My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 92. Salah Paham



Begitu ay menghilang dibalik pintu, Al langsung menatap Bobby dengan wajah sinis, “dia bertengkar dengan suaminya?” tebak Al.


Bobby dengan cepat menggelengkan kepala, “bukan tuan” jawab Bobby cepat tidak ingin Al salah paham dengan Brian.


“Hormon ibu hamil?” tebak Al lagi.


Bobby langsung mengangguk, dari pada dia menceritakan masalah yang bakal membuat tuan mudanya kena masalah lebih baik dia membuat alasan seperti itu.


“mana suaminya?” Al melirik kebelakang badan bobby tapi tidak tampak brian muncul.


“Sedang dinas ke luar negeri, sedang dalam perjalanan menuju Indonesia tuan, belum sampai sehari kok” jelas bobby dengan cepat dan lengkap.


Al akhirnya mengangguk, “pantas, ibu hamil nya ngamuk, ya udah cepat duduk sana, aku akan coba bujuk ay” Al menunjuk sofa dirumahnya, lalu berjalan menuju kamar Aurora.


“Dek! Buka dong, abang mau bicara sama kamu ini” teriak al dari luar pintu tapi pintu masih belum terbuka, tadi Al ingin membuka pintu kamar Aurora ternyata selain menutup secara paksa Ay, telah mengunci kamar itu.


Al menghela nafas panjang melihat pintu aurora yang masih tertutup, pria itu berbalik dan duduk disebelah bobby sambil menonton siaran TV.


“kandungannya gak apa kan?” tanya al lagi.


“tadi baru saja dari rumah sakit, dan kandungannya baik-baik saja” jawab bobby.


Al langsung merogoh sakunya untuk menghubungi Aurora, dia berharap aurora mampu membuat suasana hati adiknya menjadi gembira, atau setidaknya dapat menenangkan ay yang mengurung diri di kamar.


“Ada apa lagi al?! aku lagi kerja ini! Jangan ganggu-ganggu terus” gerutu aurora memang sejak tadi al terus mengganggunya.


“Sorry kali ini serius, ay ada di kamarmu saat ini, sepertinya dia butuh teman,aku takut sesuatu terjadi pada kandungannya jika gadis itu terus mengurung diri disana, bisakah kamu pulang dan membantuku menghibur ay?” Al saat ini terdengar serius.


“Baiklah, mungkin sekitar 30 menit aku akan sampai disana” jawab Aurora cepat, dia memang sering libur dan mengambil cuti di tempat kerjanya, tapia pa boleh buat, saat ini ay lebih membutuhkan dirinya, dia akan langsung mendahului urusan sahabatnya itu baru urusannya.


“bala bantuan bentar lagi akan datang” gumam Al, sambil melihat pintu kamar yang masih tertutup.


.


Didalam kamar ay menangis sambil menutup mulutnya agar tidak terdengar sampai keluar, bohong jika ay tidak sakit hati dengan perlakuan yang dia terima, dan bohong jika ay tegar, dia sedang hamil emosi gadis itu sangat labil saat ini, banyak yang dia pikirkan, tentang kedua orang tuanya yang sampaisaat ini belum juga pulang ke Indonesia padahal sudah diberi tau tentang kabar kehamilan ay, Pikiran ay juga terus terngiang ucapan addy George, selain itu dia juga merasa ada sesuatu yang salah dengan kandungannya, tapi tidak ada yang mengatakan apapun pada gadis itu, mereka hanya menyuruh ay untuk tidak banyak memikirkan apapun, tapi justru perbuatan mereka membuat si ibu hamil semakin penasaran.


‘tok tok tok’ terdengar suara ketukan lagi dari pintu, ay hanya melihat sekilas tapi tidak berniat bergerak untuk membuka pintu itu.


“ay, ini aku aurora, boleh aku masuk?” suara lembut aurora terdengar dari luar pintu kamar, ay akhirnya membuka pintu itu.


“dek__” al hendak ikutan masuk tapi tidak jadi karena ay melarangnya.


“hanya au, ay Cuma mau ngomong sama au” ucapan yang menghentikan al melangkah masuk kedalam kamar itu.


Al mengangguk, dan membiarkan hanya aurora yang masuk, begitu terdengar pintu kamar tertutup al kembali menghela nafas panjang, “payah kalau ibu hamil di tinggal gitu tuh jadinya, mewek, kenapa kak brian gak bilang ke aku, kalau dia mau ninggalin istrinya?” tanya al pada bobby.


“rencananya tadi seperti itu, tapi nona ay melarang, karena tuan muda brian tidak pergi seharian, hanya setengah hari” jawab bobby.


Bobby membiarkan Al, salah paham tentang mengapa ay bisa ada di apartemennya, dalamhati pria it uterus berharap tuan muda brian untuk cepat datang agar dia tidak perlu terus menerus berbohong pada AL.


.


“Ihh kok ibu hamil mewek? Nanti dedeknya juga suka mewek loh” goda Aurora, dia tadi diceritakan oleh al, tentang hormone ibu hamil yang di tinggal suami.


Ay hanya diam masih tidak mau menjawab ucapan aurora.


“Dedek bayi, kita buat apay a, biar ibu hamilnya senang, dedek bayi mau buat ice cream gak?” tanya aurora lagi.


Wajah sembab ay langsung muncul dari balik bantal.


“Emang bisa buat?” suara serak ay terdengar sangat kecil.


Aurora tersenyum dan mengangguk, “bisa dong, aurora itu jagonya masak, mau buat sekarang?” ajak aurora.


Ay langsung duduk dan mengangguk cepat.


“Hmm buat ice cream itu sedikit lama, selain itu kita buat cookies juga gimana?” tawar aurora.


“Ayo” ay sudah tampak bersemangat mendapat ajakan aurora, pikiran negative yang terus muncul di kepalanya seketika hilang berganti cookies dan ice cream.


“kalau gitu ayo” seru Aurora yang sudah berdiri.


.


Al tampak senang melihat ay sudah mau keluar dari dalam kamar. “Al belikan susu dan beberapa bahan-bahan membuat kue di supermarket sana” Aurora memberikan secarik kertas pada al, gadis itu sudah tidak canggung menyuruh al melakukan pekerjaan, bisa dibilang dialah satu-satunya gadis yang berani menyuruh seorang tuan muda penerus keluarga Allinsky.


“Sekarang?” seru Al, dia membaca bahan-bahan yang tidak dia mengerti, seperti ada SP, coklat bubuk, dark coklat dan bahan-bahan lainnya.


“gak ! tahun depan aja! Ya sekarang lah! Ini ay mau masak bareng sama aku” ucap Aurora dengan kejamnya.


“sadis benar, kan aku Cuma bercanda, ada bonusnya gak?” goda Al.


“cepatan?!” aurora melotot pada Al. dari matanya terpancar raut kekhawatiran. “jika tidak nanti payah lagi buat mood ibu hamil ini naik” ucap aurora tanpa suara pada AL.


‘cup’ al memberi kecupan pada pipi Aurora, “Oke bensin sudah terisi penuh” ucap al lalu berlalu pergi.


Yuk kita buat dulu yang bis akita buat” ajak Aurora pada ay.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


Begitu sampai bandara brian bukannya menuju apartemen al, dia langsung menuju rumah sakit tempat melani dirawat, tangan pria itu terkepal kuat, sangking emosinya dengan ucapan yang daddynya katakan brian sejak tadi mengumpat dan menghancurkan barang disekitarnya.


“kamar VVIP nomor 004 tuan” ucap salah satu asisten yang tadi dia suruh untuk mencari tau letak kamar Melani.


Dia tidak mau memberikan ampun lagi pada melani, kali ini pria itu akan menghadapi melani secara langsung, dan menghadapi daddy nya.


...🐰🐰🐰🐰🐰...