta Brian yang akhirnya hadir setelah menunggu sangat lama, tapi setelah cerita Al dan El selesai ya, mohon nantikan cerita selanjutnya salam manis dari author
jangan lupa like, vote dan kasih hadiah yang banyak ya, biar author cepat update nya. biar semangat ngetik perlu dikasih vote dan hadiahnya
Terima kasih sudah mau membaca hingga akhir
bonus pict dari author
Hot daddy Brian dan mommy Ay
si sulung yang mulai beranjak dewasa
dan si kembar nakal